Anda di halaman 1dari 36

ATELEKTASIS

Dr. Arimbi, dr.Sp.P


Ilmu Penyakit Paru
FK UWKS-2017
Definisi Atelektasis

Kolaps /kempes nya alveoli paru sebagian


/seluruhnya akibat hambatan aliran udara
yang melewati bronkhus dan percabangannya
Patofisiologi Atelektasis

Hambatan aliran udara masuk bronkhus dan cabangnya


alveoli distal dari sumbatan tidak di aliri udara
kollaps / kempes

Sisa udara yang terperangkap pada alveoli di serap oleh


pembuluh darah sekitar alveoli
Alveoli yang kolaps akan memadat sumber infeksi
Perfusi darah ke paru kekurangan O2 Hypoksemia
Transudasi cairan dan gas
Edema paru

Patofisiologi ...

Dalam paru normal (A)


Inflasi alveolar dan
perfusi pembuluh darah
alveoli berjalan normal
terjadi akibat
adaptasi sel alveoli
terhadap stres yang
ringan dan tidak
berbahaya. Dua hal
tersebut membentuk
penghalang kapiler
alveolar, endotelium
mikrovaskuler dan epitel
alveolar.
Patofisiologi ...
Dalam paru Atelektasis (B)
Inflasi dan deflasi alveolar yang disertai stres nafas
menyebab cedera epitel. Pembuluh darah yang
terkompresi, berakibat aliran mikrovaskular pada
alveoli melambat. Epitel alveoli dan endothelium
mikrovaskular cedera dapat memulai cedera paru yang
luas. Hal diatas menggambarkan, betapa canggih tahap
cedera paru yang disebabkan oleh atelektasis yang
diawali oleh cedera sederhana dari alveoli. Dengan
berjalannya waktu proses mengarah ke reaksi
inflamasi. Dengan terjadinya cedera epitel dan
hilangnya integritas epitel, maka alveolar tipe I dan
tipe II mengalami kerusakan. Kerusakan sel alveolar
tipe II mengganggu transportasi fluida epitel
normal, merusak absorbsi cairan edema dari ruang
alveolar, sehingga selain atelektasis, maka terjadi
edema pada parenkhim paru dan terjadi efusi
pleura pada cavum pleura.
Neutrofil yang menempel pada endotelium kapiler
cedera akan bermigrasi melalui interstitium ke kantung
alveolar. Dalam kantung alveolar, makrofag alveolar
mensekresikan sitokin, interleukin (IL) -1, -6, -8, dan
-10, dan nekrosis tumor Faktor (TNF) -, yang
bertindak secara lokal untuk merangsang kemotaksis
dan mengaktifkan neutrofil. IL-1 merangsang produksi
matriks ekstraselular oleh fibroblas. Neutrofil dapat
melepaskan oksidan,protease, leukotrien, dan lainnya
molekul proinflamasi, seperti latelet-activating factor
(PAF) dan Macrofag Inhibitor Factor (MIF)
Faktor resiko atelektasis

Pembiusan (anestesia) dan pembedahan


Tirah baring jangka panjang tanpa perubahan posisi
Pernafasan dangkal
Penyakit paru-paru
Pembagian Atelektasis
(berdasarkan mekanisme terjadinya)

3 mekanisme penyebab atelektasis:


Compression of lung tissue
Absorption of alveolar air
Impairment of surfactant function
Pembagian Atelektasis
(berdasarkan mekanisme terjadinya)

Compression of lung tissue


Kompresi atelektasis terjadi ketika tegangan permukaan dinding
alveolus berkurang ke tingkat yang memungkinkan alveolus kolap.
Diafragma memisahkan intratoraks dan rongga perut, jika
dirangsang akan menimbulkan perbedaan tekanan yang besar antara
perut dan dada.
Setelah induksi anestesi, maka diafragma rileks dan membumbung
ke atas, sehingga kurang efektif dalam mempertahankan perbeda
an tekanan antara rongga dada dan rongga perut. Secara
khusus,peningkatan tekanan pleura besarnya tergantung kepadatan
paru di area yang berdekatan.
Bukti bahwa diafragma rileks, sehingga membumbung ke atas selama
anestesi berjalan, yaitu pernapasan spontan tidak meningkat setelah
relaksasi otot diafragma akibat anestesi. Pada pasca anestesi dan
pasien tidur terlentang, maka pernapasan spontan semakin rendah,
karena diafragma yang rileks akibat anestesi berpengaruh terhadap
besarnya napas spontan, maka terjadi atelektasis
Pembagian Atelektasis
(berdasarkan mekanisme terjadinya)

