Anda di halaman 1dari 44

KELOMPOK 5

KASUS 4
BS-3
Klarifikasi istilah
Berdarah adalah Pergelangan Denyut nadi :
Peristiwa keluarnya tangan adalah Berapa kali arteri
darah dari pembuluh Persendian yang mengembang dan
darah karena terbentuk dari berkontraksi dalam 1
kerusakan tulang-tulang carpal menit sebagai respon
dengan ulna terhadap detak
maupun radius jantung
Klarifikasi istilah
Keluar darah merembes : Keluar darah memancar :
berasal darah pembuluh Terjadi perdarahan arteri darah
balik dan berwarna merah yang keluar dari pembuluh
gelap nadi, darah memancar sesuai
denyutan dan berwarna merah
terang karena kaya O2
IDENTIFIKASI MASALAH
1.Perempuan berusia 18 tahun
mengalami luka berdarah pada
pergelangan tangan kiri dan siku
kirinya
2.Darah memancar cukup deras
dipergelangan tangan kirinya
sedangkan pada sikunya keluar darah
merembes
3.Dokter memeriksa tekanan darah dan
denyut nadi dipergelangan tangan
brainstorming
Pergelangan
Perempuan 18
tangan kiri dan
tahun luka
siku kirinya
berdarah
luka
Percabangan Macam-macam
arteri dan dr puskesmas tekanan yang
vena dari periksa tekanan terlibat pada
extremitas darah & denyut aliran darah
atas sampai nadi
jantung

Letak
Perbedaan
pembuluh AV
struktur
ekstremitas Hemostasis
histologi dan
atas terhadap vaskular
fungsi arteri
struktur dan
dan vena
sekitarnya
Learning Objective
Histologi sistem sirkulasi
percabangan denyut nadi eksremitas
superior
Percabangan vena eksremitas superior
Hemostatis
Mekanisme pembekuan darah
HISTOLOGI
ARTERI BESAR

Tunica intima
Endotel
Lapisan tebal
Jaringan pengikat longgar, kadang-kadang sel otot
polos
TUNICA MEDIA ( TEBAL: 500 m)
Membrana elastica interna
40 - 70 LEMBAR LAMINA ELASTICA BERJARAK: 5 m
- 15 m
Celah-celah diisi: sel otot polos
Membrana elastica externa (tipis)
Tunica adventitia (tipis)
Jaringan ikat longgar, vasa vasorum
GAMBARAN HISTOLOGIS ARTERI
BESAR

VASA
VASORUM
ARTERI SEDANG

Tunica intima
Endotel
Lapisan subendotel: jaringan pengikat dengan
kadang-kadang sedikit sel-sel otot polos
Membrana elastica interna : mencolok
(bergelombang)
Tunica media
Lapisan jaringan otot polos dapat mencapai: 40
lap.
Di antara lapisan otot polos terdapat lapisan
elastis bercampur serat retikuler
Otot polos tersusun melingkar
Membrana elastica externa
Tunica adventitia
Mungkin lebih tebal daripada tunica media
ARTERI SEDANG
GAMBARAN MIKROSKOPIS ARTERI SEDANG

TUNICA MEDIA LEBIH TIPIS DARIPADA TUNICA ADVENTITIA


ARTERI KECIL

Tunica intima
Endotel

Lamina basalis tipis

Lapisan sub-endotelial tipis dengan ser.

Elastis dan retikuler


Membrana elastica interna tipis

Tunica media
Paling banyak 2 lapis otot polos melingkar

Tunica adventisia
Jaringan pengikat longgar tipis
ARTERI KECIL
VENA BESAR
Tunica intima ( 45 m - 68 m)
Endotel

Jaringan pengikat sangat tipis

Tunica media
Tidak berkembang dengan baik

Seringkali tidak ada

Tunica adventitia
Merupakan bagian utama dari dinding

Jaringan pengikat: serabut elastis dan


serabut kolagen yang memanjang
Terutama mengandung serabut otot polos
memanjang
VENA BESAR

OTOT
POLOS
OTOT
POLOS

TUNICA MEDIA
CUKUP TEBAL
VENA SEDANG

Mikroskopis
Tunica intima (tipis)
Sel endotel

Jaringan pengikat tipis sedikit serabut elastis

Tunica media (lebih tipis daripada arteri


sedang)
Terutama sel otot polos sirkuler

Otot polos dipisahkan ser. Kolagen


memanjang
Sedikit fibroblas

Tunica adventitia (lebih tebal daripada tunica


media)
Jaringan pengikat longgar dengan berkas
tebal serabut kolagen memanjang dan
VENA SEDANG (2 - 9 mm)
VENA KECIL
Menerima darah dari kapiler
Dinding:
Tunica intima

