Anda di halaman 1dari 22

Modul 5 Siklus Perolehan dan

Pembayaran Beban Dibayar di Muka &


Perlengkapan Kantor

Kelompok 1(KAP BIRU):


1. Gary Septyadi (13080583014)
2. Jefrry Argo Wijaya (13080583043)
3. Lailatul Fitria (14080583023)
PROGRAM AUDIT
Tujuan audt siklus tersebut adalah untuk meyakinkan bahwa :

Saldo per tanggal neraca merupakan beban yang masih mempunyai manfaat dimasa yang akan datang

Penambahan selama periode pemeriksaan merupakan pembebanan yang wajar terhadap akun
tersebut serta merupakan beban yang masih memiliki nilai manfaat dimasa yang akan datang

Pembebanan beban yang dibayar dimuka memang beban untuk tahun berjalan dan telah dihitung
atas dasar yang dapat diterima dan konsisten dengan dasar digunakan di tahun sebelumnya

Akun akun tersebut telah diklasifikan dengan tepat dan hal-hal penting telah diungkapkan dala laporan
keuangan
Prosedur Audit
Sewa Di Bayar Di Muka
Minta daftar-daftar sewa dibayar di muka dan
cocokkan dengan saldo menurut buku besar.

PT. PETA tidak memiliki daftar sewa dibayar dimuka, tetapi


berdasarkan informasi saudara Ester diketahui bahwa telah terjadi
sewa ruko yang berada di Bogor Trade Mall oleh PT. Bogor Land
sebesar Rp.20.000.000 dengan jangka waktu 1 tahun
Periksa surat kontrak sewa (rent agreement) untuk perjanjian
baru, sedangkan untuk perjanjian lama lihat ke kertas kerja tahun
sebelumnya

Kami melakukan prosedur tersebut setelah mendapat informasi mengenai sewa


dari Saudari Ester dengan cara meminjam surat kontrak perjanjian sewa dan
diketahui klien melakukan sewa ruko di Bogor Trade Mall pada PT Bogor Land
untuk periode 1/10/2012 sampai 30/9/2013 sebesar Rp 20.000.000.

Tidak ada perjanjian lama karena pada tahun 2011 PT PETA tidak melakukan
kegiatan sewa
Periksa kebenaran perhitungan sewa dibayar di muka untuk tahun berjalan
dengan memerhatikan periode berlakunya masa sewa tersebut (lakukan
rekonsiliasi dengan biaya sewa di pos laba rugi).

Sewa Dibayar Dimuka Rp 20.000.000


PPN Masukan Rp 2.000.000
Bank BINIRp 22.000.000

Perhitungan beban sewa dibayar dimuka sudah sesuai, akan tetapi


PT. PETA belum melakukan pembebanan sehingga dilakukan
koreksi atas pembebanan tersebut
Karena sewa ruko sudah berjalan selama 3 bulan, sehingga
perhitungannya adalah :

20.000.000/12 = 1.666.666,66
3 Bulan = 1/10/2012 31/12/12 = 3 Bulan x 1.666.666,66 = 5.000.000

Beban sewa 5.000.000


Sewa dibayar dimuka 5.000.000
Ref Per Klien PARE Per Audit Per Audit
Keterangan
KK 31/12/2012 Dr Cr 31/12/2012 31/12/2011
Asuransi dibayar dimuka G1 3.000.000 - - 3.000.000 -
Sewa dibayar dimuka 20.000.000 5.000.000 15.000.000 <
Pajak dibayar dimuka - -
Perlengkapan kantor 5.917.500 5.917.500
28.917.500 23.917.500
^ ^ ^ ^ ^

Klien Dibuat oleh: Diperiksa oleh : Indeks

PT PETA G
Skedul: Tanggal: Tanggal : Periode :
Beban Dibayar di Muka dan Peralatan Kantor 31/12/2012
Periksa bukti pembayaran atas penambahan sewa dibayar
di muka dan pastikan bahwa penambahan tersebut
disetujui oleh pejabat yang berwenang.

Tidak ada bukti pembayaran atas sewa ruko Bogor Trade Mall. Klien
sudah membayar dan mencatat sewa dibayar dimuka pada tanggal 1
Oktober 2012, sehingga prosedur ini tidak dilakukan.
Pisahkan antara biaya kontrak jangka pendek
dengan jangka panjang.

Tidak ada kontrak jangka panjang, sehingga prosedur ini


tidak dilakukan.
Untuk kontrak sewa jangka panjang lakukan
konfirmasi atas jumlah yang masih berlaku.

Tidak ada kontrak sewa jangka panjang, karena sewa Bogor


Trade Mall adalah sewa jangka pendek (masa sewa 1 tahun).
Prosedur ini tidak dilakukan.
Yakinkan bahwa peraturan jangka perpajakan yang
berlaku untuk biaya sewa telah ditaati.
Pada tanggal 1 Oktober 2012 klien melakukan pencatatan:

(Dr) Sewa dibayar dimuka Rp 20.000.000


(Dr) PPN Masukan Rp 2.000.000
(Cr) Bank BINI Rp 22.000.000

Berdasarkan Ketentuan Perpajakan tidak seharusnya PT PETA dipotong pajak berupa PPh Pasal 4 ayat 2
dengan tarif 10% dari harga perolehan , karena yang dikenai PPh Pasal 4 ayat 2 adalah pihak yang
menyewakan bukan pihak yang menyewa, artinya pihak yg menyewakan/pemilik/penerima (PT Bogor Land)
mendapatkan penghasilan dari kegiatan sewa yang sudah dipotong pajak dan akan melaporkan serta
membayar pajaknya sendiri.

