Anda di halaman 1dari 12

KELOMPOK 10

Shinta Marvina D 10011281419102


Wilda Saputri 10011281419110
Dina Dhiya H 10011281419116
D Fitria S Firdaus 10011281419107
Ricky Adi P 10011281419112
Aulia Varatasya 10011281419128
Monica Balqis 10011281419274
Hafri Suraiya 10011181419276

K3 LISTRIK
Listrik merupakan energi yang
dibangkitkan oleh sumber energi
biasanya generator dan dapat yang
Keselamatan mengalir dari satu titik ke titik lain
Kesehatan Kerja melalui konduktor dalam rangkaian
tertutup. (ILO, 2013). Pelanggaran
Listrik terhadap panduan keselamatan selama
menggunakan peralatan listrik, misalnya:
saat proses desain, praktek-praktek
kerja, perawatan dan perbaikan, dan
pengabaian terhadap prosedur
keselamatan listrik, sering menyebabkan
kecelakaan yang mengakibatkan cidera
(bahkan kematian), kerugian harta
benda, atau terganggunya suatu proses
produksi. (wikipedia)
Dasar Hukum K3 Listrik

Dasar hokum K3 listrik terdiri dari:


Permenaker No. Per. 02/Men/1989, mengatur persyaratan mengenai
instalansi penyalur petir
Permenaker No. Per. 03/Men/1999, mengatur persyaratan mengenai
lift
Kepmenaker No. Kep. 407/M/BW/1999, mengatur lebih lanjut
tentang kompetensi teknisi lift
Keputusan Dirjen Binawas No. Kep. 311/BW/2002, mengatur lebih
lanjut mengenai sertifikasi kompetensi K3 bagi teknisi listrik
Ruang Lingkup

Pembangkit, jaringan transmisi Tegangan Ekstra Tinggi (TET), Tegangan Tinggi


(TT), Tegangan Menengah (TM) dan jaringan distribusi Tegangan Rendah (TR)
sampai dengan setiap tempat pemanfaatannya, khususnya tempat kerja.

Memperhatikan pasal 3 ayat (1) huruf q UU 1/70 tertulis : Dengan peraturan


perundangan ditetapkan syarat-syarat K3 untuk mencegah terkena aliran
listrik berbahaya

Menurut ketentuan PUIL 2000, listrik yang berbahaya adalah listrik yang
memiliki tegangan lebih dari 25 volt di tempat lembab atau 50 volt di tempat
yang normal.

Ruang lingkup obyek pengawasan system proteksi petir sesuai Permenaker


No. Per. 02/Men/1989.
POTENSI BAHAYA LISTRIK

Kecelakaan akibat listrik dapat


mengakibatkan :
Kecelakaan pada manusia bisa
mengakibatkan cedra atau kematian. Kerugian akibat kecelakaan listrik dapat berupa :

Karugian materi (dalam rupiah) akibat rusaknya instalasi,


Kerusakan instalasi serta bengunan beserta isinya.

perlengkapannyadapat Terhentinya proses produksi.

mengakibatkan kabel terbakar, panel Mengurangi kenyamanan, misalnya lampu padam, AC mati,
terbakar, kerusakan isolasi dan suplai air terganggu dan lain-lain.

kerusakan peralatan.
Terjadinya kebakaran bangunan
beserta isinya
KESELAMATAN KERJA PADA
KELISTRIKAN
Langkah- langkah konkrit mencegah terjadinya kecelakaan kerja pada saat bekerja dengan aliran listrik:
Memasang / melengkapi alat penangkal petir pada lokasi lokasi kerja tertentu (terbuka dan atau
tinggi).
Memberikan pelatihan kepada para pekerja antara lain meliputi: Menjelaskan potensi bahaya yang
mungkin terjadi
Menjelaskan potensi bahaya yang mungkin terjadi
Menjelaskan cara penggunaan APD yang benar.
Menggunakan alat pelindung diri yang sesuai, antara lain : sepatu bot dari bahan karet atau berisolasi
dan tidak diperkenankan dengan kaki telanjang.
Memastikan tangan dan kaki tidak dalam kondisi basah pada waktu bekerja yang berhubungan dengan
instalasi listrik.
Memasang / memberi tanda bahaya pada setiap peralatan instalasi listrik yang mengandung risiko
atau bahaya (voltage tinggi).
Memastikan system pentanahan (grounding) untuk panel atau instalasi listrik yang dipergunakan untuk
bekerja sudah terpasang dengan baik.
KESELAMATAN KERJA PADA
KELISTRIKAN

Melakukan pemeriksaan secara rutin terhadap panel atau instalasi listrik lainnya,
Memeriksa kondisi kabel listrik
Menempatkan dan mengatur sedemikian rupa terhadap jaringan atau instalasi listrik untuk
menghindari terjadinya kecelakaan kerja akibat listrik
Menyesuaikan ukuran dan kualitas kabel listrik yang dipergunakan disesuaikan dengan
kebutuhan.
Pekerja yang tidak terlatih atau tidak ahli atau bukan instalatur tidak diperkenankan melakukan
pekerjaan yang berhubungan dengan instalasi listrik.
Pada waktu memperbaiki instalasi listrik, memastikan aliran listrik dalam kondisi mati dan
memasang label / tanda peringatan pada panel atau switch on / off
Memastikan bahwa alat-alat yang menggunakan aliran listrik harus sudah dicabut dari stop
kontak sebelum meninggalkan pekerjaan.
Study Kasus
ANALISIS
SEBAB-SEBAB KECELAKAAN:
Dua orang pekerja bangunan
Dikarenakan kelalaian dari pekerja yang
tewas kesetrum saat sedang
bekerja memindahkan batu tidak mengetahui letak kabel listrik.
bata di bangunan lantai dua Letak kabel listrik PLN yang tidak
yang ada di Jl HM Bachroen, strategis.
Purwokerto Wetan,
Posisi kawat rendah sehingga kepala
Purwokerto Timur, Kamis
(17/3) pagi. korban langsung mengenai kawat listrik
tersebut.
PASAL YANG DILANGGAR

UU NO.1 TAHUN 1970


tentang keselamatan kerja
pada pasal :
pasal 3ayat 1q UU no 13 tahun 2003
pasal 3ayat 1r
pasal 9
Pasal 86 ayat 1A
pasal 3ayat 1f
Pasal 87 ayat 1
REKOMENDASI/SARAN

1. Perusahaan memberialat-alat perlindungan diri pada para pekerja.


2. Pada kasus ini terjadinya kecelakaan yang disebabkan oleh letak kabel listrik yang
tidak strategis, oleh karena itu sebaiknya kabel tersebut diberi pelindung atau
pengaman.
3. Kasus ini terjadi karena kurangnya pelatihan K3 pada pekerja sehingga para pekerja
tidak mengetahui tentang masalah-masalah jika mengahadapi kecelakaan. Oleh
karena itu, seharusnya pihak perusahaan memberikan pelatihan K3 kepada para
pekerjanya.
4. Seharusnya perusahaan juga memberikan dan mewajibkan pekerjanya untuk
menggunakan alat pelindung diri.
5. Seharusnya perusahaan memberi tanda peringatan/ bahaya di sekitar kabel tersebut.