Anda di halaman 1dari 39

REFRESHING

ANATOMI DAN FISIOLOGI KULIT


KELAMIN SERTA MORFOLOGI KULIT
Disusun Oleh:
Karyati Afrina
2012730134

Pembimbing :
dr. Vita Nooraini, Sp.KK

KEPANITERAAN KLINIK STASE KULIT


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH CIANJUR
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
KULIT
Adalah organ tubuh
yang terletak paling
luar dan membatasinya
dari lingkungan hidup
manusia.

Luas kulit orang


dewasa 1.5 m2
dengan berat
kira-kira 15%
berat badan
ANATOMI
KULIT
SECARA
HISTOPATOL
OGI

EPIDERMIS DERMIS SUBKUTIS


EPIDERMIS
EPIDERMIS
STRATUM
KORNUEM
lapisan kulit yang
paling luar dan
terdiri atas
beberapa lapis sel-
sel gepeng yang
telah mati, tidak
berinti, dan
protoplasmanya
telah berubah
menjadi keratin (zat
tanduk)
EPIDERMIS
STRATUM
LUSIDUM
lapisan sel-sel
gepeng tanpa inti
dengan protoplasma
yang berubah
menjadi protein
yang disebut
eleidin. Lapisan
tersebut tampak
lebih jelas di telapak
tangan dan kaki.
EPIDERMIS
STRATUM
GRANLOSUM
merupakan 2 atau 3
lapis sel-sel gepeng
dengan sitoplasma
berbutir kasar dan
terdapat inti
diantaranya. Butir-butir
kasar ini terdiri atas
keratohialin. Stratum
granulosum juga
tampak jelas di telapak
tangan dan kaki.
EPIDERMIS
STRATUM
SPINOSUM
- Terdiri atas sel-
sel kuboid
- Stratum
spinosum saling
terikat dengan
filamen; yang
berfungsi untuk
mempertahankan
kohesivitas
(kerekatan) antar
sel
EPIDERMIS
STRATUM
BASALE
Terdiri atas sel-sel
berbentuk kubus
(kolumnar) yang
tersusun vertical pada
perbatasan dermo-
epidermal bergaris
seperti pagar
(palisade). Sel-sel
basal ini mengadakan
mitosis dan berfungsi
reproduktif
DERM
IS
bagian yang menonjol ke
PARS epidermis , berisi ujung serabut
PAPILARE saraf dan pembuluh darah

bagian dibawahnya yang menonjol


ke arah subkutan. Terdiri atas
PARS serabut-serabut penunjang seperti
RETIKULA serabut kolagen, elastin dan
RE retikulin
SUBKUTIS (HIPODERMIS)

Terdiri atas jaringan ikat longgar berisi sel-


sel lemak (panikulus adipose)

Berfungsi sebagai cadangan makanan dan


juga merupakan bantalan

Terdapat ujung-ujung saraf tepi, pembuluh


darah dan kelenjar getah bening
Vaskularisasi Kulit

Diatur oleh:

Pleksus Pleksus
superfisial profunda

Mensuplai
Terdiri atas
kapiler, end
Terdapat di Terdapat di pembuluh
arteriol dan
dermis subkutis darah yang
venulla ke
lebih besar
papilla dermis
Kelenjar Getah Bening
Penting dalam mengatur tekanan
dari cairan interstisial oleh resorpsi
cairan dilepaskan dari pembuluh dan
dalam membersihkan jaringan sel,
protein, lipid, bakteri dan zat
terdegradasi.
ADNEKSA KULIT
Terdapat di seluruh
permukaan kulit
Kelenjar Sekresi bergantung
pada beberapa faktor
erekrin
dan dipengaruhi oleh
Glandula saraf kolinergik
Sudorifer
a
KELENJA Kelenjar Terdapat di aksila,
R KULIT apokrin aerola mammae, pubis,
labia minora, saluran
Glandula telinga luar
Terdapat di seluruh permukaan
Dipengaruhi kulit
oleh saraf
Sebasea kecuali di telapak tangan dan kaki
adrenergik
Terdapat di samping akar rambut dan
muaranya terdapat pada folikel
rambut
KUKU
Bagian terminal dari stratum korneum
RAMBUT

