Anda di halaman 1dari 33

Case report

KISTA OVARIUM
Oleh
Wilda Angraini
Definisi
Kista ovarium adalah suatu benjolan yang berada di
ovarium yang dapat mengakibatkan pembesaran pada
abdomen bagian bawah dimana pada kehamilan yang
disertai kista ovarium seolah-olah terjadi perlekatan
ruang bila kehamilan mulai membesar
Kista ovarium merupakan suatu tumor, baik kecil
maupun besar, kistik maupun solid, jinak maupun ganas
Kista indung telur adalah rongga berbentuk kantong
berisi cairan di dalam jaringan ovarium. Kista ini
disebut juga kista fungsional karena terbentuk
setelah telur dilepaskan sewaktu ovulasi
Etiologi
Menurut nugroho (2010:101), kista ovarim
disebabkan oleh gangguan (pembentukan)
hormon pada hipotalamus, hipofisis dan ovarium.
Beberapa teori menyatakan mengenai penyebab
kista ovarium diantaranya seperti rokok, bahan
kimia, sisa-sisa pembakaran zat arang, bahan-
bahan tambang.

Kista indung telur/ovarium timbul dari folikel yang


tidak berfungsi selama siklus menstruasi
(gagalnya folikel berovulasi).).
Faktor Risiko

Siklus haid
Riwayat Perut Menstruasi Penderita
yang tidak Sulit hamil
kista buncit di usia dini hipotiroid
teratur.
Klasifikasi
Jinak
Kista Ovarium
Nonneoplastik
Mengempis
sendiri setalh
Berdasarkan 2-3bulan
tingkat
keganasan Harus dioperasi
Kista Ovarium tergantung
Neoplasstik ukuran dan
sifat
Kista Folikel

Kista Korpus
Luteum

Kista Lutein
Kista
Nonneoplast
ik Kista Inklusi
Germinal

Kista
Endometrios
is

Kista Stein-
Leventhral
Kista
Ovarium
Neoplastik

Kistoma Kistadenoma Kistadenoma


Kista
Ovarii Ovarii Ovarii
Dermoid
Simpleks Musinosum Serosum
Manifestasi
Seringkali tanpa gejala, terutama kista masih
kecil
Kista jinak bila semakin membesar,semakin
tidak merasa nyaman.
Kista ganas kadang memberi keluhan
(sebagai hasil infiltrasi / metastasis ke
jaringan sekitar.
Sebagian besar gejala akibat dari...
Pembenjolan perut akibat adanya kista
di dalam perut bagian bawah.
Gangguan miksi akibat penekanan VU
Pertumbuhan Tekanan tumor yang lebih besar
menimbulkan rasa berat dalam perut,
obstipasi, oedema tungkai, nafsu makan
menurun dan sesak napas

Aktifitas Pada umumnya tumor ovarium tidak


mengubah pola haid kecuali jika tumor
abnormal tersebut mengeluarkan hormon
Perdarahan ke dalam kista mengakibatkan nyeri
perut mendadak
Perputaran tangkai/torsi menimbulkan nyeri
abdomen mendadak
Komplik Infeksi pada tumor menimbulkan gejala infeksi
demam, nyeripada abdomen.
asi Robekan dinding kista menyebabkan isi kista
tumpah ke dalam ruangan abdomen.
Degenerasi keganasan, sering pada usia penderita
sebelum menarche dan di atas 45 tahun.
Fisiologi... Patofisiologi
Ditengah siklus
Kista kecil Folikel dominan
Ovarium normal
(Folikel de Graff) melepaskan oosit
matur

Fertilisasi:
Korpus luteum
secara gradual
mengecil selama Saat matang
Folikel ruptur
kehamilan dengan kista
korpus luteum
(ditengah)

Tidak Fertilisasi:
Korpus luteum
fibrosis
mengerut
Diagnosis
...
Px. Abdomen &
vagina
Tanpa nyeri, massa
Tersembunyi & tidak padat di cul-de-sac
Membesar rasa tidak
terdeteksi (ovarium/ meluas ke
nyaman menimbulkan
Nyeri(-) gangguan menstruasi abdomen)
Palpasi kistik
sampai padat

Sifat-sifatnya (besarnya,
Pada kista ovarium biasanya
lokalisasi, permukaan,
uterus dapat diraba tersendiri,
konsistensi, apakah dapat
terpisah dari kista.
digerakkan atau tidak)
skor RMI (indeks risiko keganasan)
Rumus
RMI = U x M x s-CA 125
Skor RMI (indeks risiko keganasan) dihitung
berdasarkan 125 nilai s-CA, status menopause
(M), dan evaluasi USG (U).
Kriteria USG (skor U)
1. kista multilocular 1
2. daerah solide 1
3. lesi bilateral 1
4. asites 1
5. metastasis intraabdominal 1
status menopause (skor M)

