Anda di halaman 1dari 28

JOURNAL READING

Pembimbing:
dr.Ida Bagus Ngurah
Swabawa,Sp.THT-KL

Oleh :
Helna Amelia I4A012006
Ferdy Ricardo Sinaga I4A012037
Fithri Nadya I4A012072
Ripah Salma I4A012089

Departemen Ilmu Kesehatan THT-KL


RSUD Ulin / FK ULM
Banjarmasin, 2017
Konsep Saat Ini dalam Patogenesis Dan
Pengobatan Otitis Media Supuratif
Kronis

Rahul Mittal, Christopher V. Lisi, Robert Gerring, Jeenu Mittal, Kalai Mathee,
Giri Narasimhan, Rajeev K. Azad, Qi Yao, Mhamed Grati, Denise Yan,
Adrien A. Eshraghi, Simon I. Angeli, Fred F. Telischi and Xue-Zhong Liu

Journal of Medical Microbiology (2015), 64, 11031116


Pendahuluan

termasuk dalam kelompok penyakit


Otitis media infeksius dan inflamatorik kompleks
yang mempengaruhi telinga tengah.

Akut Kronis

Otitis Dapat berlanjut, meski


dengan AB adekuat Otitis Media
Media
Supuratif Kronis
Akut
(OMSK)
(OMA)
Skema dari telinga normal dan OMSK.
(a) Dalam kondisi normal, rongga telinga tengah
jelas dan kosong.
(b) Pada OMSK, telinga tengah menjadi merah dan
meradang dengan adanya cairan. Warna merah
menunjukkan peradangan, sedangkan kuning
menunjukkan cairan.
Pemeriksaan otoskop.
(a) telinga yang normal dari individu yang sehat
menunjukkan gendang telinga utuh dan tidak ada
cairan.
(b)pada pasien OMSK, ada perforasi membran timpani
dan discharge purulen.
Sekuel yang paling sering
Gangguan Pendengaran

Berpengaruh negatif
terhadap:
Perkembangan bicara
Edukasi
Perilaku
OMSK

Angka kematian sebagai


komplikasi dari OMSK secara
umum lebih tinggi dibandingkan
dengan otitis media tipe lain.
Paling sering disebabkan oleh
Komplikasi intrakranial seperti
abses otak dan meningitis
Pada artikel ini, perkembangan terbaru dari
epidemiologi, mikrobiologi, patogenesis, tatalaksana
dan efek OMSK pada ketulian akan diulas.

Tujuan:
Untuk menarik perhatian pada fakta bahwa adanya
kebutuhan mendesak untuk melaksanakan peneltian
mengenai mekanisme patogenik OMSK dengan
tujuan untuk mengidentifikasi target terapi yang
tepat selain terapi antibiotik.
Pemahaman yang lebih baik tentang mekanisme
penyebabnya dan penemuan terapi yang lebih efektif
akan menurunkan biaya pengobatan dan
peningkatan kualitas hidup pasien OMSK.
Insidensi dan Epidemiologi
Menyerang 65-330 juta orang di seluruh dunia, terutama di negara
berkembang.

Diperkirakan terdapat 31 juta kasus baru OMSK tiap tahun, 22,6%


adalah anak-anak usia <5 tahun

Populasi dengan prevalensi tertinggi OSMK didapatkan pada orang


Alaska, Kanada dan Greenland, suku Indian Amerika dan suku
Aborigin Australia (7-46%). Prevalensi sedang didapatkan pada
daerah Kepulauan Pasifik Selatan, Afrika, Korea, India dan Arab Saudi
(1 6%).

Telah diteliti bahwa pria dan wanita secara merata terjangkit, namun
pembentukan kolesteatoma lebih sering pada pria.

Penelitian epidemiologik tambahan diperlukan untuk menyorot


insidensi OMSK di negara-negara berkembang.
Mikrobiologi

Streptococcus
pneumoniae,
OMA Haemophilus influenzae
Moraxella catarrhalis.

Paling sering:
Pseudomonas
OMSK aearuginosa dan
Staphylococcus
Diikuti dengan: Proteus
vulgaris dan Klebsiella
Pseudomonas aeruginosa
Dapat bertahan dengan baik di dalam lingkungan telinga dan
sulit untuk dieradikasi.