Terdiri atas bagian yang terbenam


dalam kulit dan bagian yang berada
di luar kulit
Rambut normal dan sehat berkilat,
elastis dan tidak mudah patah
Komposisi: karbon 5-6%, hidrogen
6.36%, nitrogen 17.14%, sulfur 5.0%
dan oksigen 20.80%
Rambut tumbuh
secara siklik
Fase anagen
(pertumbuhan)
berlangsung 2-6
tahun dengan
kecepatan tumbuh
kira-kira 0,35 mm
per hari.
Fase telogen
(istirahat)
berlangsung
beberapa bulan.
Di antara kedua
fase tersebut
ANATOMI ALAT
KELAMIN
ANATOMI ALAT
KELAMIN
FUNGSI KULIT

FUNGSI FUNGSI FUNGSI


PROTEKSI ABSORPSI EKSKRESI

PENGATURAN
FUNGSI SUHU PEMBENTUKA
PERSEPSI (TERMOREGU N PIGMEN
LASI)

PEMBENTUKA FUNGSI
N VITAMIN D KERATINISASI
Fungsi Proteksi

Menjaga bagian tubuh terhadap


gangguan fisik atau mekanis seperti:

Tekanan Gesekan Tarikan

Gangguan
Gangguan yang Gangguan
kimiawi bersifat infeksi luar
panas
FUNGSI ABSORPSI

Tebal tipisnya kulit


Dipengaruhi

Hidrasi
Kelembaban
oleh Metabolisme
Jenis vehikulum

Celah antar sel


Penyerapan Menembus sel-sel
berlangsung epidermis
Muara saluran
melalui kelenjar
FUNGSI EKSKRESI

Zat yang diekskresi


berupa
NaCl, urea asam urat dan
amonia
FUNGSI PERSEPSI

Rangsa Rangsa Rabaan Tekana


ng ng Badan n
Panas dingin taktil Badan
Badan Badan Meissne Paccini
r
Ruffini Krause
Badan
Merkel
Ranvier
FUNGSI REGULASI

Dengan cara: pengeluaran


keringat dan vasokonstriksi
pembuluh darah
FUNGSI PEMBENTUKAN
PIGMEN
Sel pembentuk pigmen (melanosit), terletak di lapisan basal
dan sel ini berasal dari rigi saraf.

Jumlah melanosit dan jumlah serta besarnya


butiran pigmen (melanasomes) menentukan
warna kulit ras maupun individu

Melanosom dibentuk oleh alat


Golgi dengan bentuk enzim
tirosinase, ion Cu dan O2.
Pajanan
terhadap sinar
metahari
mempengaruhi
produksi
melanosom
FUNGSI PEMBENTUKAN
VITAMIN D
7 DIHIDROKSI KOLESTEROLVIT D

Tetapi kebutuhan tubuh akan Vitamin D


tidak cukup hanya dari hal tersebut
sehingga pemberian vitamin D sistemik
masih tetap dibutuhkan
FUNGSI KERATINISASI

Pembelahan sel basal

Beralih ke bentuk sel spinosum

Makin gepeng dan bergranul (sel granulosum)

