Anda di halaman 1dari 29

SISTEM KOLOID

KELOMPOK 7:
RHAMDALIA FANY 151424025
ROZAN NUGRAHA 151424026
SALMA LISKA 151424027
SHABRINA GHASANI 151424026
POKOK BAHASAN MATERI

Pengertian koloid
Jenis jenis koloid
Sifat sifat koloid
Cara pembuatan koloid
Aplikasi
PENGERTIAN KOLOID
Istilah koloid pertama kali diutarakan oleh seorang ilmuwan Inggris, Thomas Graham, sewaktu mempelajari sifat difusi beberapa larutan melalui
membran kertas perkamen. Graham menemukan bahwa larutan natrium klorida mudah berdifusi sedangkan kanji, gelatin, dan putih telur sangat
lambat atau sama sekali tidak berdifusi. Zat-zat yang sukar berdifusi tersebut disebut koloid.
Tahun 1907, Ostwald, mengemukakan istilah sistem terdispersi bagi zat yang terdispersi dalam medium pendispersi. Analogi dalam larutan, fase
terdispersi adalah zat terlarut, sedangkan medium pendispersi adalah zat pelarut.
Sistem koloid merupakan suatu sistem dispersi. Sistem ini merupakan campuran dari zat yang tidak dapat bercampur. Sistem ini terdiri dari dua
fasa yaitu, fasa terdispersi dan medium pendispersi. Zat yang didipersikan disebut fase terdispersi, sedangkan medium yang digunakan untuk
mendispersikan zat disebut medium dispersi. Fase terdispersi bersifat diskontinu (terputus-putus), sedangkan medium dispersi bersifat kontinu.
Larutan sejati tidak termasuk dalam sistem dispersi dan dari suatu fasa. Sistem dispersi dengan medium pendispersi suatu cairan disebut sol.
Sol mirip dengan larutan yang dapat dijelaskan sebagai berikut
Larutan = zat terlarut + pelarut
Sol = fasa terdispersi + medium pendispersi
Koloid merupakan zat-zat yang sukar berdifusi. Partikel koloid tidak dapat diamati dengan mikroskop biasa, namun partikel beberapa koloid
dapat dideteksi dengan mikroskop elektron. Partikel dengan diameter 10^-4 mm dapat diamati dengan mikroskop optik sedangkan dengan
mikroskop elektrob dapat dideteksi partikel berdiameter 10^-6mm. Ukuran yang dimaksud dapat berupa diameter, panjang, lebar, maupun tebal
dari suatu partikel.
PENGGOLONGAN SISTEM
KOLOID
Tabel penggolongan sistem koloid
JENIS JENIS KOLOID

Aerosol
Sistem koloid dari partikel padat atau
cair yang terdispersi dalam gas
disebut aerosol . jika zat yang
terdispersi berupa zat padat disebut
aerosol padat. Contoh aerosol padat :
debu buangan knalpot. Sedangkan zat
yang terdispersi berupa zat cair
disebut aerosol cair : hairspray dan
obat semprot.Untuk menghasilkan
aerosol diperlukan suatu bahan
pendorog(propelan aerosol). Contoh
propelan aerosol yang banyak
digunakan yaitu CFC dan CO2.
SOL

Sistem koloid dari partikel padat


yang terdispersi dalam zat cair yang
disebut sol. Contoh sol : putih telur,
air lumpur , tinta, dan lain
lain.Sistem koloid dari partikel padat
yang terdispersi dalam zat padat
disebut sol padat. Contoh sol padat :
perunggu, kuningan,permata(grem).
EMULSI

Sistem koloid dari zat cair yang terdispersi dalam


zat cair lain disebut emulsi.Sedangkan sistem
koloid dari zat cair terdispersi dalam zat padat
disebut emulsi padat dan sistem koloid dari zat
cair yang terdispersi dalam gas disebut emulsi
gas. Syarat terjadinya emulsi yaitu kedua zat cair
tidak saling melarutkan. Emulsi digolongkan
dalam 2 bagian yaitu minyak dalam air dan
emulsi air dalam minyak. Contoh emulsi minyak
dalam air : santan ,susu,lateks. Contoh emulsi air
dalam minyak : mayonnaise, minyak ikan,
minyak bumi. Contoh emulsi padat :
jelly,mutiara,opal. Emulsi terpentuk karena
pengaruh suatu pengemulsi (emulgator).
Misalnya sabun dicampurkan kedalam campuran
minyak dan air, makan akan diperoleh campuran
minyak dan air,maka akan diperoleh
campuranstabil yang disebut emulsi.
BUIH

Sistem koloid dari gas yang terdispersi dalam zat


cair yang disebut buih, sedangkan sistem koloid
dari gas yang terdispersi dalam zat padat disebut
buih padat. Buih digunakan dalam proses
pengolahan biji logam dan alat pemadam
kebakaran contoh buih cair: krim kocok (whipped
cream), busa sabun. Contoh buih padat :lava dan
biskuit.
Buih dapat dibuat dengan mengalirkan suatu gas
ke dalam zat yang mengandung pembuih dan
distabilkan oleh pembuih seperti sabun dan
protein.Ketika buih tidak dikehendaki, maka buih
dapat dipecah oleh zat zat seperti eter,isoamil
dan alkohol.
GEL

