Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN KASUS

TINEA CRURIS
ST RAMLAH ANDARIAS
10542 0332 11

Pembimbing :
dr. A. Amal Alamsyah M,
M.Si, Sp.KK
PENDAHULUAN

LAPORAN KASUS
Dermatofitosis merupakan
PEMBAHASAN penyakit yang disebabkan
EPIDEMIOLOGI oleh kolonisasi jamur
dermatofita yang menyerang
ETIOLOGI
jaringan yang mengandung
PATOGENESIS
keratin, misalnya stratum
PENATALAKSANAA
N
korneum pada epidermis,
PROGNOSIS rambut dan kuku.
Tinea cruris merupakan
infeksi jamur dermatofita
Yosella T. Diagnosis and treatment of Tinea Cruris. J Majority. Jan 2015;4(2):122-8.
pada
Siregar daerah
RS. Atlas Berwarna kruris,
Saripati Penyakit genitalia,
Kulit Edisi 2. Jakarta: EGC; 2005. Hal. 29-30.
LAPORAN KASUS
IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny. J
Jenis Kelamin: Perempuan
Umur : 56 Tahun
Agama : Islam
Alamat : Makassar
Suku : Makassar
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Tgl Pemeriksaan : 20 Desember 2016
ANAMNESIS

Keluhan Utama:
Gatal dan rasa panas
Riwayat Penyakit Sekarang:
Keluhan utama gatal dan rasa panas pada
daerah lipat paha, bokong dan sekitar anus yang
muncul sekitar 1 bulan yang lalu. Keluhan gatal
dirasakan terutama saat berkeringat, sehingga
pasien selalu menggaruknya. Awalnya, pada
daerah gatal tampak kulitnya berwarna merah
dengan bentuk bulat berukuran sebesar koin
yang semakin lama semakin lebar.
Riwayat Penyakit dahulu
Riwayat penyakit yang sama sebelumnnya (-)
Diabetes Melitus (-)
Penyakit Jantung (-)
Nyeri ulu hati (-)
Riwayat Keluarga(-)
Riwayat Alergi (-)

Riwayat Pengobatan
Pasien mengatakan sebelumnya sudah pernah
berobat di puskesmas namun tidak ada perubahan.
PEMERIKSAAN FISIK

STATUS PASIEN
Keadaan Umum
Sakit : Sedang
Kesadaran : Composmentis
Gizi : Obesitas I
Hygiene : Sedang
Tanda Vital
Tensi : Dalam batas normal
Pernafasan: Dalam batas normal
Nadi : Dalam batas normal
Suhu : Dalam batas normal
Pemeriksaan klinis

STATUS DERMATOLOGIS
Lokasi : Daerah kruris, gluteus dekstra dan
sinistra dan sekitar anus.
Efloresensi : Makula eritema sampai
hiperpigmentasi, sirkumskripta, diskret,
permukaan kasar, kering, menimbul,
tepi lebih aktif, central healing, dan
terdapat skuama kasar serta papul
eritem.
Ukuran : Numular sampai geografis
TINEA CRURIS
RESUME
Seorang Perempuan 59 tahun datang ke poli kulit
Rumah Sakit Khusus Daerah Provinsi Sulawesi
Selatan dengan keluhan utama gatal dan rasa
panas pada daerah lipat paha, bokong sampai
sekitar anus. Keluhan tersebut muncul sekitar 1
bulan yang lalu. Keluhan gatal dirasakan terutama
saat berkeringat, sehingga pasien selalu
menggaruknya. Awalnya, pada daerah gatal
tampak kulitnya berwarna merah dengan bentuk
buat berukuran sebesar koin yang semakin lama
semakin lebar. Pasien tidak pernah mengalami
penyakit ini sebelumnya, riwayat penyakit yang
sama di keluarga disangkal, riwayat alergi juga
disangkal. Pasien mengatakan sebelumnya sudah
DIAGNOSIS
Diagnosis Banding
Eritrasma
Kandidiasis
Psoriasis intertriginosa

Diagnosis Kerja
Tinea Cruris
PENATALAKSANAAN
Pengobatan medikamentosa
Sistemik :
Anti Histamin (Cetrizine) 10 mg Tab 1x1
selama 10 hari
Anti Jamur (Ketokonazole) 200 mg 1x1
selama 15 hari

Topikal :
Pengobatan Topikal berupa Anti Jamur
(Ketokonazole)
Usulan Pemeriksaan Penunjang :
Pemeriksaan KOH

Pognosis :
Baik, asalkan kelembaban dan
kebersihan kulit selalu dijaga.
PEMBAHASAN
Gatal yang semakin
Anamnesis
hebat pada daerah Pemeriksaan Fisi
lipat paha, bokong
sampai sekitar anus
yang disertai dengan Gizi :
bercak merah yang Obesitas I
semakin lama
semakin meluas.
Gatal terutama Efloresensi: Makula
dirasakan saat eritema sampai
berkeringat. TINEA hiperpigmentasi,
Lokasi : Daerah CRURIS sirkumskripta,
kruris, gluteus diskret, permukaan
dekstra dan kasar, kering,
sinistra dan menimbul, tepi
sekitar anus.
Ukuran : Numular
Status lebih aktif, central
healing, dan
sampai geografis Dermat terdapat skuama
kasar serta papul
ologi
EPIDEMIOLOGI
Umur : Kebanyakan pada dewasa
Jenis kelamin : Pria lebih sering daripada wanita
Bangsa/ras: Terdapat di seluruh dunia
Daerah : Paling banyak di daerah tropis
Musim/iklim : Musim panas, banyak berkeringat
Kebersihan : Kebersihan yang kurang
diperhatikan
Keturunan : Tidak berpengaruh
Lingkungan : Kotor dan lembab

Siregar RS. Atlas Berwarna Saripati Penyakit Kulit Edisi 2. Jakarta:


EGC; 2005. Hal. 29-30.
ETIOLOGI

Kurniati, Cita R. Etipatogenesis Dermatofiosis. Berkala


Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin. Desember
Lanjutan . . .

Kurniati, Cita R. Etipatogenesis Dermatofiosis. Berkala Ilmu Kesehatan Kulit


PATOGENESIS

Kurniati, Cita R. Etipatogenesis Dermatofiosis. Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin. Desember
2008;20(3):243-50.
Verma S, Heffeman MP. Superficial Fungal Infection: Dermatophytosis, Onychomycosis, Tine Nigra,
Piedra. In: Wolff K, Goldsmith LA, Katz SI, editors. Fitzpatricks Dermatology in General Medicine.
7th. New York: McGraw-Hill; 2008. p. 1807-22.
PENATALAKSANAAN
Pengobatan sistemik
Griseovulfin, butenafine, flukonazol,
itrakonazol, terbinafine, ketokonazol.
Pengobatan topikal
Terbinafine, butenafine, ekonazol,
miconazole, ketoconazole,
klotrimazole, ciclopirox
PROGNOSIS
Secara umum prognosis baik
TERIMA KASIH