Anda di halaman 1dari 38

REVIU LAPORAN

KEUANGAN PEMDA
Nurkholis
Universitas Brawijaya
REVIU DAN AUDIT:
Pemahaman Dasar
PENGERTIAN

Akuntan melaksanakan jasa kompilasi dan review


dengan berpedoman pada standar kompilasi dan
review (SAR Seksi 100).

Kompilasi laporan keuangan adalah penyajian dalam


bentuk laporan keuangan, informasi yang
merupakan pernyataan manajemen tanpa usaha
untuk memberikan pernyataan suatu keyakinan
aapapun terhadap laporan tersebut.
REVIU ATAS LAPORAN KEUANGAN

Review atas laporan keuangan adalah


pelaksanaan prosedur permintaan
keterangan dan analisis yang menghasilkan
dasar memadai bagi akuntan untuk
memberikan keyakinan terbatas bahwa
tidak terdapat modifikasi material yang
harus dilakukan atas laporan keuangan agar
laporan tersebut sesuai dengan Prinsip
Akuntansi Berterima Umum (PABU).
PERBEDAAN: KOMPILASI REVIEW AUDIT

Tujuan kompilasi Menyajikan laporan keuangan,


bukan memberikan keyakinan tertentu.

Tujuan review Memberikan keyakinan terbatas


bahwa laporan keuangan tidak membutuhkan
modifikasi material agar sesuai dengan PABU.

Tujuan Audit Memberikan pendapat atas kewajaran


laporan keuangan.
PERBEDAAN: KOMPILASI REVIEW AUDIT

Review tidak memberikan dasar untuk menyatakan


pendapat karena:
Review tidak mencakup pemerolehan pemahaman
pengendalian intern.
Review tidak mencakup penetapan risiko
pengendalian.
Review tidak mencakup pemerolehan bahan bukti
yang menguatkan seperti inspeksi, pengamatan, dan
konfirmasi.

Review dapat menjadikan perhatian akuntan tertuju


kepada hal-hal penting yang mempengaruhi laporan
keuangan, namun tidak memberikan keyakinan
PERBEDAAN: KOMPILASI REVIEW AUDIT

Karakteristik Kompilasi Review Audit

Tidak ada Jaminan Kewajaran


Tingkat Terbatas Laporan
(No
Penjaminan Assurance) (Negative (Positive
Assurance) Assurance)
Bertanya Bertanya,
Prosedur apabila Bertanya dan
informasi prosedur
prosedur
Inquiry tampak analitis,
questionable analitis
prosedur lain

Independensi Tidak
Dituntut Dituntut
Akuntan diharuskan
REVIEW

Mengikuti standar atestasi


Prosedur:
Bertanya
Prosedur analitis
Laporan
Jaminan negatif (negative assurance)
Akutan tidak membutuhkan modifikasi material agar
sesuai dengan PABU
PELAKSANAAN REVIEW

Dalam melaksanakan review, akuntan:


Harus memiliki pengetahuan tentang prinsip dan
praktik akuntansi industri klien.
Harus memahami proses bisnis dan transaksi klien.
Harus memahami karakteristik operasi, sifat aset,
utang, pendapatan, dan biaya.
Harus memahami bentuk catatan akuntansi,
kualifikasi petugas pembukuan, basis akuntansi yang
digunakan, serta bentuk dan isi laporan keuangan.
PELAKSANAAN REVIEW

Hal-hal tersebut di atas dapat dilakukan


dengan mempelajari publikasi tentang
akuntansi industri, literatur, terbitan berkala.
Akuntan juga dapat mengajukan pertanyaan
kepada klien.
PROSEDUR REVIEW

Prosedur permintaan keterangan dan analisis meliputi:


Permintaan keterangan mengetahuan mengenai
prinsip dan praktik akuntansi serta metode yang
diterapkan oleh entitas.
Permintaan keterangan tentang prosedur pencatatan,
pengklasifikasian, dan pengikhtisaran transaksi, serta
penghimpunan informasi untuk diungkapkan dalam
laporan keuangan.
Prosedur analitik yang dirancang untuk
mengidentifikasi hubungan yang kelihatannya tidak
biasa.
PROSEDUR REVIEW

Prosedur analitik meliputi:


