Anda di halaman 1dari 31

Cahaya (Optika Geometri)

Irlani Sismonika J
16302241040
Nurul Aini 16302241041
Pendidikan Fisika C 2016
Perkembangan Teori Cahaya
Teori abad ke-10
Abu Ali Hasan Ibn Al-Haitham
/Alhazen (965 sekitar 1040),
menganggap bahwa sinar cahaya
adalah kumpulan partikel kecil yang
bergerak pada kecepatan tertentu.
Teori Partikel
Isaac Newton (1675) bahwa cahaya
terdiri dari partikel halus (corpuscles)
yang memancar ke semua arah dari
sumbernya.
Teori ini dapat digunakan untuk
menerangkan pemantulan cahaya,
tetapi ketika menerangkan pembiasan
cahaya ia menghadapi batu sandungan,
karena cahaya harus dianggap menjadi
lebih cepat ketika memasuki medium
yang padat karena daya tarik gravitasi
lebih kuat.
Teori Gelombang
Christiaan Huygens (1678)
menyatakan bahwa cahaya
dipancarkan ke semua arah sebagai
muka-muka gelombang.
Teori Elektromagnetik
James Clerk Maxwell pada akhir abad
ke-19, menyebut bahwa gelombang
cahaya adalah gelombang
elektromagnet, ia tidak memerlukan
medium untuk merambat.
Teori Kuantum
Teori ini di mulai pada abad ke-19
oleh Max Planck, yang menyatakan
bahwa cahaya terdiri dari paket
(kuanta) energi yang dikenal sebagai
Foton.
Teori Dualitas Partikel-Gelombang
Teori ini menggabungkan tiga teori yang
sebelumnya, dan menyatakan bahwa
cahaya adalah partikel dan gelombang.
Pertamakali di jelaskan oleh albert
Einstein pada awal abad 20,
berdasarkan karya tulisnya tentang efek
fotolistrik, dan hasil penlitian Planck.
Lebih general lagi, teori tersebut
menjelaskan bahwa semua benda
mempunyai sifat partikel dan
gelombang.
Berdasarkan berbagai teori yang telah
dikembangkan, dapat diambil
kesimpulan bahwa :
1. Pada saat kita melakukan kajian
tentang perambatan cahaya, maka
cahaya diperlakukan sebagai
gelombang,
2. Pemahaman tentang pemancaran
dan penyerapan paling baik jika dikaji
dengan menggunakan model cahaya
sebagai partikel.
Muka Gelombang
Untuk menjelaskan perambatan
gelombang, kita gunakan konsep muka
gelombang (wave front).

Tempat posisi semua titik yang


berdekatan di mana fasa getarnya
adalah sama.
Macam-macam Pemantulan

a. Pemantulan b. Pemantulan baur


teratur (refleksi (refleksi difus) dari
spekular), yaitu sebuah permukaan
bila cahaya kasar
mengenai
permukaan
yang datar
Hukum pemantulan (snellius) :
1. Sinar datang, garis normal dan
sinar pantul terletak pada satu
bidang datar.
2. Sudut datang = sudut pantul
Cermin Datar
Sifat bayangan yang dibentuk cermin
datar :
a. maya
b. jarak benda-cermin = jarak
bayangan-cermin
c. tegak
Hukum pemantulan pada cermin datar:
sinar datang, garis normal, dan sinar pantul
terletak pada satu bidang datar, sudut datang
selalu sama dengan pantul.
Cermin Cekung

Sifat bayangan yang dibentuk cermin cekung :


a. Maya
b. Sama tegak
c. Diperbesar
Sinar sinar istimewa pada cermin
cekung

1. Sinar datang sejajar dengan sumbu utama akan


dipantulkan melalui titik fokus.
2. Sinar datang melalui titik pusat lengkungan cermin
akan dipantulkan ke titik itu juga
3. Sinar datang melalui titik fokus akan dipantulkan
sejajar sumbu utama
Pembentukan bayangan pada cermin
cekung

1. Jika objek terletak di


ruang III, maka
bayangan yang
terbentuk terletak di
ruang II yang bersifat
nyata, terbalik, dan
diperkecil.

