Anda di halaman 1dari 39

SISTEM INFORMASI

MANAJEMEN
BAB 8
INFORMASI DALAM PRAKTIK
Tujuan Pembelajaran

1. Mengetahui bahwa kemampuan sebuah


perusahaan untuk mengembangkan sistem
informasi yang efektif dapat menjadi salah
satu faktor kunci keberhasilannya.
2. Mengenali proses-proses sistem pemrosesan
transaksi yang akan menguraikan operasi
dasar perusahaan sehari-hari .
3. Mengenal proses-proses yang dijalankan oleh
sistem pemrosesan transaksi bagi sebuah
perusahaan distribusi.
4. Mengetahui bahwa sistem informasi organisasi
telah dikembangkan untuk area-area bisnis dan
tingkat-tingkat organisasi.
5. Mengenal arsitektur sistem informasi
pemasaran, sumber daya manusia, manufaktur,
dan keuangan.
6. Mengetahui arsitektur dari suatu sistem
informasi eksekutif.
7. Memahami apa itu manajemen hubungan
pelanggan (customer relationship management)
dan mengapa ia membutuhkan kemampuan
penyimpanan komputer yang besar.
8. Mengetahui perbedaan antara data warehouse (gudang data)
dengan basis data.
9. Memahami arsitektur dari suatu sistem data warehouse.
10. Mengetahui bagaimana data disimpan dalam suatu
penyimpanan data berupa data warehouse.
11. Mengetahui bagaimana seorang pengguna melakukan navigasi
dalam penyimpanan data.
12. Mengetahui apa yang dimaksud dengan pemrosesan analitis
online (on-line analytical processing OLAP)
13. Mengetahui dua cara dasar melakukan data mining
(pengembangan data).
INFORMASI SEBAGAI SALAH SATU
FAKTOR PENTING PENENTU
KEBERHASILAN
Pada tahun 1961, D. Ronald Daniel dan McKinsey &
Company, salah satu perusahaan konsultan terbesar di
Amerika, memperkenalkan istilah Critical Success Factor
(CSF) atau faktor penting penentu keberhasilan.
Ia mengungkapkan bahwa terdapat beberapa aktivitas
penting yang akan menentukan keberhasilan atau
kegagalan bagi semua jenis organisasi. Aktivitas-aktivitas
penting tersebut adalah CSF, dan faktor-faktor ini dapat
berbeda-beda dari satu jenis organisasi ke jenis organisasi
lain.
SISTEM PEMROSESAN
TRANSAKSI
Istilah sistem pemrosesan transaksi digunakan untuk
menjelaskan sistem informasi yang mengumpulkan data
yang menguraikan aktivitas perusahaan, mengubah data
menjadi informasi, dan menyediakan informasi tersebut
bagi para pengguna yang terdapat di dalam maupun luar
perusahaan.
ini merupakan aplikasi bisnis pertama yang dipasang pada
komputer ketika mereka pertama kali diperkenalkan pada
tahun 1950-an. Istilah sistem pemrosesan data elektronik
(electronic data processing EDP) dan sistem informasi
akuntansi juga telah dipergunakan, namun saat ini kurang
populer.
TINJAUAN SISTEM
Tujuan dari sistem ini sendiri yaitu untuk menunjukan
aliran yang terjadi selama kegiatan perusahaan baik
dari pemesanan, pembayaran, maupun yang
berhubungan dengan piutang dan sistem perkreditan
yang dilakukan perusahaan.
Unsur-unsur lingkungan dari sistem distribusi
meliputi pelanggan, pemasok, ruang persediaan
bahan baku, dan manajemen. terdapat beberapa
istilah diantaranya yaitu :
Pesanan penjualan (sales order) yaitu, pesanan
yang diterima perusahaan dari pelanggannya.
Pesanan pembelian (purchase order) yaitu,
pesanan yang ditempatkan oleh perusahaan
kepada pemasoknya.
SUBSISTEM UTAMA DARI
SISTEM DISTRIBUSI
Terdapat beberapa subsistem yang terlibat dalam
sistem distribusi diantaranya yaitu :
1. Subsistem yang berhubungan dengan
pemenuhan pesanan pelanggan
2. Pemesanan penggantian persediaan dari
pemasok
3. Pemeliharaan buku besar perusahaan
SISTEM YANG MEMENUHI
PESANAN PELANGGAN
Terdapat 4 sistem utama yang terlibat dalam pemenuhan
pesanan pelanggan, diantaranya :
1. Sistem entri pesanan (order entry system) yaitu,
memasukan pesanan pelanggan kedalam sistem.
2. Sistem persediaan (inventory system) yaitu, memelihara
catatan persediaan.
3. Sistem penagihan (billing system) yaitu, membuat faktur
pelanggan.
4. Sistem piutang dagang (account receivable system) yaitu,
menagih uang dari para pelanggan.
SISTEM YANG MEMESAN
PERSEDIAN PENGGANTI
Terdapat 3 sistem utama yang terlibat dalam sistem
pemesanan persediaan pangganti, yaitu :
1. Sistem pembelian (purchasing system) yaitu,
menerbitkan pesanan pembelian kepada pemasok
untuk persediaan yang dibutuhkan.
2. Sistem penerimaan (receiving system) yaitu,
menerima persediaan.
3. Sistem utang dagang (account payable system) yaitu,
melakukan pembayaran.
SISTEM YANG MENJALANKAN
PROSES BUKU BESAR
Sistem buku besar (general ledger system) adalah sistem
akuntansi yang menggabungkan data dari sistem-sistem
akuntansi yang lain dengan tujuan untuk menyajikan gambaran
keuangan operasi perusahaan secara gabungan.
Terdapat subsistem yang terkait, yaitu :
Sistem memperbarui buku besar (update general ledger
system) yaitu, akan membukukan catatan-catatan yang
menguraikan berbagai tindakan dan transaksi kedalam buku
besar.
Sistem pembuatan laporan manajemen (prepare
management report system) yaitu, menggunakan isi buku
besar untuk membuat neraca dan laporan laba rugi serta
laporan lainnya.
MENEMPATKAN SISTEM
PEMROSESAN TRANSAKSI DALAM
PERSPEKTIF
Sistem pemrosesan transaksi berperan sebagai
fondasi dari semua aplikasi yang lain yang
mengambil bentuk basis data, yang
mendokumentasikan semua hal penting yang
dilakukan oleh perusahaan dalam menjalankan
operasinya dan berinteraksi dengan lingkungan
SISTEM INFORMASI
ORGANISASI
Terdapat sistem-sistem informasi untuk 4 area
bisnis utama perusahaan yaitu :
1. Sistem informasi pemasaran
2. Sistem informasi SDM
3. Sistem informasi manufaktur
4. Sistem informasi keuangan
Selain itu, terdapat satu sistem informasi untuk
tingkat eksekutif