Absorption of alveolar air


Resorpsi atelektasis disebut gas atelectasis, terjadi dua mekanisme:
setelah selesai oklusi jalan napas, kantong gas dibagian distal
dari saluran napas oklusi mengalami obstruksi, karena penyerapan
gas oleh darah terjadi terus-menerus dan inflow gas terblokir akibat
saluran nafas mengalami obstruksi, maka berlanjut alveoli kolaps/
kempes.

Penyerapan atelektasis dengan tidak adanya oklusi jalan napas. Di


dalam zona paru, memiliki ventilasi yang relatif rendah dibanding
perfusinya (low ventilation/perfusion [VA/Q] ratio) memiliki tekanan
parsial oksigen yang rendah alveolar (PaO2) ketika udara dihirup.
Ketika FIO2 meningkat, PaO2 meningkat, menyebabkan tingkat
di mana oksigen bergerak dari alveolar ke darah kapiler
mengalami peningkatan. Fluks oksigen dapat meningkatkan begitu
banyak ke dalam aliran darah melebihi aliran terinspirasi dari
gas, sehingga unit paru-paru menjadi semakin kecil
Pembagian Atelektasis
(berdasarkan mekanisme terjadinya)

Impairment of surfactant function


surfaktan paru yang meliputi permukaan alveolus , terdiri dari: fosfolipid
(terbanyak), lipid netral, dan zat khusus apoprotein (protein surfaktan
A,
B, C,dan D). Dengan mengurangi tegangan permukaan alveolus,
surfaktan paru menstabilkan alveoli dan mencegah kolaps alveolar.
Fungsi surfaktan dalam menjaga tegangan permukaan alveoli,
dapat mengalami penurunan akibat anestesi.
Pembagian Atelektasis
(berdasarkan penyebab terjadinya)

Penyebab intrinsik
Sumbatan dalam lumen bronkhus

Penyebab Ekstrinsik
Penekanan bronkhus dari luar lumen
Peningkatan tekanan Ekstra Pulmonal
Paralisis gerakan pernapasan
Hambatan gerakan pernapasan
Pembagian Atelektasis
(berdasarkan penyebab terjadinya)

Atelektasis akibat faktor intrinsik, antara lain:


Sumbatan dalam lumen bronkhus/cabangnya:
Tumor Bronkhus ( Ca-Bronkhogenik )
TB Endobronkhial
Benda asing
Sekret yang kental
Pembagian Atelektasis
(berdasarkan penyebab terjadinya)

Atelektasis akibat faktor ekstrinsik:


Penekanan dari luar lumen bronkhus/cabangnya
Tumor di luar lumen bronkhus atau kelenjar sekitar
bronkhus yang membesar

Tekanan Ekstra Pulmonal


Pneumothoraks, Efusi Pleura & Tumor Mediastinum
Peninggian diafragma (proses dari rongga perut )
Herniasi organ abdomen ke dalam rongga thoraks
Pembagian Atelektasis
(berdasarkan penyebab terjadinya)

Atelektasis akibat faktor ekstrinsik:


Paralisis gerakan pernapasan
Poliomielitis ( gangguan otototot bantu napas )
Gangguan neurologis pernapasan ( inervasi otot
napas ) Gerakan napas terganggu menurunkan
kelancaran sekresi bronkhus sumbatan oleh
lendir/sekret atelektasis
Hambatan gerakan pernapasan
Kelainan Pleura atau Trauma thoraks menahan
rasa sakit menurunkan gerakan paru hambatan
pengeluaran sekret atelektasis
Atelektasis
(berdasar penyebab nya)

Atelektasis akibat faktor ekstrinsik:


Atelektasis Absorbsi :
Terjadi akibat sumbatan jalan napas secara
bertahap udara dalam lumen bronkhus diabsorbsi
oleh pembuluh darah paru alveoli menjadi
kempes volume paru pada sisi yang tersumbat
berkurang
Atelektasis Kontraktil:
Terjadi akibat fibrosis pada dinding alveoli
alveoli mengkerut /tidak terisi udara kolaps.
Atelektasis
(berdasar penyebab nya)...

