Anda di halaman 1dari 17

KEBIJAKAN

AKUNTANSI
SYARIAH

By Syarif Ahmadin 1
LANDASAN SYARIAH
A. AL QURAN

1. Surat Al-Baqarah (2):282


Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermuamalah tidak
secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah seorang penulis
diantaramu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis
diantaramu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis
enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkan...

2. Surat An Nisa (4) : 58


Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada
yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila
menetapkan hukum diantara manusia supaya kamu menetapkan
dengan adil

By Syarif Ahmadin 2
Lanjutan ..
3. Surat An Nisa (4) : 135
Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang
benar-benar penegak keadilan
4. Surat An Nahl (16) : 90
Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil.
5. Surat Muthaffifiin (83) : 1-3
Kecelakaan besarlah bagi orang-orang (yaitu) orang-orang yang
apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi,
dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain,
mereka mengurangi
6. Surat Al-Isra (17):35
Hendaklah kamu sempurnakan sukatan apabila kamu menyukat
dan timbanglah dengan neraca yang betul, demikian itu adalah
yang lebih baik dan utama di akhirat kelak

By Syarif Ahmadin 3
Lanjutan ..

B. HADIST
1 ...Mereka yang mengurangi sukatan dan
timbangan, (mereka) akan dikurangi rizki
beberapa tahun dan akan mengalami
kesempitan hidup dan akan lahir
pemerintahan yang kejam,.... (H.R. Al
Baihaqi)

2. Barang siapa menipu kami ia bukan


golongan kami. (HR. Muslim).
By Syarif Ahmadin 4
ACUAN AKUNTANSI SYARIAH
Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku di Indonesia,
khususnya Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
No. 59 tentang Akuntansi Perbankan Syariah.
Pernyataan akuntansi yang berlaku umum yang terkait
dengan administrasi perbankan antara lain : PSAK No.
1 tentang Kerangka Dasar Penyusunan Laporan
Keuangan, PSAK No. 2 tentang Arus Kas, PSAK No. 7
tentang Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai
Hubungan Istimewa, PSAK No. 14 tentang Persediaan,
PSAK No. 16 tentang Aktiva Tetap dan Aktiva Lainnya,
PSAK No. 17 tentang Akuntansi Penyusutan, PSAK No.
23 tentang Pendapatan, dan lainnya.

By Syarif Ahmadin 5
Cakupan Akuntansi
Syariah
(1). Akuntansi syariah harus dilakukan dengan
mencatat,
mengelompokkan, dan menyimpulkan transaksi
transaksi atau kejadian-kejadian yang mempunyai
sifat keuangan dalam nilai mata uang untuk dijadikan
bahan informasi dan analisis bagi pihak-pihak yang
secara proporsional berkepentingan.
(2). Pihak-pihak yang berkepentingan dalam ayat (1)
adalah pemilik dana; kreditur; pembayar zakat, infak
dan shadaqah (ZIS); pemegang saham; otoritas
pengawasan; Bank Indonesia; pemerintah; lembaga
penjamin simpanan; dan masyarakat.
By Syarif Ahmadin 6
LAPORAN KEUANGAN
Laporan keuangan yang mencerminkan
kegiatan bank syariah sebagai investor
beserta hak dan kewajibannya, yang
dilaporkan dalam:
(a) laporan posisi keuangan;
(b) laporan laba rugi;
(c) laporan arus kas; dan
(d) laporan perubahan ekuitas;

By Syarif Ahmadin 7
PRINSIP TRANSAKSI SYARIAH

Suatu transaksi sesuai dengan prinsip syariah


apabila telah memenuhi seluruh syarat berikut ini :
1. transaksi tidak mengandung unsur kedzaliman
2. bukan riba
3. tidak membahayakan pihak sendiri atau pihak
lain
4. tidak ada penipuan (gharar)
5. tidak mengandung materi-materi yang yang
diharamkan; dan
6. tidak mengandung unsur judi (maisyir)

