Anda di halaman 1dari 22

REFLEKSI

KASUS
ULKUS KORNEA

Kania Arfiani
20110310200
IDENTITAS PASIEN

Nama : Ny. J
Usia : 76 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Alamat : Bendosari RT 4 RW 1
Bendosari
ANAMNESIS

Keluhan Utama
Mata kanan terasa sakit, sejak 9 hari
Keluhan Tambahan
Mata kanan merah, pandangan kabur,
terasa pedas, nyeri sekali, silau dan
pusing
Riwayat Penyakit Sekarang
13 HSPRS, saat malam hari hendak tidur pasien
merasakan seperti ada serangga yang masuk ke mata
sebelah kanan, kemudian pasien mengkucek mata
tersebut. Tidak ada keluhan nyeri, atau perih saat itu.
9 HSPRS, setelah bangun tidur pasien merasa pada
mata kanan terasa pedas dan ngeres seperti ada yang
mengganjal.Kotoran mata (-), mual (-). Beberapa jam
kemudian mata pasien menjadi merah ,silau dan nyeri
sekali serta muncul putih-putih pada mata pasien.
Pasien tidak langsung memeriksakan nya, hanya di
kompres dengan air hangat.
HPRS, pasien mengeluhkan penglihatan kabur, mata
merah, nyeri sekali, dan pusing.
Pasien tidak pernah menggunakan obat tetes mata
sebelumnya.
Riwayat Penyakit Dahulu:
Riwayat keluhan serupa disangkal
Riwayat penyakit asma dan alergi disangkal.
Riwayat Hipertensi dan Diabetes Mellitus disangkal

Riwayat Penyakit Keluarga:


Tidak ada anggota keluarga yang mengalami keluhan
serupa
Riwayat alergi dan asma disangkal
Riwayat Hipertensi dan Diabetes Mellitus disangkal

Riwayat Personal Sosial :


Pasien adalah seorang ibu rumah tangga, yang tinggal
satu rumah bersama anak nya. Kegiatan pasien setiap
hari berkebun di belakang rumah.
PEMERIKSAAN FISIK
STATUS GENERALIS
Keadaan Umum : Tampak menahan
sakit
Kesadaran : Compos mentis
STATUS OPTHALMOLOGIS
OD OS
Pemeriksaan OD OS
Visus 1/300 3/60
Palpebra Asimetris Asimetris
Spasme (+) (-)
Oedem (-) (-)
Retraksi (-) (-)
Tremor (-) (-)
Sikatrik (-) (-)
Lesi (-) (-)
Bola Mata
Pasangan Simetris Simetris
Gerakan sdn (nyeri) sdn
Konjungtiva
Oedem (+) (-)
Hiperemis
Inj. Konjungtiva (+) (-)
Inj. Perikornea (+) (-)
Inj. Episklera (-) (-)
Sub. Konj. Bleeding (-) (-)
Sekret
Serose (-) (-)
Mukoid (-) (-)
Purulen (-) (-)
Mukopurulen (-) (-)
Kornea
Warna Keruh Arcus Senilis
Permukaan Tidak rata Licin
Edema (-) (-)
Infiltrat (+) (-)
Defek (+) (-)
Neovaskularisasi (-) (-)
COA Hipopion + 2mm Dalam
Iris / Pupil
Bentuk Bulat Bulat
Diameter 3mm 3 mm
Kedudukan Sentral Sentral
Refleks direk (-) (+)
Refleks indirek (-) (+)

Lensa
Warna Sdn Keruh tipis
Letak Sdn Sentral

TIO Sdn(Nyeri) N
Funduskopi Tidak dilakukan Tidak dilakukan
USULAN PEMERIKSAAN

Pemeriksaan slit lamp


Uji fluoresein
Uji placido
Pemeriksaan KOH 10% kerokan kornea
Pemeriksaan Gram
Jika ditemukan bakteri, dapat di
lakukan Kultur dan Sensitifitas

