Anda di halaman 1dari 40

D en K art

gan u Ind
Got one
o
Program Jaminan ng
s ia S
Kesehatan Ter Royo eh
Nasional tolo n g,
Kartu Indonesia ng
Sehat
(JKN-KIS)

UMK & UPMP4


BPJS Kesehatan
Cabang Ende
Tahun 2016
JAMINAN KESEHATAN
Undang NASIONAL
Undang Dasar Tahun 1945,
(JKN)
"Negara mengembangkan Pasal 34jaminan
sistem Ayat 2sosial bagi seluruh
rakyat dan
memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai
dengan
martabat kemanusiaan".
Undang-undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan
Sosial Nasional (SJSN)
Sistem Jaminan Sosial Nasional terdiri dari 5 program; Jaminan
Kesehatan, Jaminan
Kecelakaan Kerja, Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun dan Jaminan
Kematian, yang
diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yaitu
badan hukum
Undang-undang Nomor
yang dibentuk dengan 24 Tahun 2011 tentang Badan
undang-undang.
Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)
Terdapat 2 Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), yaitu BPJS
Kesehatan yang
menyelenggarakan program Jaminan Kesehatan dan BPJS
Ketenagakerjaan yang
menyelenggarakan Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Hari Tua, Jaminan
1. LANDASAN HUKUM

UU No.40 Tahun 2004


01 tentang Sistem Jaminan
Kesehatan Nasional

UU No.24 Thn 2011

02
tentang Badan
Penyelenggara
Setiap orang,
Jaminan Sosial termasuk orang
asing yang
bekerja paling
03 singkat 6 bulan
PP No. 86 Thn 2013

di Indonesia,
PerPres No. 12 Thn 2013
wajib menjadi
04 PerPres No. 111 Thn 2013 peserta program
Jaminan Sosial
PerPres No.19 Thn 2016
PerPres No.28 Thn 2016

3
SJSN ? JKN ?? BPJS
Kesehatan ??? KIS ????

SK FORKOM
SISTEM SISTEM untuk memberikan
JAMINAN perlindungan sosial untuk menjamin
SOSIAL seluruh rakyat agar dapat memenuhi
NASIONAL
kebutuhan dasar hidup yang layak
(SJSN)
PROGRAM yang memberikan
JAMINAN
KESEHATAN jaminan kesehatan kepada
NASIONAL seluruh penduduk Indonesia
(JKN) (Universal Coverage 2019)
Integrasi Jamkesda ke JKN
Badan
BPJS Penyelenggara
KESEHATAN program JKN-
KIS

KARTU Kartu identitas


INDONESIA Peserta JKN
SEHAT (KIS)

www.bpjs-
kesehatan.go.id
BPJS Kesehatan Mengelola
BPJS JKN-KIS Pemerintah
Kesehatan
aim Sebagai
Regulator

Me
Kl
n

nja

Me
da

Regulasi
an

Me
lin

ng
an

ur

mb

aju
Kepesertaan

Ke
ta

ri
er

se

ay

ka
ya

&Pelayanan
es

pa

ar
ba

nK
Regulato Standarisasi
p

Kesehatan

ka
m

Kl
Ke

lai
r
Me

aim
ta
Kualitas

m
en

nB
jem

Pelayanan

er
sa
na

Kesehatan, Obat
ma
Ma

Menerima Pelayanan Fasilitas dan Alat


Peserta KesehatanTarif
Memberikan Pelayanan Kesehatan Menetapkan
Sistem Rujukan Pelayanan
Berjenjang Kesehatan
Kendali Mutu

! dan Kendali
Biaya
Kesehatan
MENGAPA SETIAP PENDUDUK
PERLU MEMILIKI JAMINAN
KESEHATAN
Tarif Biaya Pelayanan Kesehatan
terus mengalami kenaikkan

Pergeseran Pola Penyakit dari


infeksi ringan ke penyakit
Degeneratif Kronis

Perkembangan teknologi kedokteran


semakin maju

Pasien tidak mempunyai pilihan,


memiliki posisi tawar yang lemah,
mendapatkan informasi yang asimetris

Sakit berdampak Sosial dan Ekonomi

PT. Askes (Persero)


APA YANG TERJADI
DI SEKITAR KITA ?

Berapa dana harus ia siapkan ?

