Anda di halaman 1dari 45

Case

Report
bronchopneumon
ia
By Rizky Amalia

Clinical Advisor
dr. Kurnia Dwi
Astuti, Sp.A
Patient
Status
IDENTITAS PASIEN

Jenis Kelamin : Laki-


Nama : An. HTH
laki
Usia : 11 bulan Alamat : Bulu,
14 hari Kropak Wirosari
Ruang :
Nama Orang Tua : Ny. TS
Bougenville
Pekerjaan : Ibu Rumah Tgl Dirawat : 17
Tangga Maret 2017
Alloanamnesis
Dilakukan pada
hari Sabtu
tanggal 18
Maret 2017 Sesak nafas
Keluhan Utama

pukul 14.00 WIB


Riwayat Penyakit Sekarang (RPS)
ibu pasien mengeluh anaknya panas sejak 5 hari yang lalu naik
turun. sudah memeriksan ke bidan desa terdekat dua kali, diberi obat
turun panas namun tidak sembuh.

2 hari SMRS batuk berdahak dan tidak bisa keluar, saat tidur
pasien seperti
merintih. Batuk terus menerus dan semakin parah setiap hari. Dalam
sehari batuk lebih dari 3 kali sehari sampai sesak napas.
ibu pasien membawa anaknya ke RS Wirosari, tangan dan kaki pasien
dingin dan tidak bisa diinfus lalu pasien dirujuk ke RSUD purwodadi.

Pasien tidak mau makan dan minum, buang air kecil dan buang air
besar dalam batas normal . Sirkulasi udara di rumah cukup baik dan
lingkungan rumah bersih.
Riwayat Penyakit Dahulu
Riwayat penyakit serupa : disangkal
Riwayat asma : disangkal
Riwayat alergi : disangkal
Riwayat batuk lama : disangkal
Riwayat Penyakit Keluarga
Riwayat penyakit serupa : disangkal
Riwayat alergi/atopi : (-)
Riwayat Sosial Ekonomi
Ayah pasien bekerja sebagai pekerja swasta dan menanggung 1
orang istri dan 3 orang anak. Ibu pasien sebagai ibu rumah
tangga. Pasien merupakan pasien BPJS.
Kesan : Keadaan sosial ekonomi cukup
Riwayat Kehamilan dan Pemeliharaan
Prenatal
Ibu mengaku rutin melakukan pemeriksaan selama
kehamilan sebanyak 8x pada bidan. Ibu menjelaskan tidak
pernah menderita penyakit selama kehamilan, riwayat
perdarahan selama kehamilan disangkal, riwayat trauma
selama kehamilan disangkal, riwayat minum obat tanpa
resep dokter, riwayat minum jamu sebanyak 2x kemudian
berhenti setelah diberi tahu bidan. Obatobatan yang
diminum selama masa kehamilan adalah vitamin dan tablet
besi.
Riwayat Persalinan
Anak laki-laki lahir secara spontan dari
ibu G4P3A1 hamil 40 minggu, berat
badan lahir 3000 gram. Bayi langsung
menangis dan dirawat gabung dengan
ibunya.

Kesan : Noenatus aterm dan Bayi Berat Lahir Cukup


Riwayat Pertumbuhan
Anak
Pertumbuhan
BB lahir : 3000 gram
BB sekarang: 9 kg
PB lahir : 47 cm
PB sekarang : 71 cm
KESA
N
GIZI
BAIK
KESAN
PERAWAKA
N PENDEK
Perkembangan
Mengangkat kepala : 2 bulan
Tengkurap dan mempertahankan posisi kepala : 4
bulan
Duduk : 6 bulan
Merangkak : 8 bulan
Memindahkan mainan, memungut benda kecil : 9
bulan
Berdiri : 11 bulan

Kesan: pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai


umur
Riwaya 0-7 hari : Hb0
t 1 bulan : BCG dan Polio 1
Imunisa 2 bulan : DPT, HB 1, HiB, Polio
2
si 3 bulan : DPT, HB 2, HiB, Polio
3
4 bulan : DPT, HB 3, HiB, Polio
4
9 bulan : Campak
Kesan : Anak sudah mendapatkan imunisasi dasar
lengkap.
Riwayat Pemberian Makan dan Minum
Pasien mendapatkan ASI dari 0-11 bulan
(sekarang), mulai usia 4 bulan sudah mulai
minum susu formula, mulai usial 7 bulan
ditambah bubur bayi dan buah yang dihaluskan.

Riwayat Keluarga Berencana


Ibu mengikuti program KB suntik 3 bulan selama
3 tahun setelah kelahiran anak pertama dan KB
suntik 3 bulan selama 2 tahun setelah kelahiran
anak kedua. Saat ini ibu menggunakan KB implan.
Pemeriksaan Fisik

Keadaan umum : takipneu (+),


dyspneu (+), demam (+), tampak
lemas
Status Generalis
Keadaan umum : Baik
Kesadaran :Compos mentis

Vital Sign
Tensi :-
RR : 68x/me
Nadi : 122
Suhu : 38,7C
x/menit
Status Generalis

Kepala : Normocephali, , ubun-ubun


besar tidak menonjol dan tidak tegang
Mata : Konjungtiva anemis (-/-), sklera
ikterik (-/-), Refleks cahaya (+/+),
pupil isokor ( 2mm)
Telinga : Discharge (-/-)
Hidung : Secret (-), napas cuping hidung
(-)
Mulut : Sianosis (-), labioschizis (-),
palatoschizis (-)
Jantung
Thoraks :
Inspeksi :Pulsasi iktus kordis
Inspeksi :Hemithorax tampak
dextra dan sinistra simetris
Palpasi :iktus kordis teraba linea
inspirasi dan ekspirasi,
midcalvicula sinistra ICS V
retraksi substernal atau chest
indrawing (-) Auskultasi :Bunyi jantung I II
Palpasi :Areola mamae regular, murmur (-), gallop (-)
teraba, papilla mamae (+/+)
Perkusi : Pemeriksaan tidak Abdomen
dilakukan Inspeksi :Datar,
Auskultasi :Bising usus (+) normal
Paru-paru 10 kali permenit
Auskultasi:Suara dasar Palpasi :Supel, hepar dan lien
vesikuler +/+, ronki basah tidak teraba
halus nyaring +/+, hantaran Perkusi :Timpani di seluruh lapang
EKSTREMITAS KULIT
Superior Inferior
Sianosis -/- -/-
Edema -/- -/-
Sianotik (-),
Akraldingin -/- -/- pucat (-), ikterik
Capillaryrefill < 2/ < 2 < 2/ < 2 (-)
time
Deformitas - -

KESAN =
NORMAL
PEMERIKSAAN Pemeriksaan Hasil NilaiNormal

PENUNJANG Hemoglobin 10,1 14 18 gr/dl

Laboratorium gr/dl

17 Maret 2017 Leukosit 15.920 4000 10.000 /mm3

Trombosit 530.000 150 500 x 103/ul

Kesan : Hb Eritrosit 5.090.0 4,5 5,5 juta


00
rendah,
Hematokrit 34,9%
Leukositosis
FT A R Demam 5 hari
DA H
Batuk 2 hari

S A L A Sesak napas

M A Malas minum
Rhonki basah halus
nyaring
Hantaran
Leukositosis
HB rendah
DIAGNOSIS BANDING
Bronkopneumonia
Bronkiolitis
TB Paru

DIAGNOSIS SEMENTARA
Bronkopneumonia
Initial Plan Diagnosis:
Foto Thoraks AP

INITIAL
Initial Plan Terapi:
O2 nasal kanul 2 4 liter/menit.
Infus RL 10 tpm
PLANNING Nebulisasi ventolin 1/2 amp+ Flixotid
Inj. Vicillin SX 3x300 mg
Inj. Aminophilin 5mg/jam
Fisioterapi
po :
mucos drop 2x 0.5ml
Paracetamol syr 3x cth 1
Initial Plan Monitoring

Monitoring gejala klinis


Anamnesis keluhan batuk, demam, sesak, nafsu makan,
BAK-BAB

Monitoring tanda klinis


PF keadaan umum : keaktifan, sianosis/ tdk ; tanda vital :
HR, RR (nafas cepat tanda masih sesak, normal <60
x/menit), suhu (untuk menilai masih demam tidak) ; inspeksi
thoraks (adakah retraksi, otot tambahan nafas) ; auskultasi
thoraks (adakah suara rhonki dan hantaran) ; pemeriksaan
ekstremitas (akral dingin dan capillary refill)
Initial Plan Edukasi

Jelaskan kepada keluarga pasien bahwa anak mengalami


peradangan pada jaringan paru-paru yang merupakan penyebab
kematian utama pada anak usia dibawah 5 tahun, sehingga butuh
pengawasan dan pengobatan yang tepat

Jelaskan kepada keluarga bahwa penyebab paling sering dari penyakit


ini adalah bakteri dan virus, atau kombinasi keduanya, sehingga
lingkungan sekitar harus dijaga kebersihannya dan awasi kontak
dengan penderita yang sama

Jelaskan kepada keluarga bahwa faktor resiko penyakit ini adalah


malnutrisi, ASI tidak eksklusif, berat badan lahir rendah, imunisasi
tidak lengkap dan lingkungan yang sirkulasi udaranya tidak baik.
Sehingga untuk meminimalisir kekambuhan dan mempercepat proses
Initial Plan Edukasi

Jelaskan kepada keluarga bahwa pengobatan untuk


penyakit ini adalah dengan antibiotika selama 7 hari
tidak boleh terputus untuk mencegah terjadinya
resistensi obat
Jelaskan kepada keluarga bahwa prognosis penyakit
umumnya baik jika penatalaksanaan optimal
Jelaskan kepada keluarga untuk meningkatkan pola
hidup bersih dengan rajin cuci tangan dan memperbaiki
pola tata ruang lingkungan agar mendapat sirkulasi
udara yg baik
Jelaskan kepada keluarga untuk menghindarkan anak
dari asap rokok
Kriteria Pemulangan
Pasien
Gejala dan tanda bronkopneumonia hilang
Tidak ada demam dan sesak
Ronki menurun
Masih batuk boleh pulang
Asupan peroral adekuat
Pemberian antibiotic dapat diteruskan dirumah
(per oral)
Keluarga mengerti dan setuju untuk pemberian
terapi dan rencana kontrol
Kondisi rumah memungkinkan untuk perawatan
lanjutan di rumah
PROGNOSIS
Quo ad vitam : dubia ad bonam
Quo ad sanam : dubia ad bonam
Quo ad fungsionam : dubia ad
bonam
BRONKOPNEUMONIA
infeksi saluran pernafasan akut bagian bawah dari parenkim paru
yang melibatkan bronkus / bronkiolus yang berupa distribusi
berbentuk bercak-bercak yang disebabkan oleh bermacam-macam
etiologi seperti bakteri, virus, jamur dan benda asing
FAKTOR RISIKO
BBLR
Tidak imunisasi
ASI tidak adkuat

Malnutrisi
Def. Vit. A
Tingginya polusi udara
Pembagian
anatomi
a. Pneumonia Lobaris
b. Pneumonia
Lobularis
Bronchopneumonia)
c. Pneuminia
Interstitialis
etiologi
Bakteri : Diplococcus
pneumoniae, Pneumococcus,
Streptococcus hemolyticus,
Streptococcus aureus,
Hemophilus influenza, Bacillus
friedlander, Mycobacterium
tuberculosis
Virus : Respiratory syncytial
virus, Virus influenza,
adenovirus, Virus sitomegalik
Gejala Gejala infx umum _ demam,
sakit kepala, gelisah,

Klinis malaise, nafsu makan turun,


mual,muntah,diare
Gejala respi _ batuk, sesak napas, retraksi
dada, napas cuping hidung, air hunger,
merintih, sianosis
Gejala pada neonatus
Jarang batuk, apneu, takipneu, sianosis, retraksi, muntah,
letargi, tidak mau minum, merintih
gejala pada bayi s/d 1
th
Merintih jarang, tekipneu+retraksi sering , batuk
persisten, sumbatan, demam, iritabilitas, nafsu makan turun,
demam menggigil, gejala GIT (MUAL,MUNTAH,DIARE)
Gejala pada balita usia pra sekolah
Demam, batuk (produktif/non), takipneu, sumbatan, muntah
setelah batuk

gejala pada
anak+remaja
sering demam, batuk, sumbatan, nyeri dada,
dehidrasi, letargi
Jarang nyeri perut, muntah
Pemeriksaan
fisik
Pekak perkusi-suara
napas melemah- ronkhi
basah halus nyaring-
takipneu
TRIAS BRPN
Napas
cepat/sesak/retraksi
dada/napas cuping
hidung
Ronkhi basah halus
nyaring
demam
Pemeriksaan
Penunjang
- CRP(protein fase akut yg
Darah perifer lengkap disintesis o/ hepatosit)-
pneumonia virus/mikoplasma_
-UJI SEROLOGIS-
leukosit N/, pneumonia bakteri_
leukositosis, PMN >> -PX mikrobiologis-

Rontgen Thorax
-corakan bronkovaskuler Analisis cairan pleura
meningkat> 2/3
Efusi pleura (+)
- Bercak infltrat difus merata
pada kedua paru
diagnosis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan : Gejala klinis,


Pemeriksaan fisik, Pemeriksaan laboratorium dan
gambaran radiologis.
tatalaksana
Antibiotik, O2, cairan IV,
antipiretik
usia < 3 bulan usia > 3 bulan
Penisilin (ampisilin 25-50 Ampisilin + Kloramfenikol (25-50
mg/kgBB/x, i.m/i.v, terbagi mg/kgBB/x i.v terbagi dalam 3-4
dalam 4 dosis) + dosis) merupakan obat pilihan
Aminoglikosida (gentamisin 5-7 utama.
mg/kgBB/hari, i.m/i.v , terbagi Bila keadaan pasien berat atau
dalam 2 dosis) terdapat empiema, antibiotic
pilihan adalah golongan
sefalosporin.
KOMPLIKASI
gagal napas-sepsis-efusi pleura
PROGNOSIS
pemberian antibiotik yang tepat dan adekuat
yang dimulai secara dini pada perjalanan penyakit tersebut
maka mortalitas selam masa bayi dan masa kanak-kanak
dapat diturunkan sampai kurang 1 % dan sesuai dengan
kenyataan ini morbiditas yang berlangsung lama juga
menjadi rendah.
Anak dalam keadaan malnutrisi energi protein dan yang
datang terlambat menunjukkan mortalitas tang lebih
tinggi.
KRITERIA PEMULANGAN PASIEN
Gejala dan tanda bronkopneumonia hilang
Tidak ada demam dan sesak
Ronki menurun
Masih batuk boleh pulang
Asupan peroral adekuat
Pemberian antibiotic dapat diteruskan dirumah (per oral)
Keluarga mengerti dan setuju untuk pemberian terapi
dan rencana kontrol
Kondisi rumah memungkinkan untuk perawatan lanjutan
di rumah
PENCEGAHAN
Perbaikan sosial ekonomi: perumahan, sanitasi, nutrisi,
hygienene
Imunisasi: terhadap infeksi lain, kadang menurunkan
pula pneumonia
Bila ada faktor predisposisi: pengobatan dini dan
adekuat, bila mungkin menjauhkan infeksi.
Vaksin khusus: pneumococcus dengan vaksin 23-valent
pneumococcal, haemophillus influenza dengan vaksin
konjugat h. Influenza memiliki jadwal yang rutin
diberikan pada anak-anak, atau dengan rifampin
prophylaxis untuk yang beresiko tinggi terkena.
Any questions?
You can find me at rameramedk@gmail.com

THANKS!

Anda mungkin juga menyukai