Anda di halaman 1dari 40

PENANGANAN KEGAWATAN

OBSTRUKSI DAN ASPIRASI


Dr. GUSTI AYU TRISNA ARYANI, Sp.THT
Struktur kompleks saluran nafas
atas (SNA) memungkinkan
koordinasi respirasi dan menelan
Obstruksi SNA E/ Sesak nafas
dan gawat nafas, dari hidung-
faring-laring
Karena pertumbuhan laring lebih
rendah dari esofagussering
dilalui oleh udara dan makanan
ATAU benda asing, isi lambung
ASPIRASI !!
STRIDOR
Bising nafas yang terdengar akibat aliran udara
turbulen melalui obstruksi parsial
Gejala dan tanda anak dengan distres respirasi
berbeda tergantung lokasi dan derajat obstruksi (tabel
74.1)
Setinggi nasofaring suara inspirasi bernada rendah (ngorok
atau snoring)
Setinggi supraglotis dan glotis stridor inspirasi karena kolap
akibat tekanan negatif saat inspirasi
Lesi intratorakal stridor saat ekspirasi

Lesi terfiksir di laring dan trakea servikalis stridor bifasik


EVALUASI OBSTRUKSI SALURAN NAFAS ATAS (SNA)

RIWAYAT PENYAKIT DAN PEMERIKSAAN FISIK


Pemeriksaan fisik sangat penting bahkan
sebelum anamnesis lengkap untuk menentukan
derajat obstruksi :
Evaluasi otot-otot bantu pernafasan seperti M.
sternokleidomastoideus, interkostal, suprasternal dan
epigastrial
Stridor (tanda khas)
Anamnesis :
Riwayat kelahiran, umur mulainya stridor, progresifitas,
fluktuasi gejala, posisi yang memperberat atau
meringankan gejala obstruksi
gejala lain: serak, kesulitan makan dan gangguan nafas
saat tidur
Gejala dan tanda
Retraksi suprasternal karena apabila obstruksi
di bawah saluran trakea tidak menyebabkan
retraksi suprasternal
Stridor: gejala khas obstruksi SNA
Gejala penyerta: perubahan suara, batuk,
tersedak
Anamnesis yang akurat sangat membantu
menegakkan diagnosis penyebab obstruksi
PENYEBAB OBSTRUKSI SNA
Pemeriksaan khusus dan Radiologi

Pemeriksaan radiologi SNA tetap


penting
Foto polos leher dan torak PA/lateral
Curiga benda asing:
Foto dengan voltage rendah >> radioopak

Foto saat inspirasi dan ekspirasi

Flouroscopy evaluasi dinamika jalan nafas


Teknik radiografi khusus

Esofagografi dengan kontras barium:


Untuk kecurigaan vascular ring dan fistula
trakeoesofageal

Bronkogram:

Benda asing radiolusen dan bronkiektasis krn


benda asing yang lama di bronkus

CT dengan kontras:
SUMBATAN LARING
ETIOLOGI :
1. Kelainan congenital laring
2. Oedema laring reaksi alergi
3. Tumor laring : jinak atau ganas
4. kelumpuhan nervus rekuren bilateral
5. Corpus alienum laring
6. Trauma laring
7. Radang akut laring dan Radang kronis laring
Gejala sumbatan laring

Disfoni sampai afoni


Sesak nafas (dispnea)
Stridor (nafas berbunyi) yang terdengar
pada waktu inspirasi
Retraksi saat inspirasi di suprasternal,
epigastrium, supraklavikula dan
interkostal
Gelisah karena pasien haus udara
Wajah pucat sianosis karena hipoksia
Stadium sumbatan laring
menurut jackson
Stadium 1 2 3 4
Tanda/gej retraksi retraksi retraksi retraksi
ala suprastern suprastern suprastern Otot
al saat al tambah al, pernafasan
bertambah
inspirasi , dalam, epigastru dalam,
stidor retraksi m, sianosis,
inspirasi epigastriu intercostal pasien
dan pasien m, px/ dan tampak
makin
tenang mulai supraklavi melemah
gelisah, kula,dispn dan
stridor eu berat, ngantuk,
inspirasi pasien akhirnya
meninggal
gelisah karena
dan stridor asfiksia.
inspirasi-
ekspirasi

