Anda di halaman 1dari 50

Pelaksanaan

Penjaringan Kesehatan Gigi Dan Mulut

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat

Review Penjaringan Kesehatan Anak Sekolah


Pontianak, 17 Febuari 2016
GARIS BESAR PENYAJIAN

1.Pendahuluan
2.Kebijakan Kesehatan Gigi Sekolah
3.Pemeriksaan Penjaringan Kesehatan Gigi dan
Mulut

2
PENDAHULUAN
Poor oral health can increase
school absence,
further exacerbating
school performance problems.
(Milgrom, 1998)

Menurut WHO lebih dari 50 juta jam sekolah


pertahun hilang sebagai akibat yang ditimbulkan
oleh sakit gigi pada anak
Sasaran MDGs

2. Mewujudkan pendidikan dasar secara umum


4. Menurunkan angka kematian anak
8. Mengembangkan kemitraan global untuk
pembangunan
UU Kesehatan No.36 tahun 2009
Kesehatan sekolah diselenggarakan untuk meningkatkan
Pasal kemampuan hidup sehat peserta didik dalam lingkungan
hidup sehat sehingga peserta didik dapat belajar, tumbuh,
79 dan berkembang secara harmonis dan setinggi-tingginya
menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.

Upaya pemeliharaan kesehatan remaja untuk


mempersiapkan menjadi orang dewasa yang sehat dan
Pasal produktif baik sosial maupun ekonomi termasuk untuk
136 reproduksi remaja dilakukan agar terbebas dari berbagai
gangguan kesehatan yang dapat menghambat
kemampuan menjalani kehidupan reproduksi secara sehat

Pemerintah berkewajiban menjamin agar remaja dapat


Pasal memperoleh edukasi, informasi, dan layanan mengenai
137 kesehatan remaja agar mampu hidup sehat dan
bertanggung jawab.
Tujuan Kesehatan Sekolah
(UU No. 36 Tahun 2009)
Meningkatkan Peserta didik
kemampuan hidup sehat Hidup Sehat
peserta didik dalam Lingkungan
lingkungan hidup yg
Sekolah Sehat
sehat , sehingga peserta
didik belajar, tumbuh dan Belajar , tumbuh
dan berkembang
berkembang secara
harmonis dan setinggi
SDM yg Berkualitas
tingginya menjadi
sumber daya manusia yg
PERMASALAHAN KESEHATAN GIGI
DAN MULUT
1. Masalah Kesehatan Gigi
a. Menjadi keluhan kesehatan masyarakat ke 5
dan urutan ke 4 dari 10 besar penyakit rawat
jalan di rumah sakit (Profil Kesehatan, 2011)
b. Riskesdas 2013 menunjukan DMF-T pada anak usia
12 tahun adalah 1,38. DMF-T secara umum
adalah 4,58.
c. Kebiasaan menyikat gigi sudah sebesar 93,8 %
tetapi yang menyikat dengan benar hanya 2,3 %
2. Kondisi Geografi dan fasilitas infrastruktur (air, listrik
dan jalan) perlu dukungan Lintas Sektor
3. Sarana dan prasarana alat kesehatan
4. Distribusi tenaga kesehatan gigi yang tidak merata subdityankesgilut
Tiga dampak karies
gigi terhadap
pertumbuhan dan
perkembangan anak
prasekolah (Mouradian,
2001; Sheiham, 2006):
1. karies gigi tidak
terawat menyebabkan
rasa sakit sehingga
mengganggu asupan
makan anak yang
penting untuk
perkembangan otak,
2.Rasa sakit
menimbulkan
gangguan tidur dan
selanjutnya
mengganggu
produksi glucosteroid
dan pertumbuhan
anak, selanjutnya
rasa sakit tersebut
mengganggu
konsentrasi belajar
3. Inflamasi kronis dari
karies gigi dapat
menekan hemoglobin
dan selanjutnya
menimbulkan anemia
karena produksi eritrosit
dalam sumsum tulang
menjadi berkurang.
Anemia selanjutnya akan
mengganggu
performansi anak dalam
belajar
KEBIJAKAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT
DI SEKOLAH
Pendahuluan
Anak usia sekolah merupakan kelompok umur
yang rentan terhadap penyakit gigi dan mulut
terutama karies dan prevalensinya sangat
tinggi di sebagian besar negara-negara Asia
Pasifik. Hal ini disebabkan karena pada
umumnya anak-anak senang mengkonsumsi
jenis makanan yang mengandung gula dan
jarang membersihkan gigi dan mulutnya.
Biaya pengobatan penyakit gigi dan mulut
sangat tinggi dan diperlukan tenaga kesehatan
terlatih dalam jumlah besar
strategi paling efektif adalah dengan program
kesehatan gigi dan mulut yang bersifat promotif
dan preventif.
PENDEKATAN PADA DEWASA UKGS tingkat lanjut
KELOMPOK RESIKO bagi anak SMP/A &
TINGGI remaja

