Anda di halaman 1dari 51

KASUS 1

HERKULIANA PUSPITA SARI


IDENTITAS

Nama: An.RG
Usia: 6 tahun 5 bulan
Jenis Kelamin: Perempuan
Tanggal Lahir: 13-07-2010
Alamat: Jl Komodor Halim PK no.22 Jakarta
Timur
Agama: Islam
Suku: sunda jawa
Kewarganegaraan: WNI
Pendidikan : PAUD
Ayah
Nama : TN NH Agama : Islam
Tanggal lahir : 19 Oktober Pendidikan : SMA
1983 ( 33 tahun)
Suku bangsa : Sunda Pekerjaan : SWASTA
Alamat : Jl komodor Halim Penghasilan : Rp
PK
Ibu
no.22 Jakarta Timur 4.000.000 /bulan

Nama : Ny SY Agama : Islam


Tanggal lahir : 11 agustus Penididkan : SMA
1987 ( 30 tahun)
Suku bangsa : Jawa Pekerjaan : Ibu Rumah
Tangga
Alamat :Jl komodor Halim Penghasilan : -
PK no. 22 Jakarta Timur Hubungan dengan orang
tua : anak kandung , anak
ke 1 dari 2 bersaudara
ANAMNESIS
( 22/03/2017)
Keluhan Bengkak pada pipi kiri sejak 3 hari yang lalu
Utama

Keluhan Nyeri pada pipi yang bengkak


Tambaha Demam 2 hari SMRS
n Nafsu makan menurun

An. RG datang dengan keluhan bengkak pada pipi kiri sejak 3


hari SMRS (sabtu siang) , bengkak dirasakan terjadi secara
tiba-tiba dan semakin hari semakin membesar. Selain
bengkak OS juga mengeluh merasakan nyeri pada pipi
kirinya. Nyeri semakin bertambah apabila OS sedang
mengunyah.
RPS 2 hari SMRS OS mengeluh demam, demam langsung turun
setelah diberikan ibuprofen syrup oleh ibu OS. Semenjak
sakit Nafsu makan OS menurun. Keluhan mual muntah tidak
ada. OS juga tidak merasakan keluhan seperti nyeri dan
bengkak pada telinga, nyeri tenggorakan, nyeri dan bengkak
pada leher, batuk , flu, gigi berlubang, sakit pada gigi.
ANAMNESIS

RPD Riwayat menderita penyakit yang sama (-)

Riwayat Tidak ada yang memiliki keluhan serupa dengan


Penyakit pasien
Keluarga

Riwayat Os tinggal dilingkungan tertata rapi , bersih dan


Lingkungan tidak ada yang memiliki keluhan yang serupa.
Riwayat Kehamilan dan
Kelahiran
Kehamilan

Perawatan antenatal Rutin kontrol


kehamilan 1x/
bulannya di dokter
obgin RSAU dr
Esnawan Antariksa
Penyakit kehamilan Tidak Ada diabetes,
hipertensi, pre-
eklamsia, eklamsia,
dan TORCH
Tempat kelahiran Rumah sakit

Kelahiran
Penolong persalinan Dokter

Cara persalinan SC indikasi Oligohidramion

Masa gestasi Cukup bulan (38 minggu)

Keadaan bayi Berat badan lahir : 3200 gram


Panjang badan lahir : 49 cm
Lingkar kepala : Ibu pasien lupa
Langsung menangis : langsung
menangis
Tidak pucat, tidak biru, tidak
kuning,tidak kejang
Nilai apgar : tidak diketahui
Kelainan bawaan : tidak ada
RIWAYAT PERKEMBANGAN
Pertumbuhan gigi pertama 6 bulan

Tengkurap 4 bulan Berbicara 12 bulan


Duduk 7 bulan Berjalan 13 bulan
Berdiri 11 bulan Membaca dan menulis 5 tahun
Perkembangan pubertas Gangguan perkembangan mental/emosi
Rambut pubis: - perkembangan anak sesuai dengan usia
Payudara tumbuh : -
Menars: -
RIWAYAT IMUNISASI
VAKSIN DASAR dan
ULANGAN
BCG 1 bulan
DPT 2 bulan,4bulan,6 bulan
Polio 0 bulan, 2 bulan, 4bulan,
6bulan
Campak 9 bulan
Hepatitis B 0 bulan, 2 bulan, 3bulan,
4bulan
MMR -
TIPA -
Pemeriksaan fisik
Tanggal 22 maret 2017, Jam : 11.30 WIB
PEMERIKSAAN UMUM.
Keadaan Umum: Compos Mentis., Tampak sakit ringan.
Anak aktif, kooperatif, tidak tampak lesu, tampak bengkak
pada pipi kiri.
Tanda vital.
Frekuensi nadi : 88 x/menit
Frekuensi nafas : 20 x/menit
Suhu : 36,3 C

