Anda di halaman 1dari 27

MANAJEMEN FARMASI

BALANCED SCORECARD (PENILAIAN


KINERJA)
OLEH :
KELOMPOK I
ELSASTRI
MUSTIKA KHAIRANI
NURIANA SYAFITRI
RAHAYU JELITA
RAHMI ADELIANI
RIZKY REZA SEPTIANI
SINDI ARLINA
SAFITRI YONANDA
S1- VII BLUBIS
SELLYANA

SEPTI WULANDARI
DOSEN PENGAJAR SRI
:ERNIZA
RAHAYUPRATIWI., M.Farm

SELVIA RAHMADHONA ASRI
PROGRAM STUDI S1 FARMASI
TIARA SRI
SEKOLAH TINGGI ILMU SUDARSIH
FARMASI RIAU

YAYASAN UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2016
DEFINISI BALANCED
SCORECARD

Adalah suatu sistem manajemen untuk mengelola implementasi


strategi, mengukur kinerja secara utuh, mengkomunikasikan visi,
strategi dan sasaran kepada stakeholders. Kata balanced dalam
balanced scorecard merujuk pada konsep keseimbangan antara
berbagai perspektif, jangka waktu (pendek dan panjang), lingkup
perhatian (intern dan ekstern). Kata scorecard mengacu pada rencana
kinerja organisasi dan bagian-bagiannya serta ukurannya secara
kuantitatif.

Pada intinya, Balanced Scorecard merupakan suatu alat bantu


manajemen untuk menerapkan tujuan strategik organisasi
melalui 4 perspektif dasar, yaitu keuangan, pelanggan, proses
bisnis internal, dan pertumbuhan. Tujuan akhirnya adalah
peningkatan kinerja organisasi dalam jangka panjang
TUJUAN BALANCED
SCORECARD

Mengetahui tingkat ketercapaian tujuan organisasi yang telah


ditetapkan.

Menyediakan sasaran pembelajaran bagi pegawai/karyawan.

Memperbaiki kinerja periode berikutnya.

Memberikan pertimbangan yang sistematik dalam pembuatan


keputusan dengan pemberian reward dan punishment system.

Memotivasi pegawai dalam rangka untuk meningkatkan


kinerjanya.

Menciptakan akuntabilitas publik


KONSEP PENTING BALANCED
SCORECARD

1. Menambahkan 3 2. Konsep penting


perspektif kedua adalah
3. Hubungan
tambahan pada penggunaan
sebab-akibat.
perspektif finansial indikator leading
yang telah ada. dan lagging

4. Penerapan BSC
5. Pembelajaran
secara berjenjang
double loop
diseluruh
learning.
organisasi.
KEUNGGULAN BALANCED
SCORECARD

Kelebihan sistem manajemen strategis berbasis balanced


scorecard dibandingkan konsep manajemen yang lain adalah
bahwa ia menunjukkan indikator outcome dan output yang
jelas, indikator internal dan eksternal, indikator keuangan dan
non-keuangan, dan indikator sebab dan akibat. balanced
scorecard paling tepat disusun pada saat-saat tertentu,
misalnya ketika ada merjer atau akuisisi, ketika ada tekanan
dari pemegang saham, ketika akan melaksanakan strategi
besar dan ketika organisasi berubah haluan atau akan
mendorong proses perubahan. balanced scorecard juga
diterapkan dalam situasi-situasi yang rutin, antara lain: pada
saat menyusun rencana alokasi anggaran, menyusun
manajemen kinerja, melakukan sosialisasi terhadap kebijakan
baru, memperoleh umpan balik, meningkatkan kapasitas staf.
KEGUNAAN BALANCED
SCORECARD

1. Perencanaan Sumber Daya Manusia

2. Rekrutmen dan Seleksi

3. Pelatihan dan Pengembangan

4. Perencanaan dan Pengembangan Karir

5. Program Kompensasi

6. Hubungan Karyawan Internal

7. Penilaian Potensi Tenaga Kerja


KARAKTERISTIK BALANCED SCORECARD

Kriteria yang digunakan untuk menilai kinerja


Kriteria yang karyawan harus berkaitan dengan pekerjaan / valid.
terkait dengan
pekerjaan

Sebelum periode penilaian, para manajer harus


menjelaskan secara gamblang tentang kinerja yang
Ekspektasi Kinerja diharapkan kepada pekerja.

