Anda di halaman 1dari 22

ANATOMI FISIOLOGI

SISTEM REPRODUKSI WANITA

Rini ambarwati
PEMBAGIAN ORGAN
REPRODUKSI WANITA
Organ reproduksi
manusia dibedakan
menjadi:
1. Organ-organ
Internal, terdiri
dari :
- Dua ovarium
(indung telur)
- Dua tuba falopii
(saluran telur)
- Uterus (rahim)
- Vagina
2. Organ-organ
eksternal, terdiri
dari :
- Mons pubis
- Labia Mayora
- Labia Minora
- Klitoris
- Vestibulum
- Meatus Uretra
- Introitus vagina
- Kelenjar skene
dan bartholini
ORGAN REPRODUKSI INTERNAL

Ovarium
Berjumlah sepasang dan
terletak di dalam rongga
perut pada daerah
pinggang sebelah kiri dan
kanan
Terletak pada dinding
lateral pelvis di dalam
suatu lekuk yang disebut
fossa ovarica
Fungsi ovarium adalah
menghasilkan sel telur
dan memproduksi hormon
Lanjutan Ovarium

Setiap janin wanita pada usia kehamilan 20 minggu


memiliki 6-7 juta oosit (sel telur yang sedang tumbuh)
dan ketika lahir akan memiliki 2 juta oosit
Pada masa puber, tersisa sebanyak 300.000-400.000
oosit yang mulai mengalami pematangan menjadi sel
telur. Tetapi hanya sekitar 400 sel telur yang
dilepaskan selama masa produktif wanita, biasanya
setiap siklus menstruasi dilepaskan 1 telur
Ribuan oosit yang tidak mengalami proses pematangan
secara bertahap akan hancur dan akhirnya seluruh sel
telur akan hilang pada masa menopause
Sebelum menarkhe permukaan ovarium licin, setelah
menarkhe permukaan menjadi kasar karena degenerasi
corpora lutea, pada saat menopause ovarium akan
mengisut dan mengecil
Potongan Melintang Ovarium
Lanjutan Organ Reproduksi Internal

Tuba Falopii
Berjumlah sepasang,
memiliki panjang 10 cm
dengan diameter 0,6 cm.
Memiliki lapisan peritoneum
di bagian luar, lapisan otot
tipis di bagian tengah, dan
lapisan mukosa di bagian
dalam
Lapisan mukosa terdiri dari
sel-sel kolumnar, beberapa
di antaranya bersilia dan
beberapa yang lain
mengeluarken sekret
Lanjutan Tuba Falopii

Tuba falopii merupakan jalan


bagi ovum. Fimbria menarik
ovum ke dalam tuba dengan
gerakan spt gelombang.
Ovum di dorong di sepanjang
tuba, sebagian oleh silia, tp
terutama oleh gerakan
peristaltik lapisan otot
Tuba falopii berubah di
sepanjang strukturnya,
terbagi atas 4 segmen, yaitu:
Infundibulum
Ampula
Istmus
Interstitial
Lanjutan Organ Reproduksi Internal

Uterus
Lanjutan Uterus

Bentuknya seperti buah pear, berongga, dan berotot. Sebelum


hamil beratnya 30-50 gram dengan ukuran panjang 9 cm dan
lebar 6 cm kurang lebih sebesar telur ayam kampung
Uterus terdiri dari 3 lapisan, yaitu:
Lapisan parametrium merupakan lapisan paling luar dan yang
berhubungan dengan rongga perut.
Lapisan myometrium merupakan lapisan yang berfungsi
mendorong bayi keluar pada proses persalinan (kontraksi)
Lapisan endometrium merupakan lapisan dalam rahim tempat
menempelnya sel telur yang sudah dibuahi. Lapisan ini terdiri
dari lapisan kelenjar yang berisi pembuluh darah.
Bagian terdepan dari uterus yang menonjol ke dalam vagina
adalah serviks (mulut rahim).
Serviks memproduksi cairan berlendir (mucus). Pada sekitar
waktu ovulasi, mukus ini menjadi banyak, elastik, dan licin. Hal
ini membantu spermatozoa untuk mencapai uterus.
Lanjutan Organ Reproduksi Internal