DATA ANTROPOMETRI
Berat badan 26kg
Panjang badan 105 cm
Persentil
P 75%

Berat Badan ideal


= Usia(tahun) x 2 + 8
= 6 tahun x 2 + 8
=20kg

Status gizi :
= BB aktual / BB ideal x 100%
= 26 / 20 x 100%
= 130 % ( obese ringan)
Pemeriksaan sistematis
Kepala
Bentuk dan ukuran : Normocephali, ubun ubun sudah menutup
Rambut dan kulit kepala : Rambut hitam, distribusi merata, rambut
tidak mudah dicabut
Wajah : tampak adanya pembengkakkan pada
pipi kiri, nyeri tekan (+)
Mata: CA -/-, SI -/-, refleks cahaya +/+, pupil isokor
Telinga : Normotia, tanda peradangan (-), sekret (-), liang telinga lapang
Hidung : Bentuk normal, deviasi septum (-), epitaksis (-), sekret (-),
pernapasan cuping hidung(-)
Bibir : Mukosa bibir lembab, siaonis (-)
Gigi geligi : caries (-), tanggal (-)
Mulut : Normal, Tidak hiperemis, mukosa lembab
Lidah : Normoglossi, tidak kotor
Tonsil : T1-T1, Hiperemis (-)
Faring : Hiperemis (-)
Leher
Tidak ada massa, tidak ada pembesaran KGB dan
Kelenjar tiroid

Toraks
Dinding toraks : Simetris dalam keadaan statis
dan dinamis, tidak tampak ada bagian yang
tertinggal, tidak ada retraksi sela iga.
Paru : I Retraksi sela iga (-/-), pelebaran
sela iga (-)
P Gerak nafas simetris kanan dan kiri tidak
ada bagian yang tertinggal, benjolan (-),
nyeri tekan (-)
P Sonor pada kedua lapang paru
A Suara nafas vesikuler +/+, wheezing -/-,
ronki -/-

Jantung: I Ictus cordis tidak tampak


P Ictus cordis tidak teraba
P Pekak pada permukaan
A BJ I-II murni reguler, murmur (-),
gallop (-)
Abdomen: I perut buncit , lesi (-) , bekas
luka operasi (-)
A Bising usus (+) normal
P Supel, nyeri tekan (-), hepar dan lien
tidak teraba membesar.
P Timpani pada seluruh lapang
abdomen.
Anus dan Rektum : tidak dilakukan pemeriksaan
Genitalia : tidak dilakukan pemeriksaan
Anggota gerak
akral hangat, sianosis (-), edema (-), CRT <2
detik.

Tulang belakang
Normal, tidak tampak skoliosis, kifosis, dan
lordosis

Kulit
Warna kulit kuning langsat, turgor kulit baik.
Ptekie (-), vesikel (-) , papul (-), bekas luka (-)
Rambut
Rambut hitam, distribusi merata, tidak mudah dicabut

Kelenjar getah bening


Tidak ada pembesaran kelenjar getah bening di leher,
aksila, maupun inguinal

Pemeriksaan neurologis
Refleks Fisiologis: Refleks Patologis:
Biceps +/+ Kaku kuduk (-)
Triceps +/+ Babinsky (-)
Patella +/+
Achilles +/+
Pemeriksaan penunjang

Tidak dilakukan pemeriksaaan


Ringkasan
An. RG datang dengan keluhan bengkak pada pipi
kiri sejak 3 hari SMRS (sabtu siang) Selain
bengkak OS juga mengeluh merasakan nyeri pada
pipi kirinya. Nyeri semakin bertambah apabila OS
sedang mengunyah. 2 hari SMRS OS mengeluh
demam, demam langsung turun setelah
diberikan ibuprofen syrup oleh ibu OS. Semenjak
sakit Nafsu makan OS menurun.
Keadaan umum : Compos Mentis, tampak sakit
ringan. Anak aktif, kooperatif, tidak tampak lesu,
tampak bengkak pada pipi kiri, Nyeri saat di
tekan.
Tanda vital : HR : 88 x/menit , RR : 20x/m, sh :
36,3
Diagnosis