Telah diketahui dapat menghindari mekanisme defensif


penjamu dengan memanfaatkan selubung dari epitel yang
rusak di sekitarnya yang membuat penurunan sirkulasi darah
ke wilayah tersebut

Merusak jaringan, mempengaruhi pertahanan tubuh alamiah


dan menginaktivasi antibiotik dengan berbagai enzim dan toksin
Patogen Anaerob
Bacteroides spp., Clostridium spp.,
Peptococcus spp., Peptostreptococcus spp.,
Prevetolla melaninogenica dan Fusobacterium
spp dapat menyebabkan OMSK.

Kemungkinan beberapa patogen tersebut


hanya merupakan flora mikrobial normal di
telinga tengah dan bukan agen kausatif.

Perlu penelitian lebih lanjut, diharapkan dapat


mengkarakteristikkan mikroflora normal pada
telinga tengah, yang akan membantu
mendiferensiasi flora normal telinga dengan
patogen yang menyebabkan OMSK
Jamur
Jamur juga telah teridentifikasi dalam kultur pada
pasien OMSK.

Kehadiran jamur dapat diakibatkan oleh terapi


dengan antibiotik tetes telinga. Hal ini
kemungkinan meningkatkan insidensi infeksi
jamur.

Telah banyak ditemukan varietas pada angka


isolasi jamur dari pasien OSMK. Variasi ini dapat
terjadi akibat pengaruh kondisi iklimlingkungan
lembab.
Patogenesis
Biofilm bakterial telah menarik perhatian dalam
patogenesis OMSK.

Sifat biofilm:
resisten terhadap antibiotik dan senyawa antimikrobial
lainnya, sehingga sulit dieradikasi
menempel dengan kuat pada jaringan yang rusak,
seperti tulang yang terekspos dan mukosa telinga
tengah yang ulserasi, atau menempel pada implan
otologik seperti tuba timpanostomi

Peranan tepat biofilm dalam patofisiologi penyakit belum


dapat ditentukan.

Lebih lanjut lagi, mekanisme molekular yang mengarah


pada pembentukan biofilm dalam telinga tengah pada
OMSK juga masih kurang dimengerti.
Hanya sedikit penelitian yang menunjukkan peranan
sitokin dalam patogenesis OMSK.

Tingginya kadar sitokin inflamatorik seperti IL-8 telah


didemonstrasikan dalam efusi telinga tengah pasien
OMSK. IL-8 memainkan peranan dalam perkembangan
kronisitas dan dihubungkan dengan pertumbuhan
bakteri.

Peningkatan mRNA dan juga protein lain seperti TNF-,


IL-6, IL-1b dan IFN-c ditemukan pada mukosa telinga
tengah pasien OMSK dibandingkan dengan orang sehat.

Proses upregulasi dari sitokin pro inflamatorik tersebut


dapat menyebabkan kerusakan jaringan dan juga transisi
dari otitis media akut menjadi kronik.

Penelitian lanjutan dibutuhkan untuk mengetahui lebih


lanjut peranan sitokin dalam patogenesis OMSK.
Ketulian

Tuli Konduktif

OMSK

Tuli
Neurosensoris
Tuli Konduktif

Obstruksi transmisi gelombang suara dari telinga


tengah ke telinga dalam oleh karena cairan (pus)
dan perforasi membran timpani.

Infeksi kronis: edema lapisan telinga tengah dan


sekret, perforasi membran timpani dan kemungkinan
adanya disrupsi bagian tulang,

Tuli konduktif (20 sampai 60 Db)


Tuli Neurosensoris

mediator Kerusakan
inflamasi koklea:
seperti nitric hilangnya sel
oxide dan rambut dalam
senyawa asam dan luar pada
arakdonat lekukan basal

menembus Tuli
membran Neurosensoris
tingkap bundar
dan masuk ke
dalam telinga
dalam
Tuli Neurosensoris

Hilangnya
sel rambut
toksin menembus
dalam dan
bakterial ke dalam tuli
luar, serta
berupa koklea dan neurosensor
atrofi stria
eksotoksin menyebabk i frekuensi
vaskular
atau an patologi tinggi
pada daerah
endotoksin koklea
lekukan
basal koklea
Otitis media dan kerusakan telinga dalam. Infeksi bakteri pada
telinga tengah (1) menyebabkan keluarnya mediator inflamasi (2)
dapat menembus dari jendela bulat (3) ke telinga bagian dalam, yang
menyebabkan kerusakan sel rambut luar (OHCs) dan rambut dalam
(IHCs) (4).
Daftar mediator inflamasi yang dihasilkan di telinga tengah
sebagai respon infeksi mikroba
Tatalaksana

