Anda di halaman 1dari 27

OLEH :

KELOMPOK 4
ANALISIS BIAYA-VOLUME-LABA
(COST-VOLUME-PROFIT ANALYSIS)
Biaya,
Biaya, volume
volume dan
dan laba
laba
merupakan
merupakan tiga
tiga elemen
elemen pokok
pokok
dalam
dalam menyusun
menyusun laporan
laporan laba-rugi
laba-rugi
sebuah
sebuah perusahaan.
perusahaan.
Studi mengenai
hubungan antara
Pendapatan, biaya dan
laba dikenal sebagai
analisis biaya-volume-
laba
BREAK-EVEN POINT
(TITIK IMPAS)
TITIK IMPAS tingkat
akvitas dimana suatu
organisasi tidak mendapat laba
dan juga tidak menderita rugi
atau LABA = NOL
TITIK IMPAS dapat dihitung dengan
menggunakan METODE :

1. Persamaan matematika
2. Contribution margin per
unit
3. Contribution margin ratio
4. Pendekatan grafik
CONTOH
CONTOH ILUSTRASI
ILUSTRASI DENGAN
DENGAN PERSAMAAN
PERSAMAAN
MATEMATIKA
MATEMATIKA

Penjualan 1000 Stick Pancing @ Rp 100.0000.- Total Biaya


Variabel Rp 60.000.000 ,- dan Total biaya tetap Rp
30.000.000,-

Diminta
Diminta::berapa
berapaunit
unityang
yangharus
harusdijual
dijualdalam
dalamkeadaan
keadaan
BEP?
BEP?
Penyelesaian
Penyelesaian :: (000)
(000)

Unit yang harus terjual dalam keadaan BEP dimisalkan


dengan X
Laba = Total pendapatan - Total Biaya
0 = (harga x unit) - (Total Biaya Variabel + Total B.
Tetap)
0 = (100x) - (B. Variabel x unit) + 30.000)
0 = 100x (60x) + 30.000
0 = 40x 30.000
x = 750 unit dalam keadaan BEP
Penjualan 750 Stick @ Rp 100 = Rp 75.000
Total B. Variabel 750 Stick @ Rp 60 = Rp 45.000
Total Kontribusi Margin* = Rp 30.000
Total Biaya Tetap = Rp 30.000
Laba Usaha = 0
Apa itu Kontribusi Margin

Selisih total penjualan dengan total biaya variabel, yang dipakai


untuk menutupi biaya tetap. Selanjutnya jika ada nilainya maka
nilai tersebut adalah Laba.

Untuk
Untuksatu
satujenis
jenisproduk
produk
BEP
BEPdalam
dalamunit
unit==Total
TotalBiaya
BiayaTetap/
Tetap/CM
CMunit
unit
CM
CMunit
unit==penjualan/unit
penjualan/unitB.
B.Variabel/unit
Variabel/unit
BEP
BEPdalam
dalamnilai
nilaiuang
uang==Total
TotalB.
B.Tetap/
Tetap/CM
CMratio
ratio
CM
CMratio
ratio==1-
1-B.
B.variabel/penjualan
variabel/penjualan
Pendapatan
Pendapatan(juta
(jutaRp)
Rp)
aba
L

75
BEP

BIAYA VARIABEL

gi
Ru
30

BIAYA TETAP

Stick yang terjual (unit)


750
Target penjualan dalam unit =
Total B. Tetap + Laba yang diharapkan
CM unit

Target penjualan dalam rasio =


Total B. Tetap + Laba yang diharapkan
CM Rasio
Ilustrasi penerapan Biaya Volume Laba
Diketahui Kondisi awal :
Penjualan 100 unit Stick.
Harga jual/unit Rp 100.000
Biaya variabel/unit Rp 60.000
Kontribusi Margin/unit Rp 40.000
Total Biaya Tetap Rp 3.000.000
1. Perubahan Biaya Tetap dan Volume Penjualan
Perubahan :
Biaya Iklan (B.Tetap) naik Rp 1.000.000
Penjualan diharapkan naik sebesar Rp 3.000.000
Dapatkah direalisasikan perubahan tersebut ?
(dalam ribuan Rupiah)
Uraian Kondisi Awal Perubahan Selisih
Penjualan 100 x Rp 10.000 13.000 3.000
100
Biaya Variabel 6.000 7.800 1.800
100 x Rp 60
Kontribusi Marjin 4.000 5.200 1.200
Total B. Tetap 3.000 4.000 1.000
Laba Usaha 1.000 1.200 200

Dari analisis diatas, rencana tersebut dapat dilaksanakan


2. Perubahan Biaya Variabel dan
Volume Penjualan
Perubahan :
Biaya Variabel naik Rp 10.000,- /
unit, penjualan diestimasi naik 80
unit.