Kesiapan
LANSIA calon ibu
UKGS
tingkat
dasar

Pelayanan bagi
balita UKGS &
PAUD/
UKGS
Posyandu
Self care Inovatif
Pelayanan Pemeliharaan kesgilut
bagi bayi Meja skrining/promkes
Pemeriksaan di Posyandu
kehamilan Penilaian faktor resiko
karies
Upaya preventif
Pemeliharaan
kesgilut
Pemeliharaa (pembiasaan
n kesgilut menyikat gigi sejak
Skrining
pada bayi dini/knee to knee)
kesgilut
Pemeliharaa ASI eksklusif
Pemberian makan
n kesgilut
Menghindari susu
USAHA KESEHATAN GIGI SEKOLAH
Upaya kesehatan masyarakat
yang ditujukan untuk
memelihara, meningkatkan
kesehatan gigi dan mulut seluruh
peserta didik di sekolah binaan
yang ditunjang dengan upaya
kesehatan perorangan berupa
upaya kuratif bagi peserta didik
yang memerlukan perawatan
kesehatan gigi dan mulut
Tujuan
Umum:
Meningkatkan derajat kesehatan gigi dan
mulut peserta didik yang optimal.

Khusus:
a. Meningkatkan pengetahuan, kesadaran,
perilaku dalam memerlihara kesgilut.
b. Peran serta guru, dokter kecil, orang tua
dalam upaya promotif dan preventif
c. Terpenuhinya kebutuhan pelayanan gigi
dan mulut
Ruang Lingkup:
Penyelenggaraan pendidikan kesehatan gigi-mulut,
meliputi:
Pemberian pengetahuan tentang kesgilut
Latihan atau demonstrasi memelihara kebersihan dan
kesehatan gigi-mulut
Penanaman Kebiasaan pola hidup sehat dan bersih
Penyelenggaraan
(PHBS) pelayanan kesehatan gigi-mulut,
meliputi:
Pemeriksaan dan penjaringan kesehatan gigi dan
mulut peserta didik
Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut perorangan
Pencegahan penyakit gigi dan mulut
Perawatan kesehatan gigi dan mulut
Rujukan kesehatan gigi dan mulut
TAHAPAN UKGS
a. UKGS Tahap
I /Paket
Minimal UKS
b. UKGS Tahap
II / Paket
Standar UKS
c. UKGS Tahap
III/Paket
Optimal UKS
Kegiatan pada UKGS tahap I
Pendidikan dan penyuluhan kesehatan gigi dilaksanakan
oleh guru penjaskes / guru pembina UKS/ dokter
kecil sesuai dengan kurikulum yang berlaku (Buku
Pendidikan Olahraga dan Kesehatan) untuk semua murid
kelas 1-6, dilaksanakan minimal satu kali tiap bulan
Pencegahan penyakit gigi dan
mulut dengan melaksanakan
kegiatan sikat gigi
bersama setiap hari
minimal untuk kelas I, II, dan
III dibimbing oleh guru dengan
memakai pasta gigi yang
mengandung fluor
Kegiatan pada UKGS tahap II
Pelayanan kesehatan gigi dan mulut untuk murid SD dan MI sudah
terjangkau oleh tenaga dan fasilitas kesehatan gigi yang
terbatas
Kegiatan UKGS tahap I,dengan kegiatan tambahan :
a. Penjaringan kesehatan gigi dan mulut untuk kelas I pada
awal tahun ajaran diikuti dengan pencabutan gigi sulung yang sudah
