Anda di halaman 1dari 23

PERAWATAN LANSIA DI

RUMAH
Perawatan lansia di rumah

Suatu pelayanan kesehatan secara


menyeluruh (baik dari segi promosi,
prevensi, kurasi dan rehabilitasi) untuk
pasien lanjut usia yang dilakukan oleh
tenaga medik/paramedik di rumah pasien
dengan keterlibatan anggota keluarga lain
yang ditinggal di rumah.
Pasien lanjut usia membutuhkan

Comprehensive Geriatric
Assesment (CGA) atau
pendekatan paripurna pada
pasien Geriatri
Komponen yang harus dikaji pada
saat melakukan perawatan di rumah

1. Kondisi fisik medik


2. status mental dan kognitif
3. status fungsional
4. status nutrisi
5. Penggunaan obat-obatan
6. Dukungan sosial
7. pengkajian keselamatan dan keamanan di
rumah/lingkungan
Pelayanan yang diberikan di rumah

Asuhan keperawatan
Fisioterapi
Terapi okupasi
Terapi bicara
Pekerjaan sosial
Dan pelayanan bantuan perawatan kesehatan di
rumah
Perawatan lanjut usia di Masyarakat
Pengkajian
a. Psikologis :
Hal hal yang perlu dikaji:
1. Apakah mengenal masalah-masalah utamanya
2. Apakah optimis memandang sesuatu dalam kehidupan
3. Bagaimana sikapnya thd proses penuaan
4. Apakah merasa dirinya dibutuhkan atau tidak
5. Bagaimana mengatasi masalah atau stres yg dialami
6. Apakah mudah untuk menyesuaikan diri
7. Apakah lansia sering mengalami kegagalan
8. Apa harapan sekarang dan dimasa yang akan datang
Perawatan lanjut usia di Masyarakat
Pengkajian
b. Sosial :
Hal hal yang perlu dikaji:
1. Apa kesibukan lansia dlm mengisi waktu luang?
2. Darimana saja sumber keuangan
3. Dengan siapa ia tinggal
4. Kegiatan organisasi sosial apa yang diikuti lansia
5. Bagaimana pandangan lansia terhadap lingkungannya
6. Berapa sering lansia berhub dengan orang lain di luar rumah?
7. Siapa saja yang biasa mengunjunginya
8. Seberapa besar ketergantungannya
9. Apakah dapat menyalurkan hobi atau keinginannya dengan fasilitas
yang ada.
Sumber dukungan sosial

1. Dari keluarga
-. Saling berkomunikasi
-. Mencari kesibukan
-. Jika liburan
2. Berasal dari teman dekat
-. Berbagi pengalaman
-. Curhat
3. Berasal dari orang yang mempunyai ikatan emosi
- Misal dengan orang profesional Ners, Dokter, pekerja sosial, dan
rohaniawan
Peran keluarga terhadap lansia

Melakukan pembicaraan terarah


Mempertahankan kehangatan keluarga
Membantu melakukan persiapan makanan bagi lansia
Membantu dalam hal transportasi
Membantu memenuhi sumber-sumber keuangan
Memberikan kasih sayang
Menghormati dan menghargai
Bersikap sabar dan bijaksana terhadap perilaku lansia
Memberikan kasih sayang, menyediakan waktu serta perhatian
Jangan menganggapnya sebagai beban
Memberikan kesempatan untuk tinggal bersama
Mintalah nasehatnya dalam peristiwa-peristiwa penting
Mengajaknya pada acara-acara keluarga
Membantu mencukupi kebutuhannya
Memberi dorongan untuk tetap mengikuti kegiatan-kegiatan diluar rumah termasuk
pengembangan hobi
Membantu mengatur keuangan
Mengupayakan sarana transportasi untuk kegiatan mereka termasuk
rekreasi
Memeriksakan kesehatan secara teratur
Memberi dorongan untuk tetap hidup bersih dan sehat
Mencegah terjadinya kecelakaan, baik di dalam maupun di luar rumah.
Pemeliharaan kesehatan usia lanjut adalah tanggung jawab bersama
Memberi perhatian yang baik terhadap orang tua yang sudah lanjut,
maka anak-anak kita kelak akan bersikap yang sama
Pembinaan kesehatan lansia di Panti

Tujuan
Meningkatnya derajat kesehatan dan mutu kehidupan lansia di panti
agar mereka dapat hidup layak
Sasaran
Pengelola dan petugas penghuni panti
Keluarga lansia
Masyarakat luas
Instansi dan organisasi terkait
kegiatan