Jika ada
sanak Apakah ia punya dana tunai ?
saudara,
tetangga, Apakah keluarga lain siap
lingkungan membantu ?

anda yang
Apakah majikan menanggung
terkena semua ?
serangan
jantung Apa yang harus kita perbuat ?
/perlu
masuk ICU/
RS
ILUSTR
ASI
Jika biaya perawatan dan operasi Jantung seorang
pasien mencapai kurang lebih Rp 150 juta, maka :

1. Berapa banyak dari pasien tersebut (yang tidak


memiliki Jaminan Kesehatan) akan sanggup
membayar biaya operasi ?

2. Jika pasien tersebut adalah peserta JKN dan rata-


rata iuran yang dibayarkan setiap bulan adalah Rp
51.000,- (kelas 2) maka :

(a) Dibutuhkan 3000 orang sehat yang membayar


iuran pada saat itu
untuk membiayai 1 orang operasi jantung!

(b) Dibutuhkan iuran seorang peserta yang


dibayarkan selama 3000
bulan (atau selama 250 tahun) untuk
membiayai 1 orang operasi www.bpjs-
jantung kesehatan.go.id
MENGAPA MASYARAKAT WAJIB IKUT
PROGRAM JAMINAN KESEHATAN
NASIONAL (JKN)

3 Pesan Kunci Program JKN-KIS :


Aspek Sosial Aspek
Aspek Moril
Ekonomi Benefit
Baik Bermanf Melindun
aat gi
- Gotong
Royong Budaya - Tidak - Benefit
Bangsa membebani komprehensif
finansial
- Bersedekah - 24 Jam sesuai
keluarga indikasi medis
untuk
membantu - Efisiensi biaya - Semua penyakit
sesama perusahaan dijamin sesuai
ketentuan
Peserta JKN PPU

Bukan
PBPU
Non-PBI
eluruh Penduduk Indonesia
Bukan
Pekerja
Peserta

PBI APBN

PBI
PBI APBD
(Jamkesda)

PBI = Penerima Bantuan Iuran


PPU = Pekerja Penerima Upah
PBPU=Pekerja Bukan Penerima Upah

10
Kepesertaan JKN-KIS
Bukan Penerima Bantuan Iuran
(Bukan
(Diatur dalam Perpres PBI)
No. 12 Tahun 2013 tentang Jaminan
Kesehatan)

Pekerja Penerima Upah (PPU)


- Pegawai Negeri Sipil (PNS) beserta keluarga inti
- Anggota TNI beserta keluarga
- Anggota Polri beserta keluarga
- Pejabat Negara beserta keluarga
- Pegawai Swasta (Badan Usaha) beserta keluarga
- Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN)

Pekerja Bukan Penerima Upah


- Masyarakat Umum (Peserta Mandiri)
- Tenaga Profesional

Bukan Pekerja
- Pensiunan PNS / TNI / Polri / Pegawai Swasta
- Janda / Duda / Anak Yatim Penerima hak Pensiunan dan Veteran
Kepesertaan JKN-KIS
Penerima Bantuan Iuran Jaminan
Kesehatan
(PBI-JK)
Penerima Bantuan Iuran (PBI-JK) APBN
Masyarakat tidak mampu dan tergolong fakir miskin yang
ditetapkan oleh Kementrian Sosial untuk selanjutnya
didaftarkan oleh Kementrian Kesehatan sebagai penerima
bantuan iuran jaminan kesehatan yang iurannya bersumber pada
anggaran APBN.

