Anda di halaman 1dari 26

Perkembangan

embrio ikan
Embriogenesis

Yaitu : proses pembelahan sel dan diferensiasi
sel dari embrio yang terjadi pada saat tahap-
tahap awal dariperkembangan.
Embriogenensis terjadi tepat sesaat setelah
spermatozoa bertemu dan menyatu dengan
ovum (fertilisasi).
Embriogenesis dimulai dengan tahap
pembelahan (cleavage), blastulasi,gastrulasi,
dan neurulasi.
Lanjutan....

Secara umum, perkembangan embrio pada ikan
mas dibagi menjadi enam tahapan :

1. zigot
7. Periode 2.
penetasan/hat Pembelah
ching an

embriogenesi
6. s
3.
organoge
morula
nesis

4.
5.
blastul
Gastrula
a
Periode Zigot

Terbentuk saat terjadi fertilisasi

Gambar 1. Periode zigot ikan Cyprinus carpio (dikutip dari Nica et al.,
2012)
Tahap pembelahan

Proses pembelahan : terbaginya sitoplasma menjadi
banyak sel yang lebih kecil dengan nukleusnya
masing-masing, yang disebut denganblastomer.
Saatcleavage, totalvolume selembrio
samaatautidakterjadi penambahan ukuran, hanya
jumlah selnyameningkat.
Sepertipadaikan,ikan adalah hewan yang sel telur
dengan polaritas yang jelas, sehingga saat
mengalami pembelahan (cleavage), sumbu
pembelahan mengikutipola spesifikyang relatif
terhadap kutub zigotnya (Campbell, 2004).
Tipe pembelahan : meroblastik.

Banyaknya dan penyebaran kuning telur
dalam telur ikan tidak sama tergantung
kepada jenis ikannya.
Telur isolesital (alesital, oligolesital) adalah
telur yang mengandung kuning telurnya
sedikit dan tersebar di seluruh sel telur.
Sedangkan pada telur telolesital jumlah
kuning telurnya relatif banyak dan berkumpul
pada kutub vegetatif sedangkan pada kutub
anima hanya terdapat inti sitoplasma. --->
telur ikan mas
Awal pembelahan dicirikan dengan pembentukan
blastodisk pd kutub anima.
Blastodisk inilah yg akan mengalami pembelahan
menjadi banyak sel.

Egg
Kutub yolk
anima Previtellin
space
blastodis
k
Periode pembelahan
(cleavage)

A B C D

Gambar A-F : terdiri dari


E F tahapan pembelahan 2
blastomer sampai 64
blastomer

Gambar 1. Periode cleavage ikan Cyprinus carpio (dikutip dari Nica


et al., 2012)

Pada Gambar A-F terlihat bahwa kuning telur tidak
ikut membelah, yang membelah hanya sel-sel
blastodisk yang semakin mengecil seiring dengan
pertambahan waktu.
Menurut Effendie (1995) pada telur telolechital
kuning telur tidak ikut membelah, yang mengalami
pembelahan hanyalah keping protoplasmanya saja
yang terdapat di kutub anima.
Berdasarkan uraian tersebut telur ikan mas
termasuk telolechital sehingga pembelahannya
dinamakan meroblastik.
Keterangan:

A. Tahapan 2 blastomer (30-40 menit setelah
fertilisasi)

B. A. Tahapan 4 blastomer (50 menit setelah


fertilisasi)

B
Lanjutan ...

Tahapan 8 blastomer (1 jam 5 menit setelah
fertilisasi)

Tahapan 16 blastomer (1 jam 17 menit setelah


fertilisasi)

D
Fase morula


Fase morula menurut Effendie (1995) fase
morula dimulai ketika embrio telah mencapai
32 sel.
Tahapan 32 blastomer (1 jam 23
menit setelah fertilisasi)

E
Fase morula berakhir
Tahapan 64 blastomer (1 jam 50 apabila pembelahan sel
sudah menghasilkan
menit setelah fertilisasi) blastomer yang ukuran
sama tetapi lebih kecil.
Sel tersebut memadat
F untuk menjadi
Fase Blastula

G H I J

K L M N

Gambar 1. Periode BLASTULA ikan Cyprinus carpio (dikutip dari Nica et


al., 2012)

blastulasi adalah tahap pembentukan blastula,
terbentuknya rongga di tengah saat sel-sel
morula mengalami pembelahan, yang disebut
blastocoel.
Fase blastula terjadi 4 jam setelah
pembuahan.
Pada akhir fase blastula, sel-sel blastoderma
akan terdiri dari neural, epidermal,
notochordal, mesodermal serta endodermal
yang merupakan bakal pembentuk organ-
organ.
Blastula....

