Anda di halaman 1dari 29

Literature

David B. Prowse
CSIRO National Measurement Laboratory
Australia, 1995

Member of
Pendahuluan
Definisi

Kalibrasi adalah serangkaian aktifitas yang dilakukan dalam kondisi yang


ditentukan*;bertujuan mencari hubungan antara nilai kuantitatif (yang ditunjukkan oleh
alat ukur atau sistem pengukuran) dengan nilai standar acuan atau mencari nilai
koreksi (VIM 6.11)

Catatan : * sesuai persyaratan standar


VIM (Vocabulary
of International Metrology)
Pendahuluan
Jenis Timbangan
1. Timbangan Dua Pinggan dengan 3 Pisau Penyangga
Pendahuluan
Jenis Timbangan
2. Timbangan Satu Pinggan dengan 2 Pisau Penyangga
Pendahuluan
Jenis Timbangan
3. Timbangan Elektromagnetik / Elektronik
Teori Kalibrasi
Persyaratan Laboratorium
1. Suhu

A. Suhu ruang kalibrasi harus stabil, nilai aktual tidak penting.


Sedikit fluktuasi suhu dapat menyebabkan gangguan pada
kebanyakan timbangan.
Untuk semua jenis timbangan, perubahan suhu menyebabkan
perubahan pada mekanik timbangan, menghasilkan drift pada
pembacaan dan kadang merubah kepekaan (sensitivitas)
timbangan.
B. Fluktuasi suhu tidak lebih dari + 2 atau 3 oC selama 8 jam.
Teori Kalibrasi
Persyaratan Laboratorium

2. Kelembaban (Humidity)

A. Nilai aktualnya relatif tidak penting, tapi dicegah jangan sampai


ada kondensasi udara

B. Fluktuasi kelembaban tidak lebih dari + 5 % RH


Teori Kalibrasi
Persyaratan Laboratorium

3. Aliran udara

Selain perubahan suhu, aliran udara menyebabkan gangguan terbesar pada pembacaan
timbangan.
Besarnya aliran udara yang significan disebabkan oleh perbedaan suhu, yang
disebabkan oleh suhu operator yang duduk didepan timbangan atau tangan yang
diletakkan disebelah casing timbangan, bila hal ini terjadi maka harus ditunggu hingga
suhu stabil antara timbangan, ruangan dan operator.
Hasil penelitian menunjukan bahwa bila perbedaan suhu bisa dikurangi (1 - 2 oC) antara
permukaan atas timbangan dan bagian bawah,maka aliran udara dapat dikurangi.
Hembusan udara dengan kecepatan 4,6 cm/detik yang menerpa pinggan dengan luas 78
cm2 (diameter 10 cm) menghasilkan tenaga yang setara dengan 1 mg pada pinggan.
Perlu dibuat penghalang udara agar udara tidak langsung mengenai pinggan timbangan
Teori Kalibrasi
Persyaratan Laboratorium
4. Getaran
Semua timbangan rentan terhadap getaran dengan tingkat kecil sampai
besar.
Sedikit getaran dapat menyebabkan kerusakan pada pisau penyangga
timbangan dan mengkaburkan sistem optik.
Filter elektronik dan pemilihan waktu stabil (biasanya dengan
mikroprosesor) dapat mengurangi efek getaran pada papan baca
(display) timbangan dalam timbangan elektronik.
Tapi penggunaan komponen anti getaran ini tidak cukup efektif untuk
mengatasi efek getaran ini.
Cara mengatasi masalah getaran sangat efektif dengan membuat meja
timbang yang kokoh dalam ruang yang bebas dari getaran
Teori Kalibrasi
Persyaratan Laboratorium

5. Tekanan Atmosfer

Tekanan udara dalam ruang timbang akan mengikuti tekanan


lingkungan, oleh karena itu sangat di haruskan untuk membuat ruang
benar-benar rapat.
Dalam ruang AC mempunyai tekanan udara sedikit lebih tinggi dari
tekanan udara biasa (sekitar 40 Pa (0,3 mmHg),ketika pintu dibuka
ruang akan mengalami kehilangan tekanan yang dapat mengganggu
timbangan. Tekanan yang hilang ini bisa dikurangi dengan membuat
ruang sekat atau mengunci pintu pada saat menimbang.
Teori Kalibrasi
Persyaratan Laboratorium
6. Meja Timbang

Meja timbang harus memenuhi persyaratan-persyaratan sebagai berikut :