Penerima Bantuan Iuran (PBI-JK) APBD


Masyarakat yang didaftarkan oleh Pemerintah Daerah (melalui
instansi yang ditunjuk) sebagai penerima bantuan iuran jaminan
kesehatan, yang iurannya bersumber pada anggaran APBD.
Identitas Peserta JKN BPJS
Kesehatan
IURAN
PBI
(APBN/APB
Dibayar oleh Rp. 23.000,-
pemerintah /orang/bulan
D)
Pegawai Pemerintah
Pekerja Pemberi Kerja 3%
Penerima Dibayar oleh Pekerja & pensiunan 2%
Pegawai Non Pemerintah
Upah Pemberi Kerja dan Pemberi Kerja 4%, Pekerja 1%
Pekerja
Kelas 1
Pekerja Bukan Rp.80.000,-/org/bln
Penerima Upah Dibayar oleh Kelas 2
& Bukan peserta yang Rp.51.000,-/org/bln
Pekerja bersangkutan Kelas 3 Rp.
25.500,-/org/bln
Khusus Pegawai Non Pemerintah :
1. Batas atas upah (ceiling wage) untuk pekerja penerima upah swasta ditetapkan sebesar Rp.
8.000.000,-
2. Manfaat akomodasi dengan gaji atau upah sampai dengan Rp. 4.000.000,- di kelas II
2. Tambahan keluarga lainnya ditetapkan 1% untuk Pekerja Penerima Upah
Iuran Bagi PPU Swasta (Pekerja
Penerima Upah Swasta)
Iuran PPU Swasta adalah 5 % dari gaji pokok+tunjangan
tetap, dimana 4% (dari gaji pokok+tunjangan tetap
dibayarkan oleh pemberi kerja) & 1 % dibebankan
kepada pekerja (gaji pokok + tunjangan tetap)
Iuran Satu orang Pegawai sudah menanggung dirinya
sendiri,suami/isteri,dan 3 orang anak (masing-masing
onggota keluarga memegang kartu JKN)
Hak kelas rawat II bagi pekerja dengan nominal gaji UMP
sd maksimal Rp.4.000.000 (empat juta rupiah), dan Hak
kelas rawat I bagi pekerja dengan nominal gaji
Rp.4.000.000 (Empat juta rupiah) sd maksimal
Rp.8.000.000 (delapan Juta rupiah)
Simulasi Iuran pegawai
Swasta
Deni adalah karyawan PT sinar telah menikah dan memiliki 3 orang
anak, mendapatkan upah pokok sebesar Rp.2.000.000 setiap bulannya,
uang lembur perjam Rp.10.000, uang transport Rp.5.000, dan
tunjangan isteri Rp.500.000. berapa iuran BPJS Kesehatannya? Iuran
Yang di ambil adalah gaji pokok+tunjangan tetap yaitu Rp.2.000.000+
Rp.500.000 = Rp.2.500.000

Iuran yang dibayarkan Perusahaan = 4% x 2.500.000 = Rp. 100.000


Iuran Yang ditanggun pegawai adalah =1% x 2.500.000 = Rp.25.000
Total iuran yang disetorkan kepada BPJS Kesehatan adalah
Rp. 100.000 + Rp.25.000 = Rp. 125.000 setiap bulannya.

Deni dan anggota keluarga masing-masing mendapatkan kartu JKN-


KIS dan berhak dirawat diruang kelas II (dua) jika masuk rumah sakit
Simulasi Iuran pegawai
Swasta
Ani adalah karyawan PT sinar telah menikah dan memiliki 3 orang
anak, mendapatkan upah pokok sebesar Rp.4.000.000 setiap
bulannya, uang lembur perjam Rp.10.000, uang transport Rp.5.000,
dan tunjangan isteri Rp.100.000. berapa iuran BPJS Kesehatannya?
Iuran Yang di ambil adalah gaji pokok+tunjangan tetap yaitu
Rp.4.000.000+ Rp.100.000 = Rp.4.100.000

Iuran yang dibayarkan Perusahaan = 4% x 4.100.000 = Rp. 164.000


Iuran Yang ditanggun pegawai adalah =1% x 4.100.000 = Rp.41.000
Total iuran yang disetorkan kepada BPJS Kesehatan adalah
Rp. 164.000 + Rp.41.000 = Rp. 205.000 setiap bulannya.

Ani dan anggota keluarga masing-masing mendapatkan kartu


JKN- KIS dan berhak dirawat diruang kelas I (satu) jika masuk
rumah sakit
Iuran Pekerja Penerima Upah (PPU)

JENIS PROSENT KONTRIBUSI KETERANGAN


KEPESERTAAN ASE
PPU IURAN
Pegawai 5% 3% Pemerintah 1. Gol I s/d II hak di kelas
Pemerintah / 2% oleh 2
Penyelenggara PNS/TNI/Polri/ 2. Gol III s/d IV hak di
Negara Pensiunan/Honor kelas 1
er
Anggota DPRD / 5% 3% Pemda 1. Anggota DPRD di
PPNPN yang (APBN/APBD) kelas 1
dibiayai 2% Pekerja 2. PPNPN di kelas 2
APBN/APBD
Catatan:
PPU 5%
Batas atas upah (ceiling 4% Pemberi
wage) untuk kerja
pekerja penerima 1. UMP
upah s/d 4jt
swasta di kelasRp.
ditetapkan 2
BUMN/Swasta
8.000.000,00 sedangkan Batas 1% Pekerja
bawah 2. Upah di
upah adalah UMK/UMP > masing-masing
4jt s/d 8jt di
kabupaten kelas 1

