Anda di halaman 1dari 157

DKIKP

PE & PG Academy

Simple, Inspiring, Performing,


Informat
ion
Venue
-Toilet
Information -Smooking Area
-Tempat Ibadah
- Pintu Darurat
Emergency - Situasi
Evacuation Darurat

Rules
Schedule Expectation
- Coffe Break
- Ishoma
-HP
-Pertanyaan
- Ijin Sebelum 5,5 JAM ???
selesai Simple, Inspiring, Performing,
TUJUAN PEMBELAJARAN

Simple, Inspiring, Performing,


Simple, Inspiring, Performing,
POKOK BAHASAN

Pendahuluan Definisi Derating


Kebutuhan Protap DKP-IKP Non Event Curtailing & RS
Acuan Perpindahan Kondisi yg
Sekilas Tentang NERC Diizinkan
Kapasitas Pembangkit Catatan Outage & Derating
Awal dan Akhir Kondisi/Status Outside Management Control
Definisi Outage Cause Code

Simple, Inspiring, Performing,


Perlunya DKIKP
PLN sebagai Perusahaan Listrik Nasional perlu mempunyai
Sistem Database Pembangkit yang seragam dan mengikuti
standar Internasional
Pemanfaatan Teknologi Informasi yg ada perlu dilakukan agar
informasi data, evaluasi /analisa , & pengambilan kebijakan lebih
cepat , mudah, dan tepat.
Diperlukan komitmen semua pihak yang terkait untuk
menyampaikan data pembangkitan secara obyektif, sesuai
tanggung jawabnya masing2 dg koordinasi yang lebih baik.
PLN merupakan bagian dari pusat informasi global yang dapat
diakses dari seluruh penjuru dunia
Protap DKP-IKP 2015 sudah mengacu standar internasional
(GADS-DRI NERC 2007 / IEEE)

Simple, Inspiring, Performing,


KEBUTUHAN PROTAP DKP-IKP

INFORMASI KONDISI KIT STANDAR INTERNASIONAL


Evaluasi, Perencanaan, Benchmarking, Publikasi
umum
KESAMAAN PARAMETER ANTAR PUSAT KIT
Historis, Statiktik dan Evaluasi lebih mudah
MEMPERINCI KONDISI-2 SESUAI NERC/IEEE
Historis, Statiktik dan Evaluasi lebih jelas
MENAMBAH CAUSE CODE SAMPAI LEVEL KOMPONEN
Identifikasi kondisi kit lebih mudah/cepat
PENAMBAHAN CAUSE CODE OMC
Memperjelas penyebab yg termasuk tanggung
jawab pembangkit

Simple, Inspiring, Performing,


ACUAN

Aturan Jaringan Sistem Tenaga Listrik


Sumatera 2008
Generating Availability Data System -
Data Reporting Instructions (GADS
DRI) NERC 2007.
Kontrak/Kesepakatan Jual Beli Tenaga
Listrik (PPA) antara PT PLN (Persero)
dengan Pembangkit.

Simple, Inspiring, Performing,


SEKILAS TENTANG NERC

NERC GADS dikenal sebagai sumber informasi yang dapat dipercaya dalam
menangani keandalan, kesiapan, & pemeliharaan (RAM), yang
digunakan oleh analis industri kelas dunia untuk banyak aplikasi
(keperluan).

GADS-DRI NERC dikembangkan oleh para Perancang, Pengoperasi, dan


Perencana sistem untuk menemukan informasi yang dibutuhkan
perusahaan listrik, dg tujuan menghimpun dan memelihara database yang
akurat, dapat dipercaya, dan menyeluruh yang mampu memonitor
performance unit pembangkit listrik dan bagian-bagian peralatan utama,
serta mengacu pada Standard IEEE 762.

Sistem pelaporan ini dirintis oleh industri-industri penyedia listrik pada


tahun 1982, memperluas dan mengembangkan prosedur pengumpulan
data yang dimulai oleh industri sejak 1963.

GADS memelihara secara lengkap sejarah operasi lebih dari 5,000 unit
pembangkit yang mewakili 72% kapasitas pembangitan di Amerika Serikat.

GADS merupakan suatu program industri sukarela/fakultatif, terbuka bagi


semua Peserta regional dan organisasi lain (domestik atau internasional)
yang mengoperasikan fasilitas pembangkit listrik.

Simple, Inspiring, Performing,


KAPASITAS PEMBANGKIT
TERMINOLOOGI DAYA MAMPU NETTO (DMN) DAN
DAYA MAMPU PASOK (DMP) BERDASARKAN
SE DIREKSI NO. 0022.E/DIR/2005

Daya Mampu Netto (DMN) adalah kapasitas maksimum


bersih yang dapat disalurkan ke sistem interkoneksi
(grid).
Daya Mampu Pasok (DMP) adalah daya mampu netto
yang dideklarasikan Unit Pembagkitan atau
Perusahaan Pembangkit kepada Unit atau Satuan
Pengelola Operasi Sistem untuk kurun waktu 1 (satu)
bulan, 1 (satu) minggu, harian, dan sesaat (real time).

Simple, Inspiring, Performing,


PENGELOMPOKAN STATUS PEMBANGKIT

TIDAK AKTIF

Inactive Reserve Mothballed Retired

AKTIF

Available (Zero to Full Load) Unavailable (No Load)

Reserve *) In Service **) Planned Outage Unplanned O.

Planned NoDeratings Unplanned


Planned P. Extension
Deratings Deratings

Maintenance Ext.M. Forced Maintenance Ext. M. Forced


(D4)

Scheduled D1 D2 D3 Scheduled U1 U2 U3 SF
*) Not connected, **) Connected

Simple, Inspiring, Performing,


Seberapa Rinci?
PLTU (Fossil Steam Units)
LEVEL

BOILER STEAM TURBINE GENERATOR BOP EXTERNAL POLLUTION 1

System Exciter
Cooling System
Controls 2
Miscellaneous

Rotor windings
Rotor collector rings
Rotor, General
3
Stator core iron

Simple, Inspiring, Performing,


FORMAT PELAPORAN NERC
1. PERISTIWA (Bab III, format 97 & 07)
A. Identifikasi Peristiwa;
B. Besaran Peristiwa;
C. Penyebab utama Peristiwa;
D. Penyebab Tambahan Peristiwa Atau Komponen yang
dikerjakan.

2. PERFORMANCE (Bab IV, Format Laporan 95/05)


A. Identifikasi Peristiwa; B. Kinerja Unit Pembangkit;
C. Karakteristik Starting Unit; D. Informasi Jam Operasi Unit;
E) Bahan bakar Utama; Dan, F. Bahan bakar Sekunder.

3. DISAIN (Bab V Format Laporan 97 / 07)


Data ini harus diselesaikan sebelum mengirim data
peristiwa dan data unjuk kerja, Data ini menyediakan
informasi mengenai karakteristik operasi dan disain
peralatan yang diinstall pada unit dan digunakan untuk
analisa khusus sebagai criteria penyortiran.
Simple, Inspiring, Performing,
KAPASITAS PEMBANGKIT
GMC
Ambient Limitation
Aux. Load/St. Service
GDC
NMC
Ambient Limitation
Derating NDC
GMC Gross Maximum Capacity
GDC Gross Dependable Capacity
GAC Derating
GAC Gross Available Capacity
GAG Gross Available Generation
NAC
NMC Net Maximum Capacity
NDC Net Dependable Capacity
NAC Net Available Capacity GAG NAG
NAG Net Available Generation

ASUMSI SELISIH NILAI GROSS DGN NET *)


- Fossil, nuclear and fluidized bed units: 5%
- Gas turbine/Jet engine: 2%
- Diesel units: no difference between gross and net
- Hydro/Pumped storage units: 2%
- Miscellaneous units: 4%
*) Digunakan jika laporan hanya salah satu kapasitas

Jika hanya ada NMC dan NDC, maka GMC = 1,05 x NMC; GDC= 1,05 x NDC.
Jika hanya satu kapasitas (misal NMC), maka diasumsikan NMC = NDC; GMC = GDC.
Simple, Inspiring, Performing,
AWAL DAN AKHIR KONDISI KIT
EVENT START TIME END TIME
the unit was desynchronized or the unit was synchronized or
entered the outage state from placed in another appropriate
OUTAGES another state *) unit state

the system, major component, the system, major component,


or piece of equipment became or piece of equipment became
DERATINGS unavailable for service available for service affecting
affecting an actual or potential an actual or potential increase
loss of unit capacity in unit capacity
the unit was desynchronized or the unit was synchronized or
entered the RS State from placed in another appropriate
RS another state Unit State

the system, major component, the system, major component,


or piece of equipment became or piece of equipment became
NON CURT. unavailable for service *) available for service.

*) either operator or equipment initiated


Every event must have an end date at the end of every year.

Simple, Inspiring, Performing,


PENGELOMPOKAN STATUS PEMBANGKIT

1. PEMBANGKIT KELUAR 2. PEMBANGKIT DERATING


(FULL OUTAGE) (PARTIAL OUTAGE)

PO - Planned Outage PD - Planned Derating


MO - Maintenance Outage MD (D4) - Maintenance Derating
PE - Planned Outage Extension PDE (DP) Planned Derating Extension
MDE (DM) - Maintenance Derating Extens
ME - Maintenance Outage Extension
FO1 (U1) Immediate FD1 (D1) Immediate
FO2 (U2) Delayed FD2 (D2) Delayed
FO3 (U3) Postponed FD3 (D3) Postponed

SF - Startup Failure
RS - Reserve Shutdown
NC - Noncurtailing Event

Simple, Inspiring, Performing,


DEFINISI OUTAGE

PO - Planned Outage: yaitu keluarnya pembangkit akibat


adanya pekerjaan pemeliharaan periodik pembangkit seperti
inspeksi, overhaul atau pekerjaan lainnya yang sudah
dijadwalkan sebelumnya dalam rencana tahunan
pemeliharaan pembangkit atau sesuai rekomendasi pabrikan.

PE - Planned Outage Extension: yaitu outage


perpanjangan yang direncanakan, sebagai perpanjangan
Planned Outage (PO) yang belum selesai pada waktu yang
telah ditentukan. Ini artinya bahwa sebelum PO dimulai,
periode dan tanggal operasinya telah ditetapkan. Semua
pekerjaan sepanjang PE adalah bagian dari lingkup pekerjaan
yang asli dan semua perbaikan ditentukan sebelum outage
mulai.

Simple, Inspiring, Performing,


DEFINISI OUTAGE
MO - Maintenance Outage: yaitu keluarnya pembangkit untuk
keperluan pengujian, pemeliharaan preventif, pemeliharaan
korektif, perbaikan atau penggantian suku cadang atau pekerjaan
lainnya pada pembangkit yang dianggap perlu dilakukan, yang
tidak dapat ditunda pelaksanaannya hingga jadwal PO berikutnya
dan telah dijadwalkan dalam ROM berikutnya.

CATATAN: ROM adalah Rencana Operasi Mingguan yang diterbitkan


oleh UBOS untuk periode operasi mulai Jumat pukul 00:00 WIB
sampai dengan Kamis minggu berikutnya pukul 24:00 WIB.

ME - Maintenance Outage Extension: yaitu


pemeliharaan outage perpanjangan, sebagai perpanjangan
MO yang belum selesai dalam waktu yang telah ditetapkan.
Ini artinya bahwa sebelum MO dimulai, periode dan tanggal
selesainya telah ditetapkan. Semua pekerjaan sepanjang ME
adalah bagian dari lingkup pekerjaan yang asli dan semua
perbaikan ditentukan sebelum outage mulai.

Simple, Inspiring, Performing,


DEFINISI OUTAGE

RS - Reserve Shutdown: adalah suatu kondisi apabila unit siap


operasi namun tidak disinkronkan ke sistem karena beban yang
rendah. Kondisi ini dikenal juga sebagai economy outage atau
economy shutdown. Jika suatu unit keluar karena adanya
permasalahan peralatan, baik unit diperlukan atau tidak diperlukan
oleh sistem, maka kondisi ini dianggap sebagai sebagai FO, MO, atau
PO, bukan sebagai RS.

Pada saat unit sedang dalam status RS, seringkali pekerjaan


pemeliharaan dilakukan yang menyebabkan unit outage atau derating
seandainya diminta operasi dan sinkron ke sistem. Jika pekerjaan
pemeliharaan tidak dapat dihentikan atau diselesaikan, maka status
RS berubah menjadi outage atau derating.

