Anda di halaman 1dari 19

LANGKAH-LANGKAH

POKOK PERENCANAAN
PROGRAM GIZI

Dosen Pengampu Mata


Kuliah
Dr. Denas Symond, MCN
Anggota Kelompok 3
Annisa 1411222004
Datu Ridha Siahaan 1411222016
Dina Qorina 1411222021
Zikrahadi Harjis 1411222023
Putri Gusfia 1411222028
Panji Maulana 1411222030
Indah Dwi Putri 1411222049
Aldira kurnia 1411222050
Idri Iqra Fikha 1411222051

MANAJEMEN PROGRAM GIZI


ILMU GIZI
UNIVERSITAS ANDALAS
PERENCANAAN PANGAN & GIZI

Perencanaan pangan dan gizi


merupakan alat yang efisien, dengan
langkah-langkah yang logis dapat
menjamin kemantapan dalam menanggapi
berbagai macam perkembangan dalam
merumuskan dan melaksanakan kebijakan
di bidang pangan dan gizi.
LANGKAH LANGKAH POKOK
PERENCANAAN
Pada setiap proses perencanaan setidak-tidaknya terdapat
empat langkah pokok yang harus dilalui, yaitu:

Penilaian situasi kini


Pada langkah ini harus dilakukan upaya untuk mengetahui atau
menilai situasi atau masalah yang sedang dihadapi. Pengamatan
situasi kini dapat dilakukan dengan cara pengamatan langsung
di lapangan atau dengan mengumpulkan data atau informasi
dari laporan-laporan atau publikasi yang ada.

Penetapan tujuan dan sasaran


Sesuatu yang ingin dituju atau tujuan (obyek) mencerminkan
suatu kebutuhan dasar (basic goal) yang hendak dicapai atau
diangan-angan kan untuk dicapai.
Lanj...
Penyusunan strategi program
Untuk dapat mencapai tujuan dan sasaran-sasaran
yang diharapkan diperlukan cara-cara atau strategi
yang kemudian harus dituangkan dalam program-
program.

Penahapan pelaksanaan
Langkah ini merupakan rencana implementasi
program-program atau proyek-proyek yang telah
disusun, menjadi tahap-tahap yang harus dilalui oleh
program dan proyek, sehingga merupakan suatu tata
waktu atau jadwal kegiatan.
MASALAH GIZI DI INDONESIA
UPAYA PERBAIKAN GIZI
DI INDONESIA
Dalam rangka mempertinggi taraf kesehatan dan
kecerdasan rakyat, pembangunan kesehatan
termasuk perbaikan mutu gizi perlu makin
ditingkatkan dengan mengembangkan sistem
kesehatan nasional.

Peningkatan kesehatan dilakukan dengan


partisipasi aktif masyarakat, dan diarahkan
terutama kepada golongan masyarakat yang
berpenghasilan rendah, baik di desa maupun di
kota.
Lanj...
Perbaikan kesehatan rakyat dilakukan melalui
upaya pencegahan dan penyembuhan dengan
mendekatkan pelayanan kesehatan ditujukan
kepada peningkatan pemberantasan peningkatan
pengadaan air minum, peningkatan keadaan gizi
rakyat, peningkatan kebersihan dan kesehatan
lingkungan, perlindungan rakyat terhadap
bahaya narkotika dan penggunaan obat yang
tidak memenuhi syarat, serta penyuluhan
kesehatan masyarakat untuk memasyarakatkan
perilaku hidup sehat yang dimulasi sedini
mungkin.
PROGRAM PROGRAM GIZI YANG SEDANG
DAN TELAH DILAKSANAKAN DI INDONSIA

Kegiatan usaha perbaikan gizi keluarga


Penanggulangan kekurangan vitamin A
Penanggulangan anemia gizi besi
Penanggulangan gondok endemik
FAKTOR YANG PERLU
DIPERTIMBANGKAN DALAM
PERENCANAAN PROGRAM

Untuk menigkatkan pangan dan gizi yang lebih baik ada


beberapa faktor yang harus dipertimbangkan antara lain
(Suhardjo 1989):

Hasil produksi pertanian dan pembelian jenis bahan makanan


(import) merupakan dasar yang menentukan tingkat
penyedian pangan dan gizi
Variasi jenis makanan yang dikonsumsi terutama tergantung
pada variasi dan komposisi hasil produksi pertanian setempat.
Perlu adanya penyuluhan untuk meningkatkan pengertian
tentang kebutuhan gizi dan adanya tindakan-tindakan yang
dapat dijadikan sebagai pertimbangan bagi konsumen dalam
memilih makanannya, sehingga pola konsumsi pangan dapat
diarahkan agar sesuai dengan persyaratan gizi.
METODA PENENTUAN PRIORITAS
MASALAH KESEHATAN
Ada beberapa metoda yang dapat digunakan untuk menentukan
prioritas masalah kesehatan, yaitu :