Bahan meja terbuat dari salah satu bahan, antara lain: marmer,granite, atau
keramik dengan ketebalan minimum 40 mm. Bahan meja tidak boleh terbuat
dari material yang dibuat dengan proses press (tekanan) seperti kaca/plastik
untuk menghindari efek magnetis (elektro static).
Meja ditunjang oleh tiang yang terpisah, langsung menyentuh tanah,tidak
ada penyekat ; lantai tidak boleh terbuat dari kayu ; lantai yang dibuat harus
lantai dasar
Meja harus terletak diatas tiang tanpa lapisan anti getaran, lembaran timah
hitam atau timah putih dapat digunakan.
Tiang harus terpisah dengan tiang lainnya, jadi satu timbangan terletak
diantara dua tiang.
Teori Kalibrasi
Persyaratan Laboratorium

6. Meja Timbang

Meja timbang harus memenuhi persyaratan-persyaratan sebagai


berikut :
Meja timbang harus berada didalam ruang yang bebas dari getaran
yang disebabkan oleh mesin, kendaraan yang melintas dan
sebagainya. Kebanyakan getaran merambat melalui lantai, dan bila
ini terjadi maka harus dibuat meja terpisah dari lantai yaitu dibuat
pondasi yang dalam sekitar satu meter, dan pastikan pondasi
terpisah dari lantai (sekat sisi tiang)
PARAMETER KALIBRASI TIMBANGAN

1. Nilai skala (Pra - Kalibrasi)


Timbangan dengan prinsip elektromagnetik, papan baca - nya mencakup
seluruh rentang penimbangan dan nilainya dapat diset ulang (setting), dan
dengan menggunakan massa standar pembacaannya dapat dibuat sebanding
dengan nilai nominal pada satu titik. Pada titik yang lain, akibat linieritas dan
kesalahan lainnya menyebabkan pembacaannya menyimpang dari nilai
nominalnya.

1.1 Kalibrasi / Setting / Pengaturan


Timbangan dikalibrasi/diset dengan menempatkan massa standar yang diketahui
nilai konvensionalnya (biasanya pada kapasitas maksimum) pada pinggan
kemudian mengeset timbangan sampai papan baca menunjukan nilai
konvensional massa. Beberapa timbangan mempunyai massa pengkalibrasi
yang terpasang atau waktu putar otomatis kalibrasi
PARAMETER KALIBRASI TIMBANGAN

1.2 Pengaruh Gravitasi

Karena prinsip timbangan adalah mengukur gaya berat,


pengesetan akan bervariasi dengan adanya perubahan gravitasi
dan nilai skala harus diset ulang bila timbangan dipindahkan dari
satu tempat ke tempat lain. Massa standar harus digunakan untuk
mengeset nilai skala. Nilai yang digambarkan dalam gram atau
mg,dipengaruhi oleh gravitasi lokal, ketinggian tempat dan
tekanan udara.
PARAMETER KALIBRASI TIMBANGAN

2. Penyimpangan Nilai Skala (Koreksi Skala)


Para pemakai alat elektronik dengan sistem digital beranggapan bahwa
penunjukan angka pada papan baca dianggap benar. Tentu saja ini berlaku
bagi alat yang mempunyai fasilitas pengaturan (adjustment) seperti timbangan,
tapi hanya pada beban maksimumnya sedangkan pada beban lainnya belum
tentu benar.

Pembacaan pada timbangan harus dicek pada titik yang cukup mewakili
rentangnya untuk memastikan bahwa dalam hal ini tidak ada kemungkinan
kesalahan dalam pembacaan yang diperoleh; biasanya dilakukan pada 10
(sepuluh) titik.

Dalam hal ini ada dua metoda, yaitu :


2.1. 1 (satu) Set Massa Terkalibrasi Tersedia
2.2. 1 (satu) Set Massa Terkalibrasi Tidak Tersedia
PARAMETER KALIBRASI TIMBANGAN
2.1. 1 (satu) Set Massa Terkalibrasi Tersedia

Koreksi ditetapkan pada setiap titik yang mewakili rentang dengan cara menempatkan
massa standar pada pinggan dan amati pembacaannya. Tahapan-tahapannya adalah
sebagai berikut :

(i) Baca Nol ;


