Anda di halaman 1dari 10

LUPUS

ERITEMATOSUS
SISTEMIK
Agneska Ernestia Lastasa
111.0211.018
SLE adalah suatu penyakit autoimun yg kronik dan

menyerang berbagai sistem dalam tubuh.

Tanda dan gejala dari penyakit ini bisa bermacam-

macam, bersifat sementara, dan sulit untuk didiagnosis.

SLE menyerang perempuan kira-kira 8x > dari laki-laki.

SLE seringkali dimulai pada akhir masa remaja atau awal

masa dewasa.
SLE adalah salah satu kelompok penyakit

jaringan ikat difus yg etiologinya tidak diketahui.

SLE dapat bervariasi dari suatu gngguan ringan

sampai suatu gangguan yg mematikan.

Keadaan yg paling sering ditemukan adalah

keadaan eksaserbasi atau hampir remisi yg

berlangsung untuk waktu yg lama.


GAMBARAN KLINIS
Membingungkan, terutama pada awalnya.
Yg paling sering muncul sebagai manifestasi
awal adalah artritis simetris atau atralgia.
Sendi yg paling sering terserang : sendi
proksimal tangan, pergelangan tangan, siku,
bahu, lutut, dan pergelangan kaki.
Gejala-gejala konstitusional : demam, rasa lelah,

lemah, dan turun berat badan.

Manifestasi kulit : ruam eritematosa pada wajah,

leher, ekstremitas, atau pada tubuh. Dapat

diperburuk oleh sinar matahari.

Dapat timbul alopesia.

Dapat juga terjadi ulserasi pada mukosa mulut dan

nasofaring.
Pleuritis dapat timbul akibat peradangan
kronik dari SLE.
SLE juga dapat menyebabkan karditis yg
menyerang miokardium, endokardium, dan
perikardium.
DIAGNOSIS
The American Rheumatism Association telah mengembangkan kriteria untuk memilah SLE.

Adanya 4 atau lebih dari 11 kriteria baik secara serial maupun simultan cukup untuk

menegakkan diagnosis.

1. Tuam di daerah malar

2. Ruam diskoid

3. Fotosensitivitas

4. Ulkus pada mulut

5. Artritis

6. Serositis

7. Gangguan pada ginjal

8. Gangguan neurologik

9. Gangguan hematologik

10. Gangguan imunologik

11. ANA
UJI LABORATORIUM
ANA positif

Px ini untuk mengetahui adanya antibodi yg mampu

menghancurkan inti dari sel-sel tubuh sendiri.

Untuk mengevaluasi pola ANA dan antibodi spesifik.

Antibodi terhadap dsDNA merupakan uji spesifik untuk

SLE.

Gangguan reumatologik lain juga dapat menyebabkan

ANA positif, tetapi antibodi anti-DNA jarang ditemukan

kecuali pada SLE.


LED pada pasien SLE biasanya meningkat. Ini adalah
uji nonspesifik untuk mengukur peradangan dan
tidak berkaitan dengan tingkat keparahan penyakit.
Uji LE. Sel LE dibentuk dengan merusak leukosit
pasien sehingga sel-sel tsb mengeluarkan
nukleoproteinnya.
Urin diperiksa untuk mengetahui adanya protein,
leukosit, eritrosit, dan silinder.
PENATALAKSANAAN
Pengobatan SLE mencakup banyak segi :
Konseling
Terapimulti-obat
Tindakan pencegahan