Anda di halaman 1dari 46

Teori Portofolio

MANAJEMEN INVESTASI
ANGGIA PARAMITA PUTI KENCANA, SE, MSM
UNIVERSITAS GUNADARMA
Teori Portofolio
Di awal 1950-an Markowitz mengembangkan
teori portofolio, yang melihat pada
bagaimana laba investasi dapat dioptimalkan.
Para ekonom telah lama memahami pandangan
umum atas peragaman portofolio; di mana
perkataan "jangan meletakkan semua
telurmu di 1 keranjang " sudah lama
beredar. Namun Markowitz menunjukkan cara
bagaimana mengukur risiko sejumlah
keamanan dan bagaimana menggabungkannya
di sebuah portofolio untuk mendapatkan laba
maksimum atas risiko yang didapat.
Konsep Dasar
Portofolio yang efisien dan optimal
Fungsi kegunaan dan kurva indiferens
Aktiva beresiko dan aktiva bebas resiko
Portofolio yang Efisien dan Optimal
Portofolio efisien ialah portofolio yang
memaksimalkan return yang diharapkan dengan
tingkat risiko tertentu yang bersedia ditanggungnya,
atau portofolio yang menawarkan risiko terendah
dengan tingkat return tertentu.
Mengenai perilaku investor dalam pembuatan
keputusan investasi diasumsikan bahwa semua
investor tidak menyukai risiko (risk averse).
Misalnya jika ada investasi A (return 15%, risiko
7%) dan investasi B (return 15%, risiko 5%), maka
investor yang risk averse akan cenderung memilih
investasi B.
Jika memiliki beberapa pilihan portofolio yang efisien
maka yang dipilih portofolio yang paling optimal
Portofolio yang Efisien dan Optimal
Portofolio optimal merupakan portofolio yang
dipilih investor dari sekian banyak pilihan yang
ada pada kumpulan portofolio efisien.
Portofolio yang dipilih investor adalah portofolio
yang sesuai dengan preferensi investor
bersangkutan terhadap return maupun terhadap
risiko yang bersedia ditanggungnya.
Kurva Indiferens
Kurva indeferen menggambarkan kumpulan
portofolio dengan kombinasi return harapan
dan risiko masing-masing yang memberikan
utilitas yang sama bagi investor.
Kemiringan (slope) positif kurva indeferen
menggambarkan bahwa investor selalu
menginginkan return yang lebih besar sebagai
kompensasi atas risiko yang lebih tinggi.
Kurva Indiferens
u3
u2
u1
Pengembalian yang

Kegunaan meningkat
diharapkan

Resiko
Keterangan Kurva Inferens
u= Tingkat pengembalian yang diharapkan
lebih besar dan memiliki resiko yang lebih
besar dibanding u
Kurva indiferens semakin jauh dari sumbu
horizontal, mewakili tingkat pengembalian
yang lebih tinggi pada setiap tingkat resiko
u3 memiliki utilitas tertinggi, u1 memiliki
utilitas terendah
Aktiva beresiko dan aktiva bebas resiko
Aktiva beresiko, merupakan aktiva dimana
pengembalian yang akan diterima di masa depan
bersifat tidak pasti, contohnya adaah saham,
obligasi jangka panjang (30 thn)
Aktiva bebas beresiko, merupakan aktiva yang
pengembalian masa depannya dapat diketahui
dengan pasti pada saat ini, dan ditunjukkan oleh
varians return yang sama dengan nol.
Satu contoh aset bebas risiko adalah obligasi
jangka pendek yang diterbitkan pemerintah,
seperti Sertifikat Bank Indonesia (SBI) -
merupakan kewajiban jangka pendek pemerintah
Mengukur Pengembalian Diharapkan
dari Suatu Portofolio
Mengukur pengembalian portofolio periode
tunggal
Pengembalian diharapkan dari portofolio
aktiva beresiko
Mengukur pengembalian portofolio periode tunggal

Pengembalian aktual dari suatu portofolio aktiva


sepanjang periode waktu tertentu dapat dihitung :
Rp = w1R1 + w2R2 + ... + wGRG
G
Rp = w g Rg
g=1

Keterangan :
Rp = tingkat pengembalian portofolio selama periode berjalan
(periode penyimpanan)
Rg = tingkat pengembalian aktiva g selama periode berjalan
wg = berat aktiva g pada portofolio bagian dari nilai pasar
keseluruhan
G = jumlah aktiva pada portofolio
Contoh kasus
Aktiva Nilai pasar Tingkat pengembalian
1 $ 6 juta 12 %
2 $ 8 juta 10 %
3 $ 11 juta 5%
Total $ 25 Juta