Endotel
Jaringan pengikat, beberapa sel otot polos,
makin besar diameter: sel-sel makin rapat
Tunica media

1 atau beberapa lapis sel-sel otot polos


Tunica adventitia

Fibroblas dan serabut tipis elastis dan


kolagen memanjang
VENA KECIL
KAPILER
Kapiler disusun oleh selapis
sel endotel dan merupakan
pembuluh darah terkecil.
Perisit terletak disepanjang
sisi luar mengelilingi kapiler

Ada tiga tipe kapiler:


1. kapiler tipe kontinyu
2. Kapiler tipe fenestrata
3. Kapiler tipe sinusoid
KAPILER KONTINYU

Kapiler kontinyu ditemukan


pada jaringan ikat, otot,
kulit ,paru, dan pada jaringan
otak terdapat modifikasi dari
Pertukaran
jaringan zat-zat melalui
kontinyu.
diding kapiler darah:
1. Vesikula pinositosis
(transport transelular)
=zat-zat dengan berat
molekul tinggi
2. Celah-celah( transport
interselular = zat-zat
dengan berat molekul
rendah
KAPILER FENESTRATA

Kapiler fenestrata memiliki


pori/ lubang di dindingnya
yang berrukuran 60-80
nm.kapiler ini terdapat
pada kelenjar
endokrin,usus, ginjal, dan
pankreas.
KAPILER SINUSOID
Karena lokasinya, kapilar
sinusoid memiliki
diameter yang besar
antara 30-40 m
inding endotelnya
diskontinu, juga lamina
basalnya, memungkinkan
terjadi pertukaran zat
antara darah dengan
jaringan. Sinusoid dilapisi
oleh endotel.
VENA EKSTREMITAS SUPERIOR
Vena superficial membri
superior
Dari Vv. Digitales palmares + Vv. Digitales
dorsales + rete venosum dorsales
digitales + Vv. Intercapitulares Vv.
Metacarpales dorsales manus rete
venosum dorsale manus dan rete
venosum palmaris superficialis manus
V. Cephalica dan V. Basilica
Vena superficial membri
superior
Vena profunda membri
superior
Vv. digitales melanjutkan menjadi Vv. Metacarpales dorsales. Kemudian

membentuk jaring-jaring vena pada dorsum manus. Kemudian

menjadi vena cephalica lengan bawah yang bercabang menjadi vena

basilica dan vena cephalica dextra di dalam sulcus

detopectoralis.Vena basilica bercabang menjadi vena mediana cubiti.

Vena brachialis dan vena brachialis(meliputi vena ulnaris dan vena

cubiti) melanjutkan diri menjadi vena axillaris. Vena cephalica dextra

dan vena axillaris melanjutkan diri menjadi vena subclavia. Vena

subclavia dan vena jugularis interna melanjutkan diri menjadi vena

brachiocephalica.
Vena profunda membri superior
ARTERI DI EXTREMITAS SUPERIOR
1.Arteri subclavia

Berjalan melengkung ke laterocranial, mula-mula berada


di sebelah dorsal vena subclavia dextra, masuk ke dalam
fissura scaleni anterior, dan berada di dalam sulcus
a.subclavia (costa I), lalu masuk ke dalam fossa axillaris
menjadi a.axillaris (di sebelah caudal dari clavicula)
Subclavia dibagi menjadi:
1. Di sebelah medial m. Scalenus anterior
Cabang: a. Vertebralis, a. Mammaria interna, truncus
thyrocervicalis
2. Di sebelah dorsal m. Scalenus anterior
Cabang: Truncus costocervicalis
3. Di sebelah lateral m. Scalenus anterior
Cabang: Arteria transversa colli
ARTERI AXILLARIS
Cabang A. Axillaris
Bagian pertama

Batas lateral costa I batas medial m. Pectoralis


minor.
Cabang: A. Thoracica superior
Bagian kedua

Di posterior m. Pectoralis minor.


Cabang: A. Thoracica lateralis dan thoracoacromialis
Bagian ketiga

Batas lateral m. Pectoralis minor batas inferior m.


Teres major.
Cabang : a. Subscapularis, a. Circumflexa humeri
posterior dan anterior
A. Thoracica superior
Cabang kecil, ke medial diantara m. Pectoralis minor-major.
A. Thoracica lateralis

Ke caudal mengikuti tepi m. Pectoralis minor mengikuti


n.thoracalis longus menuju ke m.serratus anterior.
Thoracoacromialis

Tepat di cranial m. Pectoralis minor, menembus fascia


clavipectoralis, bercabang menjadi:
1. rr. Pectorales
2. rr. Deltoideus
3. rr. Acromialis
4. rr. Clavicularis untuk articulatio sternoclavicularis
a. Subscapularis
Cabang terbesar, pada batas caudal di sebelah ventral
m. Subscapularis,bercabang dua: a. Circumflexa scapulae dan a.
Thoracodorsalis.
a. Circumflexa scapulae

Melengkung ke dorsal di sebelah medial caput longum m. Triceps brachii


-> spatium triangular-> masuk fossa infra spinatus -> beranastomosis
dengan cabang-cabang a. Transversa scapulaea. Thoracodorsalis.
a. Thoracodorsalis

Berjalan ke posterior axilla di tepi anterior m. Latissimus dorsi bersama


dengan
n.thoracodorsalis, memberi suplai darah untuk m. Latissimus dorsi dan
beranastomosis dengan cabang a.circumflexa scapulae.
a. Circumflexa humeri anterior

Cabang lain adalah: a. Nutricia humeri


a. Circumflexa humeri posterior
Arteri brachialis
Percabangan arteri brachialis :
A. Profunda brachii

A. Nutricia humeri

A. Collateralis ulnaris superior

A. Collateralis ulnaris inferior

A. Rami musculares

Cabang akhir: a.ulnaris dan

a.radialis
Arteri brachialis di dalam
fossa cubiti berada pada linea
mediana,dan setinggi collum radii
membentuk bifurcatio menjadi
arteria radialis dan arteria ulnaris.
Cabang arteri ulnaris
Di lengan bawah:
1. A.recurrens ulnaris ramus
anterior
2. A.recurrens ulnaris ramus
posterior
3. A.interossea communis: 1
dari pangkalnya
bercabang dua atau tiga:
A. Interissea anterior

A. Interossea posterior

A. Interossea recurrens
Cabang arteri radialis
Bercabang di fossa cubiti setinggi collum radii
Cabang arteri radialis di lengan bawah proksimal

1. recurrens radialis
Berjalan ventral dari m.supinator ditutupi
m.brachiloradialis
. di palma manus

1. A.carpalis anterior:beranastomosis dengan rami carpalis


a.ulnaris memebentuk rate carpalis palmaris
2. A.palmaris superficialis:beranastomosis dengan arcus
palmaris superficialis
3. A.princeps policis
4. A.radialis indicis
5. Rami palmaris untuk arcus palmaris
Cabang arteri radialis
Di dorsum manus
1.A. Carpalis dorsalis
2.A. Metacarpalis dorsalis
hemostasis
Rangkaian Penghentian perdarahan
dari suatu pembuluh darah yang rusak
2. Spasme vascular
-Vasokonstriksi pembuluh darah
-Memperlambat aliran darah
-Diicu oleh zat parakin
2. Sumbatan
trombosit
Ketika jaringa
endotel dinding
pembuluh darah
cedera, trombosit
akan membentuk
sumbatan
trombosit.
3. Koagulasi
darah
Jalur Pembekuan Darah
Jalurintrinsic/ intrinsic pathway
Disebut ekstrinsik karena tromboplastin jaringan
(tissue factor) berasal dari luar darah. Lintasan
intinsik melibatkan factor XII, XI, IX, VIII dan X,
prekalikrein, kininogen dengan berat molekul
tinggi/High Molecular Weight Kininogen(HMWK), ion
Ca2+ dan fosfolipid trombosi.
JalurEkstrinsik/ Ekstrinsic Pathway

Disebut ekstrinsik karena tromboplastin jaringan


(tissue factor) berasal dari luar darah. Lintasan
ekstrinsik melibatkan factor jaringan, factor VII,X
serta Ca2+ dan menghasilkan factor Xa.
Mekanisme Pembekuan
Darah
REFERENSI

Sherwood L. Fisiologi Manusia Dari Sel ke


Sistem. Jakarta: EGC; 2014
Anthony L. Junqueras Basic Histology ed.13.
Singapore: MC Graw Hill Education; 2013
Drake R, Wayne V, Adam W. Gray Dasar-Dasar
Anatomi. Singapore: Elsevier-2014
Fajar Arifin Gunawan, Elna Kartawiguna :
Penuntun Praktikum (Kumpulan foto Mikroskopik
Histologi)