Anda di halaman 1dari 18

LANDASAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN

Oleh
Kelompok 4
Reni Yunita ( 0105516008)
Aulia Azizah ( 0105516009)

Landasan Pendidikan
Dosen Pengampu :
Prof. Dr. Dwi Yuwono Puji Sugiharto, M.Pd., Kons.
1. Psikologi 3.
Perkembang 2. Psikologi
an Psikologi Sosial
Belajar
A. Hakikat
Pendidikan
B. Hakikat B. Psikologi
Psikologi dalam
C. Hakikat Pendidikan
Psikologi A. Kedudukan
Pendidikan dan Peran
D. Hubungan Landasan
Psikologi Pendidikan
dengan III. IMPLIKASI
Pendidikan I. DEFINISI II. LANDASAN KONSEP
PSIKOLOGI
PSIKOLOGI PENDIDIKAN
PENDIDIK
PENDIDIKAN DARI TINJAUAN
AN
PSIKOLOGI

LANDASAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN


A. HAKIKAT
Pendidikan adalah usaha PENDIDIKAN
sadar yang diberikan kepada
individu agar memiliki kemampuan secara kognitif,
sosial, emosional melalui jenjang dan jalur pendidikan
yang telah disiapkan negara dalam rangka
mempersiapkan individu tersebut agar menjadi pribadi
yang lebih dewasa dan bertanggung jawab.

B. HAKIKAT
PSIKOLOGI
Psikologi adalah ilmu yang mempelajari
tentang tingkah laku manusia, baik dari segi
perkembangan fisik, kognitif, bahasa,
emosional, sosial dan perkembangan
mentalnya serta hubungan antara tingkah
laku tersebut dengan lingkungan disekitarnya.

I. DEFINISI PSIKOLOGI PENDIDIKAN


Simpulan : Psikologi pendidikan adalah
salah satu aliran dalam bidang psikologi
yang khusus membahas tentang perilaku
individu terkait proses belajar mengajar
dalam lingkup pendidikan. Proses tersebut
berkaitan dengan cara belajar siswa, motif
dan motivasi belajar siswa, hubungan
sosial siswa serta perkembangan individu
dan pengaruhnya terhadap pembelajaran.

C.B. HAKIKAT
HAKIKAT PSIKOLOGI
PSIKOLOGI
PENDIDIKAN
B. HAKIKAT PSIKOLOGI
D. Hubungan Psikologi dengan
Pendidikan
Dalyono (2007) menyatakan bahwa, setidaknya
ada 10 macam kegiatan pendidikan yang
banyak memerlukan prinsip psikologi, yakni :

Seleksi penerimaan siswa baru,


Perencanaan pendidikan,
Penyusunan kurikulum,
Penelitian kependidikan,
Administrasi kependidikan,
Pemilihan materi pelajaran,
Interaksi belajar mengajar,
Pelayanan bimbingan dan konseling,
Metodologi mengajar,
Pengukuran dan evaluasi.
E. Ruang Lingkup Psikologi
Pendidikan
Crow & Crow, dalam Purwanto (2010), mengemukakan
bahwa hal-hal yang merupakan ruang lingkup psikologi
pendidikan, antara lain :

1. Sampai sejauh mana faktor-faktor pembawaan dan


lingkungan berpengaruh terhadap belajar,
2. Sifat-sifat dari proses belajar,
3. Hubungan antara tingkat kematangan dengan
kesiapan belajar (learning readiness),
4. Signifikansi pendidikan terhadap perbedaan-
perbedaan individual dalam kecepatan dan
keterbatasan belajar,
5. Perubahan jiwa (inner changes) yang terjadi selama
proses belajar,
6. Hubungan antara prosedur-prosedur
mengajar dengan hasil belajar,
7. Teknik-teknik yang sangat efektif
bagi penilaian kemajuan dalam
belajar,
8. Pengaruh / akibat relative dari
pendidikan formal dibandingkan
dengan pengalaman-pengalaman
belajar yang incidental dan informal
terhadap suatu individu.
9. Nilai / manfaat sikap ilmiah terhadap
pendidikan bagi personil sekolah,
10. Akibat / pengaruh psikologis
(psychological impact) yang
II. LANDASAN PSIKOLOGI
PENDIDIKAN
A. KEDUDUKAN DAN PERAN PSIKOLOGI
PENDIDIKAN

Kedudukan landasan pendidikan


adalah sebagai dasar / fondasi terhadap
penyelenggaraan pendidikan di
masyarakat.
PERAN landasan pendidikan :
Giving Capital, berperan memberikan modal agar
penyelenggaraan pendidikan dan ilmu pendidikan
dapat berkembang menjadi baik.
Directing, berperan memberikan arah dan
menuntun ke arah mana penyelenggaraan
pendidikan.
Framing, berperan memberikan rambu-rambu dan
garis-garis batas penyelenggaraan pendidikan
B. Tujuan Mempelajari
Landasan Psikologi Pendidikan
Pertama, agar para guru,
para pendidik atau calon
pendidik mempunyai
pemahaman yang lebih baik
tentang situasi pendidikan.
Kedua, agar para guru, para
pendidik atau calon
pendidik mampu
menyiapkan dan
melaksanakan pengajaran
dan bimbingan terhadap
peserta didik dengan lebih
baik.
C. Psikologi dalam Pendidikan
1. Tugas perkembangan
Havighurst
1. Psikologi 2. Perkembangan
Perkembang Kognitif Piaget
an 3. Perkembangan Bahasa
Vygotsky