Simple, Inspiring, Performing,


DEFINISI OUTAGE
FO - Forced Outage: yaitu keluarnya pembangkit akibat adanya
kondisi emergensi pada pembangkit atau adanya gangguan yang
tidak diantisipasi sebelumnya serta yang tidak digolongkan ke dalam
MO atau PO.
FO1 (U1) - Unplanned (Forced) Outage Immediate: adalah
outage yang memerlukan keluarnya pembangkit dengan segera baik
dari kondisi operasi, RSH atau status outage lainnya. Jenis outage ini
diakibatkan oleh kontrol mekanik/electrical/hydraulic unit pembangkit
trip atau ditripkan oleh operator sebagai respon atas alarm/kondisi
unit.

FO2 (U2) - Unplanned (Forced) Outage Delayed: adalah


outage yang tidak memerlukan unit pembangkit untuk keluar segera
dari sistem tetapi dapat ditunda paling lama dalam enam jam. Outage
jenis ini hanya dapat terjadi pada saat unit dalam keadaan terhubung
ke jaringan serta melalui proses penurunan beban bertahap.

FO3 (U3) - Unplanned (Forced) Outage Postponed: adalah


outage yang dapat ditunda lebih dari enam jam. Outage jenis ini
hanya dapat terjadi pada saat unit dalam keadaan terhubung ke
jaringan.
Simple, Inspiring, Performing,
DEFINISI OUTAGE
SF - Startup Failure: yaitu outage yang terjadi ketika suatu unit tidak
mampu sinkron dalam waktu start up yang ditentukan setelah dari status
outage atau RSH.
Periode Startup untuk masing-masing unit ditentukan oleh Unit pembangkit.
Hal ini spesifik untuk tiap unit, dan tergantung pada kondisi unit ketika startup
(panas, dingin, standby, dll.). Periode start up dimulai dari perintah start dan
berakhir ketika unit sinkron. SF berakhir ketika unit sinkron atau unit berubah
NC Kondisi Noncurtailing: adalah kondisi yang dapat terjadi kapan saja
status.
dimana peralatan atau komponen utama tidak dioperasikan untuk keperluan
pemeliharaan, pengujian, atau tujuan lain yang tidak mengakibatkan unit
outage atau derating.

NC juga dapat terjadi ketika unit pembangkit sedang beroperasi dengan beban
kurang dari kapasitas penuh yang terkait dengan kebutuhan pengaturan
sistem. Selama periode ini, peralatan dapat dipindahkan dari operasi untuk
pemeliharaan, pengujian, atau lain pertimbangan dan dilaporkan sebagai
suatu NC jika kedua kondisi yang berikut dijumpai:
a) Kemampuan unit tidak berkurang sampai di bawah kebutuhan
sistem; dan,
b) Pekerjaan dapat dihentikan/diselesaikan dan tdk mengurangi
kemampuan DMN serta waktu ramp-up dalam jangkauan normal nya, jika
dan ketika unit telah diperlukan oleh sistem.
Jika kondisi-kondisi ini tidak bisa dipenuhi, laporkan kejadian tersebut sebagai
peristiwa outage atau derating, bukannya suatu NC.
Simple, Inspiring, Performing,
INTERPRETASI OUTAGE

FO2 PO

1 3 4 2

6 36 Jam
96

1. Gangg. Boiler & akan keluar 6 jam yad (FO2)


2. Rencana PO (4 hr yad)
3. Diizinkan keluar sekaligus melakukan PO (dimajukan)
4. Durasi FO2 = 36 jam ( perkiraan scr statistik)

a. Skenario # 1: FO ke PO
Sebuah PLTU BBM mengalami gangguan tabung boiler bocor sementara dalam
empat hari yang akan datang telah dijadwalkan keluar (PO). Unit harus keluar
dalam waktu 6 jam untuk pekerjaan perbaikan. Karena unit akan keluar untuk PO
dan sistem memungkinkan, UBOS mengijinkan unit untuk memasuki PO lebih
awal. Umumnya butuh waktu 36 jam untuk perbaikan kebocoran tabung, o leh
karena itu, 36 jam outage yang pertama dianggap sebagai FO (U2). Setelah
Simple, Inspiring, Performing,
periode 36-jam, status unit berubah menjadi PO.
INTERPRETASI OUTAGE
MO, krn unit msh bisa
operasi s.d. minggu
1 3 2 berikutnya

FO/MO ???

Senin (1) Kamis Senin (2) Jam

1. Senin (1): Vibrasi FD Fan ttp dapat di tunda s.d. Minggu berikutnya
2. Senin (2): Rencana Unit Pembangkit keluar (MO)
3. Kamis: Unit Pembangkit dikeluarkan (seizin Dispatcher)

b. Skenario # 2: FO yang dapat ditunda sampai akhir periode operasi


mingguan
Hr Senin, PLTU BBM mengalami peningkatan vibrasi ID Fan. Vibrasi tersebut tidak
mengakibatkan unit trip tetapi unit harus keluar segera untuk memeriksa dan
memperbaiki gangguan tersebut. Manajemen memutuskan PLTU dapat
dikeluarkan minggu depan. Kamis, PLTU diijinkan keluar oleh Sist. Operator u/
melaksanakan pekerjaan perbaikan sebab ada unit lain yang sudah selesai (siap)
untuk operasi. Walaupun PLTU keluar pada minggu yang sama saat gangguan
Simple, Inspiring, Performing,
INTERPRETASI OUTAGE
Skenario # 3: FO tdk dpt ditunda s.d minggu yad (Protap DKP-IKP halaman 118)

FO, krn tidak bisa


ditunda sampai
minggu berikutnya

1 2 3 4 5

RS

Rabu Kamis Sabtu Jam


06:00 10:00
22:00 20:00 08:00

1. Rabu (06:00) Gangg. Vibrasi


2. Rabu (10:00) Vibrasi semakin parah
3. Rabu (22:00) Keluar, perbaikan dan tidak diperlukan sistem s.d Minggu
4. Kamis (20:00) Unit Selesai pekerjaan dan pindah RS (krn belum dibutuhkan sistem)
5. Sabtu (08:00) Unit masuk
c. Skenario # 3: FO yang tidak bisa ditunda sampai akhir periode mingguan
Rabu (06:00), PLTG vibrasi, 4 jam berikutnya vibrasi meningkat sehingga unit perlu keluar. Unit
tetap dioperasikan sampai setelah periode beban puncak dan dikeluarkan oleh Operator
pembangkit pkl 22:00. PLTG tidak diperlukan lagi sampai Jumat sore yad. Walaupun unit
tersebut tidak diperlukan sampai Jumat, unit tidak bisa dioperasikan sampai akhir periode
mingguan karena problem vibrasi. Oleh karena itu, outage tersebut adalah FO sampai problem
vibrasi selesai diperbaiki.
Simple, Inspiring, Performing,
INTERPRETASI OUTAGE
PO PE
1 2 3

3 hr Jam

1. PO (Perbaikan Precipitator)
2. PE (Perbaikan Precipitator)

3. PE (Perbaikan Precipitator) selesai 3 hari

d. Skenario #4: Perpanjangan PO/MO saat pekerjaan masih merupakan Lingkup


Kerja Awal
Selama overhaul PLTU #1, pekerjaan perbaikan precepitator elektrostatik (ESP) lebih
ekstensif dari yang diperkirakan. Lebih banyak suku cadang telah dipesan dan tiba untuk
menyelesaikan pekerjaan perbaikan tersebut. Namun, pekerjaan perbaikan ESP yang tak
diduga membutuhkan waktu lebih lama telah menunda pembangkit untuk dapat beroperasi
selama 3 hari. Karena pekerjaan perbaikan ESP menjadi bagian dari lingkup pekerjaan yang
awal dan UBOS menyetujui tambahan waktu, maka 3 hari perpanjangan tersebut dianggap
sebagai Planned Outage Extension.

Simple, Inspiring, Performing,


INTERPRETASI OUTAGE
MO FO
1 2 3

Rencana MO 12 jam Jam

1. Mulai MO + Penggantian packing (tdk direncanakan)


2. Selesai MO (Rencana awal)

3. Selesai MO + Penggantian packing

e. Skenario #5: Perpanjangan Planned/Maintenance Outage (PO/MO)


saat pekerjaan bukan bagian dari Lingkup Pekerjaan Awal.
Dalam pelaksanaan MO PLTU # 1, mekanik mengecek packing start up feed pump
boiler dan memutuskan untuk mengganti packing tersebut sekarang. Pekerjaan
ini bukan bagian dari lingkup pekerjaan pemeliharaan yang awal tetapi penting
untuk mencegah unit outage. Akibat pekerjaan perbaikan dan tidak adanya
packing tersedia di tempat, maka MO mundur selama 12 jam (sampai siap
kembali). Semua jam outage kecuali 12 jam yang terakhir adalah MO. Yang 12
jam terakhir adalah FO sebab 1/ startup unit tertunda dan 2) pekerjaan bukan
bagian dari lingkup pekerjaan outage yang awal.

Simple, Inspiring, Performing,


INTERPRETASI OUTAGE
f. Skenario #6: Pekerjaan Perbaikan Tak diduga selama Planned/Maintenance
Outage Tetapi diselesaikan dalam waktu outage yang dijadwalkan.
PLTU #1 sedang melakukan annual overhaul ketika ditemukan beberapa blade pada
ID-Fannya perlu diganti. Pekerjaan tersebut bukan bagian dari lingkup pekerjaan yang
awal tetapi suku cadang tersedia melalui OEM dan pekerjaan perbaikan ID-Fan telah
diselesaikan dalam periode PO. Tidak ada keterlambatan di dalam startup unit yang
disebabkan oleh Pekerjaan perbaikan ID-Fan tersebut. Karena unit tidak tertunda dari
startup yang dijadwalkan sehubungan dengan pekerjaan perbaikan ID-fan, maka
pekerjaan tersebut tidak mempengaruhi status pembangkit.

PO
1 2

Jam

1. PO + Penggantian blade ID-Fan


2. Akhir pekerjaan sesuai rencana

Simple, Inspiring, Performing,


SIKLUS PEMELIHARAAN PEMBANGKIT
Jenis Jenis Pemeliharaan EOH [jam]
Pembangkit
PLTA Annual Inspection 8000
[AI]
Major Inspection 40.000
[MI]

PLTU Simple Inspection 8.000


[SI]
Mean Inspection 16.000
[MeI]
Major Overhaul 32.000
[MO ]
PLTG / U Combustion (Simple) Inspection 3.000
[CI]
Hot Gas Path Inspection 6.000
[HGPI]
Major Overhaul 12.000
[MO]
PLTG Top Overhaul 3.000
[TO]
Semi Overhaul Simple, Inspiring, Performing,
6.000
DEFINISI DERATING
DERATING
Derating terjadi apabila daya keluaran (MW) unit kurang dari
DMN. Derating digolongkan menjadi beberapa kategori yang
berbeda. Derating dimulai ketika unit tidak mampu untuk
mencapai 98% DMN dan lebih lama dari 30 menit. Kapasitas
yang tersedia didasarkan pada keluaran unit dan bukan pada
instruksi dispacth. Derating berakhir ketika peralatan yang
menyebabkan derating tersebut kembali normal, terlepas
dari apakah pada saat itu unit diperlukan sistem atau tidak.

Jika derating unit kurang dari 2% dari DMN dan kurang dari
30 menit, maka derating tersebut dapat dilaporkan . Cara
lainnya, semua deratings (lebih besar/kecil dari 2% DMN atau
lebih pendek/panjang dari 30 menit) dapat dilaporkan ke P3B.

Sebagai contoh, suatu derate 10% dari DMN tetapi


berlangsung 10 menit perlu dilaporkan ke P3B; suatu derate
1% dari DMN tetapi berlangsung 6 jam perlu dilaporkan ke
P3B. Simple, Inspiring, Performing,
DEFINISI DERATING

PD - Planned Derating: adalah derating yang dijadwalkan


dan durasinya sudah ditentukan sebelumnya dalam rencana
tahunan pemeliharaan pembangkit. Derating berkala untuk
pengujian, seperti test klep turbin mingguan, bukan
merupakan PD, tetapi MD (D4).

PDE (DP) Planned Derating Extension: suatu outage


perluasan direncanakan sebagai suatu perluasan suatu Derate
Direncanakan (PD) di luar tanggal penyelesaian
diperkirakannya. Ini berarti bahwa di awal PD, derate
mempunyai jangka waktu yang diperkirakan (periode waktu)
untuk pekerjaan dan penetapan tanggal unit untuk kembali
operasi. Semua pekerjaan sepanjang PD yang dijadwalkan
adalah (bagian dari lingkup pekerjaan yang asli) dan semua
perbaikan ditentukan sebelum outage mulai.