By Syarif Ahmadin 8
PENYAJIAN

1. Laporan keuangan harus menyajikan secara


wajar posisi keuangan, kinerja keuangan,
perubahan ekuitas, arus kas, laporan investasi
tidak bebas penggunaan, laporan sumber dan
penggunaan zakat dan dana kebajikan, laporan
sumber dan penggunaan dana qardh dengan
menerapkan PSAK 59 dan PSAK umum
sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip-
prinsip syariah secara benar, disertai
pengungkapan yang diharuskan sesuai dengan
ketentuan yang berlaku
By Syarif Ahmadin 9
Lanjutan
2. Aktiva disajikan berdasarkan karakteristiknya
menurut urutan likuiditas, investasi bebas
penggunaan disajikan dalam pos tersendiri,
sedangkan kewajiban disajikan menurut urutan
jatuh temponya.
3. Saldo transaksi sehubungan dengan kegiatan
operasi normal bank, pada neraca disajikan
secara terpisah antara pihak-pihak yang
mempunyai hubungan istimewa dengan pihak-
pihak yang tidak mempunyai hubungan
istimewa.
By Syarif Ahmadin 10
Lanjutan
4. Laporan laba rugi dengan mengelompokkan
pendapatan dan beban menurut karakteristiknya, dan
disusun dalam bentuk berjenjang (multiple step) yang
menggambarkan pendapatan atau beban yang berasal
dari kegiatan utama bank dan kegiatan lainnya.
5. Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan, yang
sifatnya memberikan penjelasan baik yang bersifat
kualitatif maupun kuantitatif terhadap laporan
keuangan pokok, sehingga laporan keuangan secara
keseluruhan tidak akan menyesatkan pembaca.

By Syarif Ahmadin 11
Lanjutan
6. Koreksi kesalahan mendasar dilakukan secara
retrospektif dengan melakukan penyajian ulang untuk
seluruh periode penyajian dan melaporkan dampaknya
terhadap masa sebelum periode penyajian.
7. Pada setiap lembar neraca, laporan laba rugi, laporan
arus kas, laporan investasi tidak bebas penggunaan,
laporan sumber dan penggunaan zakat dan dana
kebajikan, laporan sumber dan penggunaan dana
qardh, dan laporan perubahan ekuitas harus diberi
pernyataan bahwa catatan atas laporan keuangan
merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan
keuangan.

By Syarif Ahmadin 12
KONSISTENSI PENYAJIAN
1. Penyajian dan klasifikasi pos-pos dalam laporan
keuangan antar periode wajib konsisten, kecuali:
(a) Terjadi perubahan yang signifikan terhadap sifat
operasi perbankan; atau
(b) Perubahan tersebut diperkenankan oleh PSAK
umum maupun PSAK Syariah
2. Apabila penyajian atau klasifikasi pos-pos dalam
laporan keuangan diubah maka penyajian periode
sebelumnya direklasifikasi untuk memastikan daya
banding, sifat, jumlah, serta alasan reklasifikasi
tersebut harus diungkapkan. Apabila reklasifikasi tidak
praktis dilakukan maka alasannya harus diungkapkan
By Syarif Ahmadin 13
MATERIALITAS dan
AGREGASI
Pos-pos yang material disajikan tersendiri dalam laporan
keuangan, sedangkan yang tidak material dapat
digabungkan dalam pos yang memiliki sifat atau fungsi
yang sejenis.

Penyajian laporan keuangan didasarkan pada konsep


materialitas. Informasi dianggap material bila kelalaian
dalam mencantumkan (ommision), kesengajaan untuk
tidak mengungkapkan (non-disclosure) atau kesalahan
mencatat (misstatement) dari transaksi dapat
mempengaruhi pengguna laporan keuangan dalam
pengambilan keputusan ekonomi.

By Syarif Ahmadin 14
INFORMASI
KOMPARATIF
Laporan keuangan tahunan harus disajikan secara
komparatif dengan periode yang sama pada tahun
sebelumnya. Untuk laporan keuangan interim disajikan
dengan membandingkan laporan periode yang sama pada
tahun sebelumnya. Sedangkan laporan laba rugi interim
harus mencakup periode sejak awal tahun buku sampai
dengan akhir periode interim yang dilaporkan.
Informasi komparatif yang bersifat naratif dan deskriptif
dari laporan keuangan periode sebelumnya wajib
diungkapkan kembali apabila relevan untuk pemahaman
laporan keuangan periode berjalan.
Dalam rangka penawaran umum informasi komparatif yang
disajikan harus sesuai dengan ketentuan pasar modal.

By Syarif Ahmadin 15
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

transaksi dan saldo resiprokal antara induk


perusahaan dan anak perusahaan harus
dieliminasi;
laporan keuangan konsolidasi disusun dengan
menggunakan kebijakan akuntansi yang sama
untuk transaksi, peristiwa dan keadaan yang
sama atau sejenis;
hak minoritas (minority interest) harus disajikan
tersendiri dalam neraca konsolidasi antara
kewajiban dan modal. Hak minoritas dalam laba
disajikan dalam laporan laba/rugi konsolidasi.
By Syarif Ahmadin 16
Selesai

Alhamdulillah

By Syarif Ahmadin 17