Anda di halaman 1dari 35

Laporan Kasus

OMSK Pembimbing:
Dr.Jamasri Jamal, Sp.THT
Oleh:
Haryoko Anandaputra 2012730049

KEPANITERAAN KLINIK STASE THT


RS Islam Jakarta Cempaka Putih
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
2017
1
A. Identitas pasien

Nama : Tn. G
Jenis kelamin : Laki-laki
Umur : 46 tahun
No. RM : 73xxxx
Tanggal berobat : 13 agustus 2016

2
B. Anamnesis

1. Keluhan utama

Tidak bisa mendengar kurang lebih 1


tahun

3
2. Riwayat penyakit
sekarang

4
3. Riwayat penyakit dahulu

OS mengaku sudah menderita penyakit


seperti ini sejak setahun yang lalu

4. Riwayat penyakit keluarga

Disangkal

5. Riwayat alergi

Makanan, debu, cuaca, obat-obatan


disangkal

5
6. Riwayat pengobatan

Belum pernah berobat sebelumnya

7. Riwayat psikososial

Pasien sering menggunakan korek kuping hingga


terlalu dalam

6
C. Pemeriksaan Fisik

Keadaan umum : Baik

Kesadaran : Compos Mentis

Tanda Vital : Tekanan darah : 100/70


mmHg

Penafasan : 23 kali/menit

Nadi : 96 kali/menit

Suhu : 37C

7
D. Status Lokalis THT

1. Telinga
AD TELINGA AS

Normotia, Atresia liang telinga (-), Normotia, Atresia liang telinga (-),
Aurikula
Perikondritis (-) Perikondritis (-)

Peradangan (-), Pus (-), Fistula (-), Peradangan (-), Pus (-), Fistula (-),
Preaurikula
Nyeri tekan (-), Edema(-) Nyeri tekan (-), Edema (-)

Peradangan (-), Pus (-), Fistula (-), Peradangan (-), Pus (-), Fistula (-),
Retroaurikula
Nyeri tekan (-), Edema (-) Nyeri tekan (-), Edema (-)

8
AD TELINGA AS

Hiperemis (-), edema (-), Hiperemis (-), edema (-),



serumen (-), sekret (-), korpus serumen (-), sekret (-), korpus
MAE
alienum (-) alienum (-

Edema (-), serumen (+), sekret Edema (-), serumen (+), sekret
KAE
(+), korpus alienum (-) (+), korpus alienum (-)

Membran timpani
Reflek cahaya Reflek cahaya

Membran timpani perforasi Membran timpani perforasi


sentral sentral
+
Uji Rinne +
Lateralisasi ke kiri
Uji Weber Lateralisasi ke kiri
-
Uji Schwabach -

9
2. Hidung
a. Rinoskopi anterior
Dextra Rinoskopi anterior Sinistra

Hiperemis (-) Mukosa Hiperemis (-)

- Sekret -

Hipertrofi (-) Konka inferior Hipertrofi (-)

Deviasi (-) Septum Deviasi (-)

(-) Massa (-)

Normal Passase udara Normal

1
0
c. Tes penciuman d. Transiluminasi

Kanan : Dapat mencium bau kopi 20 Sinus maksilaris : -


cm the pada jarak 15 cm
Sinus frontalis : -
Kiri : Dapat mencium bau kopi 20 cm
teh pada jarak 10 cm
Kesan : Normosmia dekstra sinistra

1
1
3. Tenggorok
a. Nasofaring

Nasofaring (Rinoskopi posterior)

Konka superior tidak edem dan tidak hiperemis

Torus tubarius Terbuka dan tidak hiperemis

Fossa Rossenmuller Tidak edem, masa (-)

Plika salfingofaringeal tidak edem dan tidak hiperemis

1
2
b. Orofaring

Dextra Pemeriksaan Orofaring Sinistra

Mulut

Tenang (+),hiperemis Tenang (+),hiperemis


Mukosa mulut
(-) (-)
Simetris (normal) Simetris (normal)
Lidah
bersih bersih
Simetris (normal) Simetris (normal)
Palatum molle
bersih bersih

