Anda di halaman 1dari 27

REFERAT RADIOLOGI TB PARU

1.1 Latar belakang

Tuberkulosis ( TB ) adalah suatu penyakit infeksi menular yang


disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis (MTB)
Angka kejadian TB di Indonesia menempati urutan ketiga
terbanyak di dunia setelah India dan Cina. Diperkirakan setiap
tahun terdapat 528.000 kasus TB baru dengan kematian sekitar
91.000 orang. Prevalensi TB di Indonesia pada tahun 2009
adalah 100 per 100.000 penduduk dan TB terjadi pada lebih
dari 70% usia produktif (15-50 tahun).
2.1Definisi Tb Paru

Tuberkulosis adalah penyakit akibat infeksi kuman


Mycobacterium tuberculosis sistemis sehingga dapat
mengenai hampir semua organ tubuh, dengan lokasi
terbanyak di paru yang biasanya merupakan lokasi
infeksi primer.

2.2 Etiologi

Penyebab TB adalah Mycobacterium tuberculosis,


sejenis kuman berbentuk batang dengan ukuran
panjang 1 4/um dan tebal 0,3 - 0,6/um. Basil tahan
asam dengan sifat kuman aerob.
2.3 PATOFISOLOGI
2.4 Cara penularan

Penularan penyakit ini sebagian besar melalui


inhalasi (airbone transmisi) basil yang mengandung
droplet nuclei.

2.5 Diagnosa
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala klinis,
pemeriksaan fisik, tuberculin tes, pemeriksaan
serologi (imunoglubulin), radiologis dan bakteriologis.
Diagnosis pasti TB ditegakkan berdasarkan
ditemukannya kuman Mycobacterium tuberculosis.
2.6 Pemeriksaan Radiologis Tuberkulosis Paru

Pada saat ini pemeriksaan radiologis dada merupakan


cara yang praktis untuk menemukan lesi tuberkulosis.
namun tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya
pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosis
KP.

Pemeriksaan rontgenologis yang sering digunakan


untuk membantu menegakkan diagnosis TB adalah
foto thorax. Proyeksi yang sering digunakan pada foto
thorax adalah PA, AP, Lateral dan Top Lordotic.
2.6.2 Proyeksi Roentgen Thorax
1. Proyeksi Postero-Anterior (PA)
3. Proyeksi Lateral
3. Proyeksi Top Lordotik
Manifestasi Radiologis TB

manifestasi atau kelainan radiologis yang ditemukan


digolongkan menjadi 2 kategori, yaitu primer dan
postprimer tuberkulosis,

1. Tuberkulosis primer
Terjadi karena infeksi melalui jalan pernapasan (inhalasi)
oleh Mycobacterium tuberculosis.
Biasanya pada anak-anak.
Manifestasi yang paling sering ditemukan pada
tuberkulosis primer adalah pembesaran kelenjar limfe /
limfadenopati.
Foto thorak anak usia 7bulan dengan limpadenopathy
paratraceal kanan
Tuberculosis dengan komplek primer (hanya hilus kiri membesar).
Foto toraks PA dan lateral
Kelainan radiologis yang tampak selain pembesaran
kelenjar limfe hilus dan mediastinum dapat berupa
konsolidasi (kelainan berwarna putih) yang dapat
berawan, berbentuk garis (linier), bulat (nodular),
menyerupai massa (mass like) maupun konsolidasi
homogen.
Tuberkulosis post-primer

Tuberkulosis yang bersifat kronis ini terjadi pada


orang dewasa.
Sarang-sarang yang terlihat pada foto Roentgen
biasanya berkedudukan di apeks, segmen posterior
lobus atas, dan segmen superior lobus bawah,
walaupun kadang-kadang dapat juga terjadi di
lapangan bawah
Dapat juga ditemukan gambaran adanya kavitas yang
merupakan petunjuk atau tanda khas dari
tuberkulosis post-primer.
Penyebaran infeksi ke lapisan pleura lebih sering
terjadi dibandingkan dengan tuberkulosis primer.
Efusi pleura sering ditemukan pada keadaan ini yang
mengenai satu sisi (unilateral) ataupun kedua sisi
(bilateral)
Ada beberapa cara pembagian kelainan yang dapat
dilihat pada foto Roentgen khas Tb. yaitu :

1. Sarang-sarang berbentuk awan / bercak-bercak


dengan densitas rendah atau sedang dengan batas
tidak tegas.
2. lubang (kavitas) ; ini selalu berarti proses aktif
kecuali bila lubang sudah sangat kecil, yang
dinamakan lubang sisa (residual cavity)
3. Sarang seperti garis-garis (fibrotik) / bintik-bintik
kapur (kalsifikasi).
Perburukan (perluasan) penyakit
1. Pleuritis
Pleuritis terjadi karena meluasnya infiltrat primer
langsung ke pleura atau melalui penyebaran
hematogen.
2. Penyebaran milier
Akibat penyebaran hematogen tampak sarang-sarang
sekecil 1 2 mm / sebesar kepala jarum (milium),
tersebar secara merata di kedua belah paru.
3. Stenosis bronkus
Stenosis bronkus dengan akibat atelektasis lobus atau
segmen paru yang bersangkutan, sering menduduki
lobus kanan (sindroma lobus medius).
Diagnosa Banding
Dalam diagnostik diferensial tuberkulosis paru dapat
disebut berbagai penyakit dan keadaan berikut :
Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh jamur (fungus)
seperti aspergillosis dan nocardiasis
Penyakit yang dapat disalahtafsirkan sebagai sarang-
sarang tuberkulosis paru karena berbentuk bercak-bercak
dan berkedudukan di lapangan atas adalah infiltrat
pneumonia lobaris lobus atas dalam masa resolusi
kelainan bawaan (anomali) iga, bronkus ortograd
superposisi bagian lateral muskulus
sternokleidomastoidens dengan bagian medial iga
pertama, dan fossa rhomboidea, yaitu ujung anterior iga
pertama.
Pengobatan Tb Paru
1. Kategori-1 (2HRZE/ 4H3R3)
Paduan OAT ini diberikan untuk pasien baru:
- Pasien baru TB paru BTA positif.
- Pasien TB paru BTA negatif foto toraks positif
- Pasien TB ekstra paru

2. Kategori -2 (2HRZES/ HRZE/ 5H3R3E3)


Paduan OAT ini diberikan untuk pasien BTA positif yang
telah diobati sebelumnya:
- Pasien kambuh
- Pasien gagal
- Pasien dengan pengobatan setelah default (terputus)
Prognosa

Prognosis umumnya baik jika infeksi terbatas di paru


dan tidak putus obat, kecuali jika infeksi disebabkan
oleh strain resisten obat atau pasien berusia lanjut
dengan gangguan kekebalan tubuh yang menurun.
Kesimpulan
Tuberkulosis ( TB ) adalah suatu penyakit infeksi
menular yang disebabkan oleh Mycobacterium
tuberculosis (MTB
Untuk menegakkan diagnosis, selain dari pemeriksaan
klinis juga diperlukan pemeriksaan penunjang salah
satu diantaranya adalah foto Rontgen thorax.
Menurut gambaran radiologis, tuberkulosis paru
dapat dibagi menjadi tuberkulosis primer dan post-
primer.
Wilhem conrad rontgen 1845-1923

TERIMAKASIH....................................................