Anda di halaman 1dari 26

KARBON DAN SILIKA

1. DEVI FITRIA
2. DYAH MIRANTI DEVY
3. ABDURRAZAQ HABIB F
4. KURNIA NASTIRA NINGSIH
5. RESILTA KHAIRUNNISAH

PRODI KIMIA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS JAMBI
2017
KARBON
Kelimpahan Karbon
Ditemukan dalam semua makhluk Dalam mineral karbonat (CO32-), ex
hidup (senyawa organik) : batu kapur dan dolomit

Dalam batu bara Berupa gas CO2 di udara

Dalam minyak bumi Berbentuk mineral grafit dan intan


(alotrop dari karbon)
Sifat fisik dan kimia
Alotrop

Kristal Amorf

Arang Kokas (Karbon Hitam)


Tekstur lunak
Berwarna hitam mengkilap

Struktur berlapis (akibat hibrida sp2)

Dapat menghantarkan listrik (konduktor)

Berbentuk segienam datar


Tekstur keras
Tidak berwarna

Transparan terhadap cahaya

Tidak dapat menghantarkan listrik (isolator)

Berbentuk tertrahedral (akibat ikatan sp3)


Sifat fisika

Sifat kimia
Unsur non-logam
Unsur penyusun senyawa organik
Memiliki 4 elektron valensi
Konfigurasi elektron : ns2 np2
Memiliki ikatan kovalen (max. 4)
Struktur molekul : tetrahedral
Isotop ada dua : karbon-12 (C-12)
dan Karbon-13 (C-13)
Contoh Persenyawaan Karbon
1. Karbon monoksida (CO) : digunakan sebagai bahan bakar dalam industri bersama
H2.

2. Karbon dioksida (CO2) : digunakan untuk mematikan api, terutama api yang suliit
dipadamkan dengan air, digunakan untuk membuat natrium karbonat pada metode
Solvay, karbonasi, sebagai soda pada minuman

3. Natrium bikarbonat (NaHCO3) : digunakan sebagai pengembang pada kue atau roti

4. Silika karbida atau karborundum (SiC) : digunakan sebagai ampelas seperti kertas
pasir.
5. Natrium sianida (NaCN) : digunakan pada elektroplating bak mandi dan ekstraksi
emas dari bijihnya
6. Kalsium karbonat (CaCO3) : sebagai bahan bangunan atau batu
kapur agregat untuk pembangunan jalan atau sebagai bahan semen
atau sebagai bahan awal untuk persiapan kapur pembangun dengan
membakar dalam perapian, kapur tulis

7. Karbon disulfida (CS2) : sebagai fumigasi, insektisida, manufaktur,


dan pelarut

8. Natrium karbonat (Na2CO3) : digunakan dalam produksi pulp, kaca,


kertas dan detergen

9. Litium karbonat (Li2CO3) : sebagai oobat untuk penyakit depresi

10.Ammonium perklorat (NH4ClO4) : sebagai oksidator


Pemurnian Karbon
1. Pemanasan batubara dengan suhu tinggi dalam hampa udara
sehingga semua zat yang mudah menguap keluar dan tertinggal
kokas, dimana kokas ini semuanya adalah karbon.

CH4(g) + O2(g) C(S) + 2H2O(g )

(suatu hidrokarbon dibakar dengan suplai oksigen sedikit maka akan


membentuk air dan karbon halus atau carbon black)

2. Karbonisasi secara langsung dan tidak langsung.


SILIKA
Sifat Fisik Silikon

Konfigurasi : [Ne] 3S23P2


Fase (suhu kamar) : Solid
Massa jenis : 2,33 g/cm3
Titik leleh : 1687 K
Titik didih : 3538 K
Kalor lebur : 50,21 kJ/mol
Kalor penguapan : 359 kJ/mol
Energi pengionan : 8,2 eV/atm
Jari-jari kovalen atom : 790 (1,17A)
Jari-jari ion : 0,41 A
Keelektronegatifan : 1,8
Berat atom standar : 28,085 g.mol-1
Sifat Kimia Silikon

Silikon dengan oksigen dapat dibuat dari


silikon dioksida (SiO2)
SiO2 (s) + 2C (s) Si (s) + 2CO (g)

Silikon murni (tetrahedral)


SiCl4 (g) + 2H2 (g) Si (s) + 4HCl (g)
Bersifat semikonduktor
Tidak bereaksi dengan asam tetapi bereaksi
dengan basa kuat seperti NaOH

Si (s) + 4OH- (aq) SiO4 (aq) + 2H2 (g)


Persenyawaan Silikon

1. Silikon dioksida
Silikon
Kristal murni (tetrahedral)
SiO2 memiliki ciri utama, yaitu setiap
Bersifat
atom silikon semikonduktor
berada (sedikit
pada pusat suatu
menghantarkan
tetrahedron listrik)
yang terdiri dari empat atom
hidrogen dan reaktif
Tidak setiap atom
padahidogen berada di
suhu kamar
tengah-tengah antara dua atom silikon
Tidak bereaksi dengan asam tetapi
bereaksi
Silikon dengan
dioksida basadalam
tidak larut kuat seperti
air dan
tidakNaOH
bereaksi dengan air. Oksida ini
bereakdi dengan basa yang sangat pekat.
Persenyawaan Silikon

2. Silikat
Silikon
Senyawa ini murni (tetrahedral)
cenderung saling berikatan
bersama sepertisemikonduktor
Bersifat rantai atau sebagai kerangka
(sedikit
yang menyerupai kotak. Dalam
menghantarkan listrik)hal ini silika
merupakan unit pembangun utama. Dua
Tidak reaktif pada suhu kamar
asam silikat sederhana adalah asam ortosilika
Tidak
(H4SiO4), danbereaksi dengan asam
asam metasilikat tetapi
(H2SiO3).
Kedua bereaksi dengan
senyawa ini basa dalam
tidak larut kuat seperti
air, tetapi
merekaNaOH
memang bereaksi dengan basa.

