Anda di halaman 1dari 30

PNEUMOTHORAX

Oleh
IDRIES TIRTAHUSADA
1102006116
Pembimbing:
Dr Haryadi Sp.Rad
PENDAHULUAN
Pneumothorax adalah penumpukan dari
udara yang bebas dalam dada diluar
paru (cavum pleura) yang menyebabkan
paru mengempis.

Masuknya udara ke dalam rongga,


dapat melalui luka pada dinding dada,
atau meluasnya radang paru-paru.
Etiologi
Spontaneous pneumothorax disebabkan
oleh pecahnya kista (cyst) atau kantong
kecil (bleb) pada permukaan paru

Pneumothorax mungkin juga terjadi setelah


luka pada dinding dada seperti tulang rusuk
yang patah, luka yang menembus apa saja
(tembakan senapan atau tusukan), invasi
operasi , atau yang diinduksi dengan bebas
dalam rangka untuk mengempiskan paru
Etiologi
Pneumothorax dapat juga berkembang
sebagai akibat dari penyakit-penyakit paru
yang mendasarinya, termasuk cystic fibrosis,
chronic obstructive pulmonary disease
(COPD), kanker paru, asma, dan infeksi-
infeksi dari paru-paru.
PATOFISIOLOGI
Pneumotoraks Tertutup (Simple
Pneumothorax)

Pleura dalam keadaan tertutup (tidak ada


jejas terbuka pada dinding dada), sehingga
tidak ada hubungan dengan dunia luar.
Tekanan di dalam rongga pleura awalnya
mungkin positif, namun lambat laun berubah
menjadi negatif karena diserap oleh jaringan
paru disekitarnya.
PATOFISIOLOGI
Pneumotoraks Terbuka (Open
Pneumothorax),

Pneumotoraks dimana terdapat hubungan


antara rongga pleura dengan bronkus yang
merupakan bagian dari dunia luar (terdapat
luka terbuka pada dada). Dalam keadaan ini
tekanan intrapleura sama dengan tekanan
udara luar
PATOFISIOLOGI
Pneumotoraks Ventil (Tension Pneumothorax)

Pneumotoraks dengan tekanan intrapleura


positif,makin lama makin bertambah besar
karena fistel di pleura viseralis yang bersifat
ventil. Inspirasi, udara masuk melalui trakea,
bronkus serta percabangannya dan
selanjutnya terus menuju pleura melalui fistel
yang terbuka.
Ekspirasi udara di dalam rongga pleura tidak
dapat keluar
GEJALA KLINIS
Nyeri dada yang biasanya mempunyai
suatu pencetusan yang tiba-tiba(tajam dan
sesak). Napas yang pendek,
Denyut jantung yang cepat,
Napas yang cepat,
Batuk, dan kelelahan.
cyanosis,
PEMERIKSAAN FISIK
Auskultasi : suara bronchial, suara vesikuler
yang hilang, friksi bila ada infeksi
Perkusi :suara metalik kadang-kandang suara
timpani. Bagian yang atelektasis seperti kuali
pecah.
Perbedaan tekanan udara pleura kanan dan kiri,
mediastinum dan jantung tergeser , hingga
suara jantung teredam dengan suara systole
yang menurun.
Oleh kurangnya bagian paru-paru yang masih
berfungsi normal frekuensi pernafasan akan
dipercepat.(Hiperventilasi)
Pemeriksaan penunjang
X-RAY
Gambaran Radiologis
Ruang pleura sangat translusen,
Tak tampak gambaran vasukler
paru(avaskuler)
Garis opaq yang tegas dari pleura
visceral yang membatasi paru yang kolaps
Mendorong mediastinum ke kontralateral
Sela iga menjadi lebih lebar
Radiograph pada pasien dengan small
pneumothorax spontaneous
CT scan dari dada yang memperlihatkan pneumothorax pada dada
kiri pasien (sebelah kanan pada gambar). A chest tube is in place
(small black mark on the right side of the image), udara mengisi
cavum pleura (hitam) dan iga (putih) dapat terlihat. The heart can be
seen in the center.
Chest x-ray confirmed a near total left
pneumothorax.

iatrogenic pneumothorax pada sisi kiri yang cukup luas (panah merah) dan
sisi kanan postpneumonectomy space (PPS). Note also the left sided
internal jugular catheter (yellow arrow).
Iatrogenic dan traumatic
pneumothorax

Radiograph pada pasien dengan pneumothorax pada sisi kanan akibat luka
tikam
Tension pneumothorax

Chest X-Ray right tension pneumothorax. Terlihat mediastinum


tergeser kekiri dan menekan pada hemidiaphragm kanan.
tension
pneumothor
ax pada sisi
kanan
demonstrate
s a collapsed
pada paru
kanan dan
terjadi
deviasi
mediastinum
ke kiri.
Right pneumothorax.
Parsial
Pneumothorax
Total
Pneumothorax
terapi
Untuk mencegah kematian pada
pneumotoraks karena tekanan, dilakukan
pengeluaran udara sesegera mungkin
dengan menggunakan alat suntik besar yang
dimasukkan melalui dada dan pemasangan
selang untuk mengalirkan udara.