waktunya tanggal, dengan persetujuan tertulis (informed consent)
dari orang tua dan tindakan dilakukan oleh tenaga kesehatan gigi.
b. Pengobatan darurat untuk menghilangkan rasa sakit oleh
guru.
c. Surface protection pada gigi molar tetap yang sedang
tumbuh
d. Rujukan bagi yang memerlukan
Kegiatan pada UKGS tahap III
Pelayanan kesehatan gigi dan mulut untuk murid yang sudah
terjangkau tenaga dan fasilitas kesehatan gigi yang sudah
memadai
Kegiatan UKGS tahap II dengan tambahan kegiatan:
a. Fissure sealant pada gigi molar tetap murid kelas 1 dan 2.
b. Pelayanan medik gigi dasar atas permintaan pada murid
kelas I sampai dengan kelas VI ( care on demand )
c. Rujukan bagi yang memerlukan
PENJARINGAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT
DI SEKOLAH
Penjaringan Siswa
Pengertian :
Pemeriksaan gigi dan mulut secara
klinis yang sederhana
Tujuan :
untuk mengetahui keadaan kesehatan gigi
dan mulut peserta didik dan menentukan
prioritas sasaran untuk dijadikan
pertimbangan dalam menyusun program
kesehatan gigi dan mulut di sekolah
PERSIAPAN PENJARINGAN
Persiapan :
1.Menentukan jadwal pelaksanaan.
2.Menyiapkan alat pemeriksaan gigi
. Tenaga Pelaksana :
1. Dokter Gigi
2. Terapis Gigi / Perawat gigi
3. Perawat umum (jika tidak ada nakes gigi)
NO ALAT & SARANA FUNGSI JUMLAH
1Kaca Mulut + Tangkai Kaca Mulut Pemeriksaan Gigi 10 Buah
2Sonde Lengkung Pemeriksaan Gigi 10 Buah
3ekskavator berujung dua Pemeriksaan Gigi 5 Buah
4Pinset Gigi Pemeriksaan Gigi 5 Buah
Perlengkapan
1 Head lamp / Senter Pemeriksaan Gigi 1 Buah
2 Baki Logam tempat alat steril tertutup Pemeriksaan Gigi 1 Buah
3 Toples pembuangan kapas Pemeriksaan Gigi 1 Buah
4 Baskom tempat cairan steril Pemeriksaan Gigi 2 Buah
5 Handuk Pemeriksaan Gigi 1 Buah
6 Tas alat tempat KIT Pemeriksaan Gigi 1 Buah
7 Kapas
8 Kasa
9 Masker
10 Sarung tangan
11 Cairan disinfektan (Klorin 0,5%)
12 Sabun tangan atau antiseptik 25
Pemeriksaan Gigi dan
Mulut
Pemeriksaan meliputi :
I. Keadaan Rongga Mulut
II. Keadaan Gigi
III. Keadaan Gusi dan Kebersihan Mulut
Pelaksanaan
Pemeriksaan
Posisi siswa dan petugas
Siswa yang diperiksa duduk menghadap
cahaya
Kepala murid disandarkan sedikit mendongak.
Petugas duduk didepan sebelah kanan dari
siswa yang diperiksa agar dapat dengan
mudah melihat keadaan mulut murid
I. Pemeriksaan Keadaan Rongga Mulut
Pemeriksaan menggunakan kaca mulut secara teliti dan
berurutan mulai dari bibir, mukosa pipi sebelah
kanan, sulkus sebelah atas dan bawah, mukosa pipi
sebelah kiri, mukosa langit-langit, permukaan lidah,
tepi lidah dan dasar mulut

Kesimpulan Pemeriksaan Rongga Mulut :