R1 = 12 % w1 = 6 / 25 = 0,24 = 24 %
R2 = 10 % w2 = 8 / 25 = 0,32 = 32 %
R3 = 5 % w3 = 11/25 = 0,44 = 44 %

Rp = 0,24 (0.12) + 0,32 (0.10) + 0,44 (0.5)


Rp = 0,0828 = 8,28 %
Pengembalian diharapkan dari portofolio
aktiva beresiko
Nilai yang diberikan kepada pengembalian yang
diharapkan dari setiap aktiva merupakan
persentase dari nilai pasar aktiva terhadap nilai
pasar total portofolio
E(Rp) = w1E(R1) + w2E(R2) + ... + wGE(RG)
Keterangan :
E( ) = harapan
E(Rp) = pengembalian exante pengembalian diharapkan dari
portofolio
sepanjang periode waktu tertentu (expected return)
Lanjutan....
Pengembalian yang diharapkan
E (Ri) = p1r1 + p2r2 + ... + pNrN

Keterangan :
rn = tingkat pengembalian ke n yang mungkin bagi aktiva i
pn = probabilita memperoleh tingkat pengembalian n bagi
aktiva i
N = jumlah penghasilan yang mungkin bagi tingkat
pengembalian
Contoh Kasus
Distribusi probabilitas tingkat pengembalian bagi saham XZY
N Tingkat pengembalian Probabilitas kejadian
1 15 % 0.50
2 10 % 0.30
3 5% 0.13
4 0% 0.05
5 -5% 0.20
Total 1.00
E(RXYZ) = 0.50(15%) + 0.30(10%) + 0.13(5%) + 0.05 (0%) +
0.20 (-5%)
= 11 %
11% = nilai atau rata-rata hitung (mean) yang diharapkan dari
distribusi probabilitas bagi tingkat pengembalian saham XYZ
Mengukur Resiko Portofolio
Resiko merupakan kerugian yang dihadapi
Menurut Prof. Harry Markowitz : Resiko
sebagai varians pengembalian diharapkan
aktiva
Varians Sebagai Alat Ukur
Resiko
Varians dari variabel acak adalah ukuran
penyimpangan dari penghasilan yang
mungkin di sekitar nilai yang diharapkan
Varians adalah ukuran penyimpangan
penghasilan yang mungkin bagi tingkat
pengembalian di sekitar pengembalian
yang diharapkan
Lanjutan...
Persamaan
var (Ri) = p1[r1-E(Ri)]2 + p2[r2-E(Ri)]2 + ... + pN[rN-
E(Ri)]2

atau N

var (Ri) = pn[rm-E(Ri)]2


n=1
Contoh Kasus
Distribusi probabilitas pengembalian saham
XYZ, maka varians :
var (Rxyz) = 0.50(15% - 11%)2 + 0.30(10% -
11%)2 +
0.13(5% - 11%)2 + 0.05(0% - 11%)2
+
0.02(-5% - 11 %)2
= 24 %
Varians dikaitkan dengan distribusi
pengembalian mengukur kekencangan dimana
distribusi dikelompokan disekitar mean atau
pengembalian yang diharapkan
Lanjutan...
Menurut Harry Markowitz : Kekencangan
atau varians ini sama dengan
ketidakpastian atau resiko suatu investasi
Jika aktiva tidak memiliki resiko, maka
penyimpangan pengembalian diharapkan
dari aktiva tersebut adalah 0 (nol)
Deviasi Standar
Varians dinyatakan dalam unit kuadrat, varians
diubah menjadi deviasi standar atau akar
kuadrat dari varians
SD(Ri) = var (Ri)

Maka deviasi standar saham XYZ


SD(RXYZ) = 24 % = 4,9 %
Kritikan Terhadap Varians Sebagai Alat Ukur

Varians mengukur penyimpangan


pengembalian aktiva di sekitar nilai yang
diharapkan, maka varians mempertimbangkan
juga pengembalian di atas atau di bawah nilai
pengembalian yang diharapkan
Varians hanya merupakan satu ukuran tentang
bagaimana pengembalian bervariasi di sekitar
pengembalian yang diharapkan.
Pandangan Harry Markowitz
Menyadari keterbatasan dan menyarankan
pengukuran resiko sisi bawah (downside risk)
resiko memperoleh pengembalian di bawah
pengembalian diharapkan disebut dengan semi
varians
Varians dapat dibenarkan berdasarkan bukti
empiris yang menyatakan distribusi pengembalian
saham di masa lalu bersifat simetris. Pengembalian
yang diharapkan dan varians merupakan dua
parameter yang dipertimbangkan dalam
pembuatan keputusan
Mengukur Resiko Portofolio dari Portofolio
Dua Aktiva
Formula

var(Rp) = wi2 var(Ri) + wi2 var (Rj) + 2wi wj


cov(Ri,Rj)
Dimana
cov(Ri,Rj) = kovarians antara pengembalian bagi
aktiva i dan aktiva j
Kovarian