Upaya promotif
Upaya menggairahkan semangat hidup dan meningkatkan derajat kesehatan lansia
agar tetap berguna baik bagi dirinya, keluarga maupun masyarakat
Kegiatan berupa penyuluhan mengenai masalah gizi dan diet, perawatan dasar
kesehatan, mengenal kasus darurat, olahraga dsb
Upaya preventif
Upaya pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya penyakit2 yang disebabkan oleh
proses penuaan dan komplikasinya.
Kegiatan : pemeriksaan berkala, penjaringan penyakit lansia, pemantauan kesehatan
oleh dirinya sendiri.
kegiatan

Upaya kuratif
Upaya pengobatan bagi lansia oleh petugas kesehatan atau petugas panti terlatih sesuai
kebutuhan
Kegiatan berupa: pelayanan kesehatan dasar di panti oleh petugas kes, pengobatan
jalan di Puskesmas, perawatan dietetik, perawatan kesehatan jiwa, gilut dsb

Upaya rehabilitatif
Upaya untuk mempertahankan fungsi organ seoptimal mungkin
Berupa kegiatan rehabilitasi mental, vokasional (ketrampilan/kejuruan) dan kegiatan fisik
Terapi modalitas

Terapi modalitas merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengisi


waktu luang bagi lansia

Tujuan
Mengisi waktu luang
Meningkatkan kesehatan lansia
Meningkatkan produktivitas lansia
Meningkatkan interaksi sosial antarlansia
Jenis kegiatan

Psikodrama : untuk mengekspresikan perasaan lansia.


Terapi aktivitas kelompok (TAK) terdiri 7-10 orang, bertujuan meningkatkan
kebersamaan, bersosialisasi, bertukar pengalaman, dan megubah perilaku.
Dibutuhkan leader, co-leader dan fasilitator
Terapi musik menghibur lansia
Terapi berkebun melatih kesabaran, kebersamaan, dan memanfaatkan waktu
luang
Terapi dengan binatang meningkatkan kasih sayang
Terapi okupasi mengisi waktu luang dan meningkatkan produktivitas
Terapi kognitif agar daya ingat tidak menurun
Life review terapi untuk meningkatkan gairah hidup
dan harga diri dengan menceritakan pengalaman
hidupnya
Rekreasi meningkatkan sosialisasi, gairah hidup,
menurunkan rasa bosan, dan melihat pemandangan
Terapi keagamaan kebersamaan, persiapan menjelang
kematian, dan meningkatkan rasa nyaman, dll
Perawatan Lansia di Rumah Sakit

RS menyediakan berbagai layanan bagi para lanjut usia dari yang


sederhana (poliklinik lansia) sampai pada yang maju ( bangsal akut,
klinik siang terpadu nursing hospital, bangsal kronis
Tingkatan-tingkatan pelayanan yang
diberikan berdasar kemampuan RS

Tingkat sederhana : hanya menyediakan layanan poliklinik lanjut


usia
Tingkat sedang : Layanan diberikan selain poliklinik juga siang
terpadu (day care)
Tingkat lengkap : sama seperti layanan tingkat sederhana
ditambah pengadaan bangsal lansia dengan penyakit akut
Tingkat paripurna : diberikan semua jenis layanan yang ada pada
tingkat lengkap ditambah dengan bangsal lansia dengan penyakit
kronis
Prinsip Dasar Penanganan Rehabilitasi
Medik Pada Lansia

Penanganan berdasarkan penyakit yang mendasari


Hindari komplikasi immobilitas
Memperlihatkan dan meningkatkan motivasi dan faktor psikologik
Berikan dorongan untuk mobilisasi
Cegah isolasi sosial
Program- program yang dapat diberikan untuk
para lansia
Program fisiotherapi :
Alih baring (untuk mencegah timbul dekubitus)
Latihan aktif dan pasif untuk anggota gerak
Latihan bangun, duduk, berdiri sendiri
Latihan jalan sendiri

Program Okupasi terapi


Latihan makan dan minum sendiri
Latihan memakai baju sendiri
Latihan menyisir rambut sendiri
Latihan mandi/toileting sendiri
Latihan membersihkan tempat tidur/lingkungan sendiri
Program terapi wicara
Mengajak berkomunikasi baik dengan bicara maupun isyarat

Program ortotis-prostetis
Mengevaluasi kondisi kamar mandi/jamban, apakah perlu di modifikasi bentuk,
pegangan dsb
Mengevaluasi kondisi rumah, apakah ada tangga dirumah, perlu pegangan
Mengevaluasi apakah perlu alat bantu untuk mobilisasi
Program psikoterapi

Mengevaluasi keadaan lansia sehari-hari, apakah sulit


tidur, sedih tidak mau berkomunikasi, tidak mau
minum obat, tidak mau makan, tidak mau latihan dsb
Memberikan motivasi semangat hidup