Simple, Inspiring, Performing,


DEFINISI DERATING
MD (D4) - Maintenance Derating: adalah derating yang
dapat ditunda melampaui akhir periode operasi mingguan
(Kamis, pukul 24:00 WIB) tetapi memerlukan pengurangan
kapasitas sebelum PO berikutnya. D4 dapat mempunyai
tanggal mulai yang fleksibel dan boleh atau tidak boleh
mempunyai suatu periode yang ditentukan.

MDE (DM) - Maintenance Derating


Extension: adalah suatu pemeliharaan yang
derating perluasan sebagai suatu perluasan
pemeliharaan derate (D4) di luar tanggal
penyelesaian diperkirakan. Ini artinya bahwa di
awal Peristiwa D4, derate mempunyai waktu
pekerjaan yang diperkirakan dan termasuk
tanggal unit untuk kembali operasi. Semua
pekerjaan sepanjang D4 dijadwalkan (bagian dari
lingkup pekerjaan asli) dan semua perbaikan
ditentukan sebelum outage mulai.
Simple, Inspiring, Performing,
DEFINISI DERATING

DE - Derating Extension: adalah perpanjangan


dari PD atau MD (D4) melampaui tanggal
penyelesaian yang diperkirakan.
DE hanya digunakan apabila lingkup pekerjaan
yang awal memerlukan waktu lebih untuk
menyelesaikan pekerjaannya dibanding waktu
yang telah dijadwalkan. DE tidak digunakan
dalam kejadian dimana ada keterlambatan atau
permasalahan tak diduga diluar lingkup pekerjaan
awal sehingga unit tersebut tidak mampu untuk
mencapai beban penuh setelah akhir tanggal PD
atau D4 yang diperkirakan. DE harus mulai pada
waktu (bulan/hari/jam/menit) saat PD atau D4
direncanakan berakhir.

Simple, Inspiring, Performing,


DEFINISI DERATING

FD1 (D1) - Unplanned (Forced) Derating


Immediate: adalah derating yang memerlukan penurunan
kapasitas segera (tidak dapat ditunda).

FD2 (D2) - Unplanned (Forced) Derating Delayed:


adalah derating yang tidak memerlukan suatu penurunan
kapasitas segera tetapi memerlukan penurunan dalam
dalam waktu enam jam.

FD3 (D3) - Unplanned (Forced) Derating


FD1
Postponed: adalah derating yang dapat ditunda lebih dari
enam jam. 1 2 3

Jam

1. PO + Penggantian blade ID-Fan

Simple, Inspiring, Performing,


2. Akhir pekerjaan sesuai rencana
PERPINDAHAN KONDISI PEMBANGKIT

The unit state can only be changed if the first outage ends.

Simple, Inspiring, Performing,


DMN
[MW]

Kondisi Normal

SH
AH
SD (MD; MDE)

MDH

PH
SD (PD; PDE)

PDH
FD
FDH (FD1; FD2;
FD3)

RSH RS

FOH FO ( FO1, FO2, FO3, SF )

MOH MO; ME
VISUALISASI KONDISI PEMBANGKIT

POH PO; PE

Durasi [JAM]
Simple, Inspiring, Performing,
DMN
[MW]
SF
SH
PH
100%

SH
AH
SD (MD; MDE)

MDH
AF
PH
AH

PH
SD (PD; PDE)

PDH
ESDH ESD (EMD; EMDE)
100%

ESDH ESD (EPD; EPDE) FD


FDH (FD1; FD2;
EFDH EFD (EFD1; EFD2; EFD3) FD3)
KONDISI PEMBANGKIT EKIVALEN

RSH RS
EAF

FOH FO ( FO1, FO2, FO3, SF )

MOH MO; ME
PH

POH PO; PE
AH ( EFDH ESDH )

Durasi [JAM]
100%

Simple, Inspiring, Performing,


Indikator Kinerja
Pembangkit (IKP)
Angka indikator yang menggambarkan
berbagai status pembangkit (Available,
Derating, PO, MO, FO, dll) dalam periode
waktu tertentu.
Sejak 2008 PLN memperbaharui cara
menghitung IKP agar IKP PLN compatible
dan comparable dengan IKP perusahaan
listrik lain.
Disediakan tool untuk menghitung IKP
agar akurasi IKP meningkat dan pada saat
yang sama tidak menambah (bahkan
mengurangi) beban kerja
Simple, Inspiring, Performing,
Primary Causes of the Availability Gap

From Analytical Studies Plus


Practical Experiences
Only 20% - 25% of the Gap is Due to
Technology Issues
75% - 80% is Due to Management
Practices
Case Study May 2002

Simple, Inspiring, Performing,


Fossil Steam Power Stations
Availability Trend 1970-1976
Eqivalent Availability Factor (EAF) Trend

Simple, Inspiring, Performing,


Fossil Steam Power Stations
Availability Trends 1970-1991
Eqivalent Availability Factor (EAF) Trend

Simple, Inspiring, Performing,


Increased Power Station
Availability Due To...
Heightened awareness of executive
management of the need for availability
improvement
Commitment of additional resources for
availability improvement
Improved decision making tools helping to
prioritize cost-effective improvement
projects

Simple, Inspiring, Performing,


Deskripsi IKP
PER UNIT PEMBANGKIT UNIT PEMBANGKIT GABUNGAN
1. Availability Factor (AF) 1. Weighted Availability Factor (WAF)
2. Equivalent Availability 2. Weighted Equivalent Availability
Factor (EAF) Factor (WEAF)
3. Service Factor (SF) 3. Weighted Service Factor (WSF)
4. Scheduled Outage Factor 4. Weighted Scheduled Outage Factor
(SOF) (WSOF)
5. Forced Outage Rate (FOR) 5. Weighted Forced Outage Rate
6. Equivalent Forced Outage (WFOR)
Rate (EFOR) 6. Weighted Equivalent Forced Outage
7. Equivalent Forced Outage Rate (WEFOR)
Rate demand (EFORd) 7. Weighted Equivalent Forced Outage
8. Dan lainnya (Appendix F) Factor demand (WFOFd)
8. Dan lainnya (Appendix F)

Simple, Inspiring, Performing,


Kegunaan IKP
Jangka pendek:
In order to manage generating unit maximum
availability: you cant manage what you cant measure;
you cant measure what you cant describe*
Benchmark dengan perusahaan pembangkit lain
Jangka panjang**:
New Plants Plant Strategies Maintenance Strategies
Design Load following Preventive/predictive
Procurement Power reductions Inspection scheduling
Construction Goals/Benchmarking Surveillance

System Strategies Plant Modifications Outage Planning


Dispatch Replacement Critical items
Maintenance Reconfiguration Resource allocation

* = Kaplan and Norton, Strategy Maps, Harvard Business School Press


** = NERC GADS Data Reporting Instructions

Simple, Inspiring, Performing,


Pengaruh IKP Thd Opeasi Real Time

Kepastian pasokan daya


aktual
Strategi & Akurasi dispatch
Optimasi biaya operasi

Simple, Inspiring, Performing,


Simple, Inspiring, Performing,
Kenapa EAF

Simple, Inspiring, Performing,


EFOR
(Equivalent Forced Outage
Rate)

Simple, Inspiring, Performing,


SdOF
(Sudden Outage Frequency)

Simple, Inspiring, Performing,


SdOF
(Sudden Outage Frequency)

Simple, Inspiring, Performing,


SdOF
(Sudden Outage Frequency)

Simple, Inspiring, Performing,


Perhitungan EAF

Simple, Inspiring, Performing,


Ilustrasi EAF Dengan Pengaruh
Outage

Simple, Inspiring, Performing,


Pengaruh EAF thd Setelmen

1. Komp. A = DMN*Harga Komp. A*EAF


2. Komp. B = DMN*Harga Komp. B*EAF
3. Komp. C = Ea*Harga Komp.C
4. Komp. D = Ea*Harga Komp.D
Total Tagihan = Komp. A + Komp.B + Komp. C + Komp. D

Note
Komp Biaya: - Fix Cost (A = modal, B= Biaya tetap O&M)
- Var.cost (C = bhn bakar, D= Var O&M)

Metode capacity & energy based

Simple, Inspiring, Performing,


Jual Beli Transaksi Energi Listrik

Simple, Inspiring, Performing,


Hasil IKP (NERC)
1994 2003
(Based on 3,245.42 (Based on 3,558.67
Unit-Year) Unit-Year) % Change
FO 348.61 265.82 -23.75
MO 187.57 175.25 -6.57
MO
Extensions 4.55 1.99 -56.26
PO 561.80 474.39 -15.56
PO Extensions 13.02 8.27 -36.48
RS 3846.19 3723.90 -3.18
EFDH 99.49 70.96 -28.68
ESDH 32.99 28.60 -13.31

3264 units 3632 units

27.64 years old 35.21 years old

Simple, Inspiring, Performing,


4 CARA PERHITUNGAN IKP
1) Unweighted (time-based) Per Unit Pembangkit
2) Unweighted (time-based) Pembangkit Gabungan
3) Weighted (capacity-based) Per Unit / Gabungan
4) Weighted (capacity-based) Per Unit / Gabungan (Tanpa gangg
OMC = outside management control) - Appendix K for more
details.
( AH ( EPDH EUDH ESED))
1.EAF PH x100%
( AH ( EPDH EUDH ESED))
2.EAF PH x100%
[( AH ( EPDH EUDH ESED)) xNMC ]
3.WEAF ( PHxNMC ) x100%

4. XEAF Pakai Rumus 1,2, atau 3***)

***) tanpa outage/derating karena gangguan OMC

Simple, Inspiring, Performing,


EKIVALEN O&D SECARA SISTEM

PER UNIT
DMN [MW]

250 EAF2 90% 10%

250
EAF1 40% 60%

[JAM]
GABUNGAN/SISTEM
DMN [MW]

500 EAF SISTEM 20+45 = 65% 30% 5%

[JAM]
Simple, Inspiring, Performing,
EKIVALEN O&D SECARA SISTEM

PER UNIT
100 EAF2 90% 10%
DMN [MW]

400 EAF1 40% 60%

[JAM]
GABUNGAN/SISTEM
DMN [MW]

500 EAF SISTEM 32+18 = 50% 48% 2%

[JAM]
Simple, Inspiring, Performing,
CATATAN OUTAGE DAN DERATING

Outside Management Control Outages


Ada sumber penyebab dari luar yang mengakibatkan unit pembangkit
deratings atau outages. Yang termasuk penyebab outages tersebut (tetapi
tidaklah terbatas pada) misalnya badai salju, angin topan, angin ribut,
kualitas bahan bakar rendah, gangguan pasokan bahanbakar, dan lain lain.
Daftar penyebab dan kode penyebabnya lihat pada Lampiran G-2.
LAPORKAN SEMUA Peristiwa OMC ke P3B. Peristiwa tersebut tidak boleh
digolongkan sebagai cadangan shutdown atau peristiwa noncurtailing.
NERC mengijinkan kalkulasi peristiwa dengan dan tanpa Peristiwa
OMC.
Testing Terkait Outages
Pengujian On-line: Jika unit harus disinkron pada beban tertentu
dalam rangka menguji performance terkait PO, MO, atau FO ( U1,
U2, U3, SF), laporkan pengujian tersebut sebagai Derating
Direncanakan (PD), Pemeliharaan Yang Derating (D4), atau
Derating Tidak direncanakan ( D1). Semua peristiwa tersebut
berawal ketika pengujian mulai, dan berakhir ketika pengujian
selesai. Laporkan semua produksi energi yang dihasilkan unit
selama periode on-line testing tersebut.
Pengujian off-line: Laporkan pengujian terkait outage yang tidak
sinkron sebagai bagian dari peristiwa outagenya. Outage berakhir
ketika pengujian selesai dan unit telah sinkron atau pindah status
lain.
Boleh melaporkan jenis pengujian ini terpisah dari peristiwa
outagenya. Dalam hal ini, periode pengujian menjadi suatu
peristiwa baru, outage berakhir ketika periode pengujian mulai.
Peristiwa Pengujian berakhir ketika unit sinkron atau ditempatkan
pada Status Unit yang lain.
Simple, Inspiring, Performing,
CATATAN OUTAGE DAN DERATING

Derating saat Unit Startup atau Shutdown. Tiap unit mempunyai waktu
"standar" atau "normal" untuk mencapai beban penuh setelah/dari
keadaan outage. Jika suatu unit dalam proses start up dari kondisi outage
ke tingkat beban penuh atau ke tingkat beban yang ditentukan sesuai
periode yang normal, maka tidak ada derating pada unit. Jika unit
memerlukan waktu lebih panjang dibanding waktu start up normal menuju
beban penuh atau menuju beban yang ditentukan dispatcher, maka unit
dianggap mengalami derating. Kapasitas unit pada akhir periode normal
akan menentukan derate dan derate akan berlangsung sampai unit dapat
mencapai kemampuan beban penuh atau tingkat beban yang ditentukan
dispatcher.
Tidak ada derating untuk unit shutdown. Setiap unit perlu shutdown dengan
aman, dengan mengurangi peralatan atau memperhatikan resiko
keselamatan personil. Beberapa shutdowns dapat cepat seperti layaknya
unit trip; yang lain bisa lebih lambat seperti turunnya unit menuju PO.
Dalam kasus manapun, unit tidaklah derated.
Derating karena Pengaruh Lingkungan (Ambient-related
Losses)
Derating karena kondisi lingkungan, misalnya disebabkan oleh
temperatur masukan air pendingin tinggi (kode penyebab 9660,
dll.), tidak dilaporkan sebagai peristiwa derating ke P3B. Derating
tersebut mudah dihitung dengan mengurangi DMN terhadap Daya
Ketergantungannya. Kerugian Energinya adalah derating karena
lingkungan dikalikan dengan PH.