Tingkat dimana pengembalian kedua aktiva


berbeda atau berubah secara bersamaan
Kovarian positif (+) : pengembalian kedua
aktiva cenderung bergerak atau berubah pada
arah yang sama
Kovarian negatif (-) : Pengembalian bergerak
pada arah yang berlawanan
Formula Kovarian aktiva i dan j
Cov(Ri,Rj) = p1[ri1 - E(Ri)][ri1 E(Ri)] + p2[ri2 E(Ri)][ri2
E(Ri)]
+ ... + p1[riN - E(Ri)][riN E(Ri)]
Dimana :
rin = tingkat pengembalian ke n yang mungkin bagi aktiva i
rjn = tingkat pengembalian ke n yang mungkin bagi aktiva j
Pn= kemungkinan memperoleh tingkat pengembalian n bagi aktiva i dan j
N = jumlah hasil yang mungkin bagi tingkat pengembalian
Contoh Kasus
N Return Saham A Return Saham B Probabilitas
kejadian
1 15 % 8% 0.50
2 10 % 11 % 0.30
3 5% 6% 0.13
4 0% 0% 0.05
5 -5% -4% 0.20
Total 1.00
Pengembalian diharapkan 11 % 8%
Varians 24 % 9%
Standar deviasi 4,9 % 3%
Kovarian antara sahan A dan saham B
cov (RA,RB) = 0.50 (15%-11%) (8%-8%) +
0.30 (10%-11%) (11%-8%) +
0.13 (5%-11%) (6%-8%) +
0.05 (0%-11%) (0%-8%) +
0.02 (-5%-11%) (-4%-8%)
= 8,9 %
Kovarian dapat dianggap korelasi antara
pengembalian yang diharapkan dari kedua aktiva
Hubungan antara Kovarian dan Korelasi

cov (Ri,Rj)
Cor (Ri,Rj) =
SD(Ri) SD(Rj)

Koefisien korelasi
+ 1 : adanya pergerakan arah yang sama dengan
sempurna
- 1 : adanya pergerakan ke arah yang berlawanan dengan
sempurna
Contoh Kasus
Hubungan antara kovarian dan korelasi saham A dan
saham B :
8,9
Cor (RA, RB) =
(4,9) (4,3)

= 0,60
Mengukur Resiko Portofolio Lebih dari Dua Aktiva
Formula tiga aktiva i, j dan k

var(Rp) = wi2 var(Ri) + wk2 var (Rk) + 2wi wj


cov(Ri,Rj)
+ 2wi wk cov(Ri,Rk) + 2wj wk cov(Rj,Rk)

Varians dari pengembalian diharapkan suatu


portofolio adalah jumlah tertimbang aktiva
tunggal dalam portofolio ditambah jumlah
tertimbang tingkat dimana aktiva mengalami
perubahan bersamam-sama
Menggunakan Data Historis Untuk
Memperkirakan Input
Manajer portofolio akan memodifikasi nilai
input jika analisis yang mereka lakukan
menunjukan bahwa kinerja saham tertentu di
masa depan berbeda dengan kinerja di masa
lalu
Pengembalian historis = (harga awal periode
harga akhir periode + deviden kas ) / harga
awal periode
Contoh Kasus
Harga awal periode $ 46.000
Harga akhir periode $ 53.875
Deviden kas dibayar $ 0.25

Pengembalian historis
= (53.875 46.000 + 0.25) / 46.000
= 0,17663
=17,663 %
MODEL PORTOFOLIO
MARKOWITZ
Teori portofolio dengan model Markowitz
didasari oleh tiga asumsi, yaitu:
Periode investasi tunggal, misalnya 1 tahun.
Tidak ada biaya transaksi.
Preferensi investor hanya berdasar pada
return yang diharapkan dan risiko.
MEMILIH PORTOFOLIO OPTIMAL
Permukaan efisien (efficient frontier) ialah
kombinasi aset-aset yang membentuk
portofolio yang efisien.
Merupakan bagian yang mendominasi (lebih
baik) titik-titik lainnya karena mampu
menawarkan tingkat return yang lebih tinggi
dengan risiko yang sama dibanding bagian
lainnya.
Pemilihan portofolio optimal didasarkan pada
preferensi investor terhadap return yang
diharapkan dan risiko yang ditunjukkan oleh
kurva indiferen.
MEMILIH PORTOFOLIO OPTIMAL
12/40
u2
u1
Garis
diharapkan, Rp
Return yang