Terapi konservatif Intubasi Intubasi Krikotirotomi,


TERAPI :
Prinsip : menghilangkan penyebab
sumbatan dengan cepat atau membuat
jalan nafas baru yang menjamin ventilasi.
Tergantung stadium sumbatan laring
Intubasi endotrakea tidak boleh melebihi 6
hari karena dapat menimbulkan
komplikasi : stenosis laring/trakea
lakukan trakeostomi,
Intubasi endotrakea
INDIKASI :
Mengatasi sumbatan nafas
Ventilasi
Memudahkan mengisap sekret dari trakeobronkial
Mencegah aspirasi sekret

Lewat rongga hidung atau mulut


Intubasi endotrakea tidak boleh lebih dari 6
hari dan selanjutnya sebaiknya dilakukan
trakeostomi
Keuntungannya :
Perbaikan jalan nafas terjadi segera
Menghindari trakeostomi tergesa-gesa
Mudah memberikan anesthesia umum
Menghindari terjadinya pneumothorax pada

obstruksi larynx yang berat.

Kerugiannya : kalau intubasi cukup lama :

ulcerasi mucosa, pembentukan jaringan granulasi,


oedema subglottis, laryngeal dan tracheal
stenosis.
TRAKEOSTOMI
Membuat lubang pada dinding anterior/ depan
trakea

BERDASARKAN LOKASI :

High : cincin 1 2
Low : cincin 3 4
BERDASARKAN KEPERLUANNYA :
Orderly : dipersiapkan
Emergency
BERDASARKAN SAYATAN KULIT :
Horizontal : yang umum dipakai
Vertical : dalam keadaan emergency
Lokai insisi
Indikasi trakeostomi berdasarkan keperluannya :

1. Keperluan terapi :
1. Penderita obstruksi laring stadium II & III

2. Untuk mengambil benda asing di subglotis, bila


fasilitas bronkoskopi (-)

2. Prosedur elektif :
1. Persiapan operasi traktus respirasi bag. atas.

2. Cedera berat kepala

3. Trauma tembus kepala & torak

4. Orotrakea intubasi susah pada waktu tindakan


anestesi umum.
Fungsi Tracheostomy :
Mengurangi dead-space 10 50 %
Mengurangi tekanan aliran udara
pernafasan
Proteksi terhadap aspirasi
Pasien bisa menelan tanpa adanya reflex
apnoe
Mudah membersihkan trakea
Menyediakan saluran untuk pengobatan /
humifikasi cabang tracheobronchial.
Mengurangi kekuatan batuk
PERAWATAN PASCA
TRAKEOSTOMI
Sekret trakea sering diisap keluar
sumbatan (-)
Kanul dalam dicuci min. 2x/hari
dan kanul luar setiap 2 minggu
Kain kasa dibawah kanul digati
setiap hari
KRIKOTIROTOMI
Tindakan emergensi dengan
membelah membran krikoid
Kontraindikasi anak dibawah 12
tahun, tumor laring yang meluas ke
subglotis dan laringitis
Komplikasi stenosis subglotis
Krikotirotomi trakeostomi

24 jam
ASPIRASI BENDA ASING DI THT

Tindakan segera:
Anamnesis - P. Heimlich Benda
& Aspirasi benda
- Laringoskopi Asing
Pemx fisik asing di SNA
- Bronkoskopi keluar
- Torakotomi

Pemeriksaan
penunjang
BENDA ASING DI SALURAN
NAFAS
Benda asing eksogen
padat, cair, gas

Benda asing eksogen padat :


Zat organik kacang, tulang

Anorganik paku,jarum pentul, peniti dll

Benda asing eksogen cair :


Iritatif : zat kimia

non iritatif : cairan dengan pH 7,4

Benda asing endogen :


sekret kental, darah, nanah, krusta, pengkejuan, cairan amnion dll
BENDA ASING THT
Stadium aspirasi benda
asing
Stadium 1:
Tiba-tiba batuk hebat, rasa tercekik, rasa tersumbat di
tenggorok, bicara gagap dan obstruksi jalan nafas akan segera
terjadi

Stadium 2:
Gejala stadium 1 diikuti oleh interval asimtomatis berbahaya!
keterlambatan diagnosis !