a. Rongga mulut sehat : tidak ada kelainan atau
b. Rongga mulut tidak sehat : adanya kelainan atau
lesi pada bibir, langit-langit, seluruh mukosa mulut,
lidah dan dasar mulut, seperti celah bibir, celah
langit-langit, lesi sudut mulut, stomatitis aphtosa,
lidah kotor (berselaput putih yang sulit dilepas), atau
II. Keadaan Gigi
Pemeriksaan menggunakan kaca mulut
datar dan sonde lengkung. Sonde
digunakan tanpa tekanan
Pemeriksaan gigi secara berurutan
sesuai kwadran gigi mulai dari kwadran
I (kanan atas), II (kiri atas), III (kiri
bawah) dan IV (kanan bawah)
Permukaan gigi yang diperiksa mulai
dari permukaan kunyah (oklusal),
permukaan mesial, buccal/labial, distal
29
II. Keadaan Gigi
Pemeriksaan menggunakan kaca mulut
datar dan sonde lengkung. Sonde
digunakan tanpa tekanan
Pemeriksaan gigi secara berurutan
sesuai kwadran gigi mulai dari kwadran
I (kanan atas), II (kiri atas), III (kiri
bawah) dan IV (kanan bawah)
Permukaan gigi yang diperiksa mulai
dari permukaan kunyah (oklusal),
permukaan mesial, buccal/labial, distal
30
Kesimpulan Keadaan Gigi :
a. Gigi sehat
Gigi tidak ada karies (berlubang), termasuk gigi
dengan white spot, gigi berubah warna atau bernoda
kasar, gigi dengan pit dan fissure hitam yang
menahan ujung sonde tetapi tanpa dasar/dinding yang
lunak
b. Gigi berlubang/karies
Gigi dengan karies, yaitu lesi berupa rongga pada
permukaan halus gigi atau pit dan fissure,
dengan dasar atau dinding yang lunak
Gigi yang sedang dirawat atau dengan tambalan
sementara
c. Gigi fraktur* 31
Gigi Berlubang
Pemeriksaan fisik dengan alat bantu
kaca mulut, dan kalau perlu dengan
sonde/ekskavator.
Gejala yang diperhatikan adalah
kerusakan pada bentuk anatomi gigi:
lubang pada dataran kunyah gigi graham
Lubang di sela gigi (graham atau gigi
depan)
Mahkota gigi hancur dan tertinggal akar gigi
Lubang gigi
Gigi Patah/ruda paksa
III. Keadaan Gusi dan
Kebersihan Mulut
Pemeriksaan gusi menggunakan
kaca mulut secara berurutan mulai
dari sisi kanan atas, sisi kiri atas,
sisi kiri bawah dan sisi kanan
bawah
Selain memeriksa gusi, juga dilihat
kebersihan rongga mulut dan
keadaan-keadaan yang
berhubungan dengan kondisi
35
Gigi tertutup kotoran karang
gigi
Pemeriksaan fisik dengan alat bantu kaca mulut
dan sonde:
Permukaan gigi tertutup dengan endapan lunak
seperti mentega
Pada umumnya endapan keras (karang gigi)
menempel pada bagian gigi yang menghadap ke
lidah (gigi rahang bawah), dan bagian geraham yang
menghadap ke pipi (untuk geraham di rahang atas),
dapat pada permukaan gigi yg mengahadap bibir.
Warna endapan bervariasi dari putih kekuningan
sampai hijau kecoklatan
Gusi
Pemeriksaan fisik dengan alat bantu
kaca mulut
Gusi bengkak
pembengkakkan pada gusi terlihat seperti
kedelai berwarna putih kekuningan, pada
umumnya tidak sakit
Pembengkakan pada gusi agak difus sakit
bila ditekan
Gusi luka
Pecahnya benjolan putih
kekuningan(kedelai)
Luka pada gusi yg dapat digerakkan
mempunyai batas yang jelas berwarna
merah.
Gusi berdarah
- Gusi berdarah spontan atau bila disentuh
KEADAAN GUSI
Kotoran dan Karang gigi
Lidah kotor
Indikasi adanya peradangan gastro
intestinal
Kesimpulan hasil pemeriksaan gusi dan
kebersihan mulut :
a. Gusi sehat :
Gusi berwarna merah muda, kenyal dan tidak mudah
berdarah
b. Gusi radang :
Gusi bengkak, berwarna lebih merah, tampak mengkilap
Gusi berwarna merah menyala, papil gusi membengkak,
membentuk seperti pita merah sepanjang batas gigi,
mudah berdarah tanpa disentuh atau dari keterangan
murid pernah/sering berdarah saat menyikat gigi atau
berkumur
c. Adanya karang gigi
yaitu endapan keras seperti kapur berwarna
kekuningan, pada permukaan gigi atau area batas gigi
dan gusi
d. Adanya plak dipermukaan gigi dan debris atau
42 sisa-sisa
Pencatatan: catat kelainan-kelainan tersebut
pada kartu perjaringan bila ditemukan:

Gigi berlubang
Gigi patah
Gigi kotor/karang gigi
Kelainan gusi (gusi bengkak, luka,
mudah berdarah
Lidah kotor
Sariawan/stomatitis
Tindak Lanjut Penjaringan
Kesehatan Gigi dan Mulut
Penyuluhan individu (chair side talk) pada saat
pemeriksaan
Penyuluhan kelompok yang terjadwal tentang
rongga mulut, karies gigi, pencegahan karies,
perawatan gigi karena karies & kebersihan
rongga mulut
Demonstrasi menyikat gigi yang benar
Kegiatan sikat gigi bersama
Feedback ke skolah dan orangtua
Rujukan/tindak lanjut bagi yang memerlukan
44
Formulir Pemeriksaan Gigi
PENJARINGAN KESEHATAN MURID SD/MI
FORMULIR PEMERIKSAAN GIGI DAN MULUT

Kelas : .....................................
Nama : ..................................... L/P*
Umur : .....................................

