Anda di halaman 1dari 29

Sistem proyeksi,

georeference, dijitasi

Merubah sistem proyeksi


Georeferencing
dijitasi
Pembacaan koordinat peta

Pada peta dengan sisitem koordinat lat/long posisi X diwakili oleh garis bujur
(longitude) dan posisi Y diwakili oleh garis lintang (latitude). Sedangkan pada
peta dengan sistem koordinat UTM (Universal Transver Mercator) Norting
mewakili X dan Easting mewakili Y.
Mengaktifkan tool georeferencing

Klik kanan pada menu bar


pilih /aktifkan tool Georefencing
Menentukan titik GCP (Ground Control
Point) / titik acuan.

Registrasi peta ini dilakukan dengan menggunakan minimal 4 titik acuan yang
merepresentasikan keseluruhan area pada peta. Untuk memudahkan dalam proses ini,
umumnya titik acuan (TIK) yang digunakan adalah titik perpotongan garis lintang dan
bujur,hal ini karena titik-titiknya dengan mudah kita ketahui. Seperti pada gambar di
bawah ini.

Perlu di ingat bahwa untuk


garis lintang, 00 terletak di garis
khatulistiwa. Sehingga posisi daerah
yang berada di bawah garis
khatulistiwa, lintangnya harus di berikan
angka minus. Tanda minus dan plus
sebenarnya berfungsi untuk
membedakan bahwa suatu daerah
berada di bahagian bumi utara atau
selatan. Jadi jika posisi diatas berada di
bawah khatulistiwa maka lintangnya =
-5,675.
Memasukkan koordinat GCP

Memasukkan titik acuan dilakukan dengan add control point yang ada
pada Georeferencing
Klik kiri pada add control point icon
Lakukan pembesaran pada titik yang akan dimasukkan, untuk memperoleh
tampilan yang lebih baik pada titik sasaran. Kemudian klik kiri satu kali untuk
menandai posisi tepat pada perpotongan garisnya dan dilanjutkan dengan klik
kanan. Kemudian pilih input x and y
Jika nilai x dan y telah dimasukkan diakhiri dengan ok, kemudian lanjutkan
dengan 3 titik lain yang tersisa.
Untuk mengecek tingkat
akurasi dari masing-masing
titik dapat dilihat pada view
link table
Membuat Link Antar Layer

Pada Table of Content Klik Kanan pada layer vektor (referensi), zoom to
layer
Pastikan pada box layer merupakan file sumber (.jpg) yang akan
digeoreferensi

Klik Georeferencing dropdown dan pilih fit to display. Sehingga tampilan


layer vektor dan image akan bertumpukan seperti ini
Klik Icon Control Point Tool untuk membuat titik kontrol.
Tambahkan link dengan klik pada layer image dan hubungkan dengan layer
vektor, Gambar Vektor. Buat minimal 4 titik dan semakin banyak semakin
baik
Untuk menghapus control point dan mengecek keakurasian klik , maka akan
muncul jendela seperti ini

Untuk menghapus titik kontrol


pilih salah satu titik dan klik
icon
Usahakan Total RMS Error
mendekati angka Nol, Karena
semakin mendekati angka nol
akurasi semakin baik.
Setelah membuat beberapa titik kontrol dan dirasa sudah cukup fit, Save hasilnya
dengan cara Klik menu dropdown Georeferencing > Rectify

Tentukan Folder direktori penyimpanan pada kolom Output Location, dan tentukan
Nama file pada kolom Name
Memasukan nilai koordinat

Klik Icon Control Point Tool


Letakkan kursor Klik kiri pada pertemuan grid x dan y
Klik kanan input X and Y, maka akan muncul box

Define projection

Klik Icon untuk memunculkan window Arc Toolbox


buka Data Management Tool > Projection And Transformation > Define
Projection
Input layer yang akan di definisikan pada kolom Input Dataset or Feature
Class dengan Klik pada Icon , Kemudian pilih sistem proyeksi Klik pada Icon
Pilih sistem proyeksi, Klik
Muncul Jendela
Definisikan sebagai Geographic Coordinate System apabila pada saat
melakukan georeference kita menggunakan sistem koordinat Decimal Degree
atau DMS. Geographic Coordinate System > World > WGS 1984.prj,
Kemudian Klik Add
Transformasi system proyeksi

Buka Arc Toolbox


Untuk Mentransformasi data vektor pilih:
Data Management Tool Projection And
Transformation Feature Project
Untuk Transformasi data raster pilih
Data Management Tool Projection And Transformation
Raster Project Raster
Maka akan muncul jendela, sebagai berikut :
Digitasi on screen
pilih Editior pada menu bar
pilih start Editing. Selanjutnya ArcGIS akan meminta kita mengkonfirmasi
folder tempat penyimpanan tema/peta yang akan di edit.

2
Digitasi point
Editor>Start Editing.
Gunakan create new feature untuk membuat titik
Simpan melalui Editor> save edits

1 2 3
Digitasi line
Editor>Start Editing.
Gunakan create new feature untuk membuat titik
Simpan melalui Editor> save edits

1 2 3
Digitasi polygon
Editor>Start Editing.
Gunakan create new feature untuk membuat titik
Simpan melalui Editor> save edits

1 2 3
Tahapan memulai digitasi

Secara sederhana proses digitasi terdiri dari 3 tahapan:


Membuka sumber peta (analog, image, citra satelit)
Membuat Shapefile baru
Memulai mendijit (start editing)
Membuka sumber peta

Untuk membuka data seperti pelajaran di bab sebelumnya adalah dengan


menggunakan perintah add data
Membuat shapefile baru
buka ArcCatalog Klik Icon pada jendela ArcMap
pastikan terlebih dahulu direktori pada location merupakan tempat tujuan
kita membuat shapefile baru.
pada tempat yang kosong pilih New > Shapefile
Kemudian akan muncul jendela baru

Name: Menentukan
4 nama file yang akan
dibuat
5 ( Dilarang memakai
spasi, ganti dengan
1 underscore)
Feature Type: Untuk
menentukan tipe
2 3 6 feature ( Titik,
garis, poligon)
Edit: Untuk
menentukan sistem
7 proyeksi dan koordinat
Menyimpan hasil digitasi
Klik Editor > Start Editing
Klik menu editor , kemudian pilih stop editing.
Pilih yes untuk menyimpan hasil dijitasi.

2
Bekerja dengan tabel
Menampilkan table data

klik kanan pada tema/peta dan pilih Open Attribute Table.


Menambah kolom

Pilih Option di Tabel Data, kemudian pilih Add Fields


Kemudian akan muncul tampilan Add Field, isi kolom Name dengan nama
kolom (maksimal 10 karakter tanpa ada spasi).
Mengisi kolom

Langkahnya Editor>Star Editing


kemudian munculkan attributenya dengan cara klik kanan pada
Ttk_ketinggian > open
Menghapus kolom

Pilih kepala kolom yang akan dihapus


Klik kanan pada kepala kolom tersebut dan pilih delete field.
Query

pilih Option kemudian Select by attributes


Setelah itu akan muncul tampilan Select by Attributes
memasukkan berbagai macam fungsi/rumus matematika sederhana yang
dapat diaplikasikan pada tabel data untuk menyortir ataupun memfilter data
yang ada.
Sorting

Klik Kanan Pada Kepala Kolom maka akan muncul box seperti disamping
kemudian pilih Advanced Sorting