Komponen penghasilan yang sebagai dasar pemotongan iuran JKN-KIS adalah gaji
pokok + tunjangan tetap yang diterima setiap bulan (Perpres 111 tahun 2013
tentang perubahan atas Peraturan Presiden nomor 12 tahun 2013 Tentang Jaminan
Kesehatan).
Tanggungan Keluarga Peserta
JKN-KIS
Peserta Pekerja Penerima Upah
(PPU)

Premi 1% dari gaji


pokok peserta
dibayar melalui
pemberi kerja (atas
persetujuan pemberi
kerja).
Premi mengikuti
besaran premi yg
berlaku dan
dibayarkan secara
mandiri
b. PENDAFTARAN
PBPU/BP
PBPU/BP dapat mendaftar secara
kolektif
Administrasi
Menggunakan Pendaftaran oleh Pembayaran
titik Layanan Petugas Virtual Account
oleh Calon Peserta
Pendaftaran:
Administrasi
Pembayaran iuran S
KC BPJS kepesertaan
paling cepat 14hari E
Kesehatan Verikasi data kalender dan paling L
Bank yang kependudukan lambat 30 hari E
S
Bekerja Sama Penyiapan fasilitas kalender setelah A
1
Website 3
kesehatan tingkat proses pendaftaran
melalui nomor calon
I
pertama
peserta saat
4
mendaftar.

Calon Peserta

2
Persyaratan Pendaftaran Peserta 5
Mendaftarkan satu keluarga dengan kelas perawatan yang sama Identitas Peserta
Menyerahkan Formulir DIP yang telah diisi
Menyerahkan 1 lembar pas foto ukuran 3 x 4 cm Peserta
Memperlihatkan KTP dan KK asli
Kartu JKN-KIS melalui
Nomor rekening bank bagi Peserta yang memilih kelas I dan kelas II Kantor Cabang/ Klok
Menandatangani persetujuan untuk mematuhi syarat dan ketentuan yang
berlaku. e-ID melalui :
Pihak Ketiga (Bank)
Catatan:
Pendaftaran peserta melalui website mengisi formulir DIP Sesuai persayaratan di
Website
atas dan melakukan upload foto pada website.
Pendaftaran Bayi Dalam
Kandungan
(Untuk
Melampirkan surat PBPU
keterangan dan
dokter / BP)
bidan jejaring yang menerangkan tentang :
a) Adanya denyut jantung bayi dalam
kandungan,
b) Usia bayi dalam kandungan,
c) Hari Perkiraan Lahir (HPL).
Menandatangani pernyataan persetujuan
untuk mematuhi syarat dan ketentuan
yang berlaku.
Calon bayi yang akan diftarkan, wajib
didaftarkan di kelas yang sama dengan
peserta / ibu.
Melakukan pembayaran iuran paling cepat
setelah bayi dilahirkan dalam keadaan
Pendaftaran bayi lambat
hidup dan paling dalam30 kandungan hanya berlaku untuk
hari sejak HPL.
peserta JKN-KIS mandiri atau Peserta Bukan Penerima
Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP)
Administrasi Pendaftaran
Peserta
Keluarga
Peserta Anggota Keluarga Peserta
Tambahan
(PPU) Keluarga Tambahan Mandiri
Inti
Daftar Isian
Peserta V V V V V
(DIP)*
NIK / KTP-E V V V V V
Kartu
Keluarga V V V - V
(KK)
Akte
V - - - V
Menikah
Pas foto 3x4 V V V V V
Slip Gaji V - - - -

*Rekening
Untuk peserta PPU
- (Pegawai- BU), DIP dibuat
- secara -kolektif (Form
V 34
Bank **
Kolom).
Akte
** Khusus Mandiri Kls. 1 dan 2 RekeningOptional
bank penanggung
Optional Optional Optional / pembayar
Optional
kelahiran
Untuk
iuran peserta
(BNI, PBPU/Mandiri
BRI, Bank Mandiri) wajib menandatangani surat pernyataan
bersedia membayar iuran paling cepat 14 hari setelah pendaftaran, jika
setelah 30 dari saat pendaftaran, peserta belum melakukan pembayaran
iuran, maka proses pendaftaran dimulai dari awal kembali.
Hak-hak Peserta JKN-KIS

Mendapatkan kartu identitas peserta JKN-KIS.