Pembandingan antara laporan keuangan
dengan laporan keuangan dalam periode lalu
yang sebanding.
Pembandingan antara laporan keuangan
dengan hasil yang diantisipasi, misalnya
anggaran atau prakiraan.
Studi hubungan antara unsur-unsur dalam
laporan keuangan yang diharapkan akan
sesuai dengan pola yang dapat diperkirakan
atas dasar pengalaman entitas.
PELAPORAN REVIEW

Laporan review harus menyatakan bahwa:


Review dilaksanakan sesuai dengan Standar Jasa
Akuntansi dan Review yang ditetapkan IAI.
Semua informasi yang dimasukkan dalam laporan
keuangan adalah penyajian manajemen.
Review terutama mencakup permintaan keterangan
kepada pejabat penting dan prosedur analitik yang
diterapkan terhadap data keuangan.
Lingkup review jauh lebih sempit dibandingkan lingkup
audit.
Akuntan tidak mengetahui adanya suatu modifikasi
material yang harus dilakukan agar laporan keuangan
sesuai dengan PABU.
PELAPORAN REVIEW
Kami telah melakukan review neraca PT ABC tanggal 31 Desember 2009 serta laporan rugi
laba, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas yang berkaitan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan Standar Jasa Akuntansi dan Review yang
ditetapkan oleh IAI. Semua informasi yang dimuat dalam laporan keuangan adalah penyajian
manajemen PT ABC.

Review terutama terdiri atas permintaan keterangan kepada pejabat perusahaan dan prosedur
analitik yang diterapkan atas data keuangan. Review mempunyai lingkup yang jauh lebih
sempit dibandingkan dengan lingkup audit yang dilakukan sesuai dengan standar auditing yang
ditetapkan IAI dengan tujuan untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan secara
keseluruhan. Oleh karena itu, kami tidak memberikan pendapat semacam itu.

Berdasarkan review kami, tidak terdapat penyebab yang menjadikan kami yakin bahwa laporan
keuangan yang kami sebutkan di atas tidak disajikan sesuai dengan PABU.
PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI
NOMOR 4 TAHUN 2008

TENTANG
PEDOMAN PELAKSANAAN
REVIU ATAS LAPORAN
KEUANGAN PEMERINTAH
DAERAH
Reviu atas Laporan Keuangan
Pemerintah Daerah
prosedur penelusuran angka angka, permintaan
keterangan dan analitis yang harus menjadi
dasar memadai bagi Inspektorat untuk
memberi keyakinan terbatas atas laporan
keuangan bahwa tidak ada modifikasi material
yang harus dilakukan atas laporan keuangan
agar laporan keuangan tersebut disajikan
berdasarkan Sistem Pengendalian Intern (SPI)
yang memadai dan sesuai dengan Standar
Akuntansi Pemerintahan (SAP).
Standar Akuntansi Pemerintahan

prinsip-prinsip akuntansi yang diterapkan


dalam menyusun dan menyajikan laporan
keuangan pemerintah.
PP No. 24 tahun 2005
PP No. 71 tahun 2010
Prosedur Analitis adalah prosedur untuk mengidentifikasi adanya
hubungan antar akun dan kejadian yang tidak biasa serta tidak sesuai
SAP.
Asersi adalah pengakuan Gubernur/Bupati/Walikota bahwa penyusunan
LKPD telah dihasilkan dari SPI yang memadai dan penyajiannya telah
sesuai dengan SAP.
Pernyataan Telah Direviu adalah tempat penuangan hasil reviu
dalam bentuk pernyataan yang dibuat oleh Inspektorat/Bawasda
Provinsi/Kabupaten/Kota.
Pernyataan Tanggung Jawab adalah pernyataan atau asersi dari
Gubernur/ Bupati/Walikota yang menyatakan bahwa laporan keuangan
telah disusun berdasarkan sistem pengendalian intern yang memadai
dan disajikan sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan.
RUANG LINGKUP REVIU
Ruang lingkup reviu atas laporan keuangan pemerintah daerah meliputi
penilaian terbatas terhadap keandalan sistem pengendalian intern dan
kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintahan.
Laporan keuangan pemerintah daerah sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) terdiri atas:
Laporan Realisasi Anggaran;
Neraca;
Laporan Arus Kas; dan
Catatan atas Laporan Keuangan.
TUJUAN REVIU ATAS LAPORAN
KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH

untuk memberikan keyakinan


terbatas bahwa laporan keuangan
pemerintah daerah disusun
berdasarkan sistem pengendalian
intern yang memadai dan disajikan
sesuai dengan standar akuntansi
pemerintahan (SAP).
REVIU ATAS LAPORAN KEUANGAN
PEMERINTAH DAERAH
(Perencanaan)
Penyusunan rencana reviu atas laporan keuangan pemerintah daerah
dikoordinasikan oleh Inspektorat Jenderal Departemen Dalam
Negeri/Inspektorat Provinsi.
Rencana reviu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dituangkan dalam
Rencana Kerja Pengawasan Tahunan dan Program Kerja
Pengawasan Tahunan.
Rencana Kerja Pengawasan Tahunan dan Program Kerja Pengawasan
Tahunan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) untuk Provinsi ditetapkan
dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri.
Rencana Kerja Pengawasan Tahunan dan Program Kerja Pengawasan
Tahunan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) untuk Kabupaten/Kota
ditetapkan dengan Keputusan Gubernur.
REVIU ATAS LAPORAN KEUANGAN
PEMERINTAH DAERAH
(Perencanaan)
Penilaian atas Sistem Pengendalian Intern
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf b, dilakukan
dengan:
memahami sistem dan prosedur pengelolaan keuangan daerah;
melakukan observasi dan/atau wawancara dengan pihak terkait
di setiap prosedur yang ada;
melakukan analisis atas resiko yang telah diidentifikasi pada
sebuah kesimpulan tentang kemungkinan terjadinya salah saji
material dalam laporan keuangan; dan
melakukan analisis atas resiko yang telah diidentifikasi pada
sebuah kesimpulan tentang langkah-langkah pelaksanaan reviu.
REVIU ATAS LAPORAN KEUANGAN
PEMERINTAH DAERAH
(Perencanaan)
Sistem dan prosedur pengelolaan keuangan daerah sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) huruf a meliputi:
sistem dan Prosedur Penerimaan Kas;
sistem dan Prosedur Pengeluaran Kas;
sistem dan Prosedur Akuntansi Satuan Kerja;
sistem dan Prosedur Akuntansi Pejabat Pengelola Keuangan Daerah; dan
sistem dan Prosedur Penyusunan Laporan Keuangan.
Sistem dan prosedur sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
dikembangkan dalam subsistem-subsistem sesuai dengan kondisi dan
kebutuhan daerah.
REVIU ATAS LAPORAN KEUANGAN
PEMERINTAH DAERAH
(Perencanaan)
Program Kerja Reviu sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 6 huruf c, memuat :
a. langkah kerja reviu;
b. teknik reviu;
c. sumber data;
d. pelaksana; dan
e. waktu pelaksanaan.
REVIU ATAS LAPORAN KEUANGAN
PEMERINTAH DAERAH
(Pelaksanaan)
Inspektorat Provinsi/Kabupaten/Kota melaksanakan reviu atas laporan
keuangan pemerintah daerah.
Reviu dapat dilaksanakan secara paralel dengan penyusunan laporan
keuangan pemerintah daerah.
Reviu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan paling lambat 2
(dua) bulan setelah tahun anggaran berakhir.
Reviu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan dengan kegiatan
yang meliputi:
persiapan;
penelusuran angka;
permintaan keterangan; dan
prosedur analitis.
REVIU ATAS LAPORAN KEUANGAN
PEMERINTAH DAERAH
(Pelaksanaan)
Pelaksanaan reviu sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 13 ayat (3) didokumentasikan
dalam kertas kerja reviu.
Kertas kerja reviu sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) memuat:
tujuan reviu;
daftar pertanyaan wawancara dan kuesioner; dan
langkah kerja prosedur analitis.
REVIU ATAS LAPORAN KEUANGAN
PEMERINTAH DAERAH
(Pelaporan)
Hasil reviu berupa Laporan Hasil Reviu ditandatangani oleh Inspektur.
Laporan Hasil Reviu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disajikan dalam
bentuk surat yang memuat Pernyataan Telah Direviu.
Laporan Hasil Reviu sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disampaikan
kepada Kepala Daerah dalam rangka penandatanganan Pernyataan
Tanggung Jawab.
Pernyataan Telah Direviu dapat berupa pernyataan dengan Paragraf Penjelas