Aural toilet Antibiotik


Ototopikal

Antibiotik
Pembedahan
sistemik
Aural Toilet
Prinsip: menjaga telinga yang mengeluarkan
cairan tetap bersih dan kering

Teknik: Aural toilet tidak


Pembersihan efektif sebagai
dengan kapas di monoterapi dan
praktek harus digunakan
Pengisapan untuk dalam kombinasi
menghilangkan dengan terapi medis,
debris dan cairan idealnya antibiotik
Menempatkan ototopikal
sumbat telinga
untuk membuka
kanalis telinga
yang edema
Antibiotik Ototopikal
Paling umum digunakan di AS
adalah Kuinolon:
Tetes antibiotik kombinasi dengan - Efek samping rendah dan lebih
aural toilet adalah terapi utama unggul dari aminoglikosida.
untuk OMSK dan telah terbukti
yang paling efektif dalam RCT - Sangat efektif terhadap P.
aeroginosa

Beberapa campuran topikal


alternatif yang dapat digunakan
Kortikosteroid kadang-kadang bila tetes antibiotik tidak tersedia,
digunakan dalam kombinasi yaitu asam asetat, aluminium
dengan kuinolon untuk OMSK tapi asetat (larutan Burrow), atau
tidak dipelajari lebih lanjut kombinasi tersebut (larutan
Domeboro), dan larutan antiseptik
berbasis yodium.
Antibiotik Sistemik
Antibiotik oral adalah terapi lini kedua.
Terapi sistemik belum seefektif antibiotik topikal karena
ketidakmampuan untuk mencapai konsentrasi efektif dalam
jaringan yang terinfeksi di telinga tengah.
Obat pilihan: kuinolon. Namun, harus digunakan dengan hati-
hati pada anak-anak. Amoksisilin/asam klavulanat
(Augmentin) atau eritromisin/sulfafurazole (Pediazole) adalah
antibiotik lain yang direkomendasikan untuk anak-anak.

Antibiotik intravena digunakan sebagai lini terakhir, karena


efek samping dan potensi resistensi.
Antibiotik yang paling efektif untuk P. aeruginosa dan
meticillin-resistant S. Aureus (MRSA) adalah kuinolon, seperti
siprofloksasin, dan kombinasi vankomisin dan trimetoprim-
sulfametoksazol. Antibiotik umum lainnya yang dapat
digunakan terhadap Pseudomonas spp. Adalah imipenem dan
aztreonam
Pembedahan

Tympanomastoidektomi dapat dilakukan apabila:


- ada komplikasi, seperti tuli pendengaran, kelumpuhan
saraf wajah, abses subperiosteal, petrositis, thrombosis
sinus vena dura, meningitis, abses otak dan fistula
labirin
- Pada otitis media kolesteatomatosa

Timpanoplasti
-dapat dilakukan 6 hingga 12 bulan setelah resolusi
infeksi.
-diindikasikan untuk memperbaiki pendengaran dan
untuk membantu mencegah kambuhnya infeksi
OMSK Rekuren
Pasien terkena OMSK, sembuh dan mengalami
infeksi kronis lagi

Dapat dikelola dengan antibiotik ototopikal selama


infeksi aktif dan dengan beberapa metode
tambahan untuk mencegah kekambuhan. Yang
paling konservatif adalah tindakan mengeringkan
telinga dan aural toilet.

Setelah resolusi infeksi aktif, timpanoplasti dapat


dilakukan untuk membantu mencegah drainase
kronis.

Ketika seorang anak mengalami OMSK berulang, CT


tulang temporal harus dilakukan untuk
Kesimpulan

OMSK adalah penyakit infeksi kronis yang paling umum di


seluruh dunia.
Faktor-faktor yang mendasari patogenesis OMSK masih
kurang dipahami.
Pilihan medis dan bedah bersifat terbatas, dengan efek
samping dan risiko, dan kadang-kadang tidak berhasil
dalam menghilangkan penyakit. Antibiotik topikal, yang
merupakan terapi lini pertama, terbatas hanya yang tidak
berpotensi ototoksik. Selain itu, operasi membawa risiko
memburuknya pendengaran, serta potensi kerusakan pada
saraf wajah dan mengakibatkan paresis saraf wajah.
Ada kebutuhan mendesak untuk memfokuskan studi
penelitian di bidang OMSK, yang akan membuka jalan
untuk merancang penelitian terapi baru dan karenanya
mencegah gangguan pendengaran.