Mendapatkan pelayanan kesehatan di seluruh
fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan
BPJS Kesehatan sesuai dengan ketentuan yang
berlaku.
Memilih Fasilitas Kesehatan Tingkat I (Faskes I)
sesuai dengan keinginan peserta, dan dapat
diganti setelah 3 (tiga) bulan dari pemilihan
Faskes I sebelumnya atau jika pindah domisili.
Mendapatkan informasi terkait manfaat dan
pelayanan dalam Program JKN-KIS.
Menyampaikan pengaduan atau keluhan terhadap
pelayanan yang diberikan BPJS Kesehatan
dan/atau layanan yang diberikan oleh fasilitas
Kewajiban Peserta JKN-KIS

Melaporakan perubahan data, antara lain :


pindah domisili, penambahan/ pengurangan
anggota keluarga, meninggal dunia, perubahan
Gaji, perubahan jenis kepesertaan, dan perubahan
golongan/kepangkatan kepada BPJS Kesehatan.
Untuk mutasi data PPU swasta/BU dilaporkan
sebelum tanggal 20 (duapuluh) dalam bulan
berjalan.
Membayar iuran premi paling lambat tanggal 10
(sepuluh) setiap bulan sesuai dengan ketentuan
yang berlaku (untuk peserta mandiri dan PPU
swasta/BU).
Mengikuti prosedur pelayanan kesehatan sesuai
ketentuan yang telah ditetapkan oleh regulator dan
Prosedur Pelayanan
Kesehatan

Rujuk Balik
(untuk
penyakit
kronis)
Emergency
/ UGD

Rumah Sakit
Khusus

Sistem rujukan berjenjang (Permenkes No. 001 Tahun


2012 tentang Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan
Perorangan)
Untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang
maksimal, Peserta JKN wajib menunjukkan kartu tanda
peserta JKN-KIS dan Identitas sah yang masih berlaku
(KTP/SIM/KK/dll)
PELAYANAN KESEHATAN YANG DIJAMIN di
FASKES TK. PERTAMA
Faskes Pertama
Dokter praktek, klinik
24 jam, puskesmas
PELAYANAN KESEHATAN YANG
DIJAMIN
Faskes Lanjutan di FASKES LANJUTAN
Rumah Sakit
Yang bekerjasama
dengan BPJS
Kesehatan
Pelayanan kesehatan rujukan di Rawat Jalan tingkat lanjutan
(Poli spesialis RS) dan
Rawat inap di Rumah Sakit, meliputi pelayanan :
1. Administrasi pelayanan
2. Pemeriksaan, pengobatan dan konsultasi spesialistik oleh dokter
spesialis & sub spesialis
3. Tindakan medis spesialistik, baik bedah maupun non bedah sesuai
dengan indikasi medis;
4. Pelayanan obat dan bahan medis habis pakai;
5. Pelayanan penunjang diagnostik lanjutan sesuai dengan indikasi
medis
6. Rehabilitasi medis
7. Pelayanan darah;
8. Pelayanan kedokteran forensik klinik; dan
9. Pelayanan jenazah pasien yang meninggal di Fasilitas Kesehatan
10.Perawatan inap non intensif Perawatan inap di ruang intensif.
Pelayanan Kesehatan lain yang di tetapkan oleh Menteri
ALAT BANTU KESEHATAN

No Nama Alat Nilai Ganti Keterangan


Kesehatan
1. Kacamata Kelas 3 : Rp.150.000,- min : sferis
Kelas 2 : Rp.200.000,- 0,5D silindris
0,25D Paling
Kelas 1 : Rp. 300.000,- cepat 2 Th.
Sekali sesuai
dg. indikasi
medis
2. Alat Bantu Maks. Rp. 1.000.000,- Paling cepat 5
Dengar Th. sekali dg.
Indikasi medis
3. Protesa Gigi Maks. Rp. 1.000.000,- Paling cepat 2
untuk gigi yang sama Th. Sekali
dan full protesa sesuai dg.
Maks. Rp. 500.000,- indikasi medis
untuk masing2 rahang
ALAT BANTU KESEHATAN