H4SiO4 (aq) + 4NaOH (aq) Na4SiO4 (s) + H2O (l)


Manfaat Silikon

1. Dalam pembuatan transistor, chips, komputer


dan sel surya.
Silikon murniSilikon juga digunakan dalam
(tetrahedral)
berbagai jenis alloy dengan besi (baja).
Bersifat semikonduktor (sedikit
Sedangkan senyawa silikon digunakan dalam
menghantarkan listrik)
industri.
Tidak
2. Silika reaktifdigunakan
dan silikat pada suhu kamar
untuk membuat
gelas, keramik,
Tidak porselin
bereaksi dan semen.
dengan asam tetapi
3. Silikon karbidadengan
bereaksi (SiC) merupakan
basa kuatzat padat yang
seperti
sangat keras digunakan untuk amplas dan
NaOH
pelindung untuk pesawat ulang alik terhadap
suhu yang tinggi
4. Larutan pekat natrium silikat, digunakan untuk
mengawetkan telur dan sebagai perekat
Silikon merupakan unsur yang paling melimpah
di alam, terdapat dalam bentuk silika (SiO2) dan
mineral silikat.
Silikon dapat dibuat melalui reduksi pasir

kuarsa (SiO2) oleh karbon dalam tungku listrik


pada 3.0000C.
SiO2(l) + 2C(s) Si(l) + 2CO2(g)

Kelimpahan Silika
Silikon yang dihasilkan tidak murni, pemurnian
dilakukan dengan penambahan gas klorin.
Si(s) + 2Cl2(g) SiCl4(l)
SiCl4(l) ditambah gas H2
SiCl4(l) + 2H2(g) Si(s) + 4HCl(g)
(Sunarya dan Setabudi, 2007).
Pemurnian silika biasanya dilakukan
dengan penambahan asam klorida (HCl).
Dimana pada pemurnian ini akan
menghasilkan silika dengan kadar 99,99%
(Sulistiyono et al, 200).

Pemurnian Silika
Hal ini dikarenakan HCl hanya mengikat
unsur pengotor yang ada pada permukaan silika.
Untuk mendapatkan silika dengan kadar 99,99%
maka dilakukan penyerapan unsur pengotor
dengan zeolit (Suhala et al, 1997).
1. Reaksi Asam
Silika relatif tidak reaktif terhadap asam kecuali
terhadap asam hidrofluorida dan asam phospat.
SiO2(s) + 4HF(aq) SiF4(aq) + 2H2O(l)
Dalam asam berlebih reaksinya adalah:
SiO2(s) + 6HF(aq) H2[SiF6](aq) + 2H2O(l)

Reaksi Silika
2. Reaksi basa
Silika dapat bereaksi dengan basa,
terutama dengan basa kuat, seperti dengan
hidroksida alkali.
SiO2(s) + 2NaOH(aq) Na2SiO3(aq) + H2O(l)
(Svehla, 1985)
Daftar Pustaka
Brady, E James. 2000. Kimia Universitas Asas dan
Struktur Jilid 2. Jakarta : Binarupa Aksara.
Chang, R. 2005. Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti Edisi
Ketiga Jilid 1. Jakarta: Erlangga.
Oxtoby, D.W., H.P. Gillis dan N.H. Nachtrriet. 2001.
Prinsip-Prinsip Kimia Modern Edisi Keempat Jilid
1. Jakarta : Erlangga.
Smallman, R.E dan Bishop, R.J.2000. Metalurgi Fisik
Modern dan Rekayasa Material Edisi Keenam.
Jakarta : Erlangga.
Saito, T.1996.Buku Teks Kimia Anorganik
Online.Tokyo : Iwanami Shoten, Publishers.
Daftar Pustaka
Sunarya, Y dan A. Setiabudi. 2007. Mudah dan Aktif
Belajar Kimia. Bandung: Setia Purna.
Sulistiyono., Eko dan E. Harianto. 2000. Pencucian Kuarsa
dari Tuban Menggunakan Larutan HCl. Jurnal
Metalurgi. Vol 15 (1): 25-30.
Suhala., Supriatna dan M. Arifin. 1997. Bahan Galian
Industri. Bandung: Pusat Penelitian dan
Pengembangan Teknologi Mineral. Chang, R. 2001.
Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti Edisi Ketiga Jilid
1.
Svehla, G. 1985. Vogel Buku Teks Analisis Anorganik
Kualitatif Makro dan Semimikro. Jakarta: PT Kalman
Media Pusaka.