PAROTITIS AKUT
VIRAL INFECTION
Anjuran Pemeriksaan Penunjang

Darah rutin
Tidak spesifik
Biasanya leukopenia ringan
Prognosis
Ad vitam : BONAM
Ad sanationam : BONAM
Ad function : BONAM
panatalaksanaan
Paracetamol syrup 120 mg/5ml fl no.1
S 3 dd cth 2

Vitacue syrup 100 mg/ 5 ml fl no.1


S 1 dd Cth 1

Tindak Lanjut
Edukasi pada Orang tua OS :
1. Penyakit ini disebabkan oleh Virus
2. Istirahat yang cukup
TINJAUAN PUSTAKA
Pendahuluan
Sebelum ditemukan vaksin parotitis (1967)
parotitis epidemika penyakit yang sangat sering
ditemukan pada anak
Insidens pada umur <15 tahun sebesar 85%
dengan puncak insidens kelompok umur 5-9
tahun
Setelah ditemukan vaksin parotitis kejadian
parotitis epidemika sangat jarang
Parotitis Epidemika

Penyakit infeksi akut dan menular yang disebabkan


virus (Paramyxovirus)
Virus ini menyerang kelenjar air liur di mulut, terutama
kelenjar parotis
self limiting disease
Kebanyakan menyerang anak-anak yang berumur 2-15
tahun
Jarang ditemukan pada anak yang berumur kurang dari
2 tahun
Etiologi
Virus RNA untai tunggal, termasuk dalam genus
Rubulavirus, subfamili Paramyxovirinae dan
Paramyxoviridae
Parainfluenza dan virus newcastle
Virus dapat ditemukan di saliva, serebrospinal,
urin, darah, jaringan yang terinfeksi dari
penderita parotitis epidemika
Penularan melalui droplet. Sumber infeksi pada
saliva atau bahan yang tercemar saliva
Penularan 24 jam sebelum pembengkakan
kelenjar ludah dan 3 hari setelah pembengkakan
menghilang
ANATOMI DAN FISIOLOGI
Kelenjar parotis besar terletak didepan telinga
antara otot masseter dan kulit. Saluran parotid
menonjol sejajar dengan lengkungan
zygomatikus, menembus otot buccinator, dan
bermuara di molar atas kedua
Anatomi kelenjar Parotis
Kelenjar-kelenjar saliva mayor terletak agak jauh
dari rongga mulut dan sekretnya disalurkan
melalui duktusnya kedalam rongga mulut.
Kelenjar saliva mayor terdiri dari :
kelenjar parotis yang terletak dibagian bawah
telinga dibelakang ramus mandibula
kelenjar submandibularis yang terletak dibagian
bawah korpus mandibula dan
kelenjar sublingualis yang terletak dibawah lidah
Selain itu terdapat juga kelenjar saliva minor
yang terdiri dari :
kelenjar labial
kelenjar bukal
kelenjar Bladin-Nuhn
kelenjar Von Ebner ,dan
kelenjar Weber
dll
Kelenjar parotis berfungsi menghasilkan saliva
yang berfungsi :
untuk membersihkan mulut
memecahkan molekul makanan agar dapat
dirasakan,
membasahi makanan dan membentuknya menjadi
bolus, dan
memecahkan molekul kimiawi tepung

kelenjar parotis
PATOFISIOLOGI

kelenjar sublingualis

kelenjar submaksilaris

Virus masuk tubuh via hidung/mulut


;
proliferasi terjadi di parotis/epitel
Patofisiologi
Virus
Virus
masuk
masuk Inkubasi
Inkubasi Replikasi
Replikasi di
di Viremia
Viremia
hidung/mul
hidung/mul 14-24
14-24 hari
hari Tr
Tr Resp
Resp atas
atas Gl
Gl Parotis
Parotis
ut
ut

Rx
Rx
Inflamasi
Inflamasi

Bradikinin
Bradikinin

Histami
Histami IL-1
IL-1
n
n
PATOFISIOLOGI
Manifestasi Klinis
Parotitis

Masa tunas (masa inkubasi) 12-25 hari dengan rata-rata


17-18 hari.