1. premenopause 1
2. Pascamenopause 3
.Skor 0-1: U = 1
.Skor 2-5: U = 3
.s-CA 125 (u / ml) (nilai yang sebenarnya
digunakan)
Kista ovarium Kista ovarium
nonneoplastik neoplastik
Akibat peradangan Jinak / ganas
A& Px ke arah Tidak dapat
peradangan dipastikan sebelum
Tidak dapat dilakukan operasi
digerakkan karena
perlengketan
Tidak membesar
menghilang sendiri
Pemeriksaan Penunjang
Ultrasound / scan
Pap smear
CT
Laparaskopi (mengetahui
(mengindentifikasi
(asal & sifat) displosia seluler
ukuran / lokasi
kanker / kista)
massa)

Ultrasonografi
(USG)
Parasentesis Hitung darah
(letak, batas, asal lengkap
(pungsi asites)
kista, jenis kista
( kistik atau solid)

Pemeriksaan darah (Hb anemia


Foto rontgen
(petanda tumor kronis, Penurunan
(menentukan Ht kehilangan
(tumor marker) CA
hidrotoraks )
125 ) darah aktif,
Peningkatan SDP
Inflamasi/ infeksi)
Penatalaksanaan
Tergantung dari faktor ukuran, jenis, umur, kondisi
pasien, rencana kehamilan, beratnya manifestasi

Terapi bedah atau


operasi
Sikap wait and see Dengan indikasi:
(Menunggu hasil) *Kista tidak
*Kista funsional menghilang dalam
mengempis 2-3bulan siklus menstruasi
* Pil KB untuk menekan *Ukuran kista besar
ovulasi kista tidak *Kista pada
tumbuh menopause
*Timblul nyeri +
perdarahan
Pengangkatan dengan reseksi (pemotongan)
pada bagian ovarium yang mengandung kista

Kista ovarium besar dan terjadi komplikasi


maka dilakukan pengangkatan ovarium dan tuba
(salpingoooferektomi) atau histerektomi total.

Terjadi keganasan akan ditangani sesuai dengan


tindakan kanker ovarium atau biasa disebut
staging laparatomy.
Kista
nonneoplastik Kista neoplasstik
*<5cm, tidak ada *(Observasi ) ukuran
keluhan kista bertambah
*Observasi 2- *Dilakukan Operasi
3bulan
Prognosis

Kista pada..
*Wanita produktif
tidak berdampak
*Wanita menopause
potensi tumor
*
Kista jinak tidak berbahaya
sebagian kecil berpotensi ganas
*Kista ganas berbahaya, bila kista
ganas terdeteksi pada stadium
lanjut maka survival rate akan
semakin kecil.
STATUS PASIEN
GINEKOLOGI
BAB III
LAPORAN KASUS GINEKOLOGI

IDENTITAS
Nama : Ny. R
Usia : 24 Tahun
Pekerjaan : wiraswasta
Agama : Islam
Suku : Minang
Alamat : panorama baru
RM : 441955
ANAMNESIS

Keluhan Utama : kiriman poliklinik dengan kista ovarium

Riwayat Penyakit Sekarang :


Pasien datang ke poliklinik kebidanan dengan kista ovarium.
Perdarahan aktif tidak ada.

Riwayat Penyakit Dahulu :


Pasien mengeluhkan terasa benjolan di perut bagian bawah yang
disadari sejak 1 bulan yang lalu. Pasien mengaku benjolan
tersebut semakin lama makin membesar. Pasien juga mengeluh
nyeri pada benjolan tersebut sejak 1 bulan yang lalu. Pasien
mengaku tidak pernah memiliki riwayat keluhan yang serupa.
Pasien juga menyangkal adanya riwayat penyakit jantung, ginjal,
hipertensi, diabetes mellitus, dan asma.
Riwayat Penyakit Keluarga :
Menurut pasien di keluarga pasien tidak ada yang memiliki keluhan
seperti pasien. Riwayat penyakit lain seperti jantung, ginjal,
hipertensi, diabetes mellitus, dan asma disangkal.

Riwayat Alergi :
Pasien mengatakan tidak mempunyai alergi terhadap obat-obatan dan
makanan.
Riwayat Kontrasepsi :
Pasien tidak memakai alat dan pil kontrasepsi
Riwayat Obstetri :
Belum menikah
Haid pertama (menarke) pada usia 12 tahun.Siklus haid yang teratur
(30hari).
Riwayat kehamilan: -
STATUS GENERALIS
Keadaan umum : baik
Kesadaran : compos mentis
Tanda Vital
Tekanan darah : 120/80 mmHg
Frekuensi nadi : 86 x/menit
Frekuensi napas :20 x/menit
Suhu : 36oC
Pemeriksaan Fisik Umum
Mata : anemis(-/-), ikterus (-/-)
Jantung : S1S2 tunggal reguler, murmur (-), gallop (-)
Paru : vesikuler (+/+), rhonki (-/-), wheezing (-/-)
Ekstremitas : edema -- -- akral teraba hangat ++
-- -- ++
STATUS GINEKOLOGI
Abdomen :
Inspeksi : perut tampak membuncit
Palpasi : Nyeri tekan (+)
Nyeri lepas (-)
Teraba massa kistik setinggi 2 jari diatas pusat tidak terfiksir