Metoda Matematika
Metoda ini dikenal sebagai metoda PAHO, yaitu singkatan dari Pan
American Health Organization, karena dikembangkan dan digunakan di
wilayah Amerika Latin. dipergunakan beberapa kriteria untuk
menentukan prioritas masalah kesehatan disuatu wilayah berdasarkan:
1. Luasnya masalah (magnitude)
2. Besarnya kerugian yang timbul (Severity)
3. Tersedianya sumberdaya untuk mengatasi masalah kesehatan
tersebut (Vulnerability)
4. Kepedulian/dukungan politis dan dukungan masyarakat (Community
and political concern)
5. Ketersediaan data (Affordability)
METODA DELBEQUE DAN
DELPHI

Metoda Delbeque adalah metoda kualitatif


dimana prioritas masalah penyakit ditentukan
secara kualitatif oleh panel expert. Caranya
sekelompok pakar diberi informasi tentang
masalah penyakit yang perlu ditetapkan
prioritasnya termasuk data kuantitatif yang ada
untuk masing-masing penyakit tersebut.
METODA ESTIMASI BEBAN
KERUGIAN (DISEASE BURDEN)
Metoda Estimasi Beban Kerugian dari segi teknik perhitungannya
lebih canggih dan sulit, karena memerlukan data dan perhitungan
hari produktif yang hilang yang disebabkan oleh masing-masing
masalah. Sejauh ini metoda ini jarang dilakukan di tingkat
kabupaten atau kota di era desentralisasi program kesehatan.
Bahkan ditingkat nasionalpun baru Kementrian Kesehatan dengan
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan yang mencoba
menghitung berapa banyak Kerugian yang ditimbulkan dalam
kehidupan tahunan penduduk (DiseaseAdjusted Life Year =DALY).

Atas dasar perhitungan tersebut disarankan agar dalam program


kesehatan prioritas diberikan pada masalah kesehatan esensial
terdiri dari (1) TBC (2) Pemberantasan Penyakit Menular (3)
Penanganan Anak GiziKurang/Buruk.
METODA PERBANDINGAN ANTARA TARGET
DAN PENCAPAIAN PROGRAM TAHUNAN

Metoda penetapan prioritas masalah kesehatan


beradasarkan pencapaian program tahunan yang
dilakukan adalah dengan membandingkan antara
target yang ditetapkan dari setiap program dengan
hasil pencapaian dalam suatu kurun waktu 1 tahun.

Penetapan prioritas masalah kesehatan seperti ini


sering digunakan oleh pemegang atau pelaksana
program kesehatan di tingkat Puskesmas dan
Tingkat Kabupaten/Kota pada era desentralisasi
saat ini.
FAKTOR FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI MASALAH GIZI

Menurut Suhardjo, 1989 masalah gizi dikenal


sebagai masalah yang multikompleks karena
disamping banyaknya faktor yang berpengaruh
juga saling berkaitan satu dengan faktor lain.
Faktor-faktor tersebut dapat dekelompokan dalam
3 bidang yaitu :

1. Produksi pangan
2. Distribusi pangan
3. Pemanfaatan pangan
KELOMPOK FAKTOR DI BAWAH
BIDANG PRODUKSI DAN DISTRIBUSI
PANGAN

1. Tenaga kerja
2. Pertanian
3. Ekonomi
4. Demografi
5. Budaya
6. Kesehatan dapat mengakibatkan penurunan,
ketidakseimbangan atau kelebihan konsumsi
zat gizi.
FAKTOR LAINNYA YANG BERKAITAN
DENGAN PEMANFAATAN PANGAN

1. Fisiologis
2. Kegiatan
3. infeksi atau parasit

Tiga faktor diatas juga akan berpengaruh


terhadap proses metabolisme. Gizi kurang terjadi
karena defisiensi atau ketidakseimbangan energi
atau zat gizi. Gizi kurang dapat menurunkan
produktivitas kerja sehingga pendapatan menjadi
rendah, miskin dan pangan tidak tersedia cukup.
KEUNTUNGAN PROGRAM GIZI

Program-program gizi disamping memberikan manfaat


prokdutifitas secara langsung juga memberikan
keuntungan sebagai berikut (Suhardjo 1989):

Menunkan angka kesakitan penduduk


Meningkatkan pendapatan penduduk
Meningkatkan kesehatan dan kemampuan ibu-ibu
dalam kegiatan ekonomi serta meningkatkan
kualitasnya dalam memeluihara anak-anak
Meningkatan kemampuan sumber daya manusia pada
umumya.
THANKYOU