Atelektasis akibat faktor ekstrinsik:


Atelektasis Adhesive:
Terjadi akibat hilangnya Surfaktan pada dinding
alveoli tegangan permukaan alveoli hilangalveoli
kolaps.
Mis: ARDS (R: diffuse adhesive atelectasis)
Emboli Paru (R: Plate like atelectasis)

Atelektasis Relaksasi :
Terjadi akibat tekanan negatif pada cavum pleura
penekanan percabangan bronkhus alveoli kolaps
(mis: Pneumothoraks atau Efusi pleura )
Atelektasis
(berdasar penyebab nya)...

Atelektasis akibat faktor ekstrinsik:


Atelektasis Lobus Medialis (syndr.Lob.Medius):
atelektasis pada lobus medius Paru kanan akibat
penekanan bronkus Lobus medius oleh suatu
tumor atau pembesaran kelenjar getah bening.
Paru-paru yang tersumbat mengkerut
sumber Infeksi (terjadi pneumonia, bronkhiektasis )
terbentuk jaringan parut/fibrotik
Atelektasis Percepatan
Sering terjadi pada pilot pesawat tempur.
Penerbangan dengan kecepatan tinggi akan
menutup saluran pernafasan kecil alveoli kolaps
Atelektasis
(berdasar penyebab nya)...

Atelektasis akibat faktor ekstrinsik:


Mikroatelektasis tersebar/terlokalisir
Akibat hilangnya surfaktan pada alveoli paru
Pada bayi prematur (Sindroma gawat pernafasan)
Pada Orang dewasa terjadi akibat:
Terapi oksigen yang berlebihan
Infeksi berat dan luas (sepsis)
Faktor lainnya yang merusak lapisan alveoli
Atelektasis
(berdasar penyebab nya)...

Atelektasis Neonatorum
Ekspansi yang tidak
sempurna paru pada saat
lahir atau kolaps sebelum
alveoli berkembang
sempurna.
Pada bayi prematur,
dimana pusat pernafasan
dalam otak belum matur,
sehingga gerakan
pernafasan belum optimal

Faktor pencetus, berupa


komplikasi persalinan
yang menyebabkan
hipoksia intrauterus
ATELEKTASIS INSTRINSIK

Pada uraian selanjutnya kita fokuskan pada Atelektasis


Penyebab Instrinsik yang terjadi akibat sumbatan
dalam lumen bronkhus
Misal: Tumor Bronkhus ( Ca-Bronkhogenik ),
TB Endobronkhial, benda asing atau sekret kental
Gejala Klinis Atelektasis

Sesak napas s/d sianosis (O2 menurun)


Takikardi (akibat kerja jantung memberat)
Panas tinggi (akibat keradangan/ Pneumonia)
Penurunan kesadaran s/d syok (atelektasis luas
dan hipoksemia berat)
Nyeri tajam pada sisi yang terkena
Pemeriksaan Fisik Atelektasis

Inspeksi :
Gerak napas tertinggal, ICS menyempit
Palpasi :
Fremitus vokal :
menurun (atelektasis obstruksi total)
meningkat (atelektasis obstruksi sebagian)
ICS sempit (di sisi atelektasis)
Perkusi :
Redup pada lokasi atelektasis
Hipresonor di sekitar atelektasis (Emphysema kompensata)
Batas mediastinum bergeser ke arah lokasi atelektasis
Letak diafragma pada hemitoraks lokasi atelektasis meninggi
Auskultasi:
Suara napas & Suara percakapan :
menghilang (atelek obstr total)
meningkat (atelek obstr sbgian)
Menegakkan Diagnose Atelektasis

Berdasar Gejala Klinis dan Pemeriksaan Fisik


Radiologi ( Foto Thoraks PA dan Lateral ) :
Tanda tanda Loss of Lung Volume"
Bronkhoskopi dan bronkhografi / CT Scan :
mengetahui lokasi obstruksi / sumbatan
bronkhus.
Signs Loss of Lung Volume

Yaitu: hilangnya sebagian volume paru akibat atelektasis


Signs loss of lung volume ini dapat dilihat pada foto thoraks

Ciri Signs loss of lung volume , adalah:


Pergeseran mediastinum: Trakhea dan jantung bergeser ke sisi
yang mengalami atelektasis .
Elevasi diafragma: Diafragma terangkat pada sisi paru yang
mengalami atelektasis (Diafragma letak tinggi).
Drooping of shoulder: bahu pada paru yang alami atelektasis
posisinya lebih rendah dibanding sisi sehat
Signs Loss of Lung Volume...