blastoderma

periblast

yolk
Fase Gastrula

Setelah fase blastula kemudian dilanjutkan fase gastrula
dimana pada awal fase ini blastoderma menutupi hampir
seluruh kuning telur.
Bagian yang tidak menutupi kuning telur dinamakan blastopor.
Jaringan luar embrio terus berkembang mengelilingi kuning
telur. Setelah jaringan menutupi seluruh kuning telur
terbentuklah perisai embrio pada kutub anima.
Perisai embrio yang berada pada kutub anima akan
berkembang menjadi tulang belakang. Fase gastrula terjadi 5
jam setelah pembuahan.
Akhir dari proses gastrulasi apabila kuning telur sudah tertutup
lapisan sel (perisai embrio). Bersamaan dengan selesainya
proses gastrulasi sebenarnya sudah dimulai awal pembentukan
organ-organ.
Gambaran fase
gastrulasi

Q R S T

Q U gastrula period; Q -50% epiboly stage; R


germ-ring stagy; S 75% epiboly stage; T 90%
U epiboly stage (yolk plug); U bud stage;

Gambar 1. Periode gastrula ikan Cyprinus carpio (dikutip dari Nica et


al., 2012)
keterangan

perisai embrio

korion
blastopor

yolk

Bersamaan dengan selesainya proses gastrulasi sebenarnya


sudah dimulai awal pembentukan organ-organ (organogenesis)
.
Fase Organogenesis

Fase organogenesis merupakan tahap pembentukan
organ pada embrio.

Dalam fase organogenesis terbentuk berturut-turut


bakal organ yaitu syaraf, notochord, mata, somit,
rongga kuffer, kantong alfaktori, rongga ginjal, usus,
tulang subnotochord, linealateralis, jantung, aorta,
insang, infundibullum, dan lipatan-lipatan sirip.

Pembentukan semua organ tubuh hampir sempurna


ketika telur akan menetas (Tang dan Ridwan 2004).
Awal organogenesis
korion

notochord

kepala

ekor
bakal mata

The notochord could be clearly seen 15 hours after fertilization


Perubahan yg terjadi selama
organogenesis

Setelah fase organogenesis, 4 jam kemudian larva akan menetas


yang di sebabkan korion melunak akibat aktifitas pergerakan
larva dan juga oleh kinerja enzim chorionase.
Penetasan (hatching periode)
--> larva ikan

B
A

A. Awal larva ; B. Larva umur 2 hari ; C. Larva umur 80 jam


setelah penetasan
Faktor-faktor yang mempengaruhi
pertumbuhan embrio ikan
Suhu :
Suhu mempengaruhi perkembangan embrio dan proses penetasan
embrio, jika suhu rendah embrio akan lebih lama tertahan dalam
cangkangnya, sebaliknya jika suhu tinggi akan menyebabkan embrio
menetas secara prematur.
Cahaya
Faktor cahaya juga mempengaruhi masa pengeraman ikan. Jika dalam
masapengeraman ditaruhtempatyang gelap, maka ikan menetas
lebih lambat.
Gas terlarut
Oksigen (O2) --> kekuranganoksigentidakhanyamemperlambat laju
perkembangan embrio tetapi juga dapat menimbulkan kematian
embrio ikan.
Faktor luar lainnya yang dapat mempengaruhi masa pengeraman ialah
gas terlarut dalam air terutama CO 2 dan amonia dengan kadar tinggi
dapat menyebabkan kematian embrio dalam masapengeraman.
Pengaruh hormon endokrin
Pada perkembangan embrio telah dikenal, seperti hormon kelenjar
hipofisa dan tiroid yang berperan pada metamorfosa.
Jumlah kuning telur
Biasanya jenis telur ikan yang mempunyai kuning telur yang banyak
maka perkembangannya lambat. Misal sebagai contoh telur-telur
ikan tropis dengan jumlah kuning telur yang relatif sedikit lebih
cepat berkembang daripada telur ikan dari daerah 4 musim yang
biasa berpijah pada suhu yang lebih rendah.
Salinitas tinggi dapat merusak telur ikan air tawar sebaliknya bagi
ikan-ikan air laut, begitu juga untuk telurnya.
Apabila telur ikan air tawar disimpan dalam salinitas yang tak
ditoleransinya telur tersebut akan mengkerut karena air ditarik
keluar, akhirnya mati. Sedangkan telur ikan laut bila disimpan
dalam air tawar akan menarik air kedalamnya (imbibisi) dan
akhirnya telur tersebut akan pecah. Salinitas mempunyai pengaruh
selektif terhadap perkembangan beberapa organ.