Anda di halaman 1dari 21

JOURNAL READING

CAFFEINE ADMINISTRATION TO
PREVENT APNEA IN VERY
PREMATURE INFANTS

Oleh
Merina Selvira Y

Pembimbing
dr. H. Jumnalis Sp. A

BAGIAN/SMF KESAHATAN ANAK RSUD M.YUNUS


BENGKULU DAN FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS BENGKULU
2017
PENELITI
1. Amir Mohammad Armanian
2. Ramin Iranpour
3. Eiman Faghihian
4. Nima Salehimehr

THE JOURNAL OF PEDIATRICS AND


NEONATALOGY (2016) 57, 408-412
PENDAHULUAN

Interval apnea sering terjadi pada neonatus yang


prematur.
The American Academy of Pediatrics menggambarkan
apnea sebagai Periode noninspiratory berlangsung
selama 20 detik, bersama dengan bradikardia/sianosis.
Periode apnea yang lama dapat menyebabkan sianosis
dan bradikardi pada neonatus, dan resusitasi neonatus
diperlukan jika terjadi henti nafas dan jantung
Periode apnea dapat merusak otak neonatus yang sedang
berkembang, dan dapat menghentikan fungsi intestinal
dan fungsi organ-organ lain
3
Neonatus prematur biasanya mengalami penurunan saturasi
oksigen darah secara tiba-tiba, yang kadang-kadang diikuti
dengan periode apnea dan membutuhkan bantuan medis
secepatnya.
Metilxantin menstimulasi dorongan bernafas dan, oleh
karena itu, telah digunakan sejak lama untuk mengobati
apnea pada bayi prematur.
Dua golongan metilxantin yang paling banyak diketahui
adalah teofilin dan kafein. Dibanding demgan teofilin, kafein
memiliki absorpsi intestinal yang lebih jelas, indeks terapi
yang lebih lebar, dan waktu paruh yang lebih panjang

4
Beberapa percobaan telah dilakukan untuk menemukan
pengobatan neonatus yang mengalami apnea. Namun,
hanya sedikit yang ditujukan untuk menemukan agen
bermanfaat untuk mencegah apnea neonatus premature.

Hipotesis dari penelitian-penelitian yang telah ada


mengemukakan bahwa penggunaan kafein sebagai
profilaksis dapat mengurangi insiden apnea pada
neonatus preterm yang memiliki berat <1200g

5
TUJUAN PENELITIAN
untuk menyelidiki efek kafein
terhadap pencegahan insidens apnea
pada neonatus dengan risiko tinggi

6
METODOLOGI PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan double-blinded,
placebo-controlled, randomized clinical trial.
Sampel penelitian terdiri dari neonatus yang
dirawat NICU di rumah sakit Alzahra dan
Shahid Beheshti di Iran, antara September 2013
dan Januari 2014, yang lahir prematur dengan
berat badan lahir 1200 g dan memiliki
pernapasan spontan pada 24 jam kehidupan

7
METODOLOGI PENELITIAN

52 Sampel

Pengacakan 1;1
dg komputer

26 Kafein
26 Plasebo
Diberikan kafein:
Diberikan normal saline
-dosis awal 20mg/kg secara iv
-dosis awal 20mg/kg secara iv
-dosis maintenans 5 mg/kg iv
-dosis maintenans 5 mg/kg iv

Hasil Utama Hasil Sekunder


-Apnea -Ventilasi Mekanik -NEC 8
-Bardikardi -IVH -Takikardi
-Sianosis -PDA -Kematian
METODOLOGI PENELITIAN

Apnea dihitung hanya jika terjadi henti


nafas<20 detik, bersama dengan bradikardi
dan/atau sianosis
Bradikardi dianggap ada jika detak jantung
melambat sekurang-kurangnya 20% dari
baseline untuk 20 detik. Sianosis dianggap ada
jika neonatus memiliki SpO2 <85%.
takikardi-peningkatan sinus rate diatas 160-
180 detak/menit), yang selalu dimonitor setiap
hari

9
METODOLOGI PENELITIAN
Kriteria Inklusi
1. neonatus yang dirawat NICU di rumah sakit Alzahra dan
Shahid Beheshti di Iran, antara September 2013 dan Januari
2014
2. lahir prematur dengan berat badan lahir 1200 g
3. memiliki pernapasan spontan pada 24 jam kehidupan

. Kriteria
Eksklusi
Neonatus dengan
1. Bayi dengan kelainan kongenital,
2. asfiksia,
3. penyakit jantung sianosis bawaan,
4. retardasi pertumbuhan intrauterin,
5. membutuhkan ventilasi pada hari pertama kehidupan 10
6. sepsis pada minggu pertama
METODE PENELITIAN

Analisis statistik : Semua data dianalisis oleh


software SPSS, versi 20.0 (SPSS, Chicago, IL,
USA)
Data dituliskan seperti rata-rata dengan standar
deviasi (variable kontinu) atau seperti nomor
dengan persentase (variable kategorik).
Karakteristik dari partisipan yang diteliti,
dianalisis dengan tes Chi-square, tes Fishers
exact, tes Mann-Whitney, tes indepentt, atau
analisis varians, yang disesuaikan.
11
Semua tes untuk signifikansi statistic adalah
dengan two-tailed test, dengan error sebesar
0,05. Resiko relative yang disesuaikan (RRs)
(dengan 95% Ci) untuk insidens apnea,
bradikardi, dan sianosis.
kebutuhan ventilasi mekanis; IVH; PDA; NEC;
efek samping obat (takikardi); CLD; dan
kematian dihitung dengan logistic regression
analysis.