Vagina merupakan saluran


yang elastis, panjangnya
sekitar 8-10 cm, dan
berakhir pada rahim.
Berfungsi organ untuk
coitus dan jalan lahir
Dinding vagina tersusun
atas otot polos yang
memiliki kemampuan
untuk meregang sehingga
memungkinkan berperan
sebagai jalan lahir.
Di sekitar orificium vaginae
terdapat selaput tipis
mukosa disebut hymen.
ORGAN REPRODUKSI
EKSTERNAL

Mons Pubis
Disebut juga mons veneris,
tersusun atas jaringan lemak
sub kutan berbentuk bulat
yang lunak dan padat serta
merupakan jaringan ikat
jarang di atas simfisis pubis.
Banyak mengandung kelenjar
sebasea dan ditumbuhi
rambut berwarna hitam, kasar
dan ikal pada masa pubertas.
Berperan dalam sensualitas
dan melindungi simfisis pubis
selama coitus
Lanjutan Organ Reproduksi Eksternal

Labia Mayora
Merupakan dua lipatan kulit panjang melengkung yang menutupi
lemak dan jaringan ikat yang menyatu dengan mons pubis
Berfungsi melindungi labio minora, meatus urinarius dan
introitus vagina
Permukaan arah lateral kulit labia tebal, biasanya memiliki
pigmen lebih gelap daripada jaringan sekitarnya dan ditutupi
rambut yang kasar.
Permukaan medial (arah dalam) labia mayora licin, tebal dan
tidak ditumbuhi rambut. Bagian ini mengandung suplai kelenjar
sebasea dan banyak kelenjar keringat serta banyak
mengandung pembuluh darah
Labia mayora memiliki sensitifitas yang tinggi terhadap
sentuhan, nyeri dan suhu yang diakibatkan karena adanya
jaringan syaraf yang luas dan jga berfungsi sebagai rangsangan
seksual
Lanjutan Organ Reproduksi Eksternal

Labia Minora
Terletak diantara labia mayora, merupakan lipatan kulit
yang panjang, sempit dan tidak berambut, memanjang
dari bawah klitoris ke arah bawah menyatu dengan
fourchette
Bagian lateral dan anterior vagina biasanya mengandung
pigmen, permukaan medial labia minora sama dengan
mukosa vagina, berwarna merah muda dan basah
Pembuluh darah yang sangat banyak membuat labia
berwarna kemerahan dan memungkinkan labia
membengkak bila ada stimulus emosional maupun
stimulus fisik
Suplai syaraf yang sangat banyak membuat labia minora
sensitif sehingga meningkatkan fungsi erotiknya
Ruangan di antara kedua labia minora disebut vestibulum
Lanjutan Organ Reproduksi Eksternal

Klitoris
Merupakan organ pendek berbentuk silinder dan erektil
yang terletak tepat dibawah arkus pubis
Dalam keadaan tidak terangsang bagian yang terlihat
adalah sekitar 6x6 mm atau kurang. Ujung klitoris
disebut glans dan lebih sensitif dari badannya
Saat wanita terangsang secara seksual, glans dan
badan klitoris membesar
Fungsi utama klitoris adalah menstimuli dan
meningkatkan ketengan seksual

Vestibulum
Daerah yang berbentuk spt perahu atau lonjong,
terletak di antara labia minora, klitoris dan fourchette
Lanjutan Organ Reproduksi Eksternal

Meatus Uretra (lubang kencing)


Introitus Vagina (lubang vagina)
Kelenjar Skene dan Bartholini
Kelenjar ganda yang terletak di
bawah, sebelah kiri dan kanan dari
pembukaan vagina pada wanita
Kelenjar ini menghasilkan lendir atau
mucus untuk lubrikasi, terutama
ketika peningkatan hasrat seksual,
yang kemudian akan mendukung
kegiatan seksual
Hormon Reproduksi
Gonadotropin Releasing
Hormone
GNRH merupakan hormon yang
diproduksi oleh hipotalamus
diotak. GNRH akan merangsang
pelepasan FSH (folikel
stimulating hormone) di
hipofisis. Bila kadar estrogen
tinggi, maka estrogen akan
memberikan umpanbalik ke
hipotalamus sehingga kadar
GNRH akan menjadi rendah,
begitupun sebaliknya.