Karies (+) Gigi geligi Karies (+)

Ditengah Uvula Ditengah

1
3
Dextra Pemeriksaan Orofaring Sinistra

Tonsil
Hiperemis (-) Mukosa Hiperemis (-)

TI TI
Besar

Melebar (-) Kripta Melebar (-)


- Detritus -
- Perlengketan -
Faring
Tenang Mukosa Tenang
- Granula -
- Post nasal drip -
1
4
c. Laringofaring

Laringofaring (laringoskopi indirect)

Epiglotis tenang

Plika ariepiglotika Tenang

Plika ventrikularis Tenang

Plika vokalis Pergerakan simetris

Rima glotis terbuka

1
5
4. Maksilofasial

Dextra Nervus Sinistra

I. Olfaktorius
Normosmia . Penciuman Normosmia

II. Optikus
Daya penglihatan
(+) Refleks pupil (+)

1
6
III. Okulomotorius
(+) Membuka kelopak mata (+)
(+) Gerakan bola mata ke superior (+)
(+) Gerakan bola mata ke inferior (+)
(+) Gerakan bola mata ke medial (+)
(+) Gerakan bola mata ke (+)
laterosuperior

IV. Troklearis
(+) Gerakan bola mata ke (+)
lateroinferior

1
7
V. Trigeminal
Tes sensoris
(+) Cabang oftalmikus (V1) (+)
(+) Cabang maksila (V2) (+)
(+) (+)
Cabang mandibula (V3)
VI. Abdusen
(+) Gerakan bola mata ke lateral (+)

1
8
VII. Fasialis
(+) Mengangkat alis (+)
(+) Kerutan dahi (+)
(+) Menunjukkan gigi (+)
Daya kecap lidah 2/3 anterior

VIII. Akustikus
(+) Tes garpu tala (+)

IX. Glossofaringeal
Refleks muntah
Daya kecap lidah 1/3 posterior

1
9
X. Vagus
Refleks muntah dan menelan
(-) Deviasi uvula (-)
Simetris Pergerakan palatum Simetris

XI. Assesorius
(+) Memalingkan kepala (+)
(+) Kekuatan bahu (+)

XII. Hipoglossus
(-) Tremor lidah (-)
(-) Deviasi lidah (-)

2
0
5. Leher

Dextra Pemeriksaan Sinistra

Pembesaran
Tiroid Pembesaran (-)
(-)
Pembesaran
Kelenjar submental Pembesaran (-)
(-)
Pembesaran
Kelenjar submandibula Pembesaran (-)
(-)
Pembesaran
Kelenjar jugularis superior Pembesaran (-)
(-)
Pembesaran
Kelenjar jugularis media Pembesaran (-)
(-)
Pembesaran
Kelenjar jugularis inferior Pembesaran (-)
(-)
Pembesaran
Kelenjar suprasternal Pembesaran (-)
(-)
Pembesaran 2
Kelenjar supraklavikularis Pembesaran (-)
(-) 1
E. Resume

Anamnesis
Seorang laki-laki usia 46 tahun datang ke poliklinik THT RSUD
Cianjur Kelas B dengan keluhan tidak bisa mendengar 1
tahun yang lalu, awalnya di telinga pasien terdapat bisul, lalu
bisul di pecahkan dan di obati dengan menggunakan kpaur
sirih, tetapi tidak di keluarkan lagi oleh pasien, kuping jadi
berasa seperti bergemuruh, pasien sering mengorek kuping
hingga terlalu dalam karena kuping dirasakan seperti ada
yang mengganjal dan gatal. Saat ini pasien mersakan telinga
kirinya sakit.
Pemeriksaan fisik : sekret ( + ), serumen ( + ), Perforasi
membran timpani ( + ), dan tes webwer didapatkan hasil
laterlai sasi ke kiri.