I. Keadaan Rongga Mulut


Isi kotak dengan tanda " " sesuai kondisi rongga mulut

Celah bibir/langit-langit*
Luka pada sudut mulut
Sariawan

Lidah kotor
Lokasi : ................
Luka-luka lain ..... 45
II. Kondisi Gigi
Isi kotak pada diagram gigi dengan simbol sesuai kondisi
gigi

Gigi Susu Gigi Tetap Status Gigi


A 0 Gigi tidak ada karies
B 1 Gigi dengan karies (berlubang)
C 2 Gigi ada tambalan dan karies
D 3 Gigi ada tambalan tanpa karies
Gigi tanggal (hilang) disebabkan
E 4 karies
Gigi tanggal (hilang) karena sebab
F 5 lain
Gigi dengan fissure sealant/pelapisan
6 gigi
Protesa cekat/crown, abutment,
H 7 veneer
8 Gigi tidak tumbuh

Diagram Gigi
46

Formulir Keadaan Gusi,
Kebersihan Gigi dan Kondisi
Lainnya
Keadaan gusi, kebersihan gigi dan kondisi
III.
lainnya
Isilah kotak di bawah dengan tanda "" sesuai keadaan yang dilihat

Gusi sehat

Gusi mudah berdarah

Gusi bengkak

Gigi kotor (ada plak & sisa makanan)

Karang gigi

Susunan gigi depan tidak teratur

47
Penjelasan Pengisian Formulir
Gigi

ISTILAH PENJELASAN


Diagram gigi Susunan gigi tetap atau gigi susu pada 4 kwadran rahang (dimulai dari
kwadran I rahang atas kanan, kwadran II rahang atas kiri, kwadran III rahang
bawah kiri dan kwadran IV rahang bawah kanan). Gigi dilambangkan dalam
bentuk notasi yang terdiri atas 2 angka. Angka pertama melambangkan
kwadran, angka kedua posisi gigi dimulai dari garis tengah gigi. Kwadran I, II,
III dan IV disimbolkan dengan angka 1, 2, 3 dan 4 untuk gigi permanen dan
angka 5, 6, 7, 8 untuk gigi susu.

48
Penjelasan Pengisian Diagram
Simbol Kondisi
Gigi
Gigi Susu Gigi Tetap Status Gigi
Jika mahkota gigi yang diperiksa memperlihatkan ketiadaan karies secara
klinis baik yang sudah dirawat atau belum dirawat. Termasuk kondisi-kondisi
A 0 yang menyerupai tahap awal karies seperti bercak putih (white spot), bercak
berwarna, pit dan fissur yang hitam tapi tanpa dasar/dinding yang lunak, dan
abrasi gigi
Jika tampak pada mahkota gigi adanya lubang pada pit dan fissur atau
permukaan gigi . Termasuk dalam kategori ini gigi dengan tambalan
B 1
sementara, atau sebagian besar mahkota sudah hancur. Gunakan sonde
untuk memastikan adanya karies pada permukaan gigi.
Jika mahkota gigi memiliki satu atau lebih dari satu tambalan permanen
C 2 yang disertai satu atau lebih dari satu karies, berkontak atau tidak dengan
tambalan
Jika mahkota gigi memiliki satu atau lebih tambalan permanen tanpa disertai
D 3 adanya karies di permukaan mana saja di mahkota gigi tersebut. Termasuk
kategori ini gigi yang di restorasi dengan crown
Jika gigi yang dicabut/hilang disebabkan oleh karies. Untuk gigi susu, kode ini
E 4
digunakan bila anak belum mencapai usia normal gigi tersebut tanggal
Gigi tetap sudah tanggal (hilang) karena sebab lain (bukan karena karies),
5 seperti tidak tumbuh karena faktor kongenital, dicabut karena perawatan
ortodontik, penyakit periodontal atau trauma
Jika pada gigi terdapat sealant pada pit dan fissure di permukaan kunyah,
F 6 termasuk yang diperlebar dan ditutup composite. Jika sealant
49
disertai karies,
dikelompokkan ke dalam kode 1 atau B
TERIMAKASIH
Email :
subdityankesgilut@gmail.com 50