Stadium 3:
Gejala komplikasi dengan obstruksi, erosi atau infeksi reaksi
terhadap benda asing batuk, hemoptisi, pnemoni dan abses
paru
ETIOLOGI
1. Faktor personal (umur,jenis kelamin, pekerjaan, kondisi sosial,
tempat tinggal)
2. Kegagalan mekanisme proteksi yang normal tidur, kesadaran
menurun,alkoholisme dan epilepsi
3. Faktor fisik kelalaian & penyakit neurogik
4. Proses menelan belum sempurna (anak)
5. Faktor Dental, Medikal dan surgical (tindakan bedah, ekstraksi
gigi, gigi molar pada anak < 4 tahun belum tumbuh)
6. Faktor kejiwaan ( emosi, gangguan psikis)
7. Ukuran, bentuk dan sifat benda asing
8. Faktor kecerobohan (benda asing diletakkan di mulut, makan
tergesah-gesah dll)
9. Memberi kacang ( higroskopis) / permen pada anak yang gigi
molarnya belum tumbuh
Diagnosis
Anamnesa :
riwayat tersedak sesuatu, tiba-tiba terasa tercekik (choking)

Gejala sumbatan SNA tergantung


lokasi benda asing, derajat sumbatan (total/sebagian),
bentuk dan ukuran benda asing

Pemeriksaan fisik : inspeksi, auskultasi dan palpasi


Pemeriksaan penunjang: radiologi
Diagnosis pasti endoskopi (diagnostik dan terapi)
BENDA ASING DI LARING
Tergantung : besar,bentuk, posisi benda
Menutupi laring,tersangkut diantara pita suara,
di subglotis
Sumbatan total laring asfiksia
Sumbatan tidak total disfoni-afoni, batuk
disertai sesak, odinofagi, mengi, sianosis,
hemoptisis
Pasien dapat menunjukkan letak benda asing
tersangkut
Terapi untuk sumbatan total:
- Perasat dari Heimlich
Terapi untuk sumbatan tidak total:
- Laringoskop/ bronkoskop/ trakeostomi
PERASAT HEIMLICH

-Cara 1 :
Dari pasien yang tersedak, dilakukan Cara 2 :
penekanan mendadak daerah Epigastrium Pasien dibaringkan terlentang,
dengan kedua belah tangan yang kedua Dilakukan penekanan mendadak
tangan saling menggenggam pada daerah epigastrium dengan
kedua tangan
BENDA ASING DI TRAKEA
G/ : batuk tiba-tiba dan berulang dengan rasa tercekik
(choking), rasa tersumbat di tenggorok (gagging),nafas
berbunyi (mengi) pada saat membuka mulut ( astmatoid
wheezing)
Benda asing masih dapat bergerak ke karina atau
terpental ke laring)
Gejala patognomonik palpatory thud (sentuhan
benda asing pada pita suara berupa getaran di daerah
tiroid ) atau audible snap (hal diatas dapat didengar dgn
stetoskop)
Komplikasi : atelektasis atau empisema paru
Terapi :
bronkoskopi dengan posisi Trendelenberg
Trakeostomi (fasilitas bronkoskopi tidak ada)
BENDA ASING DI BRONKUS
Bronkus kanan >>> ( posisi lebih horizontal)
Fase asimtomatis >>
75% kasus terjadi pada anak < 2 tahun
Gejala tergantung jenis benda asing
Ro torak tampak tidak ada kelainan
Benda organik yang bersifat higroskopis sumbatan
bronkus menghebat
Benda anorganik iritasi ringan pada jaringan dan
umumnya mudah didiagnosis karena pada Ro. Tampak
radio-opak
Bila gejala tidak jelas dan ada riwayat tersedak /
aspirasi benda asing sebaiknya pasien diobservasi 24-
48 jam
Terapi :

- Bronkoskopi segera pada kasus


benda asing organik

- Torakotomi bronkoskopi gagal


seperti benda asing yang tajam dan
tersangkut dijaringan
BRONKOSKOP
TINDAKAN BRONKOSKOPI
SELAMAT BELAJAR