Sistem koloid dari zat cair yang


terdispersi dalam zat dan bersifat
setengah kaku disebut gel. Gel
dapat terbentuk dari suatu sol
yang zat terdispersinya
mengadsorpsi medium dispersinya
sehingga terjadi koloid yang agak
padat. Contoh gel : agar agar,
semir sepatu, mutiara, mentega.
PENGELOMPOKAN SISTEM
KOLOID
Tabel pengelompokan sistem koloid
PEMBAGIAN KOLOID
SOL
Sol Padat
Sol Padat merupakan sol di dalam medium pendispersinya padat. Contohnya
adalah panduan logam,gelas bewarna, dan intan hitam.
Sol Cair (Sol)
Sol cair merupakan sol didalam medium pendispersi cair . Contohnya adalah
cat, tinta, tepung dalam dalam air,tanah liat, dll.
Sol Gas (Aerosol Padat)
Sol gas merupakan sol didalam medium pendispersi padat . Contohnya adalah
: debu di udara, asap pembakaran , dll .
SIFAT SIFAT
KOLOID
Tabel perbedaan larutan, koloid, dan suspensi
1. EFEK TYNDALL

Efek Tyndall adalah efek


penghamburan cahaya oleh
patikel partikel debu yang
terdapat dalam ruang jika
seberkas cahaya yang dilewatkan
pada suatu ruang yang gelap
melalui suatu celah atau larutan
maka berkas cahaya atau sorotan
cahaya akan nampak jelas hal ini
disebut dengan sistim koloid.
2. GERAK BROWN

Gerak Brown adalah suatu gerak


yang tidak teratur atau secara acak
karena terjadi saling benturan
molekul molekul zat dispersi pada
partikel koloid. Partikel partikel ini
dapat terlihat jelas jika kita
mempergunakan mikroskop
ultra.Gerak brown ini juga
membuktikan adanya teori kinetik
molekul gerak ini semakin hebat jika
terdapat pada partkel partikel koloid
yang sangat kecil.
3. MUATAN KOLOID

Koloid yang bermuatan positif


dan koloidyang bermuatan
negatif.
Contoh : Koloid yang bermuatan
negatif ialah As2S3. karena
menyerap ion ion negatif pada
partikel partikel koloid dan yang
bermuatan positif ialah Fe(OH)3
karena dalam air akan
menyerap ion H+
4. ADSORPSI KOLOID

Partikel koloid menyerap ion-


ion pada bidang permukaan,
yang menyebabkan partikel
koloid tersebut bermuatan
listrik positip atau
bermuatan listrik negatif
5. KOAGULASI KOLOID

Kaagulasi koloid ialah peristiwa terjadiya


pengendapan koloid.Ada beberapa
caradalam melakukan koagulasi :
Dengan cara penambahan zat elektrolit
misalnya partikel-partikelkaret alam
dalam lateks dikoagulasikan dengan
asam asetat.
Dengan cara mekanik yaitu diadakan
pengadukan, pemanasan, Pendinginan
Pencampuran dua jenis larutan
koloidyang bermuatan berlawanan.

6. KOLOID LIOFIL DAN LIOFOB

Koloid liofil adalah koloid sol


dimana partikel-partikel koloid
yang dapat mengikat atau
menarik pelarutnya
(cairannya). Koloid Liofob
adalah koloid sol dimana
sistim koloid yang partikel
partikelnya tidak dapat
menarik molckul-molekul
pelarutnya.
7. DIALISIS

Dialisis adalah proses pemumian


partikel-partikel koloid atau proses
penyaringan koloid dengan cara kita
menggunakan kertas perkamen
(membran). Yang diletakkan kedalam
air yang sedang mengalir dimana
patikel-partikel koloid dari muatan-
muatan tersebut menempel pada
permukaannya. Adanya ion-ion
tersebut merupakan hasil dari sisa-
sisa pereaksi pada proses
pembuatannya.
8. ELEKTRO FORESA

Pada partikel-partikel koloid yang


bermuatan dengan bantuan arus
listrik yang mengalir ke masing-
masing elektroda yang muatannya
berlawanan. Maka partikel-partikel
elektroda yang bermuatan positif
bergerak ke elektroda negatif
sedangkan partikel elektroda negatif
ke elektroda positif maka setelah
bergerak sampai kemasing-masing
elektroda biasanya partikel koloid
membentuk koagulasi. Jadi pada
peristiwa koloid yang bermuatan yang
disebut pemisahan Elektro foresa.
CARA PEMBUATAN

