Anda di halaman 1dari 33

LATAR BELAKANG

Kistik hepar sering diidentifikasi saat


laparotomi & selama pemeriksaan gejala
abdominal yg tdk berhubungan dgn kista.

Dalam banyakkasus, penemuan kista hepar


yang tak terduga baik soliter maupun multipel,
tidakmemiliki arti klinis bila tidak bergejala.

kista hepar ini juga dapat diasosiasikan sbg


proses patologis yg cukup serius dan
menimbulkan komplikasi yg berat.
LAPORAN KASUS
IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny. Y
Usia : 63 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Kebon Agung, Bandongan.
Pekerjaan : Ibu Rumah tangga
Status : Menikah
Agama : Islam
Ke RST tgl : 16 Maret 2013 pukul 08.40 WIB
SUBJEKTIF
KU : Nyeri perut
RPS :
Nyeri perut di rasakan sejak 6 bulan, nyeri perut
dirasakan terus-menerus di seluruh bagian perut
tembus sampai ke punggung sampai menggangu
aktivitas dirasakan semakin memburuk
Warna mata & kulit kuning sejak 1 bln
Pasien jg mengeluh lemas dan mual
SUBJEKTIF
Riwayat Alergi : obat sulfa

RPD :
Gastritis
Congesti liver (dirawat di RST 2-5 februari 2013)
CAD infark, hipetensi grade 2 (dirawat RST 19-24 februari 2013)

RPK :
Hipertensi : ayah

Riwayat Sosial :
Merokok : disangkal
Minum alkohol : disangkal
Olahraga : tidak rutin
Gizi seimbang: kurang terkontrol
OBJEKTIF
Pemeriksaan fisik tgl 16 Maret 2013 di IGD 08.40 WIB
Keadaan Umum : Sakit sedang, lemah
Kesadaran / GCS : Compos Mentis / GCS 15

Tanda Vital :
Tekanan Darah : 100/70 mmHg
Nadi : 90 x/menit
Suhu : 36 0C
Respirasi : 24 x/menit

Kepala & Leher :


Konjungtiva anemis -/-
Sklera ikterik +/+
Pupil isokor

OBJEKTIF
Thorax :
Cor
Inspeksi : Simetris bagian dada kanan dan kiri
Palpasi : Ictus cordis teraba di linea mid clavicularis kiri ICS V
Perkusi : Batas jantung kanan di linea parasternal kanan ICS IV,
batas antung kiri di linea midclavicularis kiri ICS V
Auskultasi : S1>S2 Bunyi jantung I/II reguler

Pulmo
Inspeksi : Simetris
Palpasi : Vocal fremitus simetris
Perkusi : Terdengar sonor pada kedua lapang paru
Auskultasi : Vesikuler +/+, Rhonki -/-, Wheezing -/-
OBJEKTIF
Abdomen :
Inspeksi : Datar
Auskultasi : BU (+)
Palpasi : Supel, nyeri tekan epigastrium, hepar
teraba 2 jari di bawah arcus costae, konsistensi lunak,
permukaan rata, tepi tumpul, lien tidak teraba
Perkusi : Timpani

Ekstremitas :
Edema -/-/-/-
Sianosis -/-/-/-
Akral hangat
Capillary refill dbn
Kulit ikterik
Daftar Masalah Assesment sementara
Dari anamnesis Observasi ikterik
Nyeri perut Susp hepatitis
Mata & kulit kuning dd : -cholelitiasis
Mual -cholesistitis
Lemas
Riwayat congesti liver Planning diagnostik
Riwayat hipertensi & CAD Darah lengkap

Ureum, Creatinin

Dari Pemeriksaan Fisik SGOT, SGPT


Sklera ikterik Biirubin
Hepatomegali USG
Nyeri tekan epigastrium
PEMERIKSAAN LAB DARAH
Jenis Pemeriksaan Hasil
WBC 9,9 103/mm3
RBC 3,63 106/mm3
HB 9,4 g/dl
HCT 29,8 %
PLT 371 103/mm3
PCT 0.28 %
MCV 82,1 um3
MCH 25,8 pg
MCHC 31,5 g/dl
RDW 10,9 %
MPV 10,4 um3
PDW 11,1 %
PEMERIKSAAN DARAH
Jenis Pemeriksaan Hasil Referensi

Gula darah puasa 104 mg/dl 70-115

Ureum 11 mg/dl 0-50

Creatinin 0,6 mg/dl 0-1,3

SGOT 136 U/l 3-35


SGPT 91 U/l 8-41
Bilirubin direct 6,99 0-0,25
Bilirubin total 18,9 0,1,1
PLANNING PLANNING
TERAPI MONITORING

Rawat inap bangsal


Keadaan umum
Infus asering 12 tpm Vital sign
Ondansetron 2x1 Perbaikan gejala
Ketorolac 3x1 Efek samping
Ranitidin 2x1
Curcuma 3x1
FOLLOW UP
Tgl S O A P