atau tanpa Paragraf Penjelas.
Pernyataan dengan Paragraf Penjelas dibuat dalam hal entitas pelaporan
tidak melakukan koreksi seperti yang direkomendasikan oleh Inspektorat
Provinsi/ Kabupaten/Kota, dan/atau teknik reviu tidak dapat dilaksanakan.
Pernyataan tanpa Paragraf Penjelas adalah pernyataan yang dibuat dalam
hal entitas pelaporan melakukan koreksi seperti yang direkomendasikan oleh
Inspektorat Provinsi/Kabupaten/Kota, dan/atau teknik reviu dapat
dilaksanakan.
REVIU ATAS LAPORAN KEUANGAN
PEMERINTAH DAERAH
(Pelaporan)
Pernyataan Telah Direviu merupakan salah satu dokumen
pendukung untuk penandatanganan Pernyataan Tanggung Jawab
oleh Kepala Daerah.
Laporan Keuangan Pemerintah Daerah yang disampaikan kepada
Badan Pemeriksa Keuangan dilampiri dengan Pernyataan
Tanggung Jawab dan Pernyataan Telah Direviu.
Laporan hasil reviu atas laporan keuangan pemerintah daerah
tahunan wajib disertai dengan pernyataan telah direviu.
Laporan hasil reviu atas laporan keuangan pemerintah daerah
semester pertama dapat disertai dengan pernyataan telah
direviu.
TAHAPAN PENYUSUNAN RENCANA
REVIU
1.Pemahaman Atas Entitas
a. Pemahaman terhadap latar belakang dan sifat dari lingkungan
operasional entitas pelaporan
b. Pemahaman terhadap proses transaksi yang signifikan
c. Pemahaman terhadap prinsip dan metode akuntansi dalam
pembuatan laporan keuangan entitas dapat dilakukan dengan
mempelajari Kebijakan Gubernur/Bupati/Walikota mengenai
Akuntansi dan Pelaporan Keuangan, melakukan tanya jawab
dengan pihak-pihak yang terkait dalam proses akuntansi,
membaca laporan keuangan entitas dan membaca kertas kerja
reviu entitas periode sebelumnya
TAHAPAN PENYUSUNAN RENCANA
REVIU
2. Penilaian Atas Sistem Pengendalian
Intern
Sistem Pengendalian Intern (SPI) adalah suatu proses yang dipengaruhi oleh
manajemen yang diciptakan untuk memberikan keyakinan yang memadai
dalam pencapaian efektivitas, efisiensi, ketaatan terhadap peraturan
perundangundangan yang berlaku, dan keandalan penyajian laporan keuangan.
a. Memahami sistem dan prosedur pengelolaan keuangan daerah yang meliputi:
Sistem dan Prosedur Penerimaan Kas;
Sistem dan Prosedur Pengeluaran Kas;
Sistem dan Prosedur Akuntansi Satuan Kerja;
Sistem dan Prosedur Akuntansi Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD); dan
Sistem dan Prosedur Penyusunan Laporan Keuangan.
TAHAPAN PENYUSUNAN RENCANA
REVIU
b. Melakukan observasi dan/atau wawancara dengan
pihak terkait di setiap prosedur yang ada.
c. Melakukan analisis atas resiko yang telah
diidentifikasi pada sebuah kesimpulan tentang
kemungkinan terjadinya salah saji yang material
dalam penyusunan laporan keuangan.
d. Melakukan analisis atas resiko yang telah
diidentifikasi pada sebuah kesimpulan tentang arah
pelaksanaan reviu.
TAHAPAN PENYUSUNAN RENCANA
REVIU
3. PENYUSUNAN PROGRAM KERJA REVIU
Tahapan terakhir dalam perencanaan reviu adalah membuat
Program Kerja Reviu (PKR) sebagai panduan agar pelaksanaan reviu
dapat lebih terarah. PKR disusun berdasarkan tahapan-tahapan
dalam perencanaan reviu yang telah dilakukan sebelumnya.
Program Kerja Reviu (PKR)
Langkah kerja reviu, yang merupakan langkah-langkah yang
harus dilakukan oleh tim reviu dalam melaksanakan reviu
laporan keuangan;
Teknik reviu, yang merupakan cara-cara yang dapat dilakukan
dalam melaksanakan langkah kerja reviu. Teknik reviu meliputi
antara lain: wawancara, pengisian kuesioner, prosedur analitis,
dan teknik reviu lainnya yang dianggap perlu;
Sumber data, yang merupakan bahan-bahan yang diperlukan
dalam melakukan teknik reviu. Sumber data dapat berasal dari
data yang disediakan oleh entitas pelaporan;
Pelaksana, yang merupakan nama tim reviu yang akan
melakukan langkahlangkah reviu;
Waktu pelaksanaan, yang menjelaskan kapan langkah-langkah
reviu harus dilakukan.
Proses pelaksanaan reviu
Bagan Alir Pelaksanaan Reviu