permukaan
E
D efisien B-C-D-
G E
C
B Titik-titik
H
portofolio
A efisien

Risiko, p
MEMILIH ASET YANG OPTIMAL
Investor membuat keputusan yang disebut
sebagai keputusan alokasi aset (asset
allocation decision).
Keputusan ini menyangkut pemilihan kelas-
kelas aset yang akan dijadikan sebagai pilihan
investasi, dan juga berapa bagian dari
keseluruhan dana yang dimiliki investor yang
akan diinvestasikan pada kelas aset tersebut.
Bagian dari dana yang diinvestasikan pada
setiap kelas aset disebut sebagai porsi dana
atau bobot dana. Masing-masing bobot dana
tersebut akan berkisar antara 0% sampai
100%.
MEMILIH KELAS ASET YANG OPTIMAL
Kelas aset adalah pengelompokkan aset-aset berdasarkan jenis-jenis
aset seperti saham, obligasi, real estat, sekuritas asing, emas, dsb. 14/40
SAHAM BIASA
INSTRUMEN PASAR UANG
Ekuitas Domestik
Treasury Bills
Kapitalisasi Besar
Commercial Paper
Kapitalisasi kecil
Guaranteed Investment
Ekuitas Internasional
Contracts
Pasar modal negara maju
REAL ESTATE
Pasar modal berkembang
MODAL VENTURA
OBLIGASI
Obligasi Pemerintah
Obligasi Perusahaan
Rating AAA
Rating BAA
Obligasi Berisiko Tinggi (Junk Bond)
Obligasi Dengan Jaminan
Obligasi internasional
MENCARI EFFICIENT FRONTIER
Sebagai contoh, ada tiga sekuritas sedang 15/40
dipertimbangkan, yaitu 1) saham AAA, 2) saham BBB,
dan 3) saham CCC. Return harapan saham AAA adalah
14 persen, saham BBB adalah 8 persen, dan saham
CCC adalah 20 persen. Anggap seorang investor ingin
menciptakan sebuah portofolio yang mengandung
ketiga saham ini dengan return harapan portofolio
adalah 15,5 persen. Apa kombinasi untuk portofolio ini?
Dengan membuat bobot portofolio untuk saham AAA
adalah 0,45, saham BBB adalah 0,15, dan saham CCC
adalah 0,4, investor dapat menghasilkan return
portofolio 15,5 persen.

E(RP) = 0,45 (0,14) + 0,15 (0,08) + 0,4 (0,20) = 0,155.


MENCARI EFFICIENT FRONTIER
Berbagai kombinasi dapat diciptakan seperti 16/40
pada tabel berikut:
Kombinasi WAAA WBBB WCCC E (Rp)

1 0,65 0,05 0,3 15,5%

2 0,45 0,15 0,4 15,5%

3 0,15 0,3 0,55 15,5%

4 0,55 0,1 0,35 15,5%


MENCARI EFFICIENT FRONTIER
Di samping keempat contoh kombinasi pada
17/40
tabel, sebenarnya ada tidak terbatas kombinasi
yang dapat menghasilkan return portofolio
sebesar 15,5 persen. Oleh karena itu,
pertanyaannya adalah kombinasi atau bobot
portofolio manakah yang terbaik?
Jawaban untuk pertanyaan itu adalah memilih
portofolio yang menghasilkan varians atau deviasi
standar paling kecil.
MENCARI EFFICIENT FRONTIER
Secara matematis, masalah yang dihadapi 18/40
investor dapat dinyatakan secara umum sebagai
berikut: n n n
2 p Wi2 i2 Wi Wj i j
i 1 i 1 j1
Minimalkan:
ij
n

W i 1
Dengan kendala:
i 1

W E R E *
i 1
i i
CONTOH
Saham Saham Saham
AAA BBB CCC 19/40

Return harapan, E (Ri) 14% 8% 20%

Deviasi standar, i 6% 3% 15%


Koefisien korelasi (Kovarians):
antara AAA dan BBB = 0,5 (0,001)
antara AAA dan CCC = 0,2 (0,002)
antara BBB dan CCC = 0,4 (0,002)
CONTOH
Minimalkan: 20/40
2 0, 062 WAAA
2
0, 032 WBBB
2
0,152 WCCC
2

2WAAAWBBB 0, 001 2WAAAWCCC 0, 002 2WBBBWCCC 0, 002


Dengan kendala:

0,14WAAA 0, 08WBBB 0, 20WCCC E *


WAAA WBBB WCCC 1
EFFICIENT FRONTIER MARKOWITZ
Return harapan
Titik X merupakan 21/40
Z
portofolio pada efficient
0,1550 Saham frontier yang memberikan
Y CCC deviasi standar paling
kecil.
Titik X ini disebut global
Saham
minimum variance
AAA portfolio.
X Saham Daerah efficient set
BBB (frontier) adalah segmen
yang berada di atas
Std deviasi global minimum variance
portfolio.
0 0,0663