Pekerja dalam kategori pekerjaan yang sama dan


berada di bawah organisasi yang sama harus dinilai
Standardisasi dengan menggunakan instrumen yang sama
Tanggung jawab untuk menilai kinerja karyawan hendaknya
dibebankan kepada seseorang atau sejumlah orang, yang
secara langsung mengamati paling tidak sampel yang
Penilaian yang
representatif dari kinerja itu. Untuk menjamin konsistensi
baik penilaian, para penilai harus mendapatkan latihan yang
memadai.
Setiap pekerja harus memperoleh akses terhadap hasil
penilaian. Kerahasiaan akan menumbuhkan
Akses
Karyawan kecurigaan. Menyediakan akses terhadap hasil
Terhadap Hasil penilaian memberikan kesempatan karyawan untuk
Penilaian
mendeteksi setiap kesalahannya

Dalam hubungannya dengan pengajuan keberatan


Proses
Pengajuan secara formal atas hasil penilainnya, penetapan due
Keberatan
(due process)
process merupakan langkah penting.

Pada umumnya, para pekerja memiliki kebutuhan


Komunikasi untuk mengetahui tentang seberapa baik kinerja
Terbuka mereka
PRINSIP UTAMA BALANCED
SCORECARD

(1) menerjemahkan sistem manajemen strategi berbasis


balanced scorecard ke dalam terminologi operasional
sehingga semua orang dapat memahami

(2) menghubungkan dan menyelaraskan organisasi dengan


strategi itu. Ini untuk memberikan arah dari eksekutif kepada
staf garis depan

(3) membuat strategi merupakan pekerjaan bagi semua


orang melalui kontribusi setiap orang dalam implementasi
strategis

(4) membuat strategi suatu proses terus menerus melalui


pembelajaran dan adaptasi organisasi dan

(5) melaksanakan agenda perubahan oleh eksekutif guna


memobilisasi perubahan.
PIHAK-PIHAK DALAM
BALANCED SCORECARD

(1) Orang yang dinilai (karyawan)

(2) Penilai (atasan, supervisor,


pimpinan, manager, konsultan) dan

(3) Perusahaan
MANFAAT BALANCED
SCORECARD
BAGI YANG DINILAI

Meningkatkan motivasi dan meningkatkan


kepuasan hidup.

Adanya kejelasan standard hasil yang diterapkan


mereka dan meningkatkan hubungan yang
harmonis dan aktif dengan atasan.

Umpan balik dari kinerja lalu yang kurang akurat


dan konstruktif.

Adanya pandangan yang lebih jelas tentang


konteks pekerjaan dan adanya kesempatan untuk
berkomunikasi ke atas .
MANFAAT BALANCED
SCORECARD
BAGI PENILAI

Kesempatan untuk mengukur dan mengidentifikasikan


kecenderungan kinerja karyawan untuk perbaikan
manajeman selanjutnya.

Kesempatan untuk mengembangkan suatu


pandangan umum tentang pekerjaan individu dan
departemen yang lengkap.

Memberikan peluang untuk mengembangkan


sistem pengawasan baik untuk pekerjaan manajer
sendiri, maupun pekerjaan dari bawahannya

Identifikasi gagasan untuk peningkatan tentang


nilai pribadi dan meningkatan kepuasan kerja
MANFAAT BALANCED
SCORECARD
BAGI PERUSAHAAN

Untuk menjelaskan visi organisasi

Untuk menyelaraskan organisasi untuk mencapai


visi itu

Untuk mengintegrasikan perencanaan strategis


dan alokasi sumber daya

Untuk meningkatkan efektivitas manajemen


dengan menyediakan informasi yang tepat untuk
mengarahkan perubahan
PENGGUNAAN BALANCED
SCORECARD

1. Perumusan Strategi
Tahap ini ditujukan untuk menghasilkan misi, visi, keyakinan dan nilai dasar, dan
tujuan institusi.
2. Perencanaan Strategis
Perencanaan strategis meliputi proses penentuan sasaran, tolok ukur, target dan
inisiatif.
3. Penyusunan Program
Proses penyusunan program adalah: menjabarkan inisiatif menjadi beberapa
program yang akan dilaksanakan beberapa tahun yad., memperkirakan investasi
yang diperlukan untuk setiap program, menghitung perkiraan penerimaan yang
dapat diperoleh dan menghitung perkiraan laba/hasil yang akan diperoleh.