(ii) Tempatkan massa standar,M, untuk tahap pertama dan catat pembacaannya,
r1 ;
(iii) Ambil massa dan baca nol - pembacaan ini dirata-ratakan dengan pembacaan
dalam (i) untuk mendapatkan pembacaaan nol, z1 ;
(iv) Tempatkan massa standar untuk tahap kedua, 2M, pada pinggan dan catat
pembacaannya, r2 ;
(v) Ambil massa dan baca nol ;
(vi) Ulangi semua tahapan diatas dengan nilai 3 M,4M,.. Hingga seluruh
kapasitas timbangan terpenuhi.
PARAMETER KALIBRASI TIMBANGAN
2.1. 1 (satu) Set Massa Terkalibrasi Tersedia

Bila M adalah nilai dari massa standar yang ditempatkan diatas pinggan
maka pembacaan timbangan diperoleh dengan rumus :
Ci = Mi - (ri - zi )
Koreksi adalah nilai yang harus ditambahkan kedalam hasil pembacaan
untuk mendapatkan massa yang benar.
Koreksi Nilai Skala, Ci ,selalu dibandingkan dengan nol (bukan tare) dan
perubahan koreksi tidak signifikan dengan naiknya beban timbangan
(seharusnya masih didalam toleransi pabrik).
Massa Standar harus mempunyai ketidakpastian* lebih kecil dari
pembacaan terkecil timbangan, oleh karena koreksi skala yang
diperoleh disebabkan oleh massa standar.
TEORI KALIBRASI

2.2. 1 (satu) Set Massa Terkalibrasi Tidak Tersedia

Pada kondisi ini skala dites dengan cara kenaikan sebanding dengan hanya
menggunakan 1 (satu) massa standar terkalibrasi (M). Metodenya adalah
sebagai berikut :

(i) Set pembacaan ke nol


(ii) Tempatkan massa standar (M) pada pinggan dan catat pembacaannya,
r1 ;
(iii) Nol kan (tare),baca, rata-ratakan dengan (i) ,sebagai nol, z1;
(iv) Angkat massa standar (M) dan tambahkan massa yang sama nilai
nominalnya (~ r1 ).
(v) Tambahkan massa standar (M) ke pinggan, r2
(vi) Angkat massa standar, baca nol nya, tambahkan massa yang sebanding
sampai pembacaan mendekati r2
Ulang prosedur ini sampai kapasitas timbangan tercapai.
TEORI KALIBRASI

2.2. 1 (satu) Set Massa Terkalibrasi Tidak Tersedia

Koreksi Skala pada setiap tahap dapat dihitung dengan rumus


sebagai berikut :
C1 = M - (r1 - z1 )
C2 = M - (r2 - z2 )
dan seterusnya
TEORI KALIBRASI
2.3. Timbangan dengan massa yang terpasang

Beberapa timbangan jenis elektromagnetis mempunyai massa yang


terpasang yang bekerja otomatis bila beban melebihi nilai tertentu.
Nilainya berbeda (dalam gram) untuk penambahan dan pengurangan
beban.
Meskipun cara ini tidak dapat menggambarkan secara nyata untuk
menggambarkan massa yang terpisah dari rentang elektronik,tapi
koreksi nilai nominal harus ditetapkan untuk seluruh rentang.
Untuk timbangan ini harus dilakukan dengan kedua beban penambahan
dan pengurangan, jadi efek yang disebabkan histerisis ketika
mengangakat dan menyimpan massa diukur.
TEORI KALIBRASI
2.3. Timbangan dengan massa yang terpasang

Cara kerjanya diterangkan di bawah ini :


(i) Baca nol ;
(ii) Tempatkan massa standar pada pinggan dan catat pembacaan;
(iii) Tambahkan beban secukupnya untuk menggerakkan sistem
mekanik;
(iv) Angkat massa tambahan dan catat pembacaan ;
(v) Angkat massa standar dan baca nolnya;
(vi) Ulangi tahap (i) sampai (v) sampai kapasitas timbangan
tercapai.
Koreksi untuk penambahan beban dan pengurangan beban dihitung
dengan rumus sebagai berikut :
Ci = Mi - (ri - zi )
TEORI KALIBRASI
3. Kemampuan Pengulangan Pembacaan

Uji ini untuk mengukur bagaimana kekonsistenan pembacaan yang diberikan


timbangan.
Digambarkan sebagai standar deviasi, diperoleh dari satu seri data pembacaan
berulang, dan dilaporkan juga perbedaan maksimum antara dua pembacaan
berurutan.
Standar deviasi dihitung dari perbedaan (selisih) antara pembacaan nol dan
pembacaan dengan massa M pada pinggan (ri)
r i = mi - zi
= [ (ri - r )2/(n-1)]1/2
i
Data minimum untuk memperkirakan kemampuan pengulangan pembacaan
adalah 10.
Timbangan tidak boleh dinolkan pada waktu pembacaan ini.
TEORI KALIBRASI

3. Kemampuan Pengulangan Pembacaan


Prosedur ini diulang untuk nilai M yang berbeda, yaitu mendekati nol ,
Setengah Beban Maksimum dan Beban Maksimum .
Nilai standar deviasi terbesar dipilih sebagai standar deviasi timbangan.