No Nama Alat Nilai Ganti Keterangan


Kesehatan
4. Protesa Alat Gerak Maks. Rp.2.500.000,- Paling cepat 5
Tangan & Kaki Palsu Th. Sekali
sesuai dg.
indikasi medis
5. Korset Tulang Maks. Rp. 350.000,- Paling cepat 2
Belakang Th. sekali dg.
Indikasi medis
6. Collar Neck Maks. Rp. 150.000,- Paling cepat 2
Th. Sekali
sesuai dg.
indikasi medis

7. Kruk Maks. Rp. 350.000,- Paling cepat 5


Th. Sekali
sesuai dg.
indikasi medis
Manfaat Akomodasi Pelayanan
Kesehatan

Peserta JKN dari PBI dan yang terdaftar sebagai peserta di kelas
III (tiga) tidak diperbolehkan untuk meningkatkan kelas
perawatan meski dengan membayar sendiri selisih biaya
perawatan.
Koordinasi Manfaat Dengan
Asuransi Kesehatan
Komersial ASURANSI
KESEHATAN
KOMERSIAL
Coordinati
on of
Benefit
(COB)

Program
JKN-KIS
Pelayanan Kesehatan Yang
Tidak Dijamin

1. pelayanan kesehatan yang dilakukan tanpa melalui prosedur


sebagaimana diatur dalam peraturan yang berlaku;
2. pelayanan kesehatan yang dilakukan di Fasilitas Kesehatan
yang tidak bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, kecuali untuk
kasus gawat darurat;
3. pelayanan kesehatan yang telah dijamin oleh program jaminan
kecelakaan kerja terhadap penyakit atau cedera akibat
kecelakaan kerja atau hubungan kerja; BPJS Ketenagakerjaan
4. Pelayanan kesehatan yang telah dijamin oleh program
kecelakaan lalu lintas yang bersifat wajib sampai nilai yang
ditanggung oleh program jaminan kecelakaan lalu lintas
Asuransi Jasa Raharja
5. pelayanan kesehatan yang dilakukan di luar negeri;
6. pelayanan kesehatan untuk tujuan estetik;
7. pelayanan untuk mengatasi infertilitas;
8. Pelayanan meratakan gigi (ortodensi);
9. gangguan kesehatan/penyakit akibat ketergantungan obat
dan/atau alkohol; BNN
Pelayanan Kesehatan Yang
Tidak Dijamin

