Anda di halaman 1dari 21

WAWASAN KEBANGSAAN DALAM

KEHIDUPAN BERBANGSA DAN


BERNEGARA DALAM KONTEKS
NEGARA KESATUAN REPUBLIK
INDONESIA (NKRI)

Kelompok 7
Indonesia terkenal dengan pluralitas
suku bangsa yang mendiami kepulauan
nusantara. Di dalam penelitian etnologis
misalnya, diketahui bahwa Indonesia
terdiri atas kurang lebih 600 suku bangsa
dengan identitasnya masing-masing serta
kebudayaannya yang berbeda-beda.
Kondisi Masyarakat Indonesia yang Bersifat
Pluralistis

Masyarakat Indonesia adalah masyarakat


yang majemuk (pluralistis). Kemajemukan
masyarakat Indonesia itu ditandai oleh beberapa
faktor, yaitu:
1. perbedaan suku,
2. agama,
3. ras/etnis, dan
4. antar golongan serta kebudayaan lokal yang
beraneka ragam.
Hubungan antara Wawasan Lokal dan
Wawasan Nasional

Wawasan nasional, cara pandang suatu


bangsa dalam hidup bermasyarakat, berbangsa,
dan bernegara serta dalam hubungan
antarnegara yang merupakan hasil perenungan
filsafat tentang diri dan lingkungannya dengan
memperhatikan sejarah dan kondisi sosial
budaya serta memanfaatkan tatanan geografis
guna menciptakan dorongan dan rangsangan
dalam usaha mencapai tujuan nasional.
Wawasan lokal, dapat digunakan sebagai
cara pandang setiap daerah untuk mengetahui
dan memperbaiki berbagai kekurangan yang
dimilikinya. Hal ini disebabkan, karena bangsa
Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa,
yang memeluk agama, kepercayaan, bahasa
daerah, dan adat istiadat yang berbeda-beda.
Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
Indonesia, keberadaan wawasan nasional, pada
dasarnya digunakan sebagai jembatan
penghubung dan pemersatu bagi wawasan lokal
yang terdapat di setiap daerah atau geografis
nusantara. Jadi, wawasan lokal pada dasarnya
berbeda dengan wawasan nasional.
Nilainilai wawasan kebangsaan :
Pengorbanan : kesediaan mereduksi
kepentingan pribadi-daerah-golongan
demi kepentingan bangsa
Kesederajatan : kesempatan yg sama
untuk berperan demi bangsa
Kekeluargaan : kesediaan untuk menjalin
hubungan harmonis diantara sesama
anak bangsa.
Tujuan wawasan kebangsaan :
Bangsa yg kuat, rukun bersatu, berdaya saing
tinggi, sejahtera
Terjaganya sejarah kebangsaan indonesia &
cinta NKRI;
Revitalisasi-reaktualisasi nilai-nilai pancasila
Meredam berkembangnya penonjolan
primordialisme sempit, kesukuan, kedaerahan,
& mencegah disintegrasi bangsa
Meningkatkan kualitas penangkal maya demi
lestarinya bangsa
Analisis Kritis SARA dalam Pluralitas bangsa
Indonesia

SARA, yang merupakan akronim dari


Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan,
adalah sebuah fenomena
kemasyarakatan yang tumbuh dan
berkembang dalam kehidupan
masyarakat Indonesia.
Namun demikian, tidak jarang muncul
persepsi negatif berkaitan dengan SARA
ini. Berbagai konflik, kerusuhan dan
gejolak sosial yang timbul di dalam
masyarakat kita, hampir semua dikaitkan
dan bahkan dituduhkan kepada persoalan
SARA.
Dampak sosiologis dari kondisi ini,
konstruksi sosial tentang SARA dalam
masyarakat lebih didominasi oleh
perspektif rezim. Karena SARA menurut
negara merupakan sumber perpecahan
sosial, maka menjadi suatu pengetahuan
atau realitas yang ditabukan.
Pemahaman realitas SARA hendaknya harus
dirajut kembali. Ideologi dan perspektif terhadap
SARA, perlu penataan ulang dalam dimensi pikir,
dari ideologi bahwa SARA sebagai sumber
pemicu perpecahan sosial, menjadi SARA
sebagai kekuatan untuk pemberdayaan dan
demokrasi masyarakat. Langkah ini, kiranya tidak
bisa dilakukan secara gegabah, dan karena itu
memerlukan pemikiran yang serius dan penuh
kehati-hatian. Sebab realitas SARA memang
rentan dengan konflik yang kadang penuh dengan
kerawanan untuk saling bertabrakan.
Salah satu caranya adalah dengan
meletakkan peran negara sebagai
fasilitator, dinamisator dan stabilisator
kekuatan-kekuatan yang ada dalam
komponen SARA. Negara juga harus
mampu menjembatani atau
mengakomodasi setiap benturan
kepentingan.
Hubungan Wawasan Kebangsaan dan
Integrasi Nasional

Wawasan kebangsaan Indonesia dapat


didefinisikan sebagai cara pandang kesatuan
kebangsaan Indonesia. Dia bukanlah benda,
akan tetapi lebih erat dengan konsep kerangka
berpikir dan mentalitas. Jika dikaitkan dengan
sifat pluralitis masyarakat Indonesia, maka
substansi wawasan kebangsaan adalah
integrasi nasional, atau setidaknya integrasi
nasional ini merupakan unsur atau aspek
terpenting dalam wawasan kebangsaan.
Makna Nasionalisme dalam Perspektif
Indonesia

Nasionalisme dan negara-bangsa bukan


saja memperhatikan kesejajaran antara massa
rakyat dengan penguasa, tapi sekaligus di
dalamnya melekat impian-impian (harapan dan
aspirasi) massa rakyat yang harus diwujudkan.
Substansi nasionalisme dan negara-bangsa
mencakup antara lain mengenai demokrasi,
keadilan sosial, kesejahteraan dan HAM.
TERIMAKASIH
PERTANYAAN

Nama :
Pertanyaan :

Nama :
Pertanyaan :
PERTANYAAN

Nama :
Pertanyaan :

Nama :
Pertanyaan :
PERTANYAAN

Nama :
Pertanyaan :

Nama :
Pertanyaan :
PERTANYAAN

Nama :
Pertanyaan :

Nama :
Pertanyaan :
PERTANYAAN

Nama :
Pertanyaan :

Nama :
Pertanyaan :