Anda di halaman 1dari 12

KOMPONEN SISTEM, JEJARING,

DAN PERAN JEJARING SISTEM


SURVEILANS EPIDEMIOLOGI

Disusun Oleh:
Asri Yana Silaban
Julira Santi
YosiYolanda
Komponen Sistem Surveilans

Terdapat
Terdapat kejelasan
kejelasan sumber
sumber dan
dan cara-cara
cara-cara
Tujuan
Tujuan yang
yang jelas
jelas memperoleh
memperoleh data,
data, mengolah,
mengolah, menganalisis
menganalisis
dan
dan dapat
dapat diukur.
diukur. data,
data, sasaran
sasaran penyebaran
penyebaran atau
atau pemanfaatan
pemanfaatan
data
data dan informasi epidemiologi serta
dan informasi epidemiologi serta
mekanisme
mekanisme kerja
kerja surveilans
surveilans epidemiologi.
epidemiologi.

Unit
Unit surveilans
surveilans terdiri
terdiri Jejaring
Jejaring surveilans
surveilans yng
yng dapat
dapat
dari
dari kelompok
kelompok kerja
kerja membangun
membangun kerjasama
kerjasama
surveilans
surveilans dalam
dalam pertukaran
pertukaran data
data dan
dan Adanya
Adanya indikator
indikator
epidemiologi
epidemiologi dengan
dengan informasi
informasi epidemiologi,
epidemiologi, kinerja
kinerja
dukungan tenaga
dukungan tenaga analisis
analisis dan
dan peningkatan
peningkatan
professional.
professional. kemampuan
kemampuan surveilans
surveilans
epidemiologi.
epidemiologi.
INDIKATOR
INDIKATOR KINERJA
KINERJA PENYELENGGARAAN
PENYELENGGARAAN SURVEILANS
SURVEILANS
TERPADU
TERPADU PENYAKIT
PENYAKIT MERUPAKAN
MERUPAKAN KEBUTUHAN
KEBUTUHAN EPIDEMIOLOGI
EPIDEMIOLOGI

1.
1. Kelengkapan
Kelengkapan laporan
laporan bulanan
bulanan STPSTP unit
unit pelayanan
pelayanan keke Dinas
Dinas
Kesehtan
Kesehtan Kabupaten/Kota
Kabupaten/Kota sebesar
sebesar 90%
90%
2.
2. Ketepatan
Ketepatan laporan
laporan bulanan
bulanan STPSTP Unit
Unit Pelayanan
Pelayanan keke Dinas
Dinas
Kesehatan
Kesehatan Kabupaten/Kota
Kabupaten/Kota sebesar
sebesar 80%.
80%.
3.
3. Dinas
Dinas Kesehatan
Kesehatan Kabupaten/Kota
Kabupaten/Kota mencapai
mencapai indikator
indikator
epidemiologi
epidemiologi STP
STP sebesar
sebesar 80%.
80%.
4.
4. Ketepatan
Ketepatan laporan
laporan bulanan
bulanan STP
STP Dinas
Dinas Kesehatan
Kesehatan Kabupaten/Kota
Kabupaten/Kota
ke
ke Dinas
Dinas Kesehatan
Kesehatan Propinsi
Propinsi sebesar
sebesar 90%
90%
5.
5. Kelengkapan
Kelengkapan laporan
laporan bulanan
bulanan STP
STP Dinas
Dinas Kesehatan
Kesehatan
Kabupaten/Kota
Kabupaten/Kota ke ke Dinas
Dinas Keshatan
Keshatan Propinsi
Propinsi sebesar
sebesar 100%
100%
6.
6. Kelengkapan
Kelengkapan laporan
laporan bulanan
bulanan STP
STP Dinas
Dinas Kesehatan
Kesehatan Propinsi
Propinsi ke
ke
Ditjen
Ditjen PPM
PPM dan
dan PLPL Depkes
Depkes sebesar
sebesar 100%
100%
7.
7. Ketepatan
Ketepatan laporan
laporan bulanan
bulanan STP
STP Dinas
Dinas Kesehatan
Kesehatan Propinsi
Propinsi ke
ke
Ditjen
Ditjen PPM
PPM dan
dan PL
PL sebesar
sebesar 90%
90%
8.
8. Distribusi
Distribusi data
data dan
dan informasi
informasi bulanan
bulanan kabupaten/kota,
kabupaten/kota, propinsi
propinsi
dan
dan nasional
nasional sebesar
sebesar 100%
100%
9.
9. Umpan
Umpan balik
balik laporan
laporan bulanan
bulanan Kabupaten/Kota,
Kabupaten/Kota, Propinsi
Propinsi dan
dan
Nasional
Nasional sebesar
sebesar 100%
100%
10.
10. Penerbitan
Penerbitan buletin
buletin epidemiologi
epidemiologi di
di Kabupaten/Kota
Kabupaten/Kota adalah
adalah 44
kali
kali setahun
setahun
11.
11. Penerbitan
Penerbitan buletin
buletin epidemiologi
epidemiologi propinsi
propinsi dan
dan nasional
nasional sebesar
sebesar
12
12 kali
kali setahun
setahun
12.
12. Penerbitan
Penerbitan profil
profil tahunan
tahunan atau
atau buku
buku data
data surveilans
surveilans
epidemiologi
epidemiologi kabupaten/Kota,
kabupaten/Kota, Propinsi
Propinsi dan
dan Nasional
Nasional adalah
adalah satu
satu
kali
kali setahun
setahun
DALAM PELAKSANAAN PROGRAM
EPIDEMIOLOGI SURVEILANS, DIALAMI
BERBAGAI KENDALA DAN KETERBATASAN