4. Penyusunan Anggaran
Penyusunan anggaran bertujuan untuk menentukan kegiatan tahun berikutnya
dan sumber daya yang diperlukan. Anggaran disusun berdasarkan iniatif yang
telah dirumuskan.
5. Implementasi
Perencanaan strategis meliputi proses penentuan sasaran, tolok ukur, target dan
inisiatif.
6. Pemantauan dan Pengendalian
Tahap ini membandingkan kinerja dengan target. .
PERSPEKTIF DALAM BALANCED
SCORECARD

2. Perspektif
keuangan

1. Perspektif 3. Perspektif
proses bisnis konsumen/pa
internal. sien

4. Aspek
pengembangan
dan
pertumbuhan
A. Perspektif Keuangan (Financial
Perspective)

Pada tahap ini suatu perusahaan memiliki


1. Growth
(Berkemban
tingkat pertumbuhan dan potensi untuk
g) berkembang
Dalam tahap sustain perusahaan masih
2. Sustain melakukan investasi dan reinvestasi dengan
(Bertahan)
melihat tingkat pengembalian yang terbaik
Tahap ini merupakan tahap kematangan
3. Harvest (mature), suatu tahap dimana perusahaan
(Panen)
menuai hasil investasi mereka.
B. Perspektif Pelanggan
(Customer Perspective)

1. Pangsa pasar
Pangsa pasar menggambarkan proporsi bisnis yang dijual oleh
sebuah unit bisnis di
pasar tertentu.

2. Akuisisi pelanggan
Mengukur seberapa banyak perusahaan berhasil menarik
pelanggan-pelanggan baru.

3. Retensi pelanggan
Mengukur seberapa banyak perusahaan berhasil mempertahankan
pelangan lama.

4. Tingkat kepuasan
pelanggan
Mengukur seberapa jauh pelanggan merasa puas terhadap layanan
perusahaan.
Parameter Lain Dalam
Perspektif Pelanggan

a) Atribut produk (harga, daya guna,


kualitas)

b) Customer service / hubungan dengan


pelanggan

c) Citra dan reputasi perusahaan


C. Perspektif Proses Bisnis Internal
(Internal Business Process
Perspective)

1. Inovasi (banyaknya produk baru, lama proses


pengembangan, biaya
pengembangan)

2. Proses operasional ; parameternya tergantung


pada jenis industri tersebut.

3. Proses penyampaian produk atau jasa pada


pelanggan (pendistribusian produk /
jasa, layanan purna jual)
D. Perspektif Pembelajaran Dan
Pertumbuhan (Learning And
Growth Perspective)

Beberapa elemen kepuasan karyawan adalah keterlibatan dalam


1. Kepuasan pengambilan keputusan, pengakuan, akses untuk memperoleh
Karyawan informasi, dorongan untuk melakukan kreativitas dan inisiatif serta
dukungan dari atasan.
2. Tolok ukur yang sering digunakan adalah bahwa informasi yang
Kemampuan
Sistem dibutuhkan mudah didapatkan, tepat dan tidak memerlukan waktu
Informasi lama untuk mendapat informasi tersebut.
Pegawai yang memiliki informasi yang berlimpah tidak akan
3. Motivasi, memberikan kontribusi pada keberhasilan usaha, apabila mereka
pemberdayaa
n, dan tidak mempunyai motivasi untuk bertindak selaras dengan tujuan
keselarasan perusahaan atau tidak diberi kebebasan dalam pengambilan
keputusan atau bertindak.
Retensi Karyawan merupakan kemampuan organisasi / perusahaan
4. Retensi untuk mempertahankan selama mungkin pekerja yang diminati
karyawan perusahaan dengan membandingkan jumlah karyawan yang keluar
dengan jumlah seluruh karyawan

Produktivitas kerja merupakan hasil dari pengaruh agregat


5.Produktivit
as Karyawan peningkatan keahlian moral, inovasi, perbaikan proses internal dan
tingkat kepuasan konsumen
Rating
Scales
Behavio
urally
Critical
Anchore
Incident
d Rating
s
Scales
(BARS)
Metode
-
metode
Balanc
Forced ed
distribu Essay
tion Scorec
ard

work
Ranking
standart
PERIODE BALANCED
SCORECARD

Evaluasi kinerja biasanya dilakukan secara


berkala dalam interval waktu tertentu. Pada
sebagian besar organisasi, penilaian dilakukan
satu atau dua kali dalam setahun. Pada
umumnya, pekerja pertama kali di evaluasi
menjelang berakhirnya masa percobaan.
Mengevaluasi para karyawan baru beberapa
kali selama tahun pertama mereka bekerja,
juga merupakan praktek yang lazim dilakukan.
MASALAH-MASALAH BALANCED
SCORECARD

Bias Hallo error

Kurangnya objektivitas
Terlalu longggar / terlalu
ketat
Kecenderungan memberikan
nilai tengah
Bias perilaku terbaru

Bias pribadi(stereotype)
kegiatan
administ
ratif dan
manajeri
al

BALANCE
D
SCORECA
RDRUMA kegiatan
kegiatan H SAKIT pelayan
an
pelayan
medis
an
dan
penunja
keperaw
ng
atan