Simple, Inspiring, Performing,


CATATAN OUTAGE DAN DERATING

Kebutuhan Pengaturan Sistem (Dispatch Requirement)


Unit pembangkit yang beroperasi dibawah DMN karena
pengaturan sistem, dikenal sebagai " load following" termasuk
unit Pembangkit yang diatur oleh LFC (Load frequency control).
Kejadian ini tidak dilaporkan ke P3B sebagai derating.
Walaupun Load following tidak dilaporkan ke P3B, setiap
pemeliharaan, pengujian, dan lain lain yang dilakukan sepanjang
periode load following harus dilaporkan sebagai suatu peristiwa.
Di bawah kondisi-kondisi tertentu, pekerjaan ini dapat dilaporkan
sebagai peristiwa noncurtailing (NC).
Overlap Deratings
Deratings tumpang-tindih satu sama lain dalam waktu bersamaan.
Derating-derating ini akan diperhitungkan secara aditip (kecuali yang
tertutup dengan suatu outage atau derating yang lebih besar untuk jangka
waktu keseluruhan mereka). Ini berarti derating pertama diasumsikan
sebagai penyebab utama dari pengurangan beban sampai akhir atau
sampai outage penuh mulai.

Derating yang Dominan


Tujuan Kode Derating yang Dominan untuk menandai derating yg
mendominasi pada peristiwa Overlaping Deratings. Tandai derating yang
dominan dengan D, sehingga tidak akan terjadi pengurangan derating
pada peristiwa tersebut. Statistik Unjuk kerja Unit tidak akan terpengaruh.
Statistik Kode Penyebab akan jadi lebih akurat dengan jumlah pencatatan
yang benar dan dampak yang mendominasi derate.

Simple, Inspiring, Performing,


CATATAN OUTAGE DAN DERATING

Deratings Bervariasi
Deratings dalam periode tertentu bisa berubah-ubah. Laporan derating ini
bisa dilaporkan dengan dua metoda:
1. Laporkan sebagai derating baru setiap kemampuan unit berubah.
2. Menentukan kemampuan unit rata-rata tersedia sepanjang deratings
yang berbeda-beda dan hanya satu peristiwa rata-ratanya yang dilaporkan
ke P3B.
Contoh Merata-ratakan Derating:
Unit 1000 MW mengalami derating, disebabkan oleh hambatan emisi
selama 10 hari ( 240 jam). Selama periode ini, besarnya derating
bervariasi sebagai berikut:
1) 30 MW selama 40 jam; 2) 50 MW selama 10 jam; 3) 20 MW selama 110
jam; dan 4) 40 MW selama 80 jam. Sepanjang waktu ini, unit juga
mengalami peristiwa outage tidak direncanakan (U1) selama 90 jam dan
peristiwa Cadangan Shutdown (RS) selama 20 jam.
Total MWH yang hilang pada setiap tingkatan derating dihitung dan
dijumlahkan = ( 40 jam x 30 MW)+ ( 10 jam x 50 MW)+ ( 110 jam x 20
MW)+ ( 80 jam x 40 MW) = 7100 total MWH hilang.
Rata-rata MW yang hilang selama 10-day adalah total MWH yang hilang
dibagi dengan banyaknya jam keseluruhan periode derating: 7100/240 =
30 MW rata-rata hilang
Jadi, kemampuan unit selama 10-day derating = 1000 MW - 30 MW= 970
MW

Simple, Inspiring, Performing,


CARA MERATA-RATAKAN DERATING
(40 hours x 30 MW) + (10 hours x 50 MW) + (110 hours x 20 MW) + (80 hours x
40 MW) = 7100 total MWh lost.
Next, the average megawatts (MW) lost over the 10-day period is calculated by
dividing the total MWh lost by the number of hours in the entire derating period:
7100/240 = 30 average MW lost Finally, the available capacity for the unit over
the 10-day derating period is calculated by subtracting the average MW lost from
the units Dependable Capacity.
1000 MW - 30 MW = 970 MW Available Capacity Again, the start and end dates of
this derating would be the start and end dates of the entire period. The Available
Capacity as a Result of the Event to be reported on the Event Report is 970.
1 2 3 4 U1 RS 1234
HOURS 40 10 110 80 90 20 240
MW 30 50 20 40 970 970
MWh 1200 500 2200 3200 87337 19408 7100
A stack emission
CAUSE limitation, Average
30
Derating =

Available 970
Capacity =

Simple, Inspiring, Performing,


CATATAN OUTAGE DAN DERATING

i). Force Majeure Outage (FMO): yaitu keluarnya Pembangkit


sebagai akibat dari terjadinya bencana alam, perang, kekacauan
umum, huru hara, sabotase, pemberontakan, pemogokan atau
larangan bekerja atau tindakan industrial oleh para buruh atau
karyawan pihak terkait, dan kejadian lainnya yang digolongkan
sebagai peristiwa Sebab Kahar (force majeure) yang disepakati
Penjual dan Pembeli.
j). Force Majeure Derating, yaitu penurunan kemampuan
Pembangkit sebagai akibat dari terjadinya bencana alam, perang,
kekacauan umum, huru hara, sabotase, pemberontakan,
pemogokan atau larangan bekerja atau tindakan industrial oleh
para buruh atau karyawan pihak terkait, dan kejadian lainnya
yang digolongkan sebagai peristiwa Sebab Kahar (force majeure)
yang disepakati Penjual dan Pembeli.
k). Daya mampu aktual Pembangkit yang lebih besar dari atau
sama dengan 98% (sembilan puluh delapan persen) dari DMN
Pembangkit dalam selang waktu setengah jam secara terus-
menerus.

Simple, Inspiring, Performing,


CATATAN OUTAGE DAN DERATING

Apabila diminta oleh Dispatcher P3B atau REGION P3B untuk


mencapai tingkat pembebanan tertentu, dan pembebanan
Pembangkit aktual mencapai tingkat pembebanan tersebut
dengan rentang -2% (minus dua persen) dari DMN dalam
selang waktu setengah jam secara terus-menerus. Dengan
demikian, apabila tingkat pembebanan Pembangkit aktual
lebih kecil dari tingkat pembebanan yang diminta oleh
Dispatcher P3B atau REGION P3B dikurangi 2% (dua
persen) DMN, maka Pembangkit dianggap mengalami
derating sebesar DMN dikurangi tingkat pembebanan
aktualnya.
Dalam hal permintaan PO/MO yang sudah terjadwal ditunda
karena kebutuhan sistem sehingga menyebakan FO atau
FD maka kondisi tersebut dikategorikan FO OMC atau FD
OMC, jika penyebabnya adalah komponen/system yang
akan akan dilakukan PO/MO.

Simple, Inspiring, Performing,


PERSYARATAN EFORd

Simple, Inspiring, Performing,


CONTOH-2
OUTAGES & DERATINGS

Simple, Inspiring, Performing,


Contoh 1: Outage Sederhana
3 Jan. (4:30) Unit # 1 trip karena getaran turbin tinggi. Penyebabnya bearing LP turbin.
Pekerjaan pembetulan mulai 3 Januari (08:00) s.d. 8 Jan. (9:30).
Unit sinkron 8 Jan. (17:00).

3 3`Jan (08:00) 4 8`Jan (09:30)

1 2
3 Jan (04:30) 8Jan (17:00)
600

500

400
MW

300

200
121,5
100

0
132,5 Jam

FO
Kesiapan Unit berkurang 132.50 jam.

Perbaikan Komponen LP turbine bearing 121.50 jam

Simple, Inspiring, Performing,


Contoh 2: DERATING SEDERHANA
10 Jan (8:00) Unit #1 derating 400 MW karena air preheater kotor. Pencemaran sudah mulai
beberapa minggu yang lalu, tetapi unit terus beroperasi untuk memenuhi permintaan beban.
11 Jan. (16:00) perbaikan selesai, unit kembali operasi dengan beban penuh (600 MW)

1 2
10 Jan (08:00) 11 Jan (16:00)
600

500

400
MW

300

200

100

0
32 Jam

21,33

FDH
EFDH

Pengaruh pada Kesiapan Unit


[(600 MW- 200 MW)* 32 jam]/600 MW= 21.33 Jam Derated Ekivalen.

Simple, Inspiring, Performing,


Contoh 3a: OVERLAP DERATING
9 Maret, 8:45 18:00 Unit # 1 derating 75 MW, pulverizer feeder motor (Der A), maks. 525 MW.
9 Maret, 10:00- 11:00 terjadi der. lain 75 MW, pulverizer feeder motor, (Der. "B") maks. 450 MW.

1 4
9 Mar (08:45) 2 3 9 Mar (18:00)
9 Mar (10:00) 9 Mar (11:00)

600
Der A
500 Der. B
400
MW

300

200

100
1

0
9,25
Jam

Pengaruh kesiapan dua derating:


Derating A: [(600 MW 525 MW) * 9,25 jam]/600 MW = 1,16 Jam derated Ekivalen
Derating B: [(525 MW 450 MW) * 1,00 jam]/600 MW = 0,125 Jam derated Ekivalen
Simple, Inspiring, Performing,
Contoh 3b: SHADOWED DERATING
3 Juli (14:30) - 23 Juli (11:45) derating 25 MW (maks. 575 MW), pemeliharaan kodenser.
19 Juli (11:15 12:00), pompa feedwater trip (maks. 360 MW; der. 240 MW-shadowed)

1 4
3 Jul (14:30) 23 Jul (11:45)
2 3
19 Jul (11:15) 19 Jul (12:00)

600
Der A
500
Der. B
400
MW

300

200

100 0,75

0
477,25
Jam

Walaupun kondisi deratings ini (A & B) shadowed, ekivalen jam derated-


nya tidak dihitung ganda.

Simple, Inspiring, Performing,


Contoh 3c: OVERLAP DERATING
13 Jan. (08:00 - 13:00) Der. 50 MW u/ pemeriksaan alat pemanas feedwater
(Der. "A"), renc 2 bln sblmnya.
13 Jan. (10:00) - 14 Jan. (20:00) Der. 200 MW (overlap), getaran pulverisator
berlebihan, ada benda asing (Der. B") .
1 2 3 4
13 Jan (08:00) 13 Jan (10:00) 13 Jan (13:00) 14 Jan (20:00)

600
Der A
500

400 Der. B
MW

300

200

100

Jam

Pengaruh thd kesiapan adalah:


Derating A: [(600 MW - 550 MW) * 5.00 jam)]/600 MW = 0.42 jam derated ekivalen
Derating B: [(550 MW - 350 MW) * 34.00 jam)]/600 MW = 11.33 jam derated ekivalen
Perbaikan Komponen
Perbaikan Feedwater heater selama 4.5 jam dan pulverizer selama 34 jam.
Simple, Inspiring, Performing,
Contoh 3D:

OVERLAP DERATING
10 Mar. (06:30 - 10:30) der. 100 MW , pemutus kontak trip (Derating "A").
10 Mar. (07:45 19:30) der. 240 MW (shadow), traveling screen tersumbat circulating water pumps
shutdown (Derating "B").

