Anda di halaman 1dari 27

Kimia Atom

DEFINISI ATOM
Salah satu konsep ilmiah tertua adalah
bahwa semua materi dapat dipecah
menjadi zarah (partikel) terkecil,
dimana partikel-partikel itu tidak bisa
dibagi lebih lanjut.
Struktur atom
Atom tersusun atas 3 partikel dasar:
1. proton: bermutan positif
2. elektron : bermuatan negatif
3. neutron : tidak bermuatan
Proton dan neutron terletak dalam suatu
daerah kecil pada pusat atom, disebut inti
Elektron tersebar disekitar inti
a. Elektron
Elektron: partikel bermuatan negatif
Elektron merupakan partikel dasar
penyusun atom yang pertama kali
ditemukan. Elektron
ditemukan oleh Joseph John Thompson
pada tahun 1897.
PROTON
Ditemukan oleh Eugene Goldstein pada tahun
1886 melakukan percobaan dan menemukan
partikel baru yang disebut sebagai sinar kanal atau
sinar positif.

sinar kanal merupakan partikel dasar yang


bermuatan positif dan berada dalam inti atom dan
massa proton sama dengan massa ion hidrogen
dan berharga 1 sma.
ATOM DAN SENYAWA

Partikel Penyusun Atom


Elektron (-1e0) : J.J. Thomson

Proton (+1p1) : Eugene Goldstein


Neutron (0n1) : James Chadwick
Perkembangan teori atom :
1. Teori atom Dalton
2. Teori atom J.J Thomson
3. Teori atom Rutherford
4. Teori atom Neils Bohr
Model Atom Dalton
Bola pejal yang sangat kecil
Partikel terkecil unsur (yang masih
punya sifat unsur)
Atom unsur sama, sifat & massa sama
Atom unsur berbeda, sifat & massa
beda
Tak dapat diciptakan / dimusnahkan
(bukan radioaktif / bukan reaksi inti)
Dalam senyawa atom-atom berikatan,
perbandingan sederhana

8
Model Atom Thomson
e Disebut model atom roti
kismis, rotinya bola yang
e bermuatan positif dan
e e kismisnya elektron yang
e tersebar merata.
Di dalamnya elektron ()

9
Model Atom Rutherford
Inti atom (+)
Dikelilingi e ()
Lintasan e = kulit
Dalam inti atom terdapat proton dan neutron.

+
e

10
Model Atom Niels Bohr
Kulit = tingkatan energi
(berlapis)
e dapat pindah kulit dengan
+ menyerap/ melepas energi
(eksitasi)
Selama bergerak dalam
lintasannya, elektron tidak
dapat memancarkan energi
yang disebut keadaan
stasioner.

11
Lambang atom
Gambaran Orbital
Diagram kontur adalah suatu permukaan yang

melingkari sebagian besar (misal 90%)


probabilitas kerapatan.
Orbital s sferis:

1s 2s 3s
Orbital p

Orbital p (l = 1) mempunyai 2 tonjolan yang terletak

sepanjang sumbu x, y, atau z .


Rather than ml = -1,0,1, orbital ditandai px, py, dan pz.
Orbital d
Orbital f

Salah satu dari 7 orbital f


Bilangan Kuantum dan
Konfigurasi Elektron
1. Bilangan Kuantum
a. Bilangan Kuantum Utama (n)
menunjukkan nomor kulit yang ditempati
elektron.
- n = 1 ; Kulit K
- n = 2 ; Kulit L
- n = 3 ; Kulit M
- n = 4 ; Kulit N
- dst
b. Bilangan Kuantum Azimut (l)

Bilangan kuantum azimut (l) menunjukkan letak


elektron dalam sub kulit.
- s (sharp) ; l = 0
- p (principal) ; l = 1
- d (diffuse) : l = 2
- f (fundamental) ; l = 3
c. Bilangan Kuantum
Magnetik (m)

Bilangan kuantum menunjukkan kedudukan


elektron pada orbital. Harga bilangan kuantum
magnetik adalah l sampai +l
- subkulit s ; m = 0
- subkulit p ; m = -1, 0, +1
- subkulit d ; m = -2, -1, 0, +1, +2
- subkulit f ; m = -3, -2, -1, 0, +1, +2, +3
d. Bilangan Kuantum Spin

bilangan kuantum spin menunjukkan arah


putaran elektron pada sumbunya selama
mengelilingi inti. Ada kemungkinan arah :
- searah jarum jam/kebawah (+1/2)
- berlawanan arah jarum jam/keatas (-
1/2)
2. Konfigurasi Elektron

Konfigurasi elektron menggambarkan


susunan elektron dalam atom.
Elektron elektron yang selalu bergerak
mengelilingi atom berada pada tingkat
tingkat energi tertentu yang disebut sebagai
orbital orbital dalam atom.
Orbital yang paling dekat ke inti
menunjukkan tingkat energi elektron paling
rendah, dan semakin jauh dari inti tingkat
energi elektron semakin tinggi.
Pembagian tingkat energi kulit
Keterangan K L M N
Jumlah sub kulit 1 2 3 4

Jenis subkulit s s, p s, p, d s, p, d, f

Jumlah orbital 1 4 9 16

jumlah orbital pada tiap 1 1, 3 1, 3, 5 1, 3, 5, 7


subkulit
jumlah elektron maks pada 2 2, 6 2, 6, 10 2, 6, 10,
tiap subkulit 14

Jumlah elektron maks pada 2 8 18 32


tiap kulit
Elektron Valensi
Elektron valensi adalah elektron kulit terluar
pada susunan elektron suatu atom.
Besarnya elektron valensi suatu logam juga
menentukan sifat kimia atom unsur
tersebut.

Contoh :
11Na konfigurasi elektronnya = 2 8 1

Elektron valensinya = 1 (unsur golongan IA)


Penulisan Konfigurasi Elektron
1. Aturan Aufbau

1s, 2s, 2p, 3s, 3p, 4s, 3d, 4p, 5s, 4d, 5p, 6s, 4f, 5d, 6p, 7s, 5f, 6d, 7p,
Konfigurasi Elektron
2. Aturan Hund
8O = 1s , 2s , 2p
2 2 4


1s 2s 2p

1s 2s 2p
(Salah)

3. Asas Larangan Pauli
Asas larangan Pauli menyatakan tidak
mungkin dua elektron berada dalam satu
orbital yang mempunyai empat bilangan
kuantum sama. Sehingga satu orbital
maksimum ditempati dua elektron yang
harus berbeda spinnya.

Contoh penulisan konfigurasi elektron :


4Be = 1s 2
2s 2

11Na = 1s 2
2s2
2p6
3s1

36Kr = 1s 2
2s2
2p 6
3s 2
3p 6
4s2
3d10
4p 6