10.gangguan kesehatan akibat sengaja menyakiti diri sendiri,


atau akibat melakukan hobi yang membahayakan diri
sendiri;
11.pengobatan komplementer, alternatif dan tradisional,
termasuk akupuntur, shin she, chiropractic, yang belum
dinyatakan efektif berdasarkan penilaian teknologi
kesehatan (health technology assessment);
12.pengobatan dan tindakan medis yang dikategorikan sebagai
percobaan (eksperimen);
13.alat kontrasepsi, kosmetik, makanan bayi, dan susu;
14.perbekalan kesehatan rumah tangga;
15.pelayanan kesehatan akibat bencana pada masa tanggap
darurat, kejadian luar biasa/wabah; BNPB
16.Biaya pelayanan kesehatan pada kejadian tak diharapkan
yang dapat dicegah (preventable adverse events)
17.biaya pelayanan lainnya yang tidak ada hubungan dengan
Manfaat Jaminan Kesehatan yang diberikan.
Denda atas keterlambatan pembayaran
Pasal 17A.1 ayat 1: iuran dan penjaminan Pelayanan Rawat Inap
Dalam hal keterlambatan pembayaran (Peraturan Presiden No. 19 Tahun 2016)
iuran Jaminan Kesehatan lebih dari 1
(satu) bulan sejak tanggal 10, Pasal 17A.1 ayat 6:
penjaminan peserta diberhentikan Ketentuan pembayaran iuran
sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
dan denda sebagaimana dimaksud
Pasal 17A.1 ayat 3: pada ayat (3) dikecualikan untuk
Dalam waktu 45 (empat puluh lima ) Peserta yang tidak mampu yang
hari sejak status kepesertaan aktif dibuktikan dengan surat keterangan
kembali , Peserta wajib membayar dari instansi yang berwenang.
denda kepada BPJS Kesehatan untuk
setiap pelayanan kesehatan rawat inap Pasal 17A.1 ayat 6:
yang diperolehnya. Ketentuan pemberhentian sementara
penjaminan Peserta dan pengenaan
Pasal 17A.1 ayat 4 : denda sebagaimana dimaksud pada
Denda sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan ayat (6)
ayat 3 sebesar 2,5% (dua setengah mulai berlaku pada tanggal 1 Juli
persen) dari biaya pelayanan 2016.
kesehatan untuk setiap bulan
Mulai 1 Juli 2016, batas toleransi
tertunggak dengan ketentuan : keterlambatan iuran PPU dan
a.jumlah bulan tertunggak maksimal PBPU adalah 1 bulan. Jika peserta
12 (dua belas) bulan. menunggak lebih dari dari 1 bulan,
b.besar denda paling tinggi Rp. maka penjaminan peserta akan
dihentikan sementara.
30.000.000 (tiga puluh juta rupiah).
DENDA PEMBERI KERJA
DALAM HAL KETERLAMBATAN PEMBAYARAN IURAN
Contoh Kasus Ilustrasi I :
PT Sinar Abadi Jaya telah menjadi peserta Pada tanggal 16 Agustus 2016 salah satu
JKN-KIS BPJS Kesehatan TMT 1 Juli 2014, pegawainya (Mr.X) Rawat Inap di Rumah
dengan jumlah peserta 100 Orang dan Sakit dengan total biaya yang dikeluarkan
besaran iuran Rp 4.000.000/bulan ke BPJS Rp 25.000.000. Berapakah denda yang
Kesehatan. PT Sinar Abadi Jaya telah harus dibayar oleh PT Sinar Abadi Jaya ?
menunggak iuran selama 15 bulan (Mei Jawab :
2015-Juli 2016). Akan membayar tagihan
iuran bulan Agustus 2016 pada tanggal 5 12 bulan x (2.5% x Rp 25.000.000) = Rp
Agustus 2016. Jumlah iuran yang harus 7.500.000
dibayar di Bulan Agustus 2016 adalah :
(Rp 4.000.000 x 12 bulan) + Rp 4.000.000
(Tagihan Iuran Bulan Agustus 2016) = Rp.
52.000.000. Catatan :
Pasal 17A. 1 Ayat 3-5 PerPres 19 Tahun 2016 :
Catatan : Dalam waktu 45 hari sejak status
Pasal 17A. 1 Ayat 1 & 2 PerPres 19 Tahun 2016 kepesertaan aktif kembali, Peserta wajib
: membayar denda kepada BPJS Kesehatan
Dalam hal terdapat keterlambatan untuk setiap pelayanan kesehatan rawat inap
pembayaran Iuran Jaminan Kesehatan lebih yang diperolehnya. Denda sebesar 2,5% dari
dari 1 bulan sejak tanggal 10, penjaminan biaya pelayanan kesehatan untuk setiap bulan
Peserta diberhentikan sementara. Status tertunggak dengan ketentuan:
kepesertaan aktif kembali apabila Peserta: 36
a. Jumlah bulan tertunggak paling banyak 12
a. Membayar iuran bulan tertunggak paling
bulan; dan
banyak untuk waktu 12 (dua belas) bulan; *)Ketentuan pemberhentian
b. Besar denda palingsementara
tinggi penjaminan Peserta dan
Rp 30.000.000.
dan pengenaan denda mulai berlaku pada tanggal 1 Juli 2016.
Pembayaran iuran dan denda ditanggung oleh
b. Membayar iuran pada bulan saat peserta
Pemberi Kerja.
DENDA PEMBERI KERJA
DALAM HAL KETERLAMBATAN PEMBAYARAN IURAN
Contoh Kasus Ilustrasi II :
PT Alam Indah telah menjadi peserta JKN-KIS Pada tanggal 1 November 2016 salah satu
BPJS Kesehatan TMT 1 November 2015, pegawainya terkena Rawat Inap di Rumah Sakit
dengan jumlah peserta 200 Orang dan dengan total biaya yang dikeluarkan Rp
besaran iuran Rp 6.000.000/bulan ke BPJS 450.000.000. Berapakah denda yang harus
Kesehatan. PT Alam Indah telah menunggak dibayar oleh PT Alam Indah ?
iuran selama 3 bulan (Juli 2016-September
2016). Akan membayar tagihan iuran pada Jawab :
tanggal 9 Oktober 2016. Jumlah iuran yang Denda yang harus dibayar oleh PT Alam Indah :
harus dibayar di Bulan Oktober 2016 adalah : 3 bulan x (2.5% x Rp 450.000.000) = Rp
(Rp 6.000.000 x 3 bulan) + Rp 6.000.000 33.750.000
(Tagihan Iuran Bulan Oktober 2016) = Rp.
24.000.000. *Besar denda PT Alam Indah lebih dari Rp
30.000.000, Denda yang dibayarkan Rp
Catatan : 30.000.000
Pasal 17A. 1 Ayat 1 & 2 PerPres 19 Tahun 2016 :
Dalam hal terdapat keterlambatan pembayaran
Iuran Jaminan Kesehatan lebih dari 1 bulan sejak Catatan :
tanggal 10, penjaminan Peserta diberhentikan Pasal 17A. 1 Ayat 3-5 PerPres 19 Tahun 2016 :
sementara. Status kepesertaan aktif kembali Dalam waktu 45 hari sejak status kepesertaan
apabila Peserta: aktif kembali, Peserta wajib membayar denda
a. Membayar iuran bulan tertunggak paling kepada BPJS Kesehatan untuk setiap pelayanan
banyak untuk waktu 12 (dua belas) bulan; dan kesehatan rawat inap yang diperolehnya. Denda
b. Membayar iuran pada bulan saat peserta ingin sebesar 2,5% dari biaya pelayanan kesehatan untuk
37
mengakhiri pemberhentian sementara setiap bulan tertunggak dengan ketentuan:
jaminan. a. Jumlah bulan tertunggak paling banyak 12 bulan;
dan
*)Ketentuan pemberhentian sementara penjaminan Peserta dan
* PT Alam Indah menunggak kurang dari 12 Bulan b.pengenaan denda paling
Besar denda mulai berlaku
tinggipada
Rptanggal 1 Juli 2016.
30.000.000.
sehingga membayar iuran sesuai dengan jumlah Pembayaran iuran dan denda ditanggung oleh
DENDA PESERTA PBPU & BP
DALAM HAL KETERLAMBATAN PEMBAYARAN
IURAN
SIMULASI RAWAT INAP TINGKAT
LANJUTAN (RITL)
Kepesertaan non aktif
Peserta Hak Rawat Telat membayar iuran 5 sementara, Penjaminan
Kelas I dengan Premi Rp bulan sejak tgl 10 jatuh Pelayanan
80.000,- tempo diberhentikan
sementara