12
HASIL PENELITIAN

Dari percobaan, dengan total 114 bayi pretem


dengan berat badan 1200g diperiksa untuk
kelayakannya untuk penelitian.
56 bayi dikeluarkan dari daftar karena tidak
memenuhi kriteria inklusi, penolakann partisipasi
oleh orang tua, adanya kelainan kongenital, dan
mengalami apnea pada hari pertama kehidupan.
Lalu kemudian 58 bayi diacak dan akhirnya hanya
52 bayi yang diteliti

13
14
HASIL PENELITIAN
Karakteristik sampel penelitian

Grup Kafein Grup Placebo p


Variabel
(n = 26) (n=26)
Laki-laki 15 (57,7) 13 (50,0) 0,576
Perempuan 11 (42,3) 13 (50,0) 0,536

Usia Kehamilan 28,73 1,95 28,57 2,06 0,783

Berat Badan Lahir 966,9 194,14 1007,7 134,02 0,382

Memerlukan CPAP 3,96 3,98 5,96 3,20 0,052

Ketergantungan 14,42 19,08 22,69 23,14 0,166


Oksigen
Perawatan di rumah 47,19 26,17 41,80 18,25 0,394
HASIL PENELITIAN
Variabel Grup kafein Grup Placebo p RR 95% CI
(n=26) (n=26)

Apnu 4 (15,4) 16(61,5) 0,001 0,250 0,097-0,647

Bradikardi 2 (7,7) 16 (61,5) <0,001 0,125 0,032-0,490

Sianosis 5(19,2) 16 (61,5) 0,002 0,313 0,134-0,727

Ventilasi Mekanik 3 (11,5) 0 (0,0) 0,118 Tidak Tidak dihitung


dihitung

PDA 7 (26,9) 8 (30,8) 0,760 0,875 0,372-2,060


IVH 6 (23,1) 3 (11,5) 0,233 2000 0,559-7,156

NEC 0 (0,0) 2 (7,7) 0,245 Tidak Tidak dihitung


dihitung

Takikardi 0 (0,0) 0 (0,0) >0,999 - -

CLD 4 (15,4) 11(44,0) 0,025 0,350 0,128-0,954


16

Kematian 1 (3,8) 0 (0,0) 0,510 Tidak di Tidak dihitung


hitung
DISKUSI
Pada percobaan secara randomized, placebo-controlled, dan
double-blind kami, kejadian apnea pada kelompok kafein
jelas lebih sedikit dibanding kelompok kontrol

Bucher dan Duc dan Levitt dan Harvey meneliti bayi


preterm yang diberikan sitrat kafein dengan dosis awal
sebesar 20mg/kg. Dosis maintenance yang digunakan pada
penelitian Levitt dkk. dan penelitian Butcher dan Duc
adalah masing-masing 5mg/kg/hari dan 10mg/kg/hari

Pada percobaan-percobaan ini, tidak ada perubahan yang


terlihat antara kelompok kafein dan placebo. Terjadinya efek
samping dan dibutuhkannya ventilasi mekanis juga
didapatkan sama pada kedua kelompok 17
DISKUSI
Efek profilaktik dari kafein yang ditemukan pada
percobaan sekarang mungkin disebabkan
penelitian sekarang, percobaan dilakukan pada
neonatus dengan resiko yang lebih tinggi (nonatus
yg premature dengan berat badan lahir <1200 g).
Davis dkk. meneliti hasil-hasil pemberian kafein

atau placebo pada neonatus premature hingga


umur 18-21bulan. Banyaknya kejadian apnea
tidak dicatat pada percobaan ini, tapi kebutuhan
penutupan PDA dan lamanya pemberian ventilasi
mekanis didapatkan lebih rendah pada kelompok
yang mendapatkan kafein profilaktik. . 18
DISKUSI
Henderson-Smart dan De Paoli dkk, melaporkan
bahwa metilxantin tidak memiliki efek preventif pada
apnea nonatus premature, tetapi merekomendasikan
untuk dilakukannya percobaan pada kemudian hari
ini untuk meneliti efek pencegehan apnea dengan
metilxantin pada nonatus premature dengan resiko
tinggi..
Penelitian ini kemudian dibuat untuk bayi dengan
resiko tinggi dan juga untuk mempelajari efek kafein
pada apnea neonatus.
Hasilnya memperlihatkan bahwa semakin imatur

bayi, maka makin besar manfaat kafein


profilaktiknya terhadap insiden dan keparahan
apnea.. 19
KESIMPULAN
Penelitianini dibuat untuk meneliti efek preventif
kafein pada apnea bayi yang memiliki resiko lebih
tinggi.
Efek preventif kafein pada apnea menjadi lebih jelas
dengan pemberian obat pada bayi yang sangat
prematur.

20
TERIMA KASIH