Anda di halaman 1dari 20

Luka bakar

Oleh:
Yuliana Simovera Gurang

Pembimbing:
dr. Jean E. Pello, SpB

FK UNDANA
RSUD PROF. DR. W.Z. JOHANNES
Berdasarkan Kedalaman Luka Bakar

Luka Bakar Derajat I

Meliputi :

Kerusakan jaringan terbatas pada superfisial


(epidermis)
Perlekatan epidermis dengan dermis tetap
terpelihara baik
Kulit kering, hiperemis, memberikan efloresensi
berupa eritema
Nyeri karena ujung ujung saraf sensorik
tersentisasi
Regenerasi epitel spontan dalam 5 7 hari
Contoh : luka bakar akibat sengatan
matahari (sun-burn)

2
Luka Bakar Derajat II
o Kerusakan meliputi seluruh ketebalan epidermis dan
sebagian superfisial dermis
o Respon yang timbul berupa reaksi inflamasi akut disertai
proses eksudasi
o Nyeri karena ujung ujung saraf sensorik teriritasi
o Dibagi menjadi 2 :
Derajat II dangkal
Derajat II dalam

Derajat II Dangkal
Kerusakan mengenai epidermis dan sebagian
(sepertiga bagian superfisial) dermis
Dermal-epidermal juction mengalami kerusakan
sehingga terjadi epidermolisis yang diikuti
terbentuknya lepuh (bula, blister :
kharakteristik)
Apendises kulit (integumen, adneksa kulit)
seperti folikel rambut, kelenjar keringat,
kelenjar sebasea utuh.
Penyembuhan luka spontan antara 10 14 hari. 3
Derajat II Dalam
Kerusakan mengenai hampir seluruh (duapertiga
bagian superfisial) dermis
Apendises kulit sebagian utuh
Kerap dijumpai eskar tipis di permukaan kulit
Penyembuhan luka lebih lama tergantung
apendises yang tersisa, > 2 minggu

4
Luka Bakar Derajat III
Kerusakan meliputi seluruh ketebalan kulit
serta lapisan yang lebih dalam
Apendises kulit mengalami kerusakan
Kulit yang terbakar berwarna pucat atau
lebih putih karena terbentuk eskar
Tidak dijumpai rasa nyeri bahkan hilang
sensasi karena ujung ujung saraf sensorik
mengalami kerusakana atau kematian
Penyembuhan terjadi lama. Proses
epitelialisasi spontan dari tepi luka tidak
dimungkinkan.

5
6
7

18% 18%
3%

8
7% 1%
9
7%

2,5%
1%

18%

2,5%

18%
10
Breathing
Assume CO exposure

Inhalation of toxic

Airway fumes, carbon


particles
Assess for injury
Direct thermal injury
Establish and maintain
Oxygenate/Ventilate
patent airway early
Endotracheal

intubation
ABGs and CO levels
Circulation
Adequate venous access
Monitor vital signs
Hourly Urinary output
Adult : 30-50 ML/hour
Child : 1.0 ML/kg/hour

Circulation : Estimate Fluid Needs


2-4 ml warmed ringer,s lactate
Solution / kg / % BSA in 1st 24 hours
in first 8 hours
in next 16 hours
Based on time from injury
Monitor heard rate and urinary output


12
Metode resusitasi cairan
Metode Baxter
metode ini disebut juga metode Parkland.

4 ml/ kgBB/ luas Luka Bakar


cairan RL

-Separuh kebutuhan diberikan dalam 8 jam pertama


pasca trauma
-Separuh kebutuhan diberikan dalam 16 jam sianya
KASUS
IDENTITAS PASIEN
o Nama : Tn. Maksi Besi
o Umur : 38 tahun
o Jenis kelamin : Laki-laki
o Alamat : Naibonat
o Pekerjaan :-
o Agama : Kristen Protestan
o Tanggal masuk : 9 Maret 2014
o Tanggal pemeriksaan : 10 Maret 2014
Keluhan Utama
Luka bakar di badan

Riwayat Penyakit Sekarang


Seorang pasien laki-laki usia 38 tahun, datang ke UGD diantar oleh
keluarganya dengan keluhan terdapat luka bakar pada sekujur tubuhnya.
Pasien dikatakan terendam air mendidih, 30 detik karena terjatuh masuk
ke dalam panci air panas, sekitar 30 menit SMRS. Menurut keluarga, saat
pasien hendak BAK, pasien tidak menyadari ada panci berisi air mendidih
di bawah lantai, karena listrik padam sehingga pasien tidak menyadari, lalu
pasien tersandung dan jatuh terduduk pada panci yang berisi air mendidih.
Pasien lalu diberikan pertolongan pertama oleh keluarga dengan kompres
air dingin, sambil menunggu kendaraan untuk dibawa ke RS. Pasien
sempat dibawa ke RS naibonat, mendapat terapi cairan, lalu dirujuk ke
RSUD Prof. Dr. W.Z Johannes. Tidak ada riwayat hilang kesadaran. Keluhan
mual (+), muntah (-). Pasien hanya merasa kesakitan pada sekujur
tubuhnya yang terkena air panas, dan merasa lemas, mual (+), muntah (-),
nyeri sekujur tubuh (+).