Pada hari ke-5 sejak


Status Kepesertaan
a. Peserta membayar iuran aktif, pasien menjalani
bulan tertunggak sebesar RITL dengan kode WAJIB membayar denda
Rp 80.000/bulan x 5 grouper INA CBGs (I-1- sebsar 2.5% x Rp
bulan = Rp 400.000,- dan 02-I) Prosedur Katup 55.871.700 x 5 = Rp
b. Peserta membayar iuran Jantung dengan 6.983.962,-
bulan berjalan Rp 80.000,- Kateterisasi Ringan;
biaya sebesar Rp
55.871.700,-

Ketentuan pembayaran iuran dan denda dikecualikan untuk


Peserta yang tidak mampu yang dibuktikan dengan surat *)Ketentuan pemberhentian sementara penjaminan Peserta dan
keterangan dari instansi yang berwenang. pengenaan denda mulai berlaku pada tanggal 1 Juli 2016.
PENTING!!!

Pendaftaran peserta JKN-KIS tidak dipungut biaya.


Dengan mengikuti prosedur layanan BPJS Kesehatan,
peserta berhak mendapatkan pelayanan medis pada
fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan tanpa
dikenakan biaya.
Untuk mendapatkan informasi berkaitan dengan Layanan
BPJS Kesehatan serta penyampaian keluhan dan
pengaduan terhadap layanan BPJS Kesehatan atau
layanan yang diberikan oleh fasilitas kesehatan yang
bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, dapat melalui :

081339106543 Kc-ende@bpjs-
kesehatan.go.id

Kantor Cabang
Ende
Terima kasih

Dengan Gotong Royong, Semua Tertolong

www.bpjs-kesehatan.go.id @BPJSKesehatanRI BPJS Kesehatan BPJS Kesehatan


(Akun Resmi)

BPJS Kesehatan bpjskesehatan