2. Jika objek terletak di titik


M, maka bayangan yang
terbentuk adalah nyata,
tebalik, dan sama besar.
3. Jika objek terletak di
ruang II, maka bayangan
yang terbentuk berada di
ruang III yang bersifat
nyata, terbalik dan
diperbesar.

4. Jika objek terletak di titik


F, maka bayangan yang
terbentuk adalah maya
dan tak terhingga

5. Jika objek terletak di


ruang I, maka bayangan
yang terbentuk berada di
ruang IV yang bersifat
maya, tegak, dan
diperbesar
Cermin Cembung
Sifat sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin
cembung :
1. Maya
2. Sama tegak
3. Diperkecil
M : Titik pusat
kelengkungan cermin.
F : Titik fokus.
O : Titik pusat permukaan
cermin.
OF : Jarak fokus, panjangnya
jari-jari kelengkungan
cermin.
OM : Sumbu utama cermin
Sinar sinar istimewa pada cermin
cembung

a. Sinar datang sejajar sumbu utama akan dipantulkan


seolah-olah berasal dari titik fokus.
b. Sinar datang seolah-olah menuju titik fokus akan
dipantulkan sejajar sumbu utama.
c. Sinar datang yang menuju pusat kelengkungan cermin,
akan dipantulkan seolah-olah berasal dari pusat
kelengkungan yang sama
Pembentukan Bayangan Pada Cermin
Cembung

Benda yang terletak di depan cermin cembung akan


selalu menghasilkan bayangan di belakang cermin
dengan sifat maya, sama tegak dan diperkecil.
Hubungan antara Jarak Benda (s), Jarak
Bayangan (s), dan Jarak Fokus (f) pada cermin
cembung dan cekung ditentukan oleh:

f = jarak fokus cermin (cm atau m)


So = jarak benda (cm atau m)
Si = jarak bayangan (cm atau m)

Pada cermin cembung, nilai f adalah


negatif (-)
Pembesaran Pada Cermin Cembung
dan Cermin Cekung dapat ditentukan
dengan:

M = pembesaran
h' = tinggi
bayangan
h = tinggi benda
Pembiasan Cahaya

Peristiwa pembelokan
cahaya mengenai
bidang batas antara
dua medium disebut
pembiasan cahaya.
Hukum Snellius tentang
Pembiasan

Hukum I Snellius sinar


datang, sinar bias, dan garis
normal terletak pada satu
bidang datar
Hukum II Snellius jika sinar datang dari medium
kurang rapat ke medium lebih rapat maka sinar
dibelokkan mendekati garis normal, jika sinar
datang dari medium lebih rapat ke medium kurang
rapat maka sinar dibelokkan menjauhi garis
normal
Persamaan Snellius dan Indeks
Bias Mutlak

Indeks bias mutlak suatu


medium dipandang
sebagai suatu ukuran
kemampuan medium itu
untuk membelokkan
cahaya.
Indeks Bias Relatif

Sinar datang dari kaca (sudut datang = k)


dibiaskan masuk ke udara (sudut bias = u)
Sin u = nk sin k

Sinar datang dari udara (sudut datang = u)


dibiaskan masuk ke air (sudut bias = a)
sin u = na sin a
nk sin k = na sin a
Persamaan snellius

Indeks bias relatif


Hubungan Cepat Rambat,
Frekuensi, dan Panjang Gelombang
Cahaya dengan Indeks Bias
Contoh Soal
Persamaan Snellius dalam
Masalah Pembiasan
Sebuah keping kaca sejajar dari bahan
kaca (nk = 1,5 ) tercelup sebagian di
dalam air (na=3/4),
Seberkas sinar datang pada permukaan
kaca yang atas dengan sudut datang
masuk ke dalam kaca dan meninggalkan
permukaan kaca yang bawah dengan
sudut bias dimana sin =3/8 .
Mengapa Dasar Kolam Tampak
Dangkal?