Anda di halaman 1dari 13

MORTALITAS CODING

Elita Puspa Nahdiyah / G41141188


Golongan C
Pengertian Mortalitas
Mortalitas adalah ukuran jumlah
kematian (umumnya, atau karena akibat
yang spesifik) pada suatu populasi, skala
besar suatu populasi, per dikali satuan.
Mortalitas khusus mengekspresikan pada
jumlah satuan kematian per 1000 individu
per tahun, hingga, rata-rata mortalitas
sebesar 9.5 berarti pada populasi 100.000
terdapat 950 kematian per tahun.
Menurut WHO, mortalitas adalah suatu
peristiwa menghilangnya semua tanda-
tanda kehidupan secara permanen, yang
bisa terjadi setiap saat setelah kelahiran
hidup. Mortalitas adalah ukuran jumlah
kematian (umumnya, atau karena spesifik)
pada suatu populasi, skala besar suatu
populasi, per dikali satuan
Aturan yang Digunakan pada
Mortalitas Coding
Prinsip Umum
Jika terdapat lebih dari satu kondisi yang dilaporkan
pada sertifikat kematian, maka kondisi yang dituliskan
tersendiri di baris terbawah pada bagian 1 sertifikat
kematian dipilih sebagai penyebab dasar kematian
apabila kondisi tersebut dapat mengakibatkan semua
kondisi yang ditulis pada baris di atasnya.
Contoh :
Sirosis hepatis
Hepatitis B
Rule I
Jika prinsip umum tidak bisa diterapkan dan terdapat
urutan yang berakhir pada kondisi yang dituliskan pada
baris pertama sertifikat, pilihlah penyebab awal dari
urutan tersebut. Jika terdapat lebih dari satu urutan yang
berakhir pada kondisi yang dituliskan pada baris
pertama sertifikat kematian, pilih penyebab awal dari
urutan yang disebutkan pertama kali.
Contoh :
Rule 2
Jika tidak ada urutan yang berakhir pada kondisi
yang diisikan pertama pada sertifikat kematian,
maka pilih kondisi yang diisikan pertama
tersebut.
Rule 3
Jika kondisi yang dipilih dengan prinsip umum, Rule 1
atau Rule e ternyata secara jelas merupakan akibat
langsung dari kondisi lain meskipun dilaporkan bagian I
ataupun bagian II, maka pilih kondisi lain tersebut.
Dalam menggunakan Rule 3 diperlukan pengetahuan
mengenai asumsi akibat langsung dari suatu penyakit
dengan penyakit lainnya.
Aturan / Rule Modifikasi
Rule A. Senilitas dan kondisi lainnya yang tidak jelas
Apabila penyebab yang dipilih adalah kondisi yang tidak jelas (ill-
defined) dan kondisi yang diklasifikasikan di tempat lain dilaporkan
dalam sertifikat kematian, pilihlah kembali penyebab kematian,
seolah-olah kondisi yang tidak jelas tidak pernah dilaporkan,
kecuali dengan pertimbangan bahwa kondisi tersebut memodifikasi
kode.

Contoh :

(a) Senility and Hypostatic Pneumonia


(b) Rheumathoid Arthritis
Diberi kode Rheumatoid Arthritis (M06.9). Senility yang dipilih
dengan Peraturan 2 dapat diabaikan dan diterapkan Prinsip Umum.
Rule B. Kondisi Trivial
Apabila penyebab kematian yang dipilih adalah kondisi sepele yang
tidak mungkin menyebabkan kematian, dan suatu kondisi yang
lebih serius (tiap kondisi kecuali kondisi yang tidak jelas atau
kondisi sepele lainnya) dilaporkan, pilihlah kemali penyebab dasar
kematian seolah kondisi sepele tersebut tidak pernah dilaporkan.
Bila kondisi sepele dilaporkan sebagai kondisi yang menyebabkan
kondisi lain, maka kondisi sepele tersebut tidak dibuang, yang
berarti rule B tidak dapat diterapkan
Contoh :
(a). Dental Caries
(b). Cardiac Arrest
Diberi kode Cardiac Arrest (I46.9). Dental Caries, yang dipilih
dengan Prinsip Umum diabaikan.
Rule C. LInkage
Apabila penyebab yang dipilih dipertautkan oleh
ketentuan dalam klasifikasi atau dalam catatan untuk
penggunaan dalam koding penyebab dasar kematian,
dengan satu atau lebih kondisi lain pada sertifikat, maka
berilah kode kombinasi untuk kasus tersebut.

Contoh :
(a). Intestinal Obstruction
(b). Femoral Hernia
Diberi kode Femoral Hernia dengan Ostruction (K41.3)
Rule D. Specificity
Apabila penyebab yang dipilih menggambarkan kondisi
dengan istilah umum dan istilah lain yang memberikan
informasi lebuh teliti tentang letak atau sifat kondisi ini
dilaporkan pada sertifikat kematian, maka pilihlah
istillah lain yang lebih informatif tersebut.

Contoh

(a). Meningitis
(b). Tuberculosis
Diberi kode Tuberculosis Meningitis (A17.0). Kondisi
yang dinyatakan dalam hubungan kausal yang tepat.
Rule E. Stadium dini dan lanjut penyakit
Apabila penyebab yang dipilih adalah penyakit dengan
stadium dini dan penyakit yang sama dengan stadium lebih
lanjut dilaporkan pada sertifikat, koelah penyakit dengan
stadium lebih lanjut. Aturan ini tidak berlaku untuk bentuk
penyakit kronis yang dilaporkan sebagai akibat dari
bentuk akut selama klasifikasi tidak memberi instruksi
khusus pada akibat tadi.
Contoh :

(a). Chronic Myocarditis I51.4 UCD


(b). Acute Myocarditis I40.9 OC
Diberi kode Acute Myocarditis (I40.9)
S,N,T,P Acute / cronic.
Rule F. Sequele
Apabila penyebab yang dipilih adalah bentuk awal dari kondisi
yang oleh klasifikasi diberikan kategori sekuele dari ... yang
terpisah, dan terdapat bukti bahwa kematian terjadi akibat efek
sisa kondisi ini dari pada oleh penyakit dalam fase aktif, maka
kodelah pada kategori squele dari ... yang sesuai.
Contoh :
(a). Pulmonary Fibrosis J84.1 CD
(b). Old Pulmonary Tuberculosis A15.2 UCD
hystologycal Confirmation = old = cronic.
Diberi kode Sequelae of Respiratory Tuberculosis
(B90.9) OC.