Penyempitan ICS : ICS pada sisi yang mengalami


atelektasis nampak lebih sempit
Berpindahnya posisi Fisura Paru
Diperlukan Foto Thorax (sisi Lateral) untuk
mengetahui pergeseran posisi fisura oblique dan
Transversalis
Bergesernya Hilus Paru
Posisi normal: posisi hilus paru kanan sedikit lebih
rendah dibanding hilus paru kiri. Posisi ini berubah
bila terjadi atelektasis pada satu lobus paru.
Signs Loss of Lung Volume...

Hyperinflasi / Emphisema Compensatory


Bagian paru yang tidak mengalami atelektasis,
akan nampak lebih hitam dan terjadi dilatasi
pembuluh darah.
Perubahan Volume paru
Dalam keadaan Normal: Volume paru kanan > kiri
( 55% dan 45%. ), pada atelektasis keadaan ini
akan berubah
Sub segmental-Atelectasis
Right Medial Lobe- Atelectasis
Right Upper Lobe-Atelectasis
Tingkat keparahan atelektasis

Keparahan atelektasis tergantung:


Luasnya paru yang kolaps
Keadaan paru kontralateralnya
Komplikasi pasca atelektasis
Pencegahan Atelektasis

Setelah menjalani pembedahan, penderita harus


di latih untuk bernafas dalam, batuk teratur dan kembali
melakukan aktivitas normal secepatnya
Stop rokok dalam 6-8 mgg sebelum pembedahan (iritasi asap rokok
prod dahak atelektasis)
Pada kelainan neurologis dengan keadaan pernafasan dangkal
dalam jangka lama menggunakan alat bantu mekanis (Ventilator
mekanik) membantu pernafasannya karena dpt menghasilkan
tekanan terus menerus ke paru shg pada akhir ekspirasi,
alveoli/saluran pernafasan paling distal tidak kolaps
Penatalaksanaan Atelektasis

Bertujuan unt mengeluarkandahak/sumbatan dariparu-


paruagar paru kembali mengembang
Tindakan yang biasa dilakukan adalah :
Berbaring pada sisi paru sehat
paru sakit kembali mengembang
Menghilangkan sumbatan
bronkoskopi, fisioterapi napas dan postural drainage
Penatalaksanaan...

Antibiotik untuk mengatasi infeksi


Padakasusdengan infeksi yang bersifatmenetap
atauberulang, maka bagian paru yang mengalami
atelektasis di buang
Pada kasus sumbatan akibat tumor (upaya mengecil kan
atau membuang tumor)
Pada kasus sumbatan akibat corpus alienum
(upaya mengambil dan membuang corpus alienum)
Upaya mengambil sumbatan, maka secara bertahap paru
yang mengempis akan kembali mengembang, dengan atau
tanpa meninggalkan jaringan parut ataupun kerusakan
lainnya.

Prognosis Atelektasis

Prognosis tergantung :
Penyebab atelektasis (Ca bronkhogenik-prognose jelek)
Luas atelektasis ber prognose jelek, apabila:
Makin luas area yang mengalami infeksi berulang
Makin luas area atelektasis yang tidak dapat membuka
kembali, sehingga terbentuk fibrotik luas

Keadaan paru kontralateral atau sekitar area atelektasis


Paru kontralateral atau area atelektasis yang telah
bermasalah, sehingga tidak dapat mengkompensasi paru
yang atelektasis, maka prognosenya jelek
Komplikasi Atelektasis

PNEMONIA
Akibatkan berkurangnya oksigen dan kemampuan paru
untuk mengembang sekret mudah tertinggal dalam
alveolus dan mempermudah menempelnya kuman
peradangan pada paru sampai sepsis
BRONKIEKTASIS dan FIBROSIS
Ketika paru paru kehilangan udara paru kolaps
obstruksi berlanjut bronkiektasis dan fibrosis
HYPOXEMIA DAN GAGAL NAPAS
Atelektasis terjadi dalam waktu lama, sehingga tidak
terjadi perfusi ke jaringan sekitar yang cukup
hypoxemia sampai gagal napas.