Anda di halaman 1dari 7

ASIAN DEVELOPMENT

BANK
KELOMPOK 4
KEUNTUNGAN DAN KEMUDAHAN DARI
NEGARA YANG BERGABUNG DENGAN ADB

Dimulai pada tahun 1966, bantuan awal ADB di


Indonesia difokuskan pada sektor pertanian, dan
dengan cepat berkembang ke beragam sektor lain pada
tahun 1980an termasuk sektor energi, infrastruktur,
dan pendidikan. Pasca-krisis finansial Asia 1998, ADB
memberikan dukungan yang besar dan berkelanjutan
untuk program besar pemerintah di bidang reformasi
dan pengurangan kemiskinan, terutama melalui
pinjaman program yang mencakup kebijakan
pembangunan, reformasi sektor infrastruktur,
pengembangan pasar modal, reformasi tata kelola
pemerintahan, dan upaya mencapai Millenium
Development Goals.
Untuk tahun-tahun mendatang, strategi kemitraan ADB
di Indonesia untuk 2012-2014 mencakup dua pilar
strategis yakni pertumbuhan yang inklusif, dan
lingkungan yang berkelanjutan termasuk mitigasi dan
adaptasi terhadap perubahan iklim serta melanjutkan
upaya penguatan tata kelola pemerintahan sebagai
komponen lintas-sektoral yang penting dalam strategi
ini.
Kilasan tentang negaraini merangkum bagaimana
kemitraan antara pemerintah Indonesia dan ADB telah
berkontribusi dalam pembangunan di negara ini.
KERJASAMA INDONESIA - ASIAN DEVELOPMENT
BANK

Asia Energy Efficiency Accelerator for Energy Effcient


Street Lighting Pilot Project
Pada bulan Oktober 2013, Asian Development Bank (ADB) telah
menyepakati pelaksanaan proyek RegionalTechnical Assistance
(RETA) 8483, yaitu Asia Energy Efficiency Accelerator for
Energy Efficient Street Lighting PilotProjects. Sehubungan
dengan hal tersebut, pada tanggal 11 Juli 2014, Indonesia
menyatakan kesediaannya untukmenjadi negara fokus utama
proyek tersebut.

Kegiatan Asia Energy Efficiency Accelerator for Energy Efficient


Street Lighng Pilot Projects bertujuan untukmengurangi emisi
di tingkat daerah dan berkontribusi terhadap pengurangan
emisi secara nasional, sertamendukung pembangunan yang
berkelanjutan melalui implementasi jalan umum hemat energi
denganmenggunakan teknologi yang efisien energi.
Proyek ini akan dilaksanakan di dua daerah terpilih, yaitu Kabupaten Batang
dan Kota Semarang. Pemilihan keduakota tersebut dilakukan berdasarkan
saran dari PAKLIM (Program Advis Kebijakan untuk Lingkungan Hidup
danPerubahan Iklim) dengan kriteria sebagai berikut (rencana pelaksanaan
implementasi Smart Street Lighting NAMA) :

a. Kota yang masih menggunakan lampu jenis sodium tekanan nggi (High
Pressure Sodium HPS) dan sodiumtekanan rendah (Low Pressure Sodium
LPS) untuk penerangan jalan umum;

b. Adanya komitmen dari Pemerintah Daerah untuk menyediakan sumber


anggaran atau sumber pendanaan lainuntuk pemasangan retrofit lampu
jalan dan peralatan pendukung, dan juga untuk reroung jaringan distribusi
danpemeliharaan

c. Dapat menghemat energi dari penerangan jalan yang energi efisien dan
mampu mereplikasi proyek peneranganjalan umum yang energi efisien
tersebut.

d. Adanya kesediaan Pemerintah Daerah untuk dijadikan contoh/showcase


untuk kegiatan efisiensi energi.ADB mengalokasikan dana hibah sebesar
USD 200.000 untuk Asia Energy Efficiency Accelerator for Energy
EfficientStreet Lighting Pilot Projects, dimana masing-masing Kota
(Kabupaten Batang dan Kota Semarang) mendapatkandana hibah sebesar
Adapun lingkup kegiatan dari proyek ini adalah :

a. Identifikasi titik lokasi yang akan dijadikan proyek


percontohan Efisiensi Energi Penerangan Jalam Umum
b. Penyusunan desain termasuk menetapkan baseline
Proyek Percontohan Efisiensi Energi Penerangan Jalam
Umum
c. Pengadaan LED dan aksesoris;
d. Instalasi dan Comissioing
e. Pemantauan, evaluasi dan pelaporandan
f. Pelaksanaan workshop penyebarluasan informasi
hasil Proyek Percontohan Efisiensi Penerangan Jalan
Umum.
THANK YOU!