1.Moral
2.
(Kohlberg)
Psikologi
Sosial 2.Psikososial
(Erickson)
PSIKOLOGI PERKEMBANGAN
Tugas perkembangan
Perkembangan Kognitif Piaget
Havighurst Teori perkembangan piaget
Ada 6 Tugas perkembangan menyatakan ada 4 tingkat
dalam manusia menurut perkembangan kognisi
Havighurst yang berguna Dengan teori ini memiliki manfaat
untuk memberi kemudahan bagi pendidikan dalam
mengorganisasi materi pelajaran
kepada para pendidik pada
dan proses belajar.
setiap jenjang pendidikan
Perkembangan Bahasa Vygotsky
yaitu :
Vygotsky memberikan penekanan
Menentukan arah pendidikan bagaimana interaksi anak-anak
Menentukan metode atau dengan orang dewasa berkontribusi
model belajar anak didik dalam pengembangan berbagai
keterampilan. Orang dewasa
agar mereka mampu berperan sebagai guru yang
menyelesaikan tugas mengarahkan anak ke dalam zona
perkembangan Proximal development (zona dimana
Menyiapkan materi pelajaran anak melakukan kegiatan belajar
dibawah bimbingan orang dewasa)
yang tepat
PSIKOLOGI SOSIAL
Moral (Kohlberg)
Menurut dia ada tiga tingkat perkembangan moral kognisi, yang masing-masing tingkat
ada dua tahap sebagai berikut :
Tingkat Prekonvensional ( 5- 9 tahun)
Tahap orientasi kepatuhan dan hukuman,
Tahap orientasi egois yang naf, seperti tindakan yang betul ialah yang memuaskan
kebutuhan seseorang.
Tingkat Konvensional (pada masa remaja awal)
Tahap orientasi anak baik, seperti perilaku yang baik ialah bila disenangi orang lain.
Tahap orientasi mempertahankan peraturan dan norma sosial, seperti perilaku yang
baik ialah yang sesuai dengan harapan keluarga, kelompok atau bangsa.
Tingkat Post-Konsevensional (masa dewasa awal)
Tahap orientasikontrak sosial yang legal, yaitu tindakan yang mengikuti standar
masyarakat dan mengkonstruksi aturan baru.
Tahap orientasi prinsip etika universal, yaitu tindakan yang melatih kesadaran
mengikuti keadilan dan kebenaran universal.
Psikososial (Erikson)
Tahap perkembangan menurut Erikson
Masa Perkembangan
Bayi Trust vs Mistrust
(0 - 1 thn)
Kepercayaan vs Kecurigaan
Balita (1-3 thn) Autonomy vs Shame, Doubt
Bebas vs Ragu-ragu
Pra sekolah (4 - 5 thn) Initiative vs Guilt
Inisiatif vs Kesalahan
Usia Sekolah (6 -11 thn) Industry vs Inferiority
Kerajinan vs Inferioritas
Remaja (12 - 10 thn) Identity vs Identity Confusion
Identitas vs Kekacauan Identitas
Dewasa awal ( 21 - 40 thn) Intimacy vs Isolation
Keintiman vs isolasi
Dewasa tengah (41 - 65 thn) Generativity vs Stagnation

Lansia (+65 thn) Ego Integrity vs Despair


Integritas vs keputus asaan
3. Psikologi
Belajar

2. Teori Belajar 3. Teori Belajar


2. Teori Belajar 3. Teori Belajar
Psikologi Humanis
Psikologi Humanis
1. Teori Belajar Kognitif
1. Teori Belajar Kognitif
Psikologi
Psikologi 1. Psikologi Gestalt
Behavioristik 1. Teori Belajar
1. Teori
Behavioristik
Belajar 2. Teori belajar
Roger
connectionism Cognitive field
Thorndike Kurt Lewin
2. Calasssical 3. Discovery
Conditioning ivan Learning
Pavlov Jerome Bruner
3. Operant
Conditioning B.F.
Skinner
Psikologi Belajar
1. Teori belajar Psikologi Behavioristik
Bermanfaat untuk membentuk perilaku nyata seperti
suka rela, rajin belajar,dll . Membantu guru dalam
mempersiapkan kegiatan pembelajaran baik materi,
situasi belajar dan tujuan pembelajaran yang jelas.
2. Teori belajar Psikologi Kognitif
Bermanfaat untuk mempelajari materi yang lebih
rumit yang membutuhkan pemahaman untuk
memecahkan masalah seperti materi pelajaran
matematika, kimia dan sebagainya.
3. Teori belajar Psikologi humanistik
Bermanfaat untuk siswa agar lebih aktif dan mandiri
dan guru hanya sebagai fasilitator
III. IMPLIKASI KONSEP PENDIDIKAN
DARI TINJAUAN PSIKOLOGI
1. Psikologi Perkembangan
Memberi petunjuk pada pendidik bagaimana
ia menyiapkan dan membina anak agar mereka
mau belajar dengan sukarela.
2. Psikologi Belajar
Bermanfaat untuk membentuk perilaku nyata,
seperti sukarela, giat bekerja, dll
3. Psikologi Sosial
Persepsi diri atau konsep tentang diri sendiri
Pembentukan sikap bisa secara alami,
dikondisi, dan meniru tokoh
Pengembangan motivasi anak
4. Kriteria wujud
perkembangan total atau
berkembang seutuhnya,
yaitu :
Semua potensi berkembang
secara proporsional atau
berimbang dan harmonis.
Potensi-potensi itu berkembang
secara optimal.
Potensi-potensi berkembang
secara integratif.
Makasih buat teman-teman atas
perhatian dan kerjasamanya.