Riwayat Pengobatan
Di RS naibonat pasien mendapat terapi cairan IVFD RL 4 fl lalu
dilanjutkan di RSUD karena langsung dirujuk
PEMERIKSAAN FISIK
Dilakukan pada tanggal 10 Maret 2014 pukul 17.00 WITA

Status Generalis
Keadaan umum: tampak sakit berat
Kesadaran : Compos mentis
Tanda vital: TD : 100/80 m
Nadi : 105 x/menit
Nafas : 22 x/menit
Suhu : 37,1oC
Habitus : Astenikus
Kepala dan Leher
Mata : Konjungtiva anemis (+/+), sklera ikterik (-/-), pupil isokor 3mm/3mm, refleks
cahaya langsung dan tidak langsung (+/+)
Telinga : Dalam batas normal
Hidung : Dalam batas normal
Mulut : Dalam batas normal
Leher : Pembesaran KGB(-)

Thoraks
Bentuk : Nomal, pelebaran vena (-), luka ataupun scar (-)
Paru-Paru
Inspeksi : Simetris saat statis dan dinamis, pelebaran sela iga (-)
Palpasi : Vocal Fremitus D=S normal, Nyeri tekan (-)
Perkusi : Sonor (+/+)
Auskultasi : Vesikular (+/+), Wheezing (-/-), Ronki (-/-)
Jantung
Inspeksi : Iktus cordis tidak terlihat
Palpasi : Iktus cordis teraba pada ICS 5 midklavikula sinistra,
Perkusi : Batas atas : ICS 2 lineaparasternal sinistra
Batas bawah: ICS 5 linea midklavikula sinistra
Batas kanan : ICS 2-4 linea Parasternal dextra
Batas kiri : ICS 3-ICS 5 linea midklavikula sinistra
Auskultasi : S1-S2 reguler, tunggal, murmur (-), gallop (-)

Abdomen
o Inspeksi : Perut tampak datar, venektasi (-), jejas/ massa (-)
kontur usus pada dinding abdomen (-), gerakan usus pada dinding
abdomen(-), combutio pada ke 4 kuadran abdomen, bulla (+), kulit
sekitar kehitaman
o Auskultasi : Bising Usus (+) Normal
o Palpasi : Nyeri tekan (-), massa (-), distensi (-), hepatomegali (-),
splenomegali (-)
o Perkusi : timpani pada seluruh lapangan abdomen
Genitalia
o Inspeksi : tampak combutio pada daerah genitalia eksterna, kulit sekitar
terbakar berwarna kehitaman, bulla (+), penis tampak udem (+), darah (-)

Status lokalis :
L : tampak combutio pada ke 4 kuadran abdomen, gluteus, pada
regio manus dekstra dan sinistra, pada regio genitalia, dan pada
kedua tungkai bawah, bulla (+), tampak kulit terkelupas pada regio
manus sinistra, area sekitar luka tampak kehitaman, darah (-)
F : nyeri tekan (+)
M : ROM terbatas
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Darah Lengkap 10 Maret 2014:
o HB : 15,4 g/dL
o RBC : 6,50 x106/uL
o WBC : 30,34 x 103/uL
o PLT : 309 x 103/uL
Pemeriksaan albumin tanggal 12 Maret
o Albumin : 2,01 g/dL

ASSESMENT
Combutio grade IIa/IIb (52%) ec. Air panas
PLANNING DIAGNOSIS
o DL
o Elektrolit
o Ureum creatinin

TERAPI
o MRS
o IVFD RL menurut Baxter
= 4 x BB x %LB
= 4 x 55 x 50
= 11000 cc 8 jam I = 5500cc; 16 jam II = 5500 cc
o Injeksi ceftriaxone 2 x 1 gr iv (skin test dulu)
o Injeksi ketorolac 2 x 1 amp
o Injeksi ranitidin 3 x 1 amp
o Rawat luka kompres NaCl
o Pasang kateter
o Observasi vital sign
o Diet TKTP