4. Pengaruh Pembebanan Tidak Ditengah Pinggan


Bila objek yang ditimbang tidak berada tepat ditengah, maka akan ada
kesalahan akibat posisi tersebut.
Uji ini susah untuk menggambarkan bahwa nilainya dapat mengkoreksi
timbangan, karena efeknya tidak linier dengan beban lainnya atau
posisi lain.
Uji ini bertujuan untuk menerangkan kepada pemakai seberapa akurat
obyek harus ditempatkan pada pinggan sehingga efek ini dapat
diabaikan.
TEORI KALIBRASI

4. Pengaruh Pembebanan Tidak Ditengah Pinggan

Uji ini sangat mudah dilakukan dengan cara menempatkan massa pada
posisi tengah,depan,belakang,kiri dan kanan pinggan, catat
pembacaan pada setiap posisi.
Beberapa pabrik mempunyai ketentuan dalam melakukan uji ini, antara
lain :
(i) Kebanyakan pabrik merekomendasikan untuk uji efek ini dilakukan
dengan beban 1/3 sampai setengah beban maksimum. Penempatan
beban pada ujung pinggan dapat menyebabkan kerusakan sistem
mekanik. Ditekankan untuk menggunakan massa tunggal (single)
untuk tes ini.
TEORI KALIBRASI
5. Histerisis

Histerisis adalah perbedaan penunjukan alat ukur antara penambahan


beban dan pengurangan beban pada waktu nilai yang sama dari
jumlah yang diukur tercapai.
Timbangan baik harus mempunyai histerisis tidak lebih dari pembacaan
terkecil.
Bila timbangan mempunyai histerisis lebih besar dari pembacaan terkecil
timbangan maka timbangan perlu pengesetan atau pembersihan.
Uji ini hanya perlu dilakukan beberapa kali selama masa pakai timbangan.
Uji dilakukan pada satu titik, dengan massa setengah beban timbangan.
TEORI KALIBRASI
5. Histerisis

Prosedurnya adalah sebagai berikut :


(i) Nolkan timbangan, baca,z1 ;
(ii) Tempatkan massa M, setengah beban, pada pinggan, m1 ;
(iii) Tambahkan beban tambahan hingga jumlahnya mendekati beban
maksimum ;
(iv) Angkat beban tambahan dan baca dengan M masih di pinggan,m2 ;
(v) Angkat M dan baca nolnya,z2 .
Ulangi cara diatas 3 kali, dan rata-rata dari perbedaan (m1-m2) dan (z1
- z2) dihitung sebagai histerisis timbangan.
TEORI KALIBRASI

6. Pengaruh Pengenolan Beban/ Efect of Tare (tambahan)

Hampir semua timbangan dengan sistem elektromagnetis memiliki fasilitas


pengenolan/tare pada waktu ada beban di pinggan.

Fasilitas ini sangat berguna pada waktu menimbang obyek dengan wadahnya.

Didalam sistem timbangan elektromagnetis jarang dijumpai penyimpangan berarti


akibat tare ini,namun perlu dilakukan sebagai uji tambahan.

Uji ini dilakukan dengan menempatkan massa standar di pinggan kemudian di


nolkan(tare),nilai yang diperoleh dari perbedaan nol dan beban dibandingkan
dengan uji nilai skala (tanpa tare).
Nilai yang diperoleh dibatasi tidak lebih dari 2 (dua) kali standar deviasi
timbangan.
TEORI KALIBRASI

Uji Timbangan oleh Pemakai

Bila timbangan tidak mempunyai fasilitas otomatis auto-calibration, uji


nilai skala harus dilakukan setiap bulan.

Uji kemampuan pengulangan pembacaan harus dilakukan setiap 6


(enam) bulan sekali.

Bila hasil uji Kemampuan Pembacaan mempunyai standar deviasi


lebih besar 1,73 x SD Kalibrasi atau Nilai skala lebih besar 3 x SD,
timbangan memerlukan kalibrasi atau pengesetan.