SKPD SKPKD Inspektorat


Penyusunan Penyusunan
Penyusunan
Laporan PPKD Program
Keuangan
Keuangan Kerja Reviu
SKPD Laporan

Laporan Laporan
Keuangan SKPD Keuangan PPKD

Program Kerja
Konsolidasi Laporan
Revi
Keuangan Pemda Laporan u
Keuangan Pemda

Laporan
Keuangan Pemda

Permintaan
Penelusuran Angka Prosedur Analitis
Keterangan

Kertas Kerja
Reviu

Dilanjutkan ke
Proses Pelaporan
PELAKSANAAN REVIU LAPORAN
KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH
1. PENDAHULUAN
2. TEKNIK PENELUSURAN ANGKA
3. PERMINTAAN KETERANGAN
4. PROSEDUR ANALITIS
5. KERTAS KERJA REVIU (KKR)
PELAPORAN HASIL REVIU LAPORAN
KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH
A. Bentuk dan Isi Laporan Hasil Reviu (LHR)
Reviu dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang terkait, dengan hasil
sebagai berikut:
1. Pernyataan Reviu
2. Dasar Reviu
3. Waktu Pelaksanaan Reviu
4. Tujuan dan Sasaran Reviu
5. Ruang Lingkup Reviu
6. Simpulan dan Rekomendasi
7. Tindak Lanjut Hasil Reviu Sebelumnya
PELAPORAN HASIL REVIU LAPORAN
KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH
B. Penulisan Laporan
Dalam penulisan Laporan Hasil Reviu (LHR) hendaknya
memperhatikan norma-norma penulisan laporan yang berlaku
maupun mekanisme pelaporan sehingga dapat efektif membantu
manajemen dalam mengambil keputusan
C. Mekanisme Pelaporan
Mekanisme pelaporan mulai dari konsep LHR sampai dengan
penerbitannya tetap memperhatikan reviu berjenjang sebelum
laporan disetujui/ditandatangani Ketua Tim, Supervisor, Pembantu
Penanggung Jawab/Pengendali Mutu mereviu Konsep LHR
D. Pernyataan tanggung jawab
Pernyataan Tanggung Jawab (PTJ) adalah pernyataan atau asersi
dari Gubernur/Bupati/Walikota yang menyatakan bahwa laporan
keuangan pemerintah daerah telah disusun berdasarkan sistem
pengendalian intern yang memadai dan disajikan sesuai dengan
standar akuntansi pemerintahan.
Proses Pelaporan Hasil
Bagan Alir Pelaporan Reviu
Reviu
Inspektorat KDH BPK

Proses Reviu

Pernyataan Telah atau Pernyataan Telah


Direviu Dengan Direviu Tanpa
Paragraf Penjelas Paragraf Penjelas

Kertas Kerja Reviu

Penyusunan
Pernyataan
Tanggung Jawab
Penyusunan
Laporan Hasil Pernyataan Telah
Reviu (LHR) Pernyataan Telah
Direviu
Direviu Pernyataan
Pernyataan
Tanggung Jawab
Tanggung Jawab
Laporan
Laporan
Keuangan yang
Keuangan yang
Telah Direviu
Telah Direviu
LK Perlu Tidak
Koreksi oleh SKPD/
SKPKD?
Pernyataan Telah
Direviu Tanpa
Ya Paragraf Penjelas
Audit
Dilakukan
Ya
Koreksi secara
tepat waktu

Laporan
Tidak Keuangan
( Audited )
Pernyataan Telah
Direviu Dengan
Paragraf Penjelas