Anda di halaman 1dari 40

PEMERIKSAAN FISIK

PAYUDARA
Materi Pelatihan
Pemeriksaan fisik payudara.
Pengenalan sistem penderajatan

tumor (sistem TNM)


Prosedur pemeriksaan payudara

sendiri (SADARI)
Teknik perawatan payudara
semasa hamil dan laktasi.
Topografi Payudara (mammae)

Payudara wanita terletak tepat berlawanan


dengan dinding anterior toraks, mulai dari
klavikula dan sela iga II sampai sela iga ke
VI, dan dari sternum sampai ke linea
midaksillaris.
Area permukaannya lebih berbentuk
rektangular (segi empat) dibanding bulat.
Payudara terletak di depan muskulus
pektoralis mayor, dan batas inferiornya
yakni muskulus serratus anterior.
Topografi Payudara
(mammae)
Topografi Payudara
(mammae)
Temuan fisik biasanya dilaporkan dengan
membagi payudara menjadi empat kuadran
berdasarkan garis horizontal dan vertikal yang
melewati puting susu.
Ekor aksillar (the axillary tail) dari jaringan
payudara terletak sampai lipatan aksilla anterior.
Alternatif lainnya, temuan dapat dilokasikan
berpedoman dengan arah jarum jam (misalnya
arah jam 3), dan jaraknya dinyatakan dalam
satuan sentimeter dari puting susu.
Topografi Payudara
(mammae)
Teknik Pemeriksaan
Payudara
Sebagaimana halnya pemeriksaan fisik pada organ
lainnya, jelaskanlah terlebih dahulu prosedur
pemeriksaan fisik payudara yang akan dilakukan
secara lisan, dengan bahasa yang dimengerti oleh
pasien, kemudian mintalah persetujuan pasien.
Bila pasien setuju, aturlah posisi pasien sesuai
dengan pemeriksaan yang akan dilakukan.
Pastikan pemeriksaan payudara dilakukan pada
ruangan yang tertutup, sehingga dapat menjamin
kerahasiaan pasien, dengan didampingi oleh
perawat wanita.
Inspeksi Payudara
Sebelum melakukan pemeriksaan inspeksi payudara,
aturlah posisi pasien terlebih dahulu, sehingga
berada dalam keadaan duduk menghadap lurus ke
depan, sementara posisi pemeriksa berada di depan
pasien.
Mintalah pasien, atau perawat wanita untuk
membuka pakaian pasien sampai sebatas perut,
agar payudara jelas untuk diamati.
Inspeksi menyeluruh pada payudara : dilihat dari
empat sudut pandang :
Lengan pada posisinya (arms at sides).
Lengan yang diangkat ke atas (arms over head)
Tangan menekan melawan pinggul (hands pressed
against hips)
Bersandar ke depan pada kursi (leaning forward).
Inspeksi Payudara
Lengan disamping (arms at sides)
Inspeksilah penampakan dari kulit, meliputi warna,

penebalan kulit, atau adanya pembesaran pori-pori


kulit sehingga tampak seperti kulit jeruk (peau d
orange).
Ukuran dan kesimetrisan payudara. Perbedaan dalam

ukuran payudara, dan ukuran areola mammae, biasa


ditemukan, dan normal.
Kontour payudara. Carilah adanya kelainan-kelainan

seperti massa, lekukan ke dalam (dimpling), atau


pendataran (flattening).
Karakteristik dari puting susu, meliputi warna (merah

muda, coklat muda, coklat kehitaman), ukuran dan


bentuk (inversi, atau depresi ke bawah permukaan
areola), arah keluarnya puting susu, ada tidaknya rash,
ulserasi, atau ada tidaknya keluar sekret (discharge).
Inspeksi Payudara (arms at
sides)
Inspeksi Payudara (arms at
sides)