DIAGNOSIS DIAGNOSIS
BANDING KERJA
OD Ulkus Kornea e.c Bakteri OD Ulkus Kornea e.c
OD Ulkus Kornea e.c Jamur Bakteri
PENATALAKSANAAN
Farmakologi :
Antibiotika topikal : Levofloxacin tetes mata, setiap jam
OD
Antibiotika sistemik : Ciprofloxacin 500mg, 2xTab I
Kortikosteroid : Metil prednisolon 4 mg, 3xTab I
Antifungal : Ketokonazole 200mg 1x sehari
Sikloplegia : Sulfas atropin tetes mata, 3xOD
Artificial eye tear drop
Nonfarmakologis dan edukasi
Menjaga kebersihan mata
Mata tidak diperbolehkan dibebat.
Menggunaan pelindung kaca mata untuk mengurangi
paparan debu dan silau
Penyembuhan dan pengobatan membutuhkan waktu lama
PROGNOSIS
Ad vitam : Dubia ad Bonam
Ad sanationam : Dubia ad
Bonam
Ad visam : Dubia ad Malam
Ad kosmetikam : Dubia ad
Malam
ANATOMI KORNEA
ULKUS KORNEA

Keadaan patologik kornea


Hilangnya sebagian permukaan kornea
akibat kematian jaringan kornea
ETIOLOGI
Bakteri (misalnya stafilokokus, pseudomonas, atau
pneumokokus),
Jamur
Virus (misalnya herpes) atau
Protozoa akantamuba,
Reaksi toksik,
Degenerasi,
Alergi
Penyakit kolagen vaskuler.
Kekurangan vitamin A atau protein,
Mata kering (karena kelopak mata tidak menutup
secara sempurna dan melembabkan kornea).
cedera mata, ada benda asing di mata, dan iritasi
akibat lensa kontak.
KLASIFIKASI
Berdasarkan lokasi
Streptokokus

Bakterial Stafilokokus
is
Pseudomonas
Fungi
Pneumokokus
Sentral Acanthamoeb
a
Herpes Zoster
Ulkus
Virus
Kornea
Herpes simplex
Marginal

Perifer Mooren

Ring Ulcer
Gejala Klinis
Gejala Subjektif Gejala Objektif
Eritema pada kelopak Injeksi siliar
mata dan konjungtiva Hilangnya sebagian
Sekret mukopurulen jaringan kornea, dan
Merasa ada benda asing adanya infiltrat
di mata Hipopion
Pandangan kabur
Mata berair
Bintik putih pada
kornea, sesuai lokasi
ulkus
Silau
Nyeri
Infiltat yang steril dapat
menimbulkan nyeri
Pemeriksaan Diagnostik
Ketajaman penglihatan
Tes refraksi
Tes air mata
Pemeriksaan slit-lamp
Keratometri (pengukuran kornea)
Respon reflek pupil
Pewarnaan kornea dengan zat fluoresensi.
Goresan ulkus
Kultur dengan agar sabouraud atau agar
ekstrak maltosa
PENATALAKSANAAN
Medikamentosa
Antibiotik topikal
Antibiotik sistemik
Anti jamur
Anti Viral
Obat Siklopegik
Obat analgesik sistemik dan anti
inflamasi
Vitamin
Non medikamentosa
Konsumsi makanan yang bergizi, udara
yang baik, lingkungan yang sehat.
Penggunaan kaca mata gelaap untuk
mengurangi fotofobia.
Sebaiknya mata yang sakit tidak
dibebat.

Bedah
Kauterisasi
Debridement mekanik
Flap Konjungtiva
Keratoplasti
KOMPLIKASI
Komplikasi paling serius ialah perforasi
kornea dengan infeksi sekunder
Perforasi dapat berlanjut menjadi
endoptalmitis dan panopthalmitis
Kebutaan parsial atau komplit dalam
waktu sangat singkat
Prolaps iris
Sikatrik kornea
Katarak sekunder
Glaukoma sekunder