Anda di halaman 1dari 23

Hipospadi

dr Muldani
Uretra adalah saluran yang mengalirkan air
kemih keluar tubuh. Uretra bisa abnormal
atau tidak terbentuk.
Hipospadia : lubang uretra berada pada
penis bagian bawah.
Epispadia : uretra pada penis terbuka dan
tidak tertutup seperti halnya sebuah
tabung.
Hipospadia adalah suatu keadaan dimana
lubang uretra terdapat di penis bagian
bawah, bukan di ujung penis.
Hipospadia merupakan kelainan bawaan yang
terjadi pada 3 diantara 1.000 bayi baru lahir.
Beratnya hipospadia bervariasi, kebanyakan
lubang uretra terletak di dekat ujung penis,
yaitu pada glans penis.
Bentuk hipospadia yang lebih berat terjadi
jika lubang uretra terdapat di tengah batang
penis atau pada pangkal penis, dan kadang
pada skrotum (kantung zakar) atau di bawah
skrotum.
Kelainan ini seringkali berhubungan dengan
kordi, yaitu suatu jaringan fibrosa yang
kencang, yang menyebabkan penis
melengkung ke bawah pada saat ereksi.
Gejala Klinis
Lubang penis tidak terdapat di ujung
penis, tetapi berada di bawah atau di
dasar penis.
Penis melengkung ke bawah.
Penis tampak seperti berkerudung karena
adanya kelainan pada kulit depan penis.
Jika berkemih, anak harus duduk.
Tata Laksana
Chordectomi , melepas chordae shg
penis bisa lurus kedepan saat ereksi.
Urethroplasty , membuat osteum
urethra externa diujung gland penis
sehingga pancaran urin dan semen
bisa lurus ke depan.
SELAMAT BELAJAR
WASSALAM
Sindroma Aspirasi
Mekonium
dr Muldani
Definisi
Sindroma Aspirasi Mekonium terjadi
jika janin menghirup mekonium yang
tercampur dengan cairan ketuban,
baik ketika bayi masih berada di
dalam rahim maupun sesaat setelah
dilahirkan.
Penyebab
Jika janin mengalami stres selama proses
persalinan berlangsung.
Bayi seringkali merupakan bayi postmatur (lebih
dari 40 minggu).
Selama persalinan berlangsung, bayi bisa
mengalami kekurangan oksigen. Hal ini dapat
menyebabkan meningkatnya gerakan usus dan
pengenduran otot anus, sehingga mekonium
dikeluarkan ke dalam cairan ketuban yang
mengelilingi bayi di dalam rahim.
Faktor Resiko
Kehamilan post-matur
Pre-eklamsi
Ibu yang menderita diabetes
Ibu yang menderita hipertensi
Persalinan yang sulit
Gawat janin
Hipoksia intra-uterin (kekurangan oksigen
ketika bayi masih berada dalam rahim).
Gejala
Cairan ketuban yang berwarna kehijauan atau jelas
terlihat adanya mekonium di dalam cairan ketuban
Kulit bayi tampak kehijauan (terjadi jika mekonium
telah dikeluarkan lama sebelum persalinan)
Ketika lahir, bayi tampak lemas/lemah
Kulit bayi tampak kebiruan (sianosis)
Takipneu (laju pernafasan yang cepat)
Apneu (henti nafas)
Tampak tanda-tanda post-maturitas (berat
badannya kurang, kulitnya mengelupas).
Diagnosis
Sebelum bayi lahir, alat pemantau
janin menunjukkan bradikardia
(denyut jantung yang lambat).
Ketika lahir, cairan ketuban
mengandung mekonium (berwarna
kehijauan).
Bayi memiliki nilai Apgar yang rendah.
Tata Laksana
Segera setelah kepala bayi lahir,
dilakukan pengisapan lendir dari mulut
bayi.
Jika mekoniumnya kental dan terjadi
gawat janin, dimasukkan sebuah
selang ke dalam trakea bayi dan
dilakukan pengisapan lendir.
Bayi dimonitor secara ketat.
Fisioterapi dada (menepuk-nepuk dada).
Antibiotik (untuk mengatasi infeksi).
Menempatkan bayi di ruang yang hangat
(untuk menjaga suhu tubuh).
Ventilasi mekanik (untuk menjaga agar
paru-paru tetap mengembang).
Komplikasi
Pneumonia aspirasi.
Pneumotoraks.
Kerusakan otak akibat kekurangan oksigen.
Gangguan pernafasan yang menetap selama
beberapa hari.
Aspirasi mekonium jarang menyebabkan
kerusakan paru-paru yang permanen.
SELAMAT BELAJAR
WASSALAM