1. Kondensasi
2. Dispersi
1. KONDENSASI

a) Reaksi Redoks
)Contoh
)Pembuatan sol belerang dari reaksi redoks antara gas H 2 S dengan larutan SO 2 .
)Persamaan reaksinya: 2 H 2 S (g) + SO 2 (aq) 2 H 2 O (l) + 3 S (s)
)Pembuatan sol emas dari larutan AuCl 3 dengan larutan encer formalin (HCHO).
)Persamaan reaksinya:
)2 AuCl 3(aq) + 3 HCHO (aq) + 3H 2 O (l) 2 Au (s) + 6HCl (aq) + 3 HCOOH (aq)
b. Reaksi Hidrolisis
Contoh, pembuatan sol Fe(OH) 3 dengan penguraian garam FeCl 3 Persamaan reaksinya
adalah: mengunakan air mendidih.
FeCl 3 (aq) + 3 H 2 O (l) Fe(OH) 3 (s) + 3 HCl ( aq)
c. Reaksi Dekomposisi Rangkap
Contoh
1) Pembuatan sol As 2 S 3, dibuat dengan mengalirkan gas H 2 S dan asam arsenit (H 3
AsO 3 ) yang encer.
Persamaan reaksinya: 2 H 3 AsO 3 (aq) + 3 H 2 S (g) As 2 S 3 (s) + 6H 2 O (l)
2) Pembuatan sol AgCl dari larutan AgNO 3 dengan larutan NaCl encer.
Persamaan reaksinya: AgNO 3 (aq) + NaC1 (aq) AgCl (s) + NaNO 3 (aq
d. Reaksi Pergantian Pelarut
Contoh, pembuatan sol belerang dari larutan belerang dalam alkohol ditambah dengan
air. Persamaan reaksinya:
S (aq) + alkohol + air S (s) Larutan S sol belerang
a. Proses Mekanik
2. DISPERSI
Proses mekanik adalah proses pembuatan koloid melalui penggerusan atau penggilingan (untuk zat padat)
serta dengan pengadukan atau pengocokan (untuk zat cair). Setelah diperoleh partikel yang ukurannya
sesuai dengan ukuran koloid, kemudian didispersikan ke dalam medium (pendispersinya). Contoh,
pembuatan sol belerang, cat, pelumas

b. Peptisasi

Peptisasi adalah cara pembuatan koloid dengan menggunakan zat kimia (zat elektrolit) untuk memecah
partikel besar (kasar) menjadi partikel koloid. Contoh, proses pencernaan makanan dengan enzim dan
pembuatan sol belerang dari endapan nikel sulfida, dengan mengalirkan gas asam sulfide

C. Busur Bredig

Busur Bredig ialah alat pemecah zat padatan (logam) menjadi partikel koloid dengan menggunakan arus
listrik tegangan tinggi. Caranya adalah dengan membuat logam, yang hendak dibuat solnya, menjadi dua
kawat yang berfungsi sebagai elektrode yang dicelupkan ke dalam air; kemudian diberi loncatan listrik di
antara kedua ujung kawat. Logam sebagian akan meluruh ke dalam air sehingga terbentuk sol logam.
Contoh, pembuatan sol logam.

d. Suara Ultrasonik
APLIKASI
Tinta adalah bahan berwarna yang mengandung pigmen warna yang digunakan
untuk mewarnai suatu permukaan. Yang terdiri dari fasa terdispersi berupa serbuk-
serbuk warna (padat) dengan medium pendispersinya cairan (air).
Sejarah Tinta :
Pada romawi kuno, atramentum-lah yang dipergunakan. Di sebuah artikel pada
Chirtisn science Monitor, Sharon J. Hutington menjelaskan sejarah tinta lainnya:
Sekitar 1.600 tahun lalu, resep tinta yang terkenal dibuat. Resep itu digunakan
selama beberapa abad. garam besi, seperti asam fero (terbuat dari beri yang
dilumuri dengan asam sulfur), dicampur dengan tannin dari galnut (mereka tumbuh
di pepohonan) dan sebuah penebal. Ketika pertama kali dicelupkan pada kertas,
tinta ini akan berwarna hitam kebiru-biruan. Lama-kelamaan warna dari tinta ini
akan menjadi coklat redup
Carapembuatan tinta :
Cara mekanik adalah penghalusan partikel-partikel kasar zat padat dengan
proses penggilingan untuk dapat membentuk partikel-partikel berukuran koloid.
Sistem kerja alat penggilingan koloid:
Alat ini memiliki 2 pelat baja dengan arah rotasi yang berlawanan. Partikel-
partikel yang kasar akan digiling melalui ruang antara kedua pelat baja
tersebut. Kemudian, terbentuklah partikel-partikel berukuran koloid yang
kemudian didispersikan dalam medium pendispersinya untuk membentuk
sistem koloid. Contoh kolid yang dibuat adalah; pelumas, tinta cetak, dsb.
Jenis Jenis Tinta :
Tinta Gliters
Tinta Aspalt
Tinta Discharge / cabut warna
Tinta Glow in the Dark
Tinta Plastisol
Tinta Karet / Rubber / GL /
Pasta Karet
Aplikasi Tinta dalam
kehidupan sehari- hari:
1. Menulis
2.Menggambar
3. Printer
4.Sablon Baju
TERIMA KASIH