Anda di halaman 1dari 15

PAMERAN

MUHAMMAD IQBAL
ARIF MUKHSIN
YULIGA SUCI RAHMI
TERI SELVI YENI
Pengertian pameran
Pameran adalah suatu
kegiatan penyajian karya seni
rupa untuk dikomunikasikan
sehingga dapat diapresiasi
oleh masyarakat luas
Pengertian pameran
Pameran adalah suatu kegiatan
promosi yang dilakukan oleh suatu
produsen, kelompok, organisasi,
perkumpulan tertentu dalam bentuk
menampilkan display produk kepada
calon relasi atau pembeli
Pengertian pameran
Pameran adalah memperkenalkan atau
menunjukan hasil karya seni rupa atau
hasil produksi kepada masyarakat
luas. Pameran merupakan cara untuk
melakukan komunikasi antara pencipta
karya dan penikmat karya seni rupa
Jenis-jenis Pameran
Pameran Tetap (Permanent
Exhibition)
Pameran Temporer
(Temporary Exhibition)
Pameran Keliling (Traveling
Exhibition)
Pameran Tetap
(Permanent Exhibition)
Pameran yang menyajikan karya-karya
koleksi Galeri Nasional Indonesia
secara periodik yang ditata
berdasarkan konsep kuratorial dan
diselenggarakan oleh Galeri Nasional
Indonesia.
Waktu penyelenggraan Pameran Tetap
berlangsung minimal 1 kali dalam satu
tahun
Pameran Temporer
(Temporary Exhibition)
Pameran tunggal atau pameran bersama
yang menyajikan karya-karya seni rupa
dalam jangka waktu tertentu yang
diselenggarakan oleh Galeri Nasional
Indonesia atau kerjasama dengan pihak
lain.
Waktu penyelenggaraan Pameran Temporer
berlangsung minimal selama 10 hari,
maksimal berlangsung selama 30 hari.
Pameran Keliling
(Traveling Exhibition)
Pameran yang menyajikan karya-karya
koleksi Galeri Nasional Indonesia maupun
karya di luar koleksi Galeri Nasional
Indonesia ke berbagai daerah di Indonesia
dan atau di luar negeri yang
diselenggarakan oleh Galeri Nasional
Indonesia atau kerjasama dengan pihak
lain.
Waktu penyelenggaraan Pameran Keliling
minimal berlangsung selama 10 hari.
Pelaksanaan Pameran
Untuk menghasilkan suatu
penyelenggaraan pameran yang baik
diperlukan persiapan yang matang.
Persiapan pameran dilakukan oleh
para penyelenggara pameran secara
tersusun dengan tahap-tahap sebagai
berikut:
1. Menentukan tujuan diselenggarakannya pameran.
2. Menenentukan tema pameran.
3. Membuat rencana materi yang akan dipamerkan.
4. Mengundang instansi, lembaga, organisasi profesi dan
swasta untuk menjadi peserta pameran, berdasarkan
rencana yang telah dibuat.
5. Mempersiapkan area pameran yang memadai
berdasarkan jumlah peserta yang mengikuti pameran.
6. Menyiapkan juru penerang yang benar-benar
menguasai materi.
7. Mengumumkan adanya pameran tersebut di tempat-
tempat tertentu agar diketahui oleh masyarakat
banyak, misalnya dengan penempelan poster,
spanduk, atau pemanfaatan media massa lain.
8. Mempersiapkan pemantauan dan evaluasi
penyelenggaraan pameran.
Jenis-jenis Media yang
Digunakan dalam Pameran
Untuk memanfaatkan rasa antusias
masyarakat yang mendatangi pameran,
maka pameran harus dibuat sedemikian rupa
agar masyarakat lebih tertarik pada objek
yang dipamerkan.
Dengan demikian pelaksanaan pameran
perlu direncanakan dengan matang serta
perlu diperhatikan media apa saja yang kira-
kira akan menarik minat perhatian orang
banyak yang akan disajikan dalam pameran.
Pada dasarnya jenis media apapun dapat
dimanfaatkan sebagai alat bantu
penyelenggaraan pameran.
Namun demikian, pemakaiannya harus
disesuaikan dengan tujuan pameran itu sendiri
yaitu menarik minat dan perhatian serta
menggugah hati sasaran.
Mengingat pameran memiliki sifat
memperlihatkan sesuatu, maka sebaiknya media
yang digunakan adalah berupa media visual,
walaupun tidak menutup kemungkinan dipakainya
media audio visual.
Dalam penyelenggaraan pameran,
media yang biasa dipergunakan
adalah:
1. Media visual dua dimensi pada bidang yang tidak
transparan. Termasuk dalam kelompok ini adalah
gambar, peta, grafik, bagan, foto dan poster.
Berbagai macam papan seperti papan tulis, papan
flanel, papan magnet atau papan peragaan
merupakan media statis yang dapat dijadikan
tempat dipasangnya media visual dua dimensi
tersebut.
2. Media visual tiga dimensi. Contoh dari kelompok
ini adalah benda asli, model, barang contoh atau
spesimen, mock-up atau alat tiruan sederhana,
diorama, bak pasir dan lain-lain.
Manfaat Pelaksanaan Pameran
Ditinjau dari jumlah sasaran yang ingin dicapai, pameran
termasuk jenis metode penyuluhan yang menggunakan
pendekatan massal.
Melalui pendekatan ini, banyak manfaat yang dapat
diperoleh dari pelaksanaan pameran, antara lain:
menarik perhatian dan meningkatkan pengertian banyak
orang
memberikan alternatif usahatani kepada pengunjung
terhadap cara-cara baru
menumbuhkan daya tarik pada kegiatan-kegiatan
penyuluhan
memperlihatkan proses perbaikan teknologi pertanian dari
masa ke masa