Hal tersebut sudah dikonfirmasikan kepada pihak yang menyewakan yaitu PT Bogor Land dan mereka
bersedia mengembalikan kelebihan pembayarabnsebesar Pph tersebut dengan diperhitungkan pada bulan
berikutnya (Januari 2013)
Prosedur Audit
Asuransi Di Bayar Di Muka
Minta daftar asuransi yang dibayar di muka, dan cocokkan dengan
saldo buku besar.
No Polis Aset yang Premi yang Periode Jenis asuransi
diasuransikan dibayar
3575 Bangunan 1.000.000 1/1/12-31/12/12 Kebakaran

3576 Peralatan Kantor & 500.000 1/1/12-31/12/12 Kebakaran


Toko
3764 Kendaraan Bermotor 1.000.000 1/1/12-31/12/12 All Risk

3780 Persediaan Barang 500.000 1/1/12-31/12/12 Kebakaran


Danang
3.000.000
Periksa polis asuransi dan bukti pembayaran premi asuransi, bila
polis tersebut disimpan oleh bank, lakukan konfirmasi kepada
bank yang bersangkutan.

Kami telah memeriksa polis asuransi dan bukti pembayaran premi asuransi yang
disimpan oleh bapak Deni selaku Manajer Akuntansi , sewaktu memeriksa kami
menemukan bahwa klien hanya mencatat pembayaran premi asuransi pertama
kali untuk tanggal 1 Januari 2012 dan perusahaan belum mencatat beban asuransi

Kami tidak melakukan konfirmasi kepada bank karena polis disimpan oleh Bapak
Deni selaku manajer keuangan dan akuntansi.
Periksa kebenaran perhitungan premi asuransi yang dibayar di
muka dan biaya asuransi untuk tahun berjalan dengan
memperhatikan periode berlakunya polis asuransi tersebut.
No Polis Aset yang Premi yang Periode Jenis asuransi
diasuransikan dibayar
3575 Bangunan 1.000.000 1/1/12-31/12/12 Kebakaran

3576 Peralatan Kantor & 500.000 1/1/12-31/12/12 Kebakaran


Toko
3764 Kendaraan Bermotor 1.000.000 1/1/12-31/12/12 All Risk

3780 Persediaan Barang 500.000 1/1/12-31/12/12 Kebakaran


Danang

3.000.000

Asuransi dibayar dimuka 3,000,000


Kas Besar 3,000,000
Ref Per Klien PARE Per Audit Per Audit
Keterangan
KK 31/12/2012 Dr Cr 31/12/2012 31/12/2011
Asuransi dibayar dimuka G1 3.000.000 3.000.000 -
Sewa dibayar dimuka 20.000.000 5.000.000 15.000.000 <
Pajak dibayar dimuka - -
Perlengkapan kantor 5.917.500 5.917.500
28.917.500 8.000.000 23.917.500
^ ^ ^ ^ ^

Klien Dibuat oleh: Diperiksa oleh : Indeks


PT PETA G
Skedul: Tanggal: Tanggal : Periode :
Beban Dibayar di Muka dan Peralatan Kantor 31/12/2012
Prosedur Audit
Pajak Di Bayar Di Muka
1. Minta daftar rincian pajak dibayar di muka yang meliputi jenis
pajak PPh Pasal 22, PPh Pasal 23, dan PPh Pasal 25

Kepala Bagian Akuntansi (Sdri Ester) meminjamkan data


perpajakan:
SSP untuk PPh 22 & 25
2
Periksa bukti pemotongan dan bukti Surat Setoran Pajak (SSP), serta
tanggal penyetoran dan pelaporannya

3
Cocokkan atas bukti pemotongan dan bukti surat setoran pajak dengan saldo
di buku besar serta lakukan vouching

Lakukan rekonsiliasi antara total objek dengan tarif pajaknya (misalnya, uang muka pajak
4
PPh Pasal 23 = total pendapatan sewa tahun berjalan x tarif pajaknya)

Setelah dilakukan pengecekkan:


SSP telah disetorkan dan dibukukan dengan benar
Pajak dibayar dimuka PPh 22 & 25 sudah dikreditkan
sebagai kredit pajak mengurangi PPh Badan
Sehingga saldo untuk akun ini nol.
Prosedur Audit
Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
Masukan
PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN)
MASUKAN
1 Minta daftar Pajak Pertambahan Nilai Masukan yang meliputi informasi tanggal
faktur pajak. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Nomor Pengusaha Kena Pajak
(NPKP), Dasar Pengenaan Pajak (DPP), dan besarnya PPN yang dipungut.
2 Yakinkan bahwa semua pajak sesuai pajak masukan yang telah didukung dengan
bukti pajak, yang semuanya merupakan pajak masukan yang dapat dikreditkan
sesuai dengan peraturan perpajakan.
3 Pastikan bahwa pajak masukan tersebut telah dilaporkan/dikreditkan secara teratur
dalam SPT Masa, dan dikompensasikan dengan pajak keluaran

4 Apabila ada perbedaan saldo bersih (pajak masukan dikurangi pajak keluaran) antara
buku besar dengan SPT Masa, pelajarilah sebab-sebabnya (terutama untuk saldo per
tanggal neraca)
5 Pelajari semua surat koresponden dengan kantor pajak, terutama untuk permohonan
restitusi karena kelebihan pembayaran pajak masukan.
Pastikan apakah semua permohonan tersebut disetujui, dan bila ada faktur pajak
yang tidak disetujui oleh kantor pajak, pelajari sebab-sebabnya.