Dapatkah dalam hal ini


dilaksanakan ?
dalam ribuan Rupiah
Uraian Kondisi Awal Perubahan Selisih
Penjualan 100 x 10.000 18.000 8.000
Rp 100
Biaya Variabel 6.000 12.600 6.600
100 x Rp 60
Kontribusi Marjin 4.000 5.400 1.400
Total B. Tetap 3.000 3.000 0
Laba Usaha 1.000 2.400 1.400

Dari analisis diatas, rencana tersebut dapat dilaksanakan


3. Perubahan Biaya
Tetap, Harga Jual,
Volume Penjualan
Perubahan :
B. Iklan (B. Tetap) naik
sebesar Rp 1.500.000,-
harga jual turun Rp
20.000,-/unit. Penjualan
diharapkan naik 60 unit.

Dapatkah rencana tersebut


dilaksanakan ?
(dalam ribuan Rupiah)
Uraian Kondisi Awal Perubahan Selisih
Penjualan 100 x Rp 10.000 12.800 3.000
100
Biaya Variabel 6.000 9.600 3.600
100 x Rp 60
Kontribusi Marjin 4.000 3.200 (800)
Total B. Tetap 3.000 4.500 1.500
Laba Usaha 1.000 (1.300) (2.300)

Dari analisis diatas, rencana tersebut dapat dilaksanakan


4. Perubahan Biaya Variabel,
B.Tetap dan Volume Penjualan
Perubahan :
Gaji tetap bagian penjualan Rp
600.000,-/bulan diganti dengan
gaji Rp 1.500,-/unit Stick yang
terjual. Penjualan diharapkan
naik 15%.

Dapat rencana ini dilaksanakan?


(dalam ribuan Rupiah)
Uraian Kondisi Awal Perubahan Selisih
Penjualan 100 x Rp 10.000 11.500 1.500
100
Biaya Variabel 6.000 7.072,5 1.072,5
100 x Rp 60
Kontribusi Marjin 4.000 4.427,5 427,5
Total B. Tetap 3.000 2.400 (600)
Laba Usaha 1.000 2.072,5 1.072,5

Dari analisis diatas, rencana tersebut dapat dilaksanakan


5. Perubahan Harga Reguler
Hal ini dapat dilaksanakan tanpa
menggangu penjualan reguler.
Ilustrasi :
Ada calon konsumen mau membeli
Stick sebanyak 150 unit dengan harga
yang dapat ditentukan (lebih murah dari
harga reguler). Jika manajer
mengharapkan laba Rp 3.000.000,

berapa harga yang dapat diberikan ?


Harga jual per stick =B. Variabel/unit + laba/unit
=Rp 60.000 + Rp 20.000
=Rp 80.000/unit
Pembuktian :
Penjualan 150 x Rp 80.000=Rp 12.000.000
B.variabel 150 x Rp 60.000 =Rp 9.000.000
Kontribusi marjin =Rp 3.000.000
Total Biaya Tetap = 0
Laba usaha =Rp 3.000.000
TITIK IMPAS MULTI PRODUK

Untuk menghitung titik impas multi produk terlebih


dahulu harus dihitung bauran penjualan produknya atau
perbandingan volume penjualan antar produk. Kemudian
rumus yang sama dapat digunakan.

Ilustrasi :
PT. Pelangi Indonesia memproduksi 4 (empat) jenis produk yang dikasih lebel A, B, C,
dan D.
Direncanakan diproduksi dan Dijual :
Produk A = 20.000 Unit @ Rp 11.000
B = 15.000 Unit @ Rp 16.000
C = 10.000 Unit @ Rp 21.000
D = 5.000 Unit @ Rp 26.000
Biaya tetap pada kapasitas diatas Rp 144.000.000
TITIK
IMPAS
Biaya Variabel masing-masing Produk :
Produk A =Rp 7.000
B =Rp 8.000
C =Rp 11.000
D =Rp 14.000
Maka titik impas Dihitung sbb:
Perbandingan Volume ke 4 Produk adalah :
20 : 15 : 5 atau 4 : 3 : 2 :1 Titik Impas = Biaya Tetap Total
Biaya Variabel

Titik impas = Rp 320.000.000


Titik Impas dalam unit = Titik impas dalam
Rp
Dibagi dengan harga penjualan
Harga Penjualan =
(4 x Rp 11.000) + (3 x Rp 16.000) + (2 x Rp 21.000) + (1 x Rp
26.000) = Rp 160.000

Maka Titik Impas Dalam Unit =


320.000.000 : 160.000 = 2.000 Paket
Komposisi Titik Impas Sbb:
Produk A = 2.000 x 4 = 8.000 unit
B = 2.000 x 3 = 6.000 unit
C = 2.000 x 2 = 4.000 unit
D = 2.000 x 1 = 2.000 unit