1-2 hari penderita mengalami gejala:


Febris (38,5-40C, anorexia, nyeri otot umum

Nyeri didalam atau dibelakang telinga kalau


mengunyah atau menelan

Terkadang diserta nyeri kepala, mual/muntah


Manifestasi Klinis Parotitis

Stadium Pembengkakan:
Kelenjar parotis makin nyeri & mulai bengkak unilateral
kemudian sering menjadi bilateral sampai hari 3-4
pembengkakan lalu mulai mereda selama 1 minggu.
Kulit diatas parotis erithema & mungkin edema
Pembengkakan parotis di daerah depan telinga, diatas
otot maseter & di cekungan belakang liang telinga
didepan mastoideus. Telinga bagian bawah
terangkat keatas & ke depan oleh pembengkakan.
Trismus bisa sangat berat & nyeri bila menggigit.
Makan/minum yang asam sangat nyeri!
Manifestasi Klinis
KLASIFIKASI
Parotitis Akut
Parotitis akut ditandai dengan rasa sakit yang
mendadak, kemerahan dan pembengkakan pada
daerah parotis.
Parotitis Kambuhan
Sudah pernah terinfeksi sebelumnya kemudian
kambuh. Anak-anak mudah terkena parotitis
kambuhan yang timbul pada usia antara 1 bulan
hingga akhir masa kanak-kanak. Kambuhan
berarti sebelumnya anak telah terinfeksi virus
kemudian kambuh lagi
Diagnosis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan


adanya riwayat kontak dengan penderita
parotitis epidemika dalama 2-3 minggu
sebelum timbulnya gejala dan hasil
pemeriksaan fisik yang menunjukkan
adanya pembengkakan di daerah
temporomandibuler (antara telinga dan
rahang).
Anamnesis

Gejala yang pertama terlihat adalah nyeri


ketika mengunyah atau menelan, terutama
jika menelan cairan asam misalnya jeruk.
Demam, biasanya suhu mencapai 38,9-40o
Celcius
Pembengkakan kelenjar terjadi setelah
demam
Nafsu makan berkurang
Menggigil
Sakit kepala
Pemeriksaan Fisik

Suhu meningkat mencapai 38,9-


40o Celcius
Pembengkakan di daerah
temporomandibuler (antara
telinga dan rahang)
Nyeri tekan pada kelenjar yang
membengkak
Pemeriksaan Penunjang
Darah rutin
Tidak spesifik
Biasanya leukopenia ringan
Peningkatan CRP
Amilase serum meningkat walau
tidak ada tanda pankreatitis
Isolasi virus dari saliva dan urin
Pemeriksaan serologis
ELISA
Complement Fixation (CF) test
Hemaglutination inhibition (HI) test
Neutralization (NT) test
Diagnosis Banding:

Parotitis supuratifa
Adenopati dari tonsilofaringitis
Salivary Calculus:
Penatalaksanaan
self-limiting disease
simptomatis dan suportif
Rawat jalan (tidak ada komplikasi, KU baik)
Istirahat yang cukup
Pemberian diet lunak dan cairan yang cukup
Antalgin (Metampiron) 250-500 mg diberikan 3-4 kali sehari (maksimum 1 gram
untuk < 6 tahun dan 2 gram untuk 6 - 12 tahun)
Parasetamol : 10 20 mg/kgBB/kali dibagi dalam 3
dosis
Rawat inap (hiperpireksi, KU lemah, nyeri kepala
hebat, gejala saraf perlu rawat inap di ruang
isolasi)
Diet lunak, cair dan TKTP
Analgetik-antipiretik
Penanganan komplikasi tergantung jenis komplikasinya
Komplikasi

Meningioensefalitis
Orkitis, Epididimitis
Nefritis
Pankreatitis
Pendengaran menurun
Komplikasi Okuler
(dakrioadenitis, neuritis optic
(papillitis), skleritis )
Prognosis

Parotitis merupakan penyakit self-


limited, dapat sembuh sendiri.
Prognosis parotitis adalah baik,
dapat sembuh spontan dan
komplit serta jarang berlanjut
menjadi kronis.
Namun, kerusakan neurologis dan
kematian dapat terjadi
Pencegahan

Pasif
antibodi yang didapatkan dari ibu
melalui plasenta
Aktif
dilakukan dengan memberikan
vaksinasi dengan virus parotitis hidup
yang dilemahkan (Mumpsvax-merck,
sharp and dohme)
Pencegahan: Vaksin
Mumps
Vaksin hidup attenuated/ dilemahkan. >90%
menghasilkan antibodi.
Reaksi: jarang sekali.
Diberi sebagai MMR pada umur 15 bulan, dan booster
pada umur 4-6 tahun atau 12 tahun.
Kontraindikasi sama dengan yang berlaku untuk Vaksin
Measles & Rubella (vaksin hidup)

Vaksinasi tidak dianjurkan kepada :


anak di bawah 1 tahun yang alergi terhadap protein
telur/neomicyn
yang mendapan obat-obatan immunosupresif.