Anda di halaman 1dari 22

HIDROSEFALUS

Oleh. Farida Linda Sari Siregar, M.Kep


Definisi
Hidrosefalus berasal dari bahasa latin
hydro berarti air dan cephalus berarti
kepala, secara singkat artinya air di dalam
kepala.

Penderita hidrosefalus memiliki kelainan


cairan cerebrospinal (CSF) di dalam
ventricles atau selaput otak.

Hal ini menyebabkan meningkatnya


tekanan pada intracranial dalam tengkorak
serta menyebabkan kepala menjadi
membesar dan cacat mental,dalam kasus
yang berat dapat menyebabkan kematian.
Hidrosefalus adalah kelainan
patologis otak yang mengakibatkan
bertambahnya cairan serebrospinal
dengan atau pernah dengan tekanan
intrakranial yang meninggi, sehingga
terdapat pelebaran ventrikel.

Pelebaran ventrikuler ini akibat


ketidakseimbangan antara produksi
dan absorbsi cairan serebrospinal.
Hidrosefalus menyumbat aliran cairan
cerebrospinal di dalam ventricles atau
di subarachnoid.

Secara normal cairan tersebut


seharusnya mengalir melalui ventrikel
dan keluar dari sisterna (penampungan
kecil) yang terletak di dasar otak.

Cairan tersebut berfungsi menyalurkan


makanan dan membuang sisa hasil
metabolisme dari otak melalui
pembuluh darah
Patofisiologi
CSS yang dibentuk dalam sistem ventrikel
oleh pleksus khoroidalis kembali ke dalam
peredaran darah melalui kapiler dalam
piamater dan arakhnoid yang meliputi
seluruh susunan saraf pusat (SSP).
Cairan likuor serebrospinalis terdapat
dalam suatu sistem, yakni sistem internal
dan sistem eksternal.
Pada orang dewasa normal jumlah CSS 90-
150 ml, anak umur 8-10 tahun 100-140
ml, bayi 40-60 ml, neonatus 20-30 ml dan
prematur kecil 10-20 ml.
Cairan yang tertimbun dalam ventrikel
500-1500 ml.
Aliran CSS normal ialah dari ventrikel
lateralis melalui foramen monroe ke
ventrikel III, dari tempat ini melalui saluran
yang sempit akuaduktus Sylvii ke ventrikel
IV dan melalui foramen Luschka dan
Magendie ke dalam ruang subarakhnoid
melalui sisterna magna.
Penutupan sisterna basalis menyebabkan
gangguan kecepatan resorbsi CSS oleh
sistem kapiler.
Patofisiologi
Penyebab penyumbatan aliran CSS yang
sering terdapat pada bayi dan anak ialah :

1. Kelainan Bawaan (Kongenital)


Stenosis akuaduktus Sylvii

Spina bifida (Sumbing Tulang Belakang) yatu


suatu celah pada tulang belakang (vertebra)
Sindrom Dandy-Walker (malformasi bawaan
sejak lahir (kongenital) dari cerebellum
(suatu bagian belakang otak yang
mengendalikan gerak) dan daerah sekitarnya
yang dipenuhi oleh cairan.
Kista araknoid dan anomali pembuluh darah
2. Infeksi

Akibat infeksi dapat timbul perlekatan


meningen.
Secara patologis terlihat penebalan
jaringan piamater dan araknoid sekitar
sisterna basalis dan daerah lain.
Penyebab lain infeksi adalah
toxoplasmosis.
3. Neoplasma
Hidrosefalus oleh obstruksi mekanik
yang dapat terjadi di setiap tempat
aliran CSS.

Pada anak yang terbanyak


menyebabkan penyumbatan ventrikel IV
atau akuaduktus Sylvii bagian terakhir
biasanya suatu glioma yang berasal dari
serebelum, penyumbatan bagian depan
ventrikel III disebabkan kraniofaringioma.
4. Perdarahan

Perdarahan sebelum dan sesudah


lahir dalam otak, dapat
menyebabkan fibrosis leptomeningen
terutama pada daerah basal otak,
selain penyumbatan yang terjadi
akibat organisasi dari darah itu
sendiri.
Jenis Hidrosefalus
1. Hidrosefalus Non Komunikan (tipe tak
berhubungan ):
Terjadinya obstruksi pada aliran cairan
serebrospinal.

2. Hidrosefalus Komunikan (tipe


berhubungan ) :
Kegagalan absorbsi cairan serebro
spinal.
Gejala gejala hidrosefalus pada bayi :

Tulang tengkorak membesar


Terdapat semacam celah antar tulang
tengkorak
Diameter kepala perlahan lahan mulai
membesar
Pembuluh darah membesar
Bola mata terlihat seperti turun dari kelopak
mata
Mengalami muntah, kejang dan kurang aktif
serta rewel
Pertumbuhan lebih lambat dari anak seusianya
Gangguan keseimbangan dan gerak
Juling
Pemeriksaan Penunjang
Scan temografi komputer (CT-Scan)
mempertegas adanya dilatasi ventrikel dan
membantu dalam mengidentifikasi
kemungkinan penyebabnya (neoplasma,
kista, malformasi konginetal atau
perdarahan intra kranial)

Pungsi ventrikel kadang digunakan untuk


mengukur tekanan intra kranial,
mengambil cairan serebrospinal untuk
kultur (aturan ditentukan untuk
pengulangan pengaliran).
EEG: untuk mengetahui kelainan
genetik atau metabolik

Transluminasi: untuk mengetahui


adanya kelainan dalam kepala

MRI (Magnetik Resonance Imaging):


memberi informasi mengenai
struktur otak tanpa kena radiasi
Terapi

Pada dasarnya ada tiga prinsip dalam


pengobatan hidrosefalus, yaitu :
1. Mengurangi produksi CSS.
2. Mempengaruhi hubungan antara tempat
produksi CSS dengan tempat absorbsi.
3. Pengeluaran likuor (CSS) kedalam organ
ekstrakranial.
Penatalaksanaan
Untuk mengatasi kelebihan cairan ini
dilakukan pembuatan saluran
pembuangan dengan memasang selang
( kateter ) ke dalam saluran cairan otak
( ventrikel ) yang terhubung dengan:
1. rongga perut (Ventriculoperitoneal shunt)
2. rongga jantung (Ventriculoatrial shunt)
3. ruang disekitar paru paru
(Ventriculopleural shunt)
sehingga cairan mudah diserap pembuluh
darah.
Alat yang dipasang itu dibuat dari silikon
namanya VP shunt. VP shunt setelah
dipasang harus dikontrol teratur untuk
mendeteksi sedini kemungkinan adanya
komplikasi, infeksi atau tidak berfungsinya
alat tersebut.

Pembuangan cairan ini diatur dengan


sedemikian rupa dengan katup pada
sistemnya untuk mengontrol agar tidak terjadi
kekurangan maupun kelebihan cairan.

Cara seperti ini merupakan yang paling efektif


untuk penderita hidrosefalus, tapi tetap saja
ada kemungkinan gagal dan infeksi.
Ventrikulektomi

Penyembuhan lainnya adalah dengan


melakukan pembedahan dengan
membuat semacam saluran untuk
mengeluarkan cairan otak di ventrikel.

Cara ini memiliki tingkat keberhasilan


yang lebih tinggi dibandingkan dengan
memasang kateter seperti tersebut
diatas dan lebih aman dari infeksi.