1 2 3 4
13 Jan (08:00) 13 Jan (10:00) 13 Jan (13:00) 14 Jan (20:00)

600
Der A
500
Der. B
400
MW

300

200

100
11,75

0
4
Jam

Simple, Inspiring, Performing,


Contoh 4: DERATING DI DLM DERATING
-10 April (6:30 - 19:00) Derating A 300 MW , Pemutus output generator
- Selama Der A ada tambahan pekerjaan kandungan kimia pada feedwater (jika
pekerjaan ini dilakukan sendiri akan menyebabkan Der. B)
1 2 3 4
10 Apr (06:30) 10 Apr (08:30) 10 Apr (15:45) 10 Apr (19:00)

600
Der
DerB
A
Tmbhn Pek
500

400 Der. A
MW

300

200

5,15
100

12,5
0

Jam

Pengaruh thd Kesiapan unit : [(600 MW - 300 MW) * 12.50 jam]/600 MW = 6.25 Jam Derated Ekivalen
Walaupun prob. feedwater chemistry tidak mempengaruhi kesiapan unit, ttp harus dilaporkan u/
kebutuhan analisa.

Simple, Inspiring, Performing,


Contoh 5:

DERATING SELAGI RESERVE SHUTDOWN


31 Mei (19:30) s.d. 3 Juni (8:30) Reserve shutdown.
1 juni (8:00) s.d. 2 Juni (15:30) memanfaatkan off-line untuk perbaikan satu BFP.

2 3
1 01Jun (08:00) 02Jun (15:30)
4
31 Mei (19:30) 3 Jun (08:30)

600
Der A
Der B
500 Tmbhn Pek
400
31,5
MW

300

200
RS

100

0
61
Jam

Unit dianggap mampu 100% selama pekerjaan BFP.

Status unit tidak berubah karena unit mampu mencapai beban penuh saat dibutuhkan.

Simple, Inspiring, Performing,


Contoh 6a:

DERATING OVERLAPPED BY AN OUTAGE


27 Feb. (9:45) derating 100 MW karena feedwater heater high level trip disebabkan L.P.
heater tube bocor. Pekerjaan pembetulan mulai 2 Mar. (8:00) s.d. 4 Mar. (18:30)
2 Mar. (01:15) unit trip, penyebab Superheater tube bocor
Unit kembali sinkron 5 Maret, 9:22 a.m.

1 3 Event Report:
27 Feb (09:45) 2 04 Mar (18:30)
4 Event Number: 0015 0016
02 Mar (01:15) 05 Mar (09:22) Net Maximum Capacity 600 600
600
Der A Event Type: D1 U1

500 Derating Start of Event: 2/27/07 9:45 3/2/07 1:15


End of Event: 3/4/07 18:30 3/5/07 9:22
400
63,50 Duration of Event (Hours) 128.75 80.12
MW

300 Gross Available Capacity: - -


Net Available Capacity 500 0
200 Outage
EFDH & FOH 21.46 80.12
System/Component Cause
100
Code: 3340 1050

0 feedwater superheate
Component Repair
80,12 heater r
Jam
128,75

63.50

Simple, Inspiring, Performing,


6B. DERATING OVERLAPPED BY A FULL OUTAGE
18 Mei (09:45) Unit #1 derating 100 MW, gangguan motor pulverizer.
20 Mei(18:45) unit keluar, water wall tube bocor.
24 Mei (02:42) unit kembali operasi, ttp perbaikan Pulverizer blm selesai (masih derating 100
MW).
25 Mei (14:30) unit normal (Setelah perb pulverizer)

Event Report:
1 4 Event Number: 0017 0018
18 Mei (09:45) 2 3 25 Mei (14:30)
Net Maximum Capacity 600 600
20 Mei (18:45) 24 Mei (02:42)
Event Type: D1 U1

Der A 5/20/07
Derating Start of Event: 5/18/07 9:45 18:45
5/25/07
End of Event: 14:30 5/24/07 2:42
Duration of Event (Hours) 172.75 79.95
Gross Available Capacity: - -
Outage Net Available Capacity 500 0
EFDH & FOH 28.79 79.95

System/Component Cause
Code: 0250 1000
pulverizer waterwall
Component Repair
motor, tube

92.80

Simple, Inspiring, Performing,


7. STARTUP FAILURE*
01 Okt. (07:00) Unit melakukan siklus 15-hour startup normal setelah PO. Pada akhir
siklus normal, unit belum siap untuk sinkron karena H.P. turbine rotor vibration
berlebihan.
03 Okt. (03:00) Masalah telah diperbaiki dan Unit # 1 sinkron.
1 2 3
17 Sep (07:00) 01 Okt (22:00) 03 Okt (03:00)
Event Report: A B
Event Number: 0019
Net Maximum Capacity 600 600
Event Type: PO SF
Start of Event: 9/17/07 7:00 10/1/07 22:00
End of Event: 10/1/07 22: 00 10/3/07 3:00
Duration of Event (Hours) 336 29
PO SF Gross Available Capacity: - -
Net Available Capacity 0 0
POH - SFH 336.00 29.00
System/Component Cause
Code: 4030 4030
H.P. turbine
Component Repair PO
rotor

Normal Startup Hours 15

The startup failure event began when the 15-hour startup cycle was exceeded. The unit is charged with a forced outage for
the 29 hours it took to repair the H.P. Turbine vibration problem and synchronize the unit.

Simple, Inspiring, Performing,


Contoh 8: FUEL CONSERVATION
10 Jun. (08:00) der. 300 MW, keterbatasan bahan bakar (unit bisa dikembalikan ke beban
penuh)
25 Ags.(05:00) persediaan bahan bakar tinggal sedikit (unit tidak bisa lagi berbeban penuh)
03 Sep. (21:00) pasokan bahanbakar habis dan unit dikeluarkan dari grid.
04 Sep. persediaan bahan bakar telah siap.
06 Sep. (16:00 ) Unit operasi normal kembali.
Event Report:
1 2 Event Number: 0029 0030
25 Ags 05:00) 03 Sep (21:00)
3 Net Maximum Capacity 600 600
06 Sep (16:00)
600 Event Type: D1 U1
8/25/07 9/3/07
500 Start of Event: 5:00 21:00
FD1 9/3/07 9/6/07
400
End of Event: 21:00 16:00
MW

300 Duration of Event


(Hours) 232 67
200 FO Gross Available Capacity: - -

Net Available Capacity 300 0


100
EFDH - FOH 116 67
0
System/Component
Jam Cause Code: 9130 9130
Component Repair

Availability was unaffected until the fuel limitation prevented the unit from returning to full load. When that occurred, unit
availability was affected. Equivalent Derated Hours for the derating are 116 ([(600 MW - 300 MW * 232.00 hours)/600] =
116). The outage was responsible for 67.00 unavailable hours.
Simple, Inspiring, Performing,
9. Event Transitions FO2 to RS to SF
03 Des. (15:30) Unit dikeluarkan, perbaikan scrubber ID fan.
05 Des. (21:30) Unit siap startup normal, karena beban rendah, Unit masuk Reserve
Shutdown
06 Des. (02:30)`Startup, diikuti beberapa waterwall tubes retak selama startup, yang
mengharuskan perbaikan segera. Masalah Tabung terjadi 6 Des. (9:00).
9 Des. (17:00)
1 Unit
2 sinkron (stlh
3 perb.4tabung dan startup sukses)
Event Report: A B C
03 Des (15:30) 05 Des (21:30) 06 Des09:00) 09 Des(17:00)
Event Number: 0026 0027 0028

600 Net Maximum


Capacity 600 600 600

500
Event Type: U2 RS SF
12/3/07 12/5/07 12/6/07
400 Start of Event: 15:30 21:30 9:00
12/5/07 12/6/07 12/9/07
MW

End of Event: 21:30 9:00 17:00


300 FO SF
RS Duration of Event
(Hours) 54 11.5 80
200
Gross Available
Capacity: - - -
100
Net Available Capacity 0 0 0
0 FOH - RSH - SFH 54.00 11.50 80.00

Jam System/Component
Cause Code: 8262 1040
scrubber waterwal
Component Repair
ID fan l tubes

Simple, Inspiring, Performing,


STATUS/KONDISI PLTGU

Simple, Inspiring, Performing,


Blok Diagram PLTGU

HRSG
GT 1.1

GT 1.2 ST 1.0

GT 1.3

Simple, Inspiring, Performing,


PLTGU
Semua Kondisi/Kejadian PLTGU dicatat per unit
(GT/ST)
Perhitungan Kinerja dilakukan per unit (GT/ST)
Pehitungan scr entitas (BLOK) bisa dilakukan oleh
Perusahaan Kit / P3B utk keperluan khusus.
Kode penyebab ST tergantung dari:
a). ST-nya sendiri
b). GT-nya
c). GT & ST

Simple, Inspiring, Performing,


METODA SINTESIS & FLEET-TYPE ROLL UP UNTUK
MENGHITUNG KONDISI DAN KINERJA BLOK
Contoh 1- Tiga Unit Mengalami RS Pada Waktu yang Berbeda

o GT#2 RS dari 1 Januari, 00:00 sampai 7 Januari, 03:15. GT#2 mampu 225 MW.
o ST#1 RS dari 3 Januari, 00:10 ke 6 Januari, 02:30. ST#1 mampu 260 MW.
o GT#1 RS dari 3 Januari, 00:15 ke 6 Januari, 02:15. GT#1 mampu 225 MW.

700

600
GT2. RS
500

400

ST1. RS
MW

300

200

100 GT1. RS

Simple, Inspiring, Performing,


Jam
Example 2 Single cause of derates on all
units.

o Selama 4 jam (10:00 -14:00) secara bersamaan GT#1 & GT#2 msg2 mampu
180 MW, ST#1 mampu 208 MW.
Kode Penyebab 3620- Trafo Utama.

Simple, Inspiring, Performing,


Contoh 3- Satu Unit Reserve Shutdown.

7,75 jam GT#1 RS, mampu 225 MW.

Simple, Inspiring, Performing,


Contoh 4- Satu Unit outage, mempengaruhi
unit lain dan mengubah jenis peristiwa.

Simple, Inspiring, Performing,


Contoh 5- Unit Reserve Shutdowns
diikuti Gagal startup.

Simple, Inspiring, Performing,


Contoh 6- Unit Outage ke unit outage yang
mempengaruhi unit lain.

Simple, Inspiring, Performing,


Contoh 7- Semua Unit PO

Simple, Inspiring, Performing,


Statistics from Unit Event and Performance Reports.

Simple, Inspiring, Performing,


Simple, Inspiring, Performing,
Simple, Inspiring, Performing,
CAUSE CODE
PANDUAN MEMILIH CAUSE CODE
Tujuan dari lampiran ini bukan untuk
menyediakan semua kode penyebab atau
komponen yang mungkin, tetapi hanya
secara garis besar. Laporan detil yang
lebih spesifik mengenai
penyebab/koomponen, jenis gangguan,
metoda repair, dan/atau kombinasi
laporan peristiwa tersebut dapat
diuraiakan secara verbal pada laporan
peristiwa. Juga, perusahaan mempunyai
pilihan melaporkan informasi lebih
terperinci mengenai cara di mana sistem
atau komponen mengalami gangguan.
Simple, Inspiring, Performing,
CAUSE CODE
Cause Code adl kode yg mewakili
komponen penyebab suatu kondisi
Pembangkit.

Laporan detil yang lebih spesifik mengenai


penyebab/komponen, jenis gangguan,
metoda repair, cara di mana sistem atau
komponen mengalami gangguan dapat
diuraiakan secara verbal pada kolom
Keterangan.

Simple, Inspiring, Performing,


Level Cause Code
PLTU (Fossil Steam Units)
LEVEL

BOILER STEAM TURBINE GENERATOR BOP EXTERNAL POLLUTION 1

System Exciter
Cooling System
Controls 2
Miscellaneous

Rotor windings
Rotor collector rings
Rotor, General
3
Stator core iron

Simple, Inspiring, Performing,


CAUSE CODE
Kriteria untuk memilih suatu kode:
Cari kode penyebab peristiwa pada sistem atau komponen
utama yang bertanggung jawab terhadap peristiwa, yang
bukan pada komponen alat bantu atau operasi yang
mencetuskan gangguan sistem atau komponen utama.
Contohnya, gangguan dari saluran udara menuju salah
satu klep pengatur feedwater bisa menyebabkan klep itu
menutup, sehingga aliran uap boiler menurun. Dalam hal
ini, kode penyebabnya adalah klep pengatur feedwater,
bukan kode sistem pelayanan udaranya. Fakta bahwa klep
menutup dipicu oleh gangguan saluran udara di catat
dalam uraian verbal.
Pada sisi lain, jika tertutupnya klep pengatur feedwater
diakibatkan oleh hilangnya seluruh setasiun udara, kode
penyebab untuk sistem setasiun udara akan dilaporkan
sebagai penyebab utama dari peristiwa. Dalam hal ini,
masalah sistem setasiun udara menyebabkan gangguan
pemakaian banyak klep dan instrumen seluruh pembangkit.

