Anda di halaman 1dari 28

DATA PENDUKUNG

GUNUNG ACEMO

Pejabat Pembuat Komitmen 02


Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Prov.
Papua Barat (Manokwari)

BALAI BESAR PELAKSANAAN


JALAN NASIONAL X
OUTLINE

1. Peta Papua Barat


2. Lokasi Proyek
3.Konsep Penanganan
4.Strip Map Jalan
5. Dokumentasi
1. PETA PAPUA BARAT

PENANGANAN GUNUNG ACEMO


4. KONSEP PENANGANAN
Ruas Jalan Maruni Oransbari (Gunung Acemo) merupakan akses jalan yang
menghubungkan beberapa Kabupaten yaitu Kab.Manokwari Selatan,
Kab.Bintuni.
Aktivitas Lalu Lintas pada Ruas Jalan Maruni - Oransbari tergolong sedang pada
jam normal.
Hal tersebut diakibatkan karena lebar badan jalan kurang memadai yang hanya
memiliki lebar perkerasan 6.0 meter dengan bahu jalan 0.0-1.0 meter, terjadi
banyak gerusan yang terjadi pada saluran yang mengakibatkan longsornya
badan jalan.
Penanganan Jalan pada Ruas tersebut sangat mendesak untuk dilakukan
mengingat pertumbuhan ekonomi Kab.Manokwari yg semakin tinggi, kondisi
existing jalan yang kurang memadai serta perubahan pola wilayah
pengembangan kota yang nantinya akan berdampak pada ruas tersebut.
Kegiatan Penanganan Jalan pada Ruas Maruni Oransbari (Gunung Acemo),
memiliki total panjang 1+250.
A. KONDISI EXISTING
B. USULAN DESAIN

2a
3
1

2b
B. USULAN DESAIN
1. Pengantian box culvert type double 3.00 x 2.00
4.90

0.03 0.95 0.65 0.65 0.95 0.03


B 19 - 180
0.16 0.10 0.10 0.16 0.16 0.10 0.10 0.16 B 19 - 180

C1 22 10
0.30

C2 28 10
0.19

A 19 - 180
0.17 0.17 0.17 0.17

0.30

0.30
D 10 - 180 D 10 - 180
0.24

0.24
0.30 0.30
0.24

0.24
0.19

0.19

0.19
2.61
3.60

3.00

0.19

0.19

0.19
B B B B

B1 16 - 180 B1 16 - 180 B1 16 - 180 B1 16 - 180

0.30 0.30

D 10 - 180 D 10 - 180
0.30

0.30
0.19

B 19 - 180 B 19 - 180

C2 28 10
0.30

C1 22 10

C3 12 10 C4 15 10 C4 15 10 C4 12 10 C4 15 10 C4 12 10
0.30 0.30 1.40 0.30 0.30 0.30 1.40 0.30 0.30
4.90
DETAIL B ( BOX CULVERT )
SKALA 1 : 20 ( ** SELIMUT BETON 3 cm)
B. USULAN DESAIN
2. Pembuatan saluran inlet dan outlet
B. USULAN DESAIN
2. Pembuatan saluran inlet dan outlet

CL
3.56 2.45 2.45 3.56
1.94 2.15 2.15 1.94

+ 3.480 + 3.600 + 4.100 + 4.100 + 3.600 + 3.480


0.20 0.20

1 1
2 2

0.000 0.000
0.30

0.30
0.60

0.60
0.30 0.30
0.45 4.30 0.45

POTONGAN SALURAN IN LET


B. USULAN DESAIN
2. Pembuatan saluran inlet dan outlet

CL
3.56 2.45 2.45 3.56
1.94 2.15 2.15 1.94

+ 3.480 + 3.600 + 4.100 + 4.100 + 3.600 + 3.480


0.20 0.20

1 1
2 2

- 0.100 - 0.100
0.30

0.30
0.60

0.60
0.30 0.30
0.45 4.30 0.45

POTONGAN SALURAN OUT LET


B. USULAN DESAIN
2. Pembuatan saluran inlet dan outlet
8.18
0.20 0.20

1 1
2 2

0.30
0.30
0.60

0.60
0.30 0.30
0.45 4.30 0.45

DIMENSI SALURAN INLET & OUTLET


0.40

1.50
BRONJONG
B. USULAN DESAIN
3. PEMBUATAN SALUURAN DRAINASE MENGGUNAKAN BETON BERTULANG
TIPIKAL PENAMPANG

Tipikal penampang pada STA :


STA 0+000 0+525
TIPIKAL PENAMPANG

Tipikal penampang pada STA :


STA 0+525 0+700
TIPIKAL PENAMPANG

Tipikal penampang pada STA :


STA 1+000 1+250
STRIP MAP

0+000 0+100 0+200 0+300 0+400 0+500 0+600 0+700 0+800 0+900 1+000 1+100 1+200 1+250

HRS - WC PASANGAN BATU

TIMBUNAN PILIHAN SALURAN BETO

BETON
9. DOKUMENTASI
9. DOKUMENTASI
9. DOKUMENTASI
9. DOKUMENTASI
S E K I A N
&
TERIMA KASIH