Inti menghilang

Sel tanduk yang amorf

Proses ini berlangsung normal selama 14-21 hari


MORFOLOGI KULIT
EFLORES
ENSI Efloresensi Primer: kelainan
kulit yang pertama timbul
yang disebabkan oleh
penyakit kulit tersebut,
contoh: makula, urtika,
vesikel, pustula, papula,
bulla, nodulus,
Efloresensi nodus.:
Sekunder
kelainan kulit yang terjadi
setelah perubahan
perkembangan eflouresensi
primer, contoh: kista, abses,
sikatriks, erosi, ekskoriasi,
MORFOLOGI KULIT
Makula: kelainan kulit berbatas tegas
berupa kelainan warna
Urtika: edema setempat yang timbul
mendadak dan hilang perlahan
Vesikel: gelembung berisi cairan
jernih, berukuran < 1 cm
Pustula: Versikel yang berisi nanah
Papula: peonjolan di atas permukaan
kulit, konsistensi keras, batas tegas,
<1 cm
Bulla: vesikel yang berukuran lebih NODUS
PAPULA
MAKULA
PUSTULA
URTIKA
VESIKEL
besar
Nodus: massa padat sirkumskrip,
terletak di kutan atau subkutan, jika <
MORFOLOGI KULIT
Kista: ruangan yang berdinding
dan berisi cairan, sel maupun sisa
sel
Abses: kumpulan nanah dalam
jaringan
Sikatriks: terdiri atas jaringan
yang tak utuh, relief kulit tidak
normal, permukaan kulit licin, dan
tak terdapat adneksa, dapat atrofik ULKUS
EROSI
SIKATRIKS
atau hipertrofik, bila hipertrofik
patologis disebut: Keloid
Erosi: kehilangan jaringan kulit
yang tidak melampaui stratum
MORFOLOGI KULIT
Skuama: lapisan stratum korneum yang
terlepas dari kulit. Terdiri dari:
ptiriasiformis (halus), psoriasiformis
(berlapis-lapis), iktiosiformis (seperti
sisik ikan), kutikular (tipis), dan lamelar
(berlapis)
Krusta: cairan badan yang mengering,
dapat bercampur dengan jaringan nekrotik
atau benda asing
Tumor: istilah umum untuk benjolan yang
berdasar pada pertumbuhan sel maupun
KRUSTA
jaringan
Infiltrat: tumor yang terdiri atas
kumpulan sel radang
MORFOLOGI KULIT
Likenifikasi: penebalan kulit disertai
relief kulit yang makin jelas
Guma: infiltrat sirkumskrip, menahun,
destruktif, biasanya lunak
Eksantema: kelainan kulit yang timbul
serentak dalam waktu singkat, tidak
berlangsung lama, umumnya didahului
demam
Fagedenikum: Proses yang menjurus ke
dalam dan meluas
Monomorf: kelainan kulit pada satu
ketika yang hanya terdiri dari satu ruam.
Polimorf: kelainan kulit yang sedang
berkembang, terdiri atas bermacam-
macam ruam
MORFOLOGI KULIT
Telangiektasi: pelebaran pembuluh
darah kapiler pada kulit
Roseola: eksantem yang lentikuler,
warna merah tembaga (sipilis dan
frambusia)
Eksantema Skarlatiniformis:
erupsi yang difus dapat generalisata
atau lokalisata, berbentuk eritema
numuler
Eksantema Morbiliformis: Erupsi
berbentuk eritema yang lentikuler
Galopans: proses yang sangat
cepat meluas (ulkus diabetik)
BERBAGAI ISTILAH UNTUK
UKURAN, SUSUNAN,
KELAINAN/BENTUK SERTA
PENYEBARAN DAN LOKALISASI
UKURAN SUSUNAN KELAINAN/BENTUK

Miliar: sebesar kepala Liniar: seperti garis lurus


jarum pentul
Sirsinar anular: seperti
Lentikular: Sebesar biji lingkaran
jagung
Arsinar: berbentuk bulan
sabit
Numular: Sebesar uang
logam Polisiklik: bentuk
pinggiran yang
sambung menyambung
Plakat: Lebih besar dari Korimbiformis: susunan
numular seperti induk ayam yang
dikelilingi anak-anaknya
BERBAGAI ISTILAH UNTUK
UKURAN, SUSUNAN,
KELAINAN/BENTUK SERTA
PENYEBARAN DAN LOKALISASI
BENTUK PENYEBARAN DAN LOKALISASI

Sirkumskrip: berbatas tegas

Teratur: misalnya bulat, Difus: tidak berbatas tegas


lonjong, dsb Generalisata: tersebar pada sebagian
besar badan
Universalis: seluruh atau hampir
seluruh badan
Solitar: hanya satu lesi
Herpetiformis: vesikel berkelompok
seperti pada H. Zoster
Tidak teratur Konfluens: 2 atau lebih lesi yang
menjadi satu
Diskret: terpisah satu dengan yang
lain
BERBAGAI ISTILAH UNTUK
UKURAN, SUSUNAN,
KELAINAN/BENTUK SERTA
PENYEBARAN DAN LOKALISASI
PENYEBARAN DAN
LOKALISASI
Serpiginosa: proses yang menjalar ke satu jurusan, diikuti
oleh penyembuhan bagian yang ditinggalkan

Irisformis: Eritema yang berbentuk bulat lonjong dengan


vesikel yang berwarna lebih gelap di tengahnya

Simetrik: mengenai kedua belah badan yang sama

Bilateral: mengenai kedua belah badan

Unilateral: mengenai sebelah badan