Simple, Inspiring, Performing,


Contohnya, gangguan dari saluran udara menuju salah satu klep pengatur
feedwater

Photoelectric smoke detector

Electric Precipitator

ID Fan

Air Supply
Air FD Fan
Heater

Super Heater
Main Steam
To HP Turbine
Reheat Steam
To LP Turbine
Reheater

Economizer From HP Turbine

Fuel Supply to burner Feed Water

Bottom Ash

Simple, Inspiring, Performing,


CAUSE CODE
Laporan Power Supply (pusat-pusat kendali motor,
breakers, dll.) yang melayani komponen tertentu
menggunakan kode komponen itu. Laporan sistem catu
daya yang melayani berbagai komponen menggunakan
kode sistem power supply. Sebagai contoh, jika gangguan
breaker mengakibatkan hilangnya suatu FD fan, kode FD
fan akan digunakan. Namun, jika masalah AC power supply
distribution menyebabkan tidak hanya hilangnya FD fan
tetapi juga beberapa komponen utama lain, maka gunakan
kode AC power supply distribution.

FD-FAN

OTHER COMP.

Simple, Inspiring, Performing,


CAUSE CODE

Kode Major Overhaul hanya untuk pekerjaan


memeriksaan secara seksama yang tidak spesifik.
Pekerjaan pembetulan skala besar yang dilakukan selama
major overhaul diharapkan dilaporkan secara terpisah
menggunakan kode yang sesuai. Sebagai contoh, ketika
dilakukan general turbine overhaul dilakukan juga reblading
roda turbin tekanan tinggi. Gunakan kode 4400 untuk
melaporkan overhaul dan termasuk seperti pembukaan dan
penutupan turbin, pembersihan, dan minor repairs sampai
jam manusia bekerja. Gunakan kode 4012 untuk
melaporkan reblading roda turbin HP dan termasuk hanya
manhours worker pada field jam manusia bekerja reblading.
Kode "External" dan "Safety, Regulatory, and
Environmental " hanya ketika tidak ada kode penyebab
system/component lain yang cocok. Sebagai contoh, jika
batas emisi terlewati karena salah memasang corong asap
gas scrubber, gunakan kode scrubber. Namun, jika batas
emisi terlewati, sementara scrubber berfungsi dengan baik,
maka gunakan kode Environmental.
Simple, Inspiring, Performing,
CAUSE CODE
NO KELOMPOK PENYEBAB PLTA PLTG PLTGU PLTU PLTD PLTP

1 GENERATOR ADA ADA ADA ADA ADA ADA

2 BALANCE OF PLANT ADA ADA ADA ADA ADA ADA

3 BOILER - - - ADA - ADA

4 TURBINE ADA ADA ADA ADA - ADA

5 POLLUTION CONTROL EQUIPMENT - ADA ADA ADA - ADA

6 EXTERNAL ADA ADA ADA ADA ADA ADA

7 REGULATORY, SAFETY , ENVIRONMENTAL ADA ADA ADA ADA ADA ADA

8 PERSONEL OR PROCEDURE ERRORS ADA ADA ADA ADA ADA ADA

9 INACTIVE STATE ADA ADA ADA ADA ADA ADA

10 PERFORMANCE ADA ADA ADA ADA ADA ADA

11 HRSG - - ADA - - -

12 DIESEL ENGINE - - - - ADA -

Simple, Inspiring, Performing,


Jet Engine Cause Code (5699)
No Komponen Cause Code Ket

1 Ducts and Filters: Inlet air (ducts, vanes/nozzles,


5400, ,5409
filters, chillers, etc)
Compressors: HP/LP (shaft, bearings,
2 blades/buckets, diaphragms/vanes) Supercharging 5410, ,5430
fans, etc
Fuel, Ignition, and Combustion Systems: Fuel
3 (tanks, piping and valves, nozzles/vanes, filters, 5440, ,5479
pump, etc), ignition, combuster, flame, etc

4 Turbine: HP/LP (shaft, bearing, blades, casing/expansion


5480, ,5499
joint, etc), shaft seals, expansion joint, etc

Exhaust Systems: Chamber, Hoods,


5 5500, ,5509
Vanes/nozzles, Silencer, Diverter Dampers, etc
Auxiliary Systems: Lube oil sys, Starting sys,
6 Battery, Cooling and seal air/water system, 5510, ,5590
Anti-icing sy, etc
Miscellaneous: Heat shields, Control System,
7 Overhaul, compressor washing, HGPI, 5600, ,5699
Boroscope, Inspection, etc

Simple, Inspiring, Performing,


External Cause Code (9320)
No Komponen Cause Code Ket
Catastrophe: Flood, Fire*), Lightning,
1 Geomagnetic disturbance, Earthquake, 9040 OMC
Hurricane, etc
Lack of fuel (water from rivers or lakes, coal mines, gas lines,
2 etc) where the operator is not in control of contracts, supply 9130 OMC
lines, or delivery of fuels

3 Lack of fuel (interruptible supply of fuel part of fuel contract) 9131

4 Fuel conservation 9134

5 Lack of water 9135 OMC

Problems with Primary Fuel for Units with Secondary Fuel


6 Operation 9136

7 Ground water or other water supply problems. 9137

Plant modifications to burn different fuel that are not regulatory


8 mandated 9140

Labor strikes company-wide problems or strikes outside the


9 companys jurisdiction such as manufacturers (delaying repairs) 9150 OMC
or transportation (fuel supply) problems.
Labor strikes direct plant management grievances that result in
10 a walkout or strike are under plant management control. 9151

*) not related to a specific component


Simple, Inspiring, Performing,
External Cause Code (9320)
No Komponen Cause Code Ket
Fuel Quality: High ash content; Low grindability; 9200; 9210;
1 High sulfur content; High vanadium content; 9220; 9230; OMC
High sodium content; Low Btu coal 9240; 9250
Fuel Quality: Low BTU coal from contract for low
2 9251 -
BTU coal (not outside management control)
9260; 9270;
3 Fuel Quality: Low Btu oil; Wet coal; Frozen coal; OMC
9280
4 Other fuel quality problems 9290 OMC

Transmission system problems other than


catastrophes
5 9300 OMC
(do not include switchyard problems in this
category)
6 Ash disposal problem 9305 -

7 Operator training 9310 -

Regulatory (environmental) proceedings and


8 9504 OMC
hearings - regulatory agency initiated
Regulatory (environmental) proceedings and
9 9506 OMC
hearings - intervener initiated
10 Reserve shutdown 0000 -

Simple, Inspiring, Performing,


Personnel or Procedure Errors Cause
Code (9900-9950)
No Komponen Cause Code Ket

1 Operator error 9900

2 Maintenance personnel error 9910

3 Contractor error 9920

4 Operating procedure error 9930

5 Maintenance procedure error 9940

6 Contractor procedure error 9950

Simple, Inspiring, Performing,


Performance
N
Kondisi Cause Code Ket
o
1 Black start testing 9998
Total unit performance testing (use
2 appropriate codes for individual 9999
component testing)

Inactive State Cause Code


No Kondisi Cause Code Ket

1 Inactive Reserve Shutdown 0002

2 Mothballed unit 9990


3 Retired unit 9991

Simple, Inspiring, Performing,


Pollution Control Eq. Cause Code (8699)
No Komponen Cause Code Ket
1 Selective Non-Catalytic Reduction Systems (SNCR) 8800, ,8809
2 Selective Catalytic Reduction Systems (SCR) 8810, ,8825
3 Catalytic Air Heaters (CAH) 8830, ,8835
4 CO Reduction 8840, ,8845
5 Chemical Supply 8000, ,8099
Wet Scrubber 8100, ,8199 8400, ,8499
6 PLTU
Dry Scrubber 8528, ,8534 8544, ,8549
Piping, Ducting, Dampers, and Fans 8200, ,
7 8522, ,8527 PLTU
8299
8 Waste Disposal and Recovery 8300, ,8399 8535, ,8543 PLTU
9 Reagent\Slurry Supply 8500, ,8599 PLTU

10 Precipitators 8550, ,8590 PLTU

11 Miscellaneous 8600, ,8699 PLTU

Continuous Emissions Monitoring Systems


12 8550, ,8590 U-GU-P-G-J
(CEMS)

Simple, Inspiring, Performing,


Regulatory, Safety, Environmental ()
No Komponen Cause Code Ket
Plant modifications strictly for
compliance with new or changed
1 9510 OMC
regulatory requirements (scrubbers,
cooling towers, etc.)
Regulatory (this code is primarily
intended for use with event
2 contribution code 2 to indicate that a 9590 OMC

regulatory-related factor contributed


to the primary cause of the event)
Stack Emission (include exhaust
3 emissions): SO2, NOx, Opacity, 9600, ,9658
particulate, etc
4 Operating Environmental Limitations: 9660, ,9696
thermal discharge, nois, etc
5 Safety: OSHA-related retrofit or inspection, etc 9700, ,8720

Simple, Inspiring, Performing,


HIDRO
N Kondisi Statu Cau Penyebab/Keterangan Sifat
o s se
Cod
e
1 Unit Stanby RS 0000 Reserve shutdown

2 Variasi PO/PD 9130 Lack of fuel (water from OMC


Musim rivers or lakes, coal mines,
gas lines, etc) where the
operator is not in control of
9135 contracts
OMC
Lack of water
3 Pengaturan PD/PO
Air

4 Pengendalia
n banjir

Simple, Inspiring, Performing,


Pengaruh GT thd ST
(PLTGU)
N Kondisi Stat Cau Penyebab/Keterangan Sifat
o us se
Cod
e
1 Der/Outage 6299 Other combined cycle block
problems (Use other gas
turbine problem codes, other
steam turbine codes, etc.)
whenever appropriate.)
2 Keterbatasa Lack of fuel (water from rivers OMC
n Bahan 9135 or lakes, coal mines, gas lines,
Bakar etc) where the operator is not
in control of contracts

Simple, Inspiring, Performing,


Cause Code
Statu Cause
No Kondisi Penyebab/Keterangan Sifat
s Code

FD/F Other catastrophe


1 Der/Outage O
9040 OMC
(Bencana Alam)

Lack of fuel (water from


Keterbatasa
rivers or lakes, coal mines,
n Bahan FD/F
2 O
9135 gas lines, etc) where the OMC
Bakar (tdk
operator is not in control of
terduga)
contracts

Kualitas Bhn
3 FD 9290 Other fuel quality problems OMC
Bakar

Pengaruh
4 FD
Lingkungan

Simple, Inspiring, Performing,


Cause Code
Caus
N Statu
Kondisi e Penyebab/Keterangan Sifat
o s
Code
Operasi dgn
Problems with Primary Fuel
Energi PD/F
1 9136 for Units with Secondary Internal
Skunder D
Fuel Operation
(dual fuel)
Pengaturan
2 FD 9134 Fuel conservation -
Bahan Bakar
Miscellaneuos
3 Economic
9160 Other economic problems

Simple, Inspiring, Performing,


Inspection
Statu Cause
No Kondisi Penyebab/Keterangan Sifat
s Code
BALANCE OF Condenser inspection (use code 3110
1 PO/PD 3170 U-GU-P-N
PLANT to report looking for tube leaks)
BALANCE OF
2 PO/PD 3171 Air-cooled condenser inspections U-GU-P-N
PLANT
3 BOILER PO/PD 1810 Other boiler inspections PLTU
Boiler Inspections problem
4 BOILER PO/PD 1811 PLTU
identification/investigation
Boiler Inspections scheduled or
5 BOILER PO/PD 1812 PLTU
routine
6 BOILER PO/PD 0344 Pulverizer inspection PLTU