1.
1. Untuk
Untuk melaksanakan
melaksanakan berbagai
berbagai kegiatan
kegiatan suatu
suatu sistem
sistem
surveilans,
surveilans, dibutuhkan
dibutuhkan sejumlah
sejumlah tenaga
tenaga khusus
khusus dengan
dengan
kegiatan
kegiatan yng
yng cukup
cukup intensif.
intensif.
2.
2. Untuk
Untuk mendapatkan
mendapatkan hasil
hasil analisis
analisis dibutuhkan
dibutuhkan waktu
waktu untuk
untuk
tabulsi
tabulsi dn
dn analisis
analisis data.
data.
3.
3. Masih
Masih terbatasnya
terbatasnya indikator
indikator kunci
kunci untuk
untuk berbagai
berbagai nilai-nilai
nilai-nilai
tertentu
tertentu dari
dari hasil
hasil analisis
analisis sehingga
sehingga sering
sering sekali
sekali mengalami
mengalami
kesulitan
kesulitan dalam
dalam membuat
membuat kesimpulan
kesimpulan hasil
hasil analisis,
analisis,
umpamanya
umpamanya indikator
indikator kunci
kunci tentang
tentang peran
peran aktif
aktif masyarakat,
masyarakat,
tingkat
tingkat pengetahun
pengetahun dandan motivasi
motivasi masyakrakat
masyakrakat terhadap
terhadap
kehidupan
kehidupan sehat
sehat dan
dan lain-lain.
lain-lain.
4.
4. Untuk
Untuk dapat
dapat melakukan
melakukan analisis
analisis kecenderungan
kecenderungan suatusuatu proses
proses
dalam
dalam masyarakat
masyarakat dibutuhkan
dibutuhkan waktu
waktu beberapa
beberapa tahun
tahun untuk
untuk
pengumpulan
pengumpulan data.data. 5.
5. Data
Data yang
yang terbatas
terbatas hanya
hanya satu
satu dua
dua tahun
tahun
saja,
saja, sulit
sulit untuk
untuk dijadikan
dijadikan patokan
patokan dalam
dalam membuat
membuat analisis
analisis
kecenderungan.
kecenderungan.
6.
6. Untuk
Untuk melakukan
melakukan penilaian
penilaian terhadap
terhadap tingkat
tingkat keberhasilan
keberhasilan suatu
suatu
program,
program, bisanya
bisanya mengalami
mengalami kesulitan
kesulitan bila
bila dilakukan
dilakukan pada
pada
populasi
populasi yang
yang jumlahnya
jumlahnya kecil,
kecil, atau
atau bila
bila tidak
tidak ada
ada populasi
populasi atau
atau
kelompok
kelompok pembanding
pembanding (kontrol).
(kontrol).
7.
7. Sering
Sering sekali
sekali kita
kita memperoleh
memperoleh laporan
laporan hasil
hasil surveilans
surveilans yang
yang
kurang
kurang lengkap
lengkap sehingga
sehingga sulit
sulit membuat
membuat analisis
analisis maupun
maupun
kesimpulan.
kesimpulan.
Jejaring Sistem Surveilans Epidemiologi

Jaringan
Jaringan kerjasama
kerjasama antara
antara unit-unit
unit-unit surveilans
surveilans dengan
dengan
penyelenggara
penyelenggara pelayanan
pelayanan kesehatan,
kesehatan, laboratorium
laboratorium
dan
dan unit
unit penunjang
penunjang lainnya.
lainnya.

Jaringan kerjasama antara unit-unit surveilans


epidemiologi dengan pusat-pusat penelitian dan
kajian, program intervensi kesehatan dan unit-unit
surveilans lainnya.

Jaringan
Jaringan kerjasama
kerjasama unit-unit
unit-unit surveilans
surveilans epidemiologi
epidemiologi
antara
antara kabupaten/kota,
kabupaten/kota, provinsi
provinsi dan
dan nasional
nasional

Jaringan kerjasama unit surveilans dengan berbagai


sector terkait nasional, bilateral Negara, regional dan
internasional.
PERAN JEJARING SYSTEM SURVEILANS

Unit surveilans epidemiologi pusat

Unit
Unit pelaksanaan
pelaksanaan teknis
teknis pusat
pusat

Pusat data dan informasi

Badan
Badan penelitian
penelitian dan
dan pengembangan
pengembangan
kesehatan
kesehatan

Unit surveilans epidemiologi propinsi


Unit pelaksanaan teknis propinsi

Rumah
Rumah sakit
sakit propinsi
propinsi

Laboraturium kesehatan propinsi

Unit
Unit surveilans
surveilans kabupaten/kota
kabupaten/kota

RS kabupaten/kota
Puskesmas

Laboraturium
Laboraturium kesehatan
kesehatan
kabupaten/kota
kabupaten/kota

Mitra