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan Darah Lengkap :
Hb : 12,1 g/dL n : 12-14 g/dL
Ht : 35,7 % n : 37- 47 %
Eritrosit : 4,98 juta/uL n : 4-5 juta/ uL
Lekosit : 1845 /uL n : 5000-10000/uL
Trombosit : 244000/uL n : 150000-400000/ uL
DIAGNOSIS
Kista ovarium

PENATALAKSANAAN

Rencana : Laparotomi.
Tindakan :Cek laboratorium sebelum operasi: DL, HbSAg,
SGOT, SGPT, Ureum Creatinin, gula darah dan UL.
Konsultasi ke bagian Penyakit Dalam dan
Anastesia sebelum operasi.
BAB IV
PEMBAHASAN

kista adalah pertumbuhan abnormal berupa kantong (pocket,


pouch) yang tumbuh abnormal di bagian tubuh tertentu. Kista
ada yang berisi udara, cairan, nanah atau bahan-bahan lain.
Kista ovarium adalah suatu kantung yang berisi cairan atau
materi semisolid yang tumbuh pada atau sekitar ovarium
Pada kasus ini gejala dan tanda yang dialami pasien adalah
perut terasa membesar karena pasien mengeluhkan adanya
benjolan padat di daerah perut bagian bawah. Usia pasien
yang menderita kista pada kasus ini adalah 24 tahun. Hal ini
sesuai dengan literatur yang menyatakan bahwa kista
ovarium paling sering terdapat pada wanita berusia antara 20
50 tahun dan jarang sekali pada masa prapubertas .
Pemeriksaan fisik yang dilakukan pada pasien untuk
menentukan diagnosis kista dalam hal ini adalah pemeriksaan
abdomen, dimana didapatkan hasil pada abdomen bagian kanan
bawah teraba massa dengan konsistensi padat pada perut
bagian bawah, permukaan irregular, berbatas tegas dan dapat
digerakkan. Pasien juga mengatakan pada pemeriksaan palpasi
dan perkusi abdomen terasa nyeri didaerah perut bagian bawah.
Rasa nyeri ini kemungkinan terjadi karena adanya torsi dari
kista. Rasa nyeri dapat juga terjadi akibat ruptur dan
perdarahan yang terjadi dalam jumlah yang banyak, akan
terjadi distensi cepat dari kista yang menimbulakan rasa nyeri
mendadak.
Kecurigaan kista nonneoplastik dapat disingkirkan dari
diagnosis karena tumor yang diderita pasien semakin lama
makin membesar dan tidak dapat menghilang sendiri. Tidak
didapatkan tanda-tanda peradangan pada pasien seperti suhu
badan tinggi dan tumor yang lengket dengan peritoneum. Dari
anamnesis dan pemeriksaan fisik yang dilakukan dapat dibuat
beberapa diferensial diagnosis yaitu tumor tumor abdomen
yang biasanya terletak di bagian bawah rongga perut seperti
mioma subserosum dan mioma intraligamenter, serta tumor-
tumor bukan dari ovarium yang tertelak di daerah pelvis antara
lain ginjal ektopik, limpa bertangkai dan tumor dari kolon
sigmoideum. Namun pemeriksaan ini belum dapat menegakkan
diagnosis pasti tumor ovarium, karena harus menyingirkan
diferensial diagnosis dari kista ovarium sehingga perlu
dilakukan pemeriksaan penunjang.
Ketika USG menangkap gambaran ganas, seharusnya
dibutuhkan pemeriksaan lanjutan, sebab penentuan definitif
sifat kista abnormal, apakah jinak atau ganas, hanya dapat
diketahui dengan mengambil contoh jaringan secara langsung.
Hal ini mesti dikerjakan melalui tindakan operasi. Namun,
pada kasus ini tidak dilakukan pemeriksaan jaringan (patologi
anatomi) sehingga tidak dapat ditentukan apakah kista bersifat
jinak atau ganas. Tindakan yang akan dilakukan pada pasien
kista di kasus ini adalah laparatomi.
BAB V
KESIMPULAN
Tumor ovarium adalah sebuah proses penumbuhan jaringan
baru yang berasal dari ovarium baik yang bersifat jinak maupun
ganas. Beberapa literatur menggolongkan kista sebagai tumor
namun beberapa literatur lain memisahkan antara tumor dengan
kista. Berdasarkan tingkat keganasannya, kista dibedakan
menjadi dua macam, yaitu kista non-neoplastik dan kista
neoplastik Pemeriksaan untuk kista dapat di lakukan dengan
USG dan dengan pemeriksaan lab. Penatalaksanaan pada tumor
ovarium adalah operasi. Indikasi umum operasi pada tumor
ovarium melalu screening USG umumnya dilakukan apabila
besar tumor melebihi 5 cm baik dengan gejala maupun tanpa
gejala. Hal tersebut diikuti dengan pemeriksaan patologi anatomi
untuk memastikan keganasan sel dari tumor tersebut. Prognosis
kista jinak sangat baik, namun pada keganasan ovarium, angka
harapan hidup 5 tahun hanya mencapai 46%