7 DIESEL ENGINE PO/PD 5895 Inspection PLTD

8 GAS TURBINE PO/PD 5270 Hot end inspection GU-G

9 GAS TURBINE PO/PD 5272 Boroscope inspection GU-G

10 GAS TURBINE PO/PD 5274 General unit inspection GU-G


U-GU-P-G-A-D-
11 GENERATOR PO/PD 4840 Inspection
N-J

12 HRSG PO/PD 1810 Other boiler inspections PLTGU

Simple, Inspiring, Performing,


Inspection
Statu Cause
No Group Penyebab/Keterangan PwPlant
s Code
Boiler Inspections problem
1 HRSG 1811 PLTGU
identification/investigative
Boiler Inspections scheduled or
2 HRSG 1812 PLTGU
routine
HYDRO
3 7201 Inspection PLTA
TURBINE/PUMP
4 JET ENGINE 5670 Hot end inspection GU-J

5 JET ENGINE 5672 Boroscope inspection GU-J

6 JET ENGINE 5674 General unit inspection GU-J

7 POLLUTION 8450 Inspection U-P


CONTROL
8 EQUIPMENT 8547 Inspection PLTU
REGULATORY,
SAFETY, OSHA-related retrofit or U-GU-P-G-
9 9700
ENVIRONMENTA inspection A-D-N-J
L
10 STEAM TURBINE 4401 Inspection U-GU-P-N

Simple, Inspiring, Performing,


Overhaul
Cause
No Group Penyebab/Keterangan Sifat
Code

1 BALANCE OF PLANT 3180 Major condenser overhaul U-GU-P-N

2 BOILER 1800 Major boiler overhaul (720 hours or more) PLTU

Minor boiler overhaul (less than 720


3 BOILER 1801
hours)
PLTU

4 BOILER 0345 Pulverizer overhaul PLTU

5 DIESEL ENGINE 5880 Diesel engine unit overhaul PLTD

6 DIESEL ENGINE 5890 Major overhaul PLTD

7 EXPANDER TURBINE 7950 Major overhaul GU-G-J

8 GAS TURBINE 5260 Major overhaul GU-G

Major generator overhaul (720 hours or


9 GENERATOR 4830
longer)
U-GU-P-G-A-D-N-J

Minor generator overhaul (less than 720


10 GENERATOR 4831
hours)
U-GU-P-G-A-D-N-J

Simple, Inspiring, Performing,


Overhaul
Cause
No Kondisi Penyebab/Keterangan PwPlant
Code

1 HRSG 1800 Major boiler overhaul (720 hours or more) PLTGU

2 HRSG 1801 Minor boiler overhaul (less than 720 hours) PLTGU

3 HYDRO TURBINE 7040 Turbine overhaul PLTA

4 HYDRO TURBINE 7200 Major overhaul PLTA

5 JET ENGINE 5660 Major overhaul GU-J

NUCLEAR
6 REACTOR
2900 Reactor overhaul NUKLIR

POLLUTION
7 CONTROL 8440 Major overhaul U-P
EQUIPMENT
POLLUTION
8 CONTROL 8546 Major overhaul PLTU
EQUIPMENT

9 STEAM TURBINE 4400 Major turbine overhaul (720 hours or longer) U-GU-P-N

10 STEAM TURBINE 4402 Minor turbine overhaul (less than 720 hours) U-GU-P-N

Simple, Inspiring, Performing,


Testing
Cause
No KELOMPOK Penyebab/Keterangan PwPlant
Code

9998 Black start testing

1 PERFORMANCE Total unit performance testing (use U-GU-P-G-A-D-


N-J
9999 appropriate codes for individual
component testing)
U-GU-P-G-A-D-
2 GENERATOR 4841 Generator doble testing N-J

1980 Boiler safety valve test


3 BOILER/HRSG U-GU
1990 Boiler performance testing
Gas turbine performance testing -
4 GAS TURBINE 5290 GU-G
individual engines
4460 Turbine overspeed trip test
4490 Turbine performance testing
STEAM
5 4266 Main stop valve testing U-GU-P-N
TURBINE
4267 Control valve testing
4268 Reheat/intercept valve testing

Simple, Inspiring, Performing,


Testing
Cause
No KELOMPOK Penyebab/Keterangan KIT
Code
Engine performance testing
1 DIESEL ENGINE 5990 D
individual
Engine performance testing -
2 JET ENGINE 5690 GU-J
individual
3 8803 SNCR Performance testing U-GU-G-J
POLLUTION
CONTROL 8460 Testing (wet scrubber)
4 EQUIPMENT U-P
8548 Testing (dry scrubber)
Stack or exhaust emissions testing -
5 9656 U-GU
fossil
Stack or exhaust emissions testing
6 9657 GU-G
gas T
REGULATORY,
Other stack or exhaust emissions
7 SAFETY, 9658 GU-J
testing JE
ENVIRONMENTAL
8 9677 Noise limits testing - fossil U-GU
9 9678 Noise limits testing - gas turbine PLTGU
10 9679 Noise limits testing - jet engines PLTGU

Simple, Inspiring, Performing,


BAHAN BAKAR
Statu Cause
No Kondisi Penyebab/Keterangan Sifat
s Code
Keterbatasan
1 FD 9135 Lack of water OMC
Air
Low BTU coal from contract for low
2 Kalori rendah FD 9251 BTU coal (not OMC)
-

3 Kalori rendah FD 9250 Low Btu coal OMC


4 Kalori rendah FD 9260 Low Btu oil OMC
Kualitas E
5 FD 9290 Other fuel quality problems OMC
Primer
Plant modifications to burn different
6 E Primer lain FD 9140 fuel that are not regulatory -
mandated
E Primer Problems with Primary Fuel for Units
7 PD 9136 -
Sekunder with Secondary Fuel Operation
FO/F
8 Bencana 9040 Other catastrophe OMC
D
Lack of fuel (water from rivers or
lakes, coal mines, gas lines, etc)
E Primer
9 FD 9130 where the operator is not in control OMC
terbatas of contracts, supply lines, or delivery
of fuels
E Primer Lack of fuel (interruptible supply of
10 FD 9131 Simple, Inspiring, Performing,
-
REGULATORY (9590-omc)
Cause Sifa
No Kondisi Keterangan
Code t
Modifikasi sist
Plant modifications to burn different
1 9140 - bhn bakar
fuel that are not regulatory mandated
(Eksternal)
Regulatory (environmental)
Inisiasi pihak
2 proceedings and hearings - regulatory 9504 OMC
eksternal
agency initiated
Regulatory (environmental) Inisiasi
3 proceedings and hearings - 9506 OMC intervener
intervener initiated (Eksternal)
Plant modifications strictly for
Modif Kit
compliance with new or changed
4 9510 OMC permintaan
regulatory requirements (scrubbers,
persh
cooling towers, etc.)
Miscellaneous regulatory (this code is
primarily intended for use with event
5 contribution code 2 to indicate that a 9590 OMC DLL Regulatory
regulatory-related factor contributed
to the primary cause of the event)

Simple, Inspiring, Performing,


Lingkungan/Environment
Cause Sifa
No Kondisi Keterangan
Code t

Thermal discharge limits 9660/3/


1 -
(PLTU/GU/JE/D) 4/5

Other miscellaneous operational 9690/3/


2
environmental limits (PLTU/GU/JE/D/H) 4/5/6
Regulatory (environmental)
3 proceedings and hearings - regulatory 9504 OMC
agency initiated

Regulatory (environmental)
4 proceedings and hearings - 9506 OMC
intervener initiated

Simple, Inspiring, Performing,


OUTSIDE MANAGEMENT CONTROL

PENGANTAR
Standar IEEE 762 (Annex D) dan GADS DRI NERC 2007
menyatakan bahwa:
"Ada sejumlah penyebab outage yang dapat mencegah
energi dari pembangkit sampai pelanggan. Beberapa
penyebab terjadi berkaitan dengan operasi pembangkit dan
peralatan sementara yang lain adalah di luar manajemen
pengendalian pembangkit"
Daftar kode penyebab yang ditetapkan ini selanjutnya
harus ditinjau dari waktu ke waktu untuk menjamin kode
penyebab yang terakhir dapat digunakan pada persamaan
OMC.
Semua kondisi (termasukk semua kondisi OMC) perlu
dilaporkan ke P3B dan perhitungan OMC akan meniadakan
kondisi tersebut.
kondisi OMC akan hadir dalam dua bentuk: outages atau
deratings. Kondisi OMC dapat dikategorikan sebagai FO,
MO, PO tetapi diharapkan mayoritas adalah kondisi FO.

Simple, Inspiring, Performing,


Typical Interconnection
BATAS FISIK OMC
Ketentuan standard GADS-DRI NERC
Utility Distribution Co menetapkan batas fisik peralatan yang
Transmission or Distribution System Point of Ownership
Utility Distribution Change with Utility
menjadi tanggung jawab menejemen
Co Distribution Co pembangkit (lihat Gambar disamping)
3 Generation Facility
Disconnect Device adalah dari unit pembangkit termasuk
Operated by Utility semua peralatan sampai pada (mana
Distribution Co OUT
yang lebih cocok):
Utility Distr ISO
Co Metering Metering 1). PMT tegangan trafo sisi beban
Disconnect Device generator GSU;
IN
Owned & Operated by 2). PMT terminal tegangan tinggi trafo
Generation Entity
stepup generator ( GSU) dan GI yang
B High Side CB or Recloser
2
Owned by Generation melayani trafo; atau
Dedicated Transformer
Entity 3). pada batas dimana peralatan yang
Owned by Generation mungkin layak dipertimbangkan sesuai
Entity
Generator bentuk wujud dan disain unit
Aux. Load pembangkit.
A GCB
1

Aux. PT

~
Generator

Simple, Inspiring, Performing,


OMC

Koneksi Grid Atau Gangguan GI. Alasan ini karena


permasalahan jalur transmisi dan peralatan2 switchyard adalah di luar
batasan-batasan pembangkit tsb.
Bencana alam seperti hujan lebat, angin topan, angin kencang, kilat,
dll
Aksi teror atau kesalahan operasi/perbaikan
transmisi
Pengaruh lingkungan khusus seperti tingkat kolam pendingin
rendah, atau saluran masuk air terhambat yang tidak bisa dicegah oleh
tindakan operator. Pengaruh alam seperti suhu lingkungan tinggi di
mana peralatan bekerja tidak dalam spesifikasi disain.
Keterbatasan bahan bakar ( air dari sungai atau danau,
tambang batu bara, saluran gas, dll) di mana operator bukan sbg
penanggung kontrak penyediaan saluran, atau penyerahan bahan bakar.
Tekanan pekerja (mogok kerja). Outages atau pengurangan
beban disebabkan oleh mogok kerja tidaklah secara normal di bawah
kendali langsung manajemen pembangkit.
Permasalahan lain yang berhubungan dg.
Ketergantungan cuaca seperti variasi musim dalam jumlah
kapasitas besar dalam kaitan denganSimple, Inspiring,
variasi temperatur Performing,
air pendingin
OMC

600

FD
500

400
MW

OMC
300
Outage
200

100

Jam

Simple, Inspiring, Performing,


OMC

600
OMC
FD2
500 Derate

400 FD2
MW

300

200

100

Jam

Simple, Inspiring, Performing,


OMC

600
OMC
500 Derate

400 FD2
MW

300

200

100

Jam

Simple, Inspiring, Performing,


OMC

600

FD1 MO
500
OMC
400 FD2 Derate
MW

300

200

100

Jam

Simple, Inspiring, Performing,


OMC

600
OMC
500 Derate

400
MW

300 Outage
200

100

Jam

Simple, Inspiring, Performing,


PENYEBAB GANGGUAN DILUAR
KENDALI PEMBANGKIT OMC
GADS Cause Codes Outside Plant Management Control
3600 Switchyard transformers and associated cooling systems - external
3611 Switchyard circuit breakers - external
3612 Switchyard system protection devices - external
3619 Other switchyard equipment - external
3710 Transmission line (connected to powerhouse switchyard to 1st Substation)
3720 Transmission equipment at the 1st substation) (see code 9300 if
applicable)
3730 Transmission equipment beyond the 1st substation (see code 9300 if
applicable)
9000 Flood
9010 Fire, not related to a specific component
9020 Lightning
9025 Geomagnetic disturbance
9030 Earthquake
9035 Hurricane
9036 Storms (ice, snow, etc)
9040 Other catastrophe
9130 Lack of fuel (water from rivers or lakes, coal mines, gas lines, etc) where
the operator is not in control of contracts, supply lines, or delivery of fuels