2
2
F. Pemeriksaan Penunjang

Audiometri
Kultur sekret telinga

2
3
2
4
I. Penatalaksanaan
1. Non-medikamentosa 2. Medikamentosa

Edukasi kepada pasien dan Klindamycin 300 mg 3dd1


keluarga bahwa membran Sol H202 3%
timpani sudah perforasi
Sol akilen 2dd1 gtt V
jadi jangan terkena air dulu
Jika terjadi ISPA segera
diobati

2
5
Tinjauan Pustaka
Definsi
Otitis media supuratif kronik adalah infeksi kronis ditelinga tengah dengan
perfirasi membran timpani dan sekret yang keluar dari telinga tengah terus
menerus atau hilang timbul
Etiologi

Lingkungan ISPA

Genetik Autoimun

Otitis Media
Alergi
sebelumnya
Gang. Fungsi
Infeksi tuba
2
eustachius
6
2
7
Letak perporasi membran timpani

2
8
Klasifikasi
Jenis OMSK terbagi atas 2 jenis:
1. OMSK tipe Benigna
Proses peradangannya terbatas pada
mukosa saja dan biasanya tidak
mengenai tulang. Perforasi terletak di
sentral. Umumnya OMSK tipe benigna
jarang menimbulkan komplikasi yang
berbahaya. Pada OMSK tipe benigna
tidak terdapat kolesteatoma.
2
9
2. OMSK tipe Maligna
Merupakan OMSK yang disertai dengan
kolesteatoma. Kolesteatoma adalah suatu
kista epitelial yang berisi deskuamasi
epitel (keratin). OMSK tipe maligna
dikenal juga dengan OMSK tipe berbahaya
atau OMSK tipe tulang. Perforasi pada
OMSK tipe maligna letaknya di atik atau
marginal, kadang-kadang terdapat juga
kolesteatoma pada OMSK dengan
perforasi yang berbahaya atau fatal
timbul pada OMSK tipe maligna.
3
0
Diagnosis

3
1
Penatalaksanaan

3
2
Komplikasi

3
3
Daftar Pustaka

Djaafar ZA. Kelainan telinga tengah. Dalam: Soepardi, E, et al, Ed. Buku Ajar Ilmu Penyakit Telinga
Hidung Tenggorokan. Edisi VI. Balai Penerbitan FKUI, Jakarta. 2006: p. 64-77.
Christanto, A. et al. Pendekatan Molekuler (RISA) untuk Membedakan Spesies Bakteri Otitis Media
Supuratif Kronik Benigna Aktif. Cermin Dunia Kedokteran No. 155, 2007
Nursiah, S. Pola Kuman Aerob Penyebab OMSK dan Kepekaan Terhadap Beberapa Antibiotika di
Bagian THT FK USU / RSUP. H. Adam Malik Medan. Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.
2003
Soetirto, I. et al. Gangguan Pendengaran (Tuli). Dalam: Soepardi, E, et al, Ed. Buku Ajar Ilmu
Penyakit Telinga Hidung Tenggorokan. Edisi VI. Balai Penerbitan FKUI, Jakarta. 2006: p.10-22
Ballenger JJ. Penyakit Telinga Kronis. Dalam Buku Penyakit Telinga, Hidung, Tenggorok, Kepala dan
Leher. Ed.13 Jilid Satu. Binarupa Aksara, Jakarta. 1994: p. 392-412.
Aboet, A. Radang Telinga Tengah Menahun. Universitas Sumatera Utara: Medan.2007
Boesoirie, TS dan Lasminingrum. Perjalanan Klinis dan Penatalaksanaan Otitis Media Supuratif.
Bagian Ilmu Kesehatan THT-KL. Fakultas Kedokteran UNPAD/RSUP dr.Hasan Sadikin Bandung. 2009.
Diakses dari http://www.ketulian.com/v1/web/index.php?to=article&id=13 pada 20 september 2010.

3
4
3
5