FSH (folikel stimulating


hormone) dan LH
(luteinizing Hormone)
Kedua hormon ini dinamakan
gonadotropoin hormon yang
diproduksi oleh hipofisis akibat
rangsangan dari GNRH. FSH
akan menyebabkan
Lanjutan Hormon Reproduksi

Estrogen
Estrogen dihasilkan oleh ovarium. Ada banyak jenis dari
estrogen tapi yang paling penting untuk reproduksi adalah
estradiol. Estrogen berguna untuk pembentukan ciri-ciri
perkembangan seksual pada wanita yaitu pembentukan
payudara, lekuk tubuh, rambut kemaluan,dll. Estrogen juga
berguna pada siklus menstruasi dengan membentuk ketebalan
endometrium, menjaga kualitas dan kuantitas cairan cerviks
dan vagina sehingga sesuai untuk penetrasi sperma.

Progesterone
Hormon ini diproduksi oleh korpus luteum. Progesterone
mempertahankan ketebalan endometrium sehingga dapat
menerima implantasi zygot. Kadar progesterone terus
dipertahankan selama trimester awal kehamilan sampai
plasenta dapat membentuk hormon HCG.
Siklus Menstruasi
Terbagi menjadi 3 fase, yaitu:

Fase Folikuler
Dimulai dari hari 1 sampai sesaat sebelum kadar LH meningkat dan
terjadi pelepasan sel telur (ovulasi). Dinamakan fase folikuler karena
pada saat ini terjadi pertumbuhan folikel di dalam ovarium.
Pada pertengahan fase folikuler, kadar FSH sedikit meningkat sehingga
merangsang pertumbuhan sekitar 3-30 folikel yang masing-masing
mengandung 1 sel telur. Tetapi hanya 1 folikel yang terus tumbuh, yang
lainnya hancur.

Pada suatu siklus, sebagian endometrium dilepaskan sebagai respon


terhadap penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron.
Endometrium terdiri dari 3 lapisan. Lapisan paling atas dan lapisan
tengah dilepaskan, sedangkan lapisan dasarnya tetap dipertahankan dan
menghasilkan sel-sel baru untuk kembali membentuk kedua lapisan yang
telah dilepaskan.
Perdarahan menstruasi berlangsung selama 3-7 hari, rata-rata selama 5
hari. Darah yang hilang sebanyak 28-283 gram. Darah menstruasi
biasanya tidak membeku kecuali jika perdarahannya sangat hebat.
Lanjutan Siklus Menstruasi
Fase Ovulatoir
Fase ini dimulai ketika kadar LH meningkat dan pada fase ini dilepaskan sel
telur. Sel telur biasanya dilepaskan dalam waktu 16-32 jam setelah terjadi
peningkatan kadar LH.
Folikel yang matang akan menonjol dari permukaan ovarium, akhirnya
pecah dan melepaskan sel telur. Pada saat ovulasi ini beberapa wanita
merasakan nyeri tumpul pada perut bagian bawahnya; nyeri ini dikenal
sebagai mittelschmerz, yang berlangsung selama beberapa menit sampai
beberapa jam.

Fase Luteal
Fase ini terjadi setelah ovulasi dan berlangsung selama sekitar 14 hari.
Setelah melepaskan telurnya, folikel yang pecah kembali menutup dan
membentuk korpus luteum yang menghasilkan sejumlah besar
progesteron.

Progesteron menyebabkan suhu tubuh sedikit meningkat selama fase


luteal dan tetap tinggi sampai siklus yang baru dimulai.
Peningkatan suhu ini bisa digunakan untuk memperkirakan terjadinya
ovulasi.

Setelah 14 hari, korpus luteum akan hancur dan siklus yang baru akan
dimulai, kecuali jika terjadi pembuahan.
Jika telur dibuahi, korpus luteum mulai menghasilkan HCG (human
Skema
SEKIAN

TERIMA KASIH