Simple, Inspiring, Performing,


PENYEBAB GANGGUAN DILUAR
KENDALI PEMBANGKITAN OMC
9135 Lack of water (hydro)
9150 Labor strikes company-wide problems or strikes outside the companys
jurisdiction such as manufacturers (delaying repairs) or transportation (fuel
supply) problems.
9200 High ash content
9210 Low grindability
9220 High sulfur content
9230 High vanadium content
9240 High sodium content
9250 Low Btu coal
9260 Low Btu oil
9270 Wet coal
9280 Frozen coal
9290 Other fuel quality problems
9300 Transmission system problems other than catastrophes (do not include
switchyard problems in this category; see codes 3600 to 3629, 3720 to 3730)
9320 Other miscellaneous external problems
9506 Regulatory (environmental) proceedings and hearings - intervenor initiated
9510 Plant modifications strictly for compliance with new or changed regulatory
requirements (scrubbers, cooling towers, etc.)
9590 Miscellaneous regulatory (this code is primarily intended for use with event
contribution code 2 to indicate that a regulatory-related factor contributed to the
primary cause of the event)
Simple, Inspiring, Performing,
Diklat Profesi DKIKP

Mekanisme Deklarasi
Kondisi Pembangkit

PT PLN (PERSERO) PUSDIKLAT

Simple, Inspiring, Performing,


RUANG LINGKUP
Full Outage
SO - Scheduled Outage, meliputi:
PO - Planned Outage
MO - Maintenance Outage
SE - Scheduled Outage Extension,
meliputi:
PE - Planned Outage Extension
ME - Maintenance Outage Extension

Simple, Inspiring, Performing,


FO - Forced Outage, meliputi:
FO1 (U1) - Forced Outage Immediate
FO2 (U2) - Forced Outage Delayed
FO3 (U3) - Forced Outage Postponed
SF - Startup Failure
RS - Reserve Shutdown
NC - Noncurtailing Event

Simple, Inspiring, Performing,


Partial Outage
SD - Scheduled Derating, meliputi:
PD - Planned Derating
MD (D4) - Maintenance Derating

DE (Scheduled) Derating Extension,


meliputi:
PDE (DP) Planned Derating Extension
MDE (DM) - Maintenance Derating
Extension

Simple, Inspiring, Performing,


FD - Forced Derating, meliputi:
FD1 (D1) - Forced Derating Immediate
FD2 (D2) - Forced Derating Delayed
FD3 (D3) - Forced Derating Postponed

Simple, Inspiring, Performing,


Kondisi yang tidak dapat
digolongkan sebagai derating :
Daya mampu aktual Pembangkit yang lebih besar dari
atau sama dengan 98% (sembilan puluh delapan
persen) dari DMN pembangkit dalam selang waktu
setengah jam secara terus-menerus.

Apabila diminta oleh Dispatcher BOPS atau REGION


P3B untuk mencapai tingkat pembebanan tertentu,
dan pembebanan Pembangkit aktual mencapai tingkat
pembebanan tersebut dengan rentang -2% (minus dua
persen) dari DMN dalam selang waktu setengah jam
secara terus-menerus.

Simple, Inspiring, Performing,


Derating saat Unit Startup

Tiap unit mempunyai waktu "standar" atau "normal"


untuk mencapai beban penuh setelah/dari keadaan
outage. Jika suatu unit dalam proses start up dari
kondisi outage ke tingkat beban penuh atau ke tingkat
beban yang ditentukan sesuai periode yang normal,
maka tidak ada derating pada unit. Jika unit
memerlukan waktu lebih panjang dibanding waktu
start up normal menuju beban penuh atau menuju
beban yang ditentukan dispatcher, maka unit dianggap
mengalami derating. .

Simple, Inspiring, Performing,


Beberapa hal yang perlu
diperhatikan dalam
penentuan kondisi Pembangkit
Apabila selisih waktu aktual sinkronisasi Pembangkit
ke sistem sesuai perintah sinkron dispatcher lebih
besar dari 5 (lima) menit (sesuai Grid Code SDC
7.4.3.a) dari target waktu yang disampaikan oleh
Pengendali Sistem berdasarkan infromasi dari Pihak
Pembangkit, maka hal ini diperhitungkan sebagai
kondisi Startup Failure Pembangkit.

Simple, Inspiring, Performing,


Apabila tidak terdapat target waktu spesifik yang
diminta oleh Dispatcher BOPS atau REGION P3B
dan tingkat pembebanan Pembangkit dicapai
melebihi 2 (dua) menit dari prakiraan waktu
berdasarkan deklarasi ramping ratenya (sesuai Grid
Code 7.4.3.b), maka Pembangkit dianggap
mengalami derating

Simple, Inspiring, Performing,


Apabila terdapat target waktu spesifik yang
diminta oleh Dispatcher BOPS dan REGION P3B,
dan bila tingkat pembebanan tersebut dicapai
melebihi 2 (dua) menit dari target waktu tersebut
(sesuai Grid Code SDC 7.4.3.c), maka Pembangkit
dianggap mengalami derating.

Simple, Inspiring, Performing,


PELAKSANA DEKLARASI DAN
KONFIRMASI
Petugas pelaksana pencatatan real time
Operator Sistem (P3B):
Dispatcher BOPS dan dispatcher REGION
P3B
Anak Perusahaan (AP):
Supervisor Operasi/Produksi atau Operator
Pembangkit
Unit Pembangkitan PLN (UP PLN):
Operator pembangkit
Pembangkitan Swasta (IPP):
Operator pembangkit IPP

Simple, Inspiring, Performing,


Pelaksana proses acknowledgement
P3B:
Supervisor Operasi Real Time BOPS atau yang
mewakilinya
AP:
Supervisor/Operator Operasi Real Time
Pembangkit atau yang mewakilinya
UP PLN:
Supervisor/Shift Leader/Operator pembangkit atau
yang mewakilinya
IPP:
Supervisor/Shift Leader/Operator pembangkit atau
yang mewakilinya

Simple, Inspiring, Performing,


Pelaksana proses konfirmasi harian

P3B:
Supervisor Operasi Real Time BOPS atau Pejabat yang
ditugaskan
AP:
Supervisor Operasi Real Time atau Pejabat yang
ditugaskan
UP PLN:
Supervisor Operasi Real Time atau Pejabat yang
ditugaskan
IPP:
Supervisor Operasi Real Time atau Pejabat yang
ditugaskan

Simple, Inspiring, Performing,


TATA-CARA DEKLARASI DAN
KONFIRMASI
Unit Pembangkit harus mendeklarasikan kepada
Pengendali Sistem (dispatcher BOPS atau dispatcher
REGION P3B atau dispatcher Sub-Region) sesuai
kewenangannya mengenai setiap kondisi Pembangkit
aktual baik yang parsial (derating), tidak siap
sepenuhnya (DMN = 0) akibat PO, MO, atau FO, kondisi
Unit yang siap , maupun kondisi non event curtailing
(NC) untuk periode Mingguan (RDM) berikut Cause
Code nya. Data unit Pembangkit yang siap akan di
Dispatch dalam ROH (Rencana Operasi Harian).

Simple, Inspiring, Performing,


Jika terjadi perubahan kondisi pembangkit
dari RDM/ROH, maka pihak Pembangkit
atau Pengendali Sistem akan
mendeklarasikan perubahan kondisi
Pembangkit tersebut dengan
menyebutkan nama dan nomor unit
Pembangkit, daya mampu Pembangkit
maksimum, waktu mulai dan berakhirnya
kondisi tersebut, alasan kejadian, cause
code komponen/kelompok dan nama
operator/supervisor yang melaporkan
dalam Deklarasi Kondisi Pembangkit
(DKP).
Simple, Inspiring, Performing,
Jika tidak terdapat deklarasi perubahan
kondisi Pembangkit maka daya mampu
aktual Pembangkit yang digunakan untuk
keperluan perhitungan kondisi Pembangkit
adalah daya mampu mutakhir sesuai RDM
yang disampaikan ke BOPS.

Setiap Operator atau Supervisor Operasi


yang berkomunikasi secara elektronik,
tertulis maupun suara dengan Dispatcher
adalah sah sebagai juru bicara unit
Pembangkit.
Simple, Inspiring, Performing,
Apabila telah menggunakan Aplikasi
Dispatch, Supervisor Operasi atau
Operator Pembangkit yang mewakili
Supervisor Operasi Pembangkit atau yang
mewakili harus mengakui telah menerima
(acknowledgement) perintah dispatch atau
daya mampu maksimum atau informasi
lainnya yang di-klaim oleh Dispatcher
BOPS melalui Aplikasi Dispatch dan
memberikan
komentar/informasi/persetujuan kondisi
pembangkit atas perintah dispatcher.

Simple, Inspiring, Performing,


Apabila Aplikasi Dispatch tidak dapat
berfungsi atau belum diimplementasikan,
maka Dispatcher BOPS, REGION dan Sub
Region Bali harus mencatat semua data
dari deklarasi yang dilakukan operator
Pembangkit dan informasi operasi
pembangkit lainnya pada logbook operasi
sistem/logsheet.

Simple, Inspiring, Performing,


Supervisor Operasi Real Time BOPS akan
mengirim rekap Data Awal kondisi
Pembangkit harian seperti daya mampu
maksimum, penyebab kejadian dan cause
codenya untuk data yang sudah terkumpul
pada periode tugas/shiftnya kepada
Supervisor Pembangkit atau yang
mewakili melalui Web Aplikasi DKP

Supervisor Pembangkit atau yang


mewakili akan melakukan
acknowledgement atas Data Awal kondisi
Pembangkit meliputi daya mampu
maksimum, penyebabSimple,
kejadian dan cause
Inspiring, Performing,
Form DKP-P3B yang berisi Rekap Final
data kondisi Pembangkit periode operasi
mulai pukul 00:00 WIB hingga 24:00 WIB
satu hari sebelumnya akan dikirim
selambat-lambatnya pukul 10.00 WIB
setiap harinya oleh Supervisor Operasi
Real Time BOPS melalui Web Aplikasi HDKP
untuk selanjutnya dikonfirmasi oleh
Supervisor Pembangkit atau yang
mewakili

Simple, Inspiring, Performing,


Supervisor Operasi Real Time atau
Pejabat yang ditugaskan harus
melakukan konfirmasi mengenai data
kondisi Pembangkit periode operasi
satu hari sebelumnya mulai pukul
00:00 WIB hingga 24:00 WIB satu
hari sebelumnya melalui Web
Aplikasi HDKP Form DKP-
Pembangkit

Simple, Inspiring, Performing,


Mengisi ruang "Konfirmasi" dengan huruf S
jika data kondisi Pembangkit disepakati atau
mengisinya dengan huruf "TS" jika data kondisi
Pembangkit belum disepakati

Pihak Pembangkit yang berwenang apabila


diperlukan, memberikan penjelasan pada kolom
"Keterangan" terhadap data kondisi Pembangkit
yang belum disepakati

Mengisi, memperbaiki atau melengkapi data


Cause Code penyebab kejadian pada ruang yang
terdapat di Aplikasi DKP.

Simple, Inspiring, Performing,


Selanjutnya, BOPS P3B akan memfasilitasi
penyelesaian mengenai data kondisi yang
belum disepakati (berstatus TS) oleh
Pihak Pembangkit yang berwenang
berdasarkan data pendukung yang ada.

Data kondisi yang telah disepakati akan


digunakan oleh BOPS P3B sebagai dasar
perhitungan Indeks Kinerja Pembangkit,
melalui aplikasi GAIS atau manual.

Simple, Inspiring, Performing,


Jika masih terdapat data kondisi yang
belum disepakati, maka harus diselesaikan
secara kesepakatan bersama antara BOPS
dan Pembangkit atau dilanjutkan kepada
komisi Grid Code.

BOPS harus menyampaikan hasil akhir


penyelesaian data kondisi yang berstatus
TS. Data tersebut dapat dikoreksi
dengan alasan yang disepakati oleh BOPS
dan perusahaan Pembangkit.

Simple, Inspiring, Performing,


Apabila terdapat kendala pada
saluran komunikasi untuk
penggunaan Web Aplikasi DKP, maka
proses konfirmasi dilakukan melalui
email, facsimile atau ftp. Alamat
email BOPS dan Pengelola
Pembangkit serta server ftp.
Selanjutnya BOPS akan mengisikan
data tersebut ke database DKP.

Simple, Inspiring, Performing,


Untuk memperjelas proses
pelaksanaan deklarasi kondisi
pembangkit dapat dilihat pada
Diagram Alir
..\BAHAN AJAR\DIAGRAM ALIR.doc

Penunjukan waktu di ruang kontrol


P3B (berdasarkan GPS) digunakan
sebagai Waktu Standar untuk semua
pencatatan dan pelaporan kejadian
Simple, Inspiring, Performing,