Gambaran Peau d Orange Skin Dimpling Payudara Kiri


Beberapa Kelainan Payudara
Lainnya
Inspeksi Payudara
Lengan yang diangkat ke atas (arms
over head), dan tangan menekan
pinggul (hands pressed against hips)
Perhatikan ada tidaknya pelekukan ke dalam
(dimpling), atau penonjolan pada daerah aksila
yang tidak terlihat pada posisi arms at side,
mintalah pasien untuk mengangkat kedua
lengannya ke atas (arms over head).
Kemudian mintalah pasien menekankan tangan
pada pinggulnya (hands pressed against hips),
dan amatilah kontour payudara dengan
seksama.
Inspeksi Payudara (arms over
head)
Inspeksi Payudara (hands pressed against
hips)
Inspeksi Payudara

Lengan bersandar ke depan


(leaning forward).
Merupakan posisi yang dianjurkan, bila
ukuran payudara sangat besar, atau
berbentuk pendulum.
Mintalah pasien bersandar ke depan
(leaning forward), dengan disangga oleh
bagian belakang kursi, sehingga payudara
tergantung bebas dari dinding dada.
Inspeksi Payudara (leaning
forward)
PALPASI PAYUDARA
Palpasi dilakukan secara menyeluruh, meliputi area
segi empat yang membentang mulai dari klavikula
sampai lipatan inframammary (bra line), dari linea
midsternalis sampai linea aksilaris posterior, serta
daerah ekor dari payudara (tail of breast), dan ketiak
(aksila).
Pemeriksaan palpasi dapat memakan waktu 5-10
menit untuk masing-masing payudara.
Gunakan bagian volar distal dari jari kedua, tiga dan
empat pemeriksa.
Lakukanlah palpasi secara sistematik, dan
menyeluruh, terutama pada daerah lateral atas dan
subareola, yang merupakan tempat tersering
ditemukannya lesi.
Palpasilah dari payudara yang sehat terlebih dahulu.
Palpasi Payudara

Titik & Garis Pedoman Palpasi Payudara Bagian Volar Distal Jari 2.3,
dan 4
Palpasi Payudara
Terdapat 3 pola pemeriksaan palpasi payudara yaitu :
Pola vertikal (vertical strip pattern).
Pola melingkar (sirkular / konsentris).
Pola seperti jari-jari roda (radier pattern), dengan puting
susu sebagai pusatnya.
Lakukan palpasi dengan melakukan penekanan
ringan, medium, sampai dalam, atau melakukan
putaran yang kecil dan konsentris pada setiap titik
pemeriksaan.
Terkadang diperlukan penekanan yang lebih kuat agar
dapat mencapai jaringan yang jauh lebih dalam pada
payudara yang besar.
Pemeriksaan palpasi haruslah meliputi keseluruhan
payudara, termasuk bagian perifer, ekor (tail),
maupun aksila.
Teknik Palpasi Payudara (vertical strip
pattern)
Teknik Palpasi Payudara

Radier Pattern Circular (concentris)


Pattern
Palpasi Payudara (vertical strip
pattern)
Aturlah posisi pemeriksaan dengan meminta pasien
berbaring supinasi, pemeriksa berada di sebelah
kanan pasien.
Aturlah pakaian pasien sedemikian rupa, sehingga
payudara yang akan diperiksa terlihat seluruhnya,
dan tutupilah payudara yang tidak diperiksa dengan
kain.
Untuk memeriksa bagian lateral dari payudara,
mintalah kepada pasien untuk berbaring dalam posisi
supinasi, dan mengangkat lengan dan meletakkan
tangannya pada dahi, dengan bahu menekan tempat
tidur, atau meja pemeriksaan. Posisi ini akan
membuat bagian lateral payudara menjadi datar.
Palpasi Payudara (vertical strip
pattern)
Palpasi dilakukan dengan menggunakan bagian volar distal
dari jari kedua, tiga dan empat pemeriksa (dapat
menggunakan satu, atau dua tangan).
Mulailah palpasi pada daerah aksilla, kemudian palpasi
dengan arah garis lurus ke bawah, hingga linea
inframammary (bra line). Pastikan daerah ekor dari payudara
(tail of breast) terpalpasi dengan baik.
Kemudian pindahkan jari sedikit ke medial, dan palpasilah
secara vertikal ke arah atas, dari dada (bra line) menuju
klavikula.
Lanjutkan palpasi metode vertikal dengan cara yang sama, ke
arah medial, hingga ke puting susu payudara yang diperiksa.
Bila menemukan adanya massa, atau nodul, selama palpasi,
tanyakan kepada pasien, apakah pernah menemukan nodul
atau massa ini, sebelum pemeriksaan dilakukan.
Palpasi Payudara (vertical strip
pattern)
Untuk memeriksa bagian medial dari payudara, mintalah pasien
agar berbaring dengan bahu menekan pada tempat tidur, atau meja
pemeriksaan, mintalah pasien menempatkan tangannya pada leher,
dan mengangkat sikunya setentang dengan bahu. Posisi ini akan
membuat bagian medial payudara menjadi datar.
Palpasilah dengan arah garis lurus, dari puting susu terus ke bawah,
hingga linea inframammary (bra line), kemudian palpasi kembali ke
atas ke arah klavikula.
Lanjutkan palpasi metode vertikal dengan cara yang sama, sampai
ke linea midsternalis.
Lakukan penilaian yang meliputi konsistensi jaringan, ada tidaknya
pelembekan, serta ada atau tidaknya nodul. Bila terdapat nodul,
deskripsikan dimana lokasinya, ukuran, bentuk, konsistensi, batas,
mobilitasnya.
Bila menemukan adanya massa, atau nodul, selama palpasi,
tanyakan kepada pasien, apakah pernah menemukan nodul atau
massa ini, sebelum pemeriksaan dilakukan.
Palpasi Payudara (circular
pattern)
Aturlah pakaian pasien sedemikian rupa, sehingga
payudara yang akan diperiksa terlihat seluruhnya, dan
tutupilah payudara yang tidak diperiksa dengan kain.
Mintalah kepada pasien berbaring dalam posisi
supinasi, dan meletakkan tangannya di atas kepala.
Pemeriksa berdiri di sebelah kanan pasien.
Letakkanlah bantal untuk menyangga tubuh, pada sisi
payudara yang akan diperiksa.
Mulailah palpasi dari daerah areola secara melingkar,
dari sisi sebelah dalam ke arah luar, (atau dari daerah
luar ke arah dalam) secara sistematis, dan meliputi
seluruh kuadran dari payudara.
Palpasi Payudara (circular
pattern)
Palpasi berakhir pada kuadran atas luar, daerah
ekor (tail of the breast), dan daerah aksila.
Lakukan penilaian yang meliputi konsistensi
jaringan, ada tidaknya pelembekan, serta ada atau
tidaknya nodul.
Bila terdapat nodul, deskripsikan dimana lokasinya,
ukuran, bentuk, konsistensi, batas, mobilitasnya.
Bila menemukan adanya massa, atau nodul selama
palpasi, tanyakan kepada pasien, apakah pernah
menemukan nodul atau massa ini, sebelum
pemeriksaan payudara dilakukan.
Palpasi Payudara (radier
pattern)
Aturlah pakaian pasien sedemikian rupa, sehingga payudara yang
akan diperiksa terlihat seluruhnya, dan tutupilah payudara yang
tidak diperiksa dengan kain.
Mintalah kepada pasien berbaring dalam posisi supinasi, dan
meletakkan tangannya di atas kepala.
Letakkanlah bantal untuk menyangga tubuh, pada sisi payudara
yang akan diperiksa.
Mulailah palpasi dari daerah puting susu, secara radier (seperti
jari-jari), dengan arah menuju ke posisi angka-angka pada jam,
kembali ke puting susu, dan ke arah angka jam berikutnya,
sehingga seluruh kuadran payudara terpalpasi.
Lakukan penilaian yang meliputi konsistensi jaringan, ada tidaknya
pelembekan, serta ada atau tidaknya nodul. Bila terdapat nodul,
deskripsikan dimana lokasinya, ukuran, bentuk, konsistensi, batas,
dan mobilitasnya.
Bila menemukan adanya massa, atau nodul selama ini, tanyakan
kepada pasien, apakah pasien pernah menemukan nodul atau
massa ini, sebelum pemeriksaan payudara dilakukan.
Beberapa hal yang harus diperhatikan pada
pemeriksaan palpasi payudara:

Konsistensi jaringan.
Konsistensi payudara bervariasi tergantung pada struktur jaringan
kelenjar dan lemak (soft fat).
Payudara normal berkonsistensi kenyal.
Payudara yang berukuran besar, konsistensi akan terasa lebih lunak,
sebaliknya pada payudara yang kecil, konsistensinya umumnya lebih
kenyal.
Pelembekan
Nodul.
Palpasi secara hati-hati terhadap adanya benjolan ataupun massa
yang secara kualitatif berbeda, atau lebih besar daripada jaringan
payudara, dan tidak ditemukan pada palpasi payudara yang normal.
Adanya massa atau nodul, merupakan pertanda adanya perubahan
patologik yang memerlukan pemeriksaan lanjutan, seperti
mammogram, aspirasi, ataupun biopsi.
Bila menemukan massa atau nodul saat mempalpasi payudara,
lakukanlah penilaian, dan deskripsikan karakteristik dari nodul
tersebut.
Deskripsi Karakteristik
Nodul
Lokasi ---- dapat dengan sistem kuadran atau arah jarum jam, atau
dinyatakan dalam satuan jarak (dalam sentimeter) dari puting susu.
Ukuran ---- dalam milimeter.
Bentuk ---- melingkar, atau kistik, seperti cakram, atau ireguler bentuknya.
Konsistensi ---- kenyal, lunak, atau keras
Batas ----- berbatas tegas, atau tidak
Permukaan ---- licin, atau berbenjol-benjol.
Mobilitas ---- dengan hubungannya terhadap kulit, fasia pektoralis, dan
dinding dada. Gerakkan secara lembut massa, dan nilai apakah massa dapat
digerakkan.
Nyeri tekan, dan permukaan kulit payudara yang teraba hangat pada palpasi,
menandakan adanya proses inflamasi, atau infeksi pada payudara (mastitis).
Fluktuasi. Lakukan palpasi pada nodul yang dicurigai sebagai abses, dengan
menggunakan jari telunjuk dan jari tengah kanan pemeriksa. Bila terdapat
abses, akan terasa adanya fluktuasi.
Palpasi Areola & Puting
Susu
Palpasi daerah areola dan puting susu, dilakukan dengan
menggunakan bagian volar sebelah distal ibu jari dan jari
telunjuk pemeriksa.
Palpasilah masing-masing daerah areola dan puting susu,
dan catatlah bagaimana elastisitasnya.
Perhatikan ada tidaknya cairan (discharge) yang keluar
saat puting susu sedikit ditekan, catatlah warna, bau, dan
kekentalan dari cairan tersebut.
Discharge dapat berupa air susu, nanah, atau darah.
Discharge berupa darah merupakan suatu pertanda
adanya proses keganasan pada payudara.
Perhatikan ada tidaknya retraksi puting susu, yang
merupakan salah satu pertanda adanya pertumbuhan
massa di belakang puting susu. Bila puting terlihat
retraksi, palpasilah di sekitar jaringan, dan di belakang
puting susu.
Palpasi Areola & Puting
Susu
Pemeriksaan Aksila (ketiak)

Daerah aksila biasanya diperiksa dalam


posisi berbaring, alternatif lain adalah
posisi duduk.
Inspeksi.
Amatilah daerah aksilla dengan
seksama, untuk melihat ada tidaknya
rash, infeksi, adanya pigmentasi yang
tidak biasa, atau pembengkakan kelenjar
getah bening.
Pemeriksaan Aksila (ketiak)

Palpasi.
Beritahukan pasien terlebih dahulu bahwa pemeriksaan ini
mungkin akan terasa sedikit tidak nyaman.
Untuk mempalpasi daerah aksila (contoh sebelah kiri),
mintalah pasien untuk rileks, kemudian lengan kiri
diabduksikan, dengan posisi tangan ke arah bawah. Pemeriksa
menyangga pergelangan tangan kiri pasien dengan tangan kiri
pemeriksa.
Gunakanlah jari-jari pada tangan kanan pemeriksa, untuk
menekan ke dalam dan ke atas hingga, mencapai puncak
aksila setinggi yang dapat dicapai.
Jari-jari pemeriksa haruslah berada disebelah otot pektoralis.
Selanjutnya, tekanlah jari-jari ke dinding dada dan arahkan ke
bawah, untuk dapat meraba kelenjar getah bening pada
dinding dada.
Catatlah ada tidaknya nodus yang dapat teraba beserta
konsistensi serta ukurannya.
Pemeriksaan Aksila (ketiak)
Pemeriksaan Payudara Laki-
Laki
Pemeriksaan payudara pada laki-laki jarang
dilakukan, tetapi kadang menjadi begitu penting.
Inspeksi dilakukan terutama pada daerah puting
susu dan areola untuk melihat nodul,
pembengkakan, atau ulserasi.
Lakukan juga palpasi pada daerah areola dan
jaringan payudara, untuk menemukan ada tidaknya
nodul.
Jika payudara pria tampak membesar, harus dapat
dibedakan antara pembesaran jaringan lemak (soft
fatty enlargement) pada obesitas, dengan
pembesaran kelenjar, yang disebut dengan
ginekomastia.
Penderajatan (staging) Tumor

Penderajatan tumor yang ditemukan pada saat


melakukan pemeriksaan fisik, dilakukan dengan merujuk
kepada sistem TNM.
Pengertian T adalah tumor, yang dikategorikan atas T x,
T0 sampai dengan T4. Notasi N menunjukkan keterlibatan
kelenjar getah bening (KGB), yang dikategorikan atas N x
N0 sampai dengan N3, dan notasi M yang menunjukkan
ada, atau tidaknya metastasis jauh (M x, M0-M1)
Klasifikasi tumor menurut sistem TNM ini dapat
menunjukkan berat ringannya tumor (stadium), dan
menentukan penatalaksanaan apa yang akan diberikan
kepada pasien, apakah pembedahan, radioterapi, atau
kemoterapi.
Batasan stadium yag masih dapat ditatalaksana dengan
pembedahan (operable), adalah stadium 3A.
Contoh Klasifikasi TNM Kanker Payudara (AJCC
1992)

Tx : Tumor primer tidak dapat ditentukan.
T0 : Tidak terbukti adanya tumor primer.
Tis : Karsinoma in situ.
: Karsinoma intraduktal, atau lobular in situ.
: Penyakit Paget pada papila mammae tanpa teraba tumor.
T1 : Tumor berukuran < 2 cm.
T1a : Tumor berukuran < 0,5 cm.
T1b : Tumor berukuran 0,5-1 cm.
T1c : Tumor berukuran 1-2 cm.
T2 : Tumor berukuran 2-5 cm.
T3 : Tumor berukuran > 5 cm.
T4 : Tumor sebarang ukuran dengan penyebaran ke dinding dada, atau kulit.
T4a : Tumor melekat pada dinding dada.
T4b : Edema, peau d orange, ulserasi kulit, dan nodul satelit payudara yang
sama.
T4c : T4a + T4b.
T4d : Karsinoma inflamatoir
Contoh Klasifikasi TNM Kanker Payudara (AJCC
1992)

Nx : Pembesaran kelenjar getah bening regional tidak
dapat ditentukan.
N0 : Tidak teraba pembesaran KGB aksila.
N1 : Teraba pembesaran KGB aksila homolateral yang
tidak melekat.
N2 : Teraba pembesaran KGB aksila homolateral yang
melekat satu sama lainnya.
N3 : Terdapat pembesaran kelenjar mamaria interna
homolateral.

Mx : Metastasis jauh tidak dapat ditentukan.


M0 : Tidak ditemukan adanya metastasis jauh.
M1 : Terdapat metastasis jauh, termasuk ke kelenjar
getah bening supraklavikula.
Terima kasih