17-3- Saat makan tadi KU: Lemah, CM, GCS 15 Observasi Aminofusin hepar
2013 nyeri perut bagian Vital Sign
tengah atas terus TD: 110/60 mmHg
ikterik 12 tpm
menerus sekarang Nadi : 96 x/menit Dd: Inj ranitidin 2x1
sudah berkurang, RR : 20 x/menit Hepatitis, Inj piralen 2x1
mata kuning, Suhu : 36 0C Abses Inj sharox 2x1
tidak bisa tidur K/L : CA -/-, SI +/+, KGB dbn
saat malam hari, Thorax hepar, Urdrafalk 3x1
nafsu makan Cor : Bunyi jantung I/II Massa Curcuma 3x1
berkurang, dan regular hepar
punggung terasa Pulmo : Vesikuler +/+,
sakit terutama Rh -/-, Wh -/-
Monitoring :
saat malam hari. Abdomen KU dan vital sign
BU (+), Supel, timpani, Balance cairan
nyeri tekan seluruh regio lab fungsi hepar
abdomen, terdapat
benjolan di sekitar regio Perbaikan gejala
epigastrium dan Efek samping obat
hipokondrium dextra,
hepar teraba 3 jari di
bawah arcus costae
konsistensi lunak
permukaan rata tepi
tumpul, lien tak teraba
Ekstremitas dbn

USG ABDOMEN
Suspect nodul hypoechoic
lobus sinistra, soliter,
uk 3,4 x 26,3 mm

Hydrops VF
(ukuran 97,3 x 40,1 mm)

Massa kistik cavum pelvis,


membulat, batas tegas,
septa, uk 86,1 x 59,4 x 87
mm, curiga kista ovarium
Tgl S O A P

18-3- Nyeri perut di ulu KU: Lemah, CM, GCS 15 Kista Terapi :
2013 hati menyebar ke Vital Sign hepar Aminofusin hepar
kanan atas dan TD: 130/80 mmHg dengan 12 tpm
kanan bawah Nadi : 96 x/menit gambaran Inj ranitidin 3x1
terus-menerus RR : 24 x/menit nodul Inj piralen 2x1
sampai ke Suhu : 35,80C hypoecho Inj sharox 2x1
punggung juga K/L : CA -/-, SI +/+, pupil ic lobus Urdrafalk 3x1
terasa sakit, isokor, KGB dbn hepar Curcuma 3x1
malam hari sulit Thorax sinistra
tidur karena Cor : Bunyi jantung I/II Monitoring :
nyeri tersebut, reguler, KU & vital sign
nafsu makan Pulmo : Vesikuler, Rh-/-, Balance cairan
menurun, batuk Wh -/- Lab fungsi hepar
berdahak putih Abdomen Efek samping obat
sejak 1 minggu BU, timpani
lalu, mata warna Nyeri tekan
kuning, belum epigastrium, terdapat
BAB 3 hari, BAK benjolan di regio
seperti warna epigastrium dan
teh pekat keluar hipokondrium dextra,
tidak lancar hepar teraba 3 jari
dibawah arcus costae,
konsistensi lunak,
permukaan rata, tepi
tumpul, lien tidak
teraba
Ekstremitas dbn
KISTA HEPAR
Definisi
Rongga vg dilapisi sel epitel, terdapat duktus
yg terdilatasi yg disebabkan oleh obstruksi,
hiperplasia epitel, sekresi berlebihan dan
distorsi struktural.
Sebagian kista timbul dari sisa-sisa epithelia
ektopik atau sebagai hasil nekrosis di
tengah-tengah massa epitel
INSIDENSI
Kista hepar nonparasitik dideritai pada 5% dari
populasi umum. 10-15% penderita ini mengalami
simptom secara klinis, byk dijumpai pada wanita
daripada lelaki, ratio 4-10:1, umur 50-60 tahun.

Kista hidatid terjadi pada umur antara 30-40 tahun,


tidak terdapat predileksi dan jenis kelamin namun
biasanya bersifat endemik di negara berkembang
atau negara maju spt Mediterainian Amerika.
KLASIFIKASI
INFEKSIUS :
hidatik &
abses

TRAUMATIK
KISTA KONGENITAL :
symplecyst &
HEPAR policyst

NEOPLASTIK :
kistadenoma &
kistaclenocarcinoma
ETIOPATOGENESIS

PARASITIK
EX : ABSES AMOEBA

KISTA
HEPAR
TRAUMATIK : KONGENITAL
PSEUDOCYSTIC & EX : POLYCYSTIC
ABSES PIOGENIK & NEOPLASTIK
SIMPLE CYST POLICYST NEOPLASTIK HIDATID ABSES

Kongenital Pada dewasa Kistadenoma & Infestasi dari Abses moeba


kistaadenokarsi parasit cacing oleh Entamuba
Idiopatik Dpt kogenital noma pita dewasa histolitika yg
Echinoccus menural mel
Berhub dengan Penyebab tdk di granulosus makanan / air
Soliter / penyakit ginjal ketahui pasti yg kontaminasi
multiple polikistik Melalui sirkulasi oleh fase kista
autosomal Diduga akibat sampe di hepar,
Dilatasi dominan ada proiferasi larva membesar Abses piogenik
progresif dari abn anolog & mjd kistik sering disebab
microhemarto Abnormalitas embrionik dari kan oleh krn
ma dari pada gen PKD 1 kantung Tdp lapisan jar kolangitis
traktus dan PKD 2 empedu atau inflamatori & ascenden
epitel biliari lap germinal yg
biliaris
Kista ginjal menghasilkan MO merupakan
mendahului Dilapisi sel daughter cyst flora N usus
Cairan kista di hepar kuboid atau
dihasilkan kolumnar tipe Kontaminasi scr
terus menerus biliaris yang hematogen mel
oleh epitel yg dikeilingi a.v. hepatica
melapisi kista stroma, invasi
membran basal
PATOLOGI
Ukuran hati normal / membesar

Letak kista dapat difus atau restriksi pd 1 lobus

Ukuran kista bervariasai & dpt soliter atau multiple

Kista dapat mengalami ruptur, jarang >10 cm

Biasanya tidak berhubungan dgn saluran empedu


ANATOMIS HEPAR
KISTA HEPAR
GAMBARAN KLINIS

Nyeri epigastrik
Abses hepar
Mual & muntah piogenik / amebik :
Malaise Demam yg bersifat
Flatulen akut / subakut
disertai nyeri pada
Distensi abdomen
abdomen kuadran
Penuh di lambung kanan atas
Hepatomegali
PENYEBAB TIMBULNYA GEJALA
Berdasarkan penyebab & ukuran kista
Keluhan utama akibat kista yg membesar
Nyeri sering akibat sekunder dari komplikasi
Perdarahan / infeksi tek intrakistik
Adanya ruptur kista / penekanan organ skitar kista
Penekanan kista ikterik obstruktif & nyeri perut
Kebocoran kecil nyeri & reaksi alergi (urtikaria)
Ruptur yg besar reaksi anafilaktik
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Lab fungsi hati :
SGPT, SGOT,
bilirubin

PDL :
Histologik :
abses (WBC )
benigna / maligna hidatid (eosinofil )

MRI USG : non invasive


& sensitif

CT Scan :
lokasi & ukuran
biliverdin

BIL
IR
UB
IN

urobilinogen
GAMBARAN CT SCAN & USG
GAMBARAN RADIOLOGIK
SIMPLE CYST POLI HIDATID KISTA
CYST DENOMA /
KISTADENO
KARSINOMA
DINDING TIPIS KISTA DAUGHTER MULTILOKASI
UNIFORM DGN MULTIPLE CYST DALAM DGN SEPTA
CAIRAN YANG RONGGA YG INTERNAL,
DENSITAS BERDINDING DENSITAS
RENDAH & TEBAL HETEROGEN,
HOMOGEN DINDING TEBAL
IREGULER,
HIPERVASK
TERAPI
Medikamentosa utk kista hepar non parasitik /
parasitik mpunyai manfaat yg terbatas
Tidak ada terapi konservatif yg ditemui berhasil
menangani kista hepar secara tuntas
Kista hidatid albendazol & mebendazol, sbg
terapi adjuvant, biasanya tdk efektif
Medikamentosa dimulai 4 hari sblm pembedahan,
dilanjutkan 1-3 bln post operasi
Tdk ada obat medikamentosa utk policyst &
kistadenomakarsinoma
TATA LAKSANA OPERATIF

Aspirasi
perkutaneous

PAIR (Puncture,
Reseksi hepar dan Aspiration, Injection,
tranplantasi hati Reat piration)

Marsupialisasi
(dekapitasi)
Aminofusin
hepar
Curcuma
Ranitidin
Pasien
Kista Hepar
Urdraflak
Piralen

Sharox
PROGNOSIS
Kisa non parasitik yg menjalani teknik dekapitasi
kista secara laparoskopi utk kista hepar benigna
mengalami kadar penyembuhan lebih dari 90%,
Pada pasien dengan PKLD mempunyai kadar
penyembuhan lebih rendah dgn teknik yg sama.
Penanganan yg paling efisien untuk PKLD & kista
neoplastik adalah dengan reseksi hepar.
Efisiensi penanganan kista hidatid dgn teknik PAIR
berbanding dgn operatif lain masih kontroversal.
KOMPLIKASI
Perdarahan intrakistik, torsi, kista ruptur spontan serta
reaksi alergi akibat kebocoran cairan kista
Transformasi kista ke proses malignansi
Kompresi organ-organ sekitar
Jaundice obstruktif saluran empedu
infeksi pada kista menjadi fibrosis hati
Saluran empedu dilatasi
Colangio carcinoma.
Obstruksi v. cava inferior, v. porta dan v. hepatica
Efek massa kista dan pembesaran hati yang massif:
distensi abdomen, sesak nafas, perut terasa penuh,
heart burn, muntah, intake makanan tidak adekuat,
hernia dan prolap uteri serta inkontinensia.