Anda di halaman 1dari 13

ISLAM PERSOALAN

HIDUP DAN KERJA

A
I SHINTA ARY MURTY
K 1501039
S1 KEPERAWATAN
1. HAKEKAT HIDUP
DAN KERJA
M
A 2. RAHMAT ALLAH
T
E TERHADAP ORANG
R BEKERJA
I

3.
PROFESIONALISM
E DALAM BEKERJA

4.
PROFESIONALISM
E KEPERAWATAN
DALAM ISLAM
1. HAKEKAT HIDUP DAN
KERJA
Hidup dalam pandangan Islam adalah
kebermaknaan dalam kualitas secara
berkesinambungan dari kehidupan dunia sampai
akhirat, hidup yang penuh arti dan manfaat bagi
lingkungan. Pemahaman inti
tentang makna hidup
menurut Al Quran :
1.Hidup Adalah Ibadah
2.Hidup Adalah Ujian
3.Kehidupan di Akhirat
Lebih Baik dibanding
Kehidupan di Dunia
4.Hidup Adalah
Sementara
Pertama: Hidup Adalah Ibadah
Pada intinya, arti hidup dalam Islam ialah ibadah.
Keberadaan kita dunia ini tiada lain hanyalah untuk beribadah
kepada Allah. Makna ibadah yang dimaksud tentu saja pengertian
ibadah yang benar, bukan berarti hanya shalat, puasa, zakat, dan
haji saja, tetapi ibadah dalam setiap aspek kehidupan kita.

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya


mereka menyembah-Ku. (QS Adz Dzaariyaat:56)
Kedua: Hidup Adalah Ujian
Allah berfirman dalam QS Al Mulk [67] : 2 yang
terjemahnya,
(ALLAH) yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji
kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan Dia
Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

Jika hidup itu adalah ujian, maka tidak ada


cara lain menyelaraskan hidup kita, yaitu
menjalani hidup dengan penuh kesabaran.
Ketiga: Kehidupan di Akhirat Lebih Baik dibanding
Kehidupan di Dunia
QS Adh Dhuha [93]:4, dan sesungguhnya hari
kemudian (akhirat) itu lebih baik bagimu daripada yang
sekarang (permulaan).
Jika kehidupan akhirat itu lebih baik, maka kita harus
memprioritaskan kehidupan akhirat. Bukan berarti
meninggalkan kehidupan dunia, tetapi menjadikan
kehidupan dunia sebagai bekal menuju akhirat.

Keempat: Hidup Adalah Sementara


Dalam QS Al Mumin [40]:39, Allah berfirman, Hai
kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah
kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah
negeri yang kekal.
Jika hidup ini adalah sementara, maka perlu kesungguhan
(ihsan) dalam beramal.
KERJA
Kerja bermaksud Kesungguhan yang dilaksanakan
oleh manusia bagi mendapatkan upah atau
ganjaran. Kerja sebagai ibadah bermaksud Tugas
atau tanggungjawab untuk meraih pendapatan dan
keredhaan Allah. .
Tujuan
Bekerja
1. Tuntutan di dalam
Islam.
2. Untuk mendapat rezeki
kurniaan Allah

3. Sebagai mekanisme
untuk memakmurkan
muka bumi.
Kerja dikatogarikan
sebagai ibadah : 1. Apabila bekerja untuk
keperluan diri
2. Bekerja untuk
keperluan keluarga
3. Bekerja untuk
keperluan
masyarakat
4. Bekerja untuk
memakmurkan bumi
Ciri-ciri kerja dianggap
Allah.
ibadah
1.Niat kerana Allah.
2. Berteraskan iman dan taqwa.
3. Tidak meninggalkan yang
wajib.
4. Mendapat ganjaran di dunia
dan di akhirat.
RAHMAT ALLAH TERHADAP ORANG
BEKERJA

Rahmat Allah adalah kebaikan yang datangnya dari Allah SWT.


Rahmat Allah tersebut merupakan wujud kasih sayang Allah SWT
terhadap mahkluk-Nya.
Untuk selalu mendapatkan rahmat Allah, seseorang muslim
haruslah senantiasa mengingat Allah, berdzikir dan menyebut nama
Allah dengan ikhlas.
Rahmat Allah :
Pahala baginya
Allah akan memberikan
berbagai kenikmatan
Disetiap ia bekerja
selalu dilindungi Allah
Diberikan rasa tenang
saat bekerja
PROFESIONALISME DALAM BEKERJA

Profesonal berarti berkualitas, bermutu dan ahli dalam


satu bidang pekerjan yang menjadi profesinya.
Tuntutan pr
fesionalisme dalam
islam :
1. Niat Ikhlas Kerana Allah sifat riya demi mengharapkan
redha Allah
2. al-Sidq (Benar) mengerjakan suatu pekerjaan dengan
benar.
Menurut Imam al-Ghazali ada beberapa jenis sifat sidq. Di
antaranya ialah :
a) Benar pada lidah -menyampaikan suatu kenyataan
atau berita menepati apa yang sebenarnya.
b) Benar pada niat -membuat sesuatu amal kebajikan
kerana Allah.
c) Benar pada azam -Membulatkan tekad melakukan
3. Amanah Orang yang amanah akan mendapat
kepercayaan orang ramai sebaliknya orang khianat
menjadi tumpuan kemarahan dan kehinaan.

4. Fatanah (Bijaksana) Bijaksana dalam melaksanakan


sesuatu kerja dengan menghindari perkara- perkara
yang boleh mendatangkan ketidakpuasan,

5. DEDIKASI Berminat dan rela mengorbankan masa


dan tenaga secara berterusan dalam menghasilkan
kerja yang berkualiti,

6. PENYAYANG Perasaan dan perlakuan yang


menunjukkan sikap memahami, menghargai dan
mengambil berat,
PROFESIONALISME KEPERAWATAN DALAM ISLAM

Perawat adalah mereka yang memiliki kemampuan dan


kewenangan melakukan tindakan keperawatan
berdasarkan ilmu yang dimilikinya dan diperoleh
melalui pendidikan keperawatan. Seorang perawat
dikatakan profesional jika memiliki ilmu pengetahuan,
keterampilan keperawatan professional serta memiliki
sikap profesional sesuai kode etik profesi.
Profesionalisme perawat

Pertama, Memberikan penghargaan


terhadap kemandirian klien menjadi prinsip
etik dalam teori keperawatan. Islam
mengajarkan bahwa keberadaan seorang
manusia hendaklah memperbanyak
memberikan pertolongan kepada orang.
Kedua, tidak melakukan tindakan yang
bertentangan dengan teori keperawatan
sekalipun pada akhirnya yang menyembuhkan itu
semata-mata Allah SWT.

Ketiga, seorang yang berprofesi sebagai perawat


dan memiliki komitmen keislaman yang kuat
adalah selalu mempertimbangkan manfaat dari
perbuatannya karena Rasul bersabda yang
artinya sebagian dari tanda keindahan Islam
seseorang adalah meninggalkan perbuatan yang
tidak berguna kepadanya (min husni islam al mar-
I tarku ma la yanihi).

Keempat, seorang yang berprofesi perawat


adalah mereka yang mampu berlaku adil baik
kepada pasien maupun kepada dirinya sendiri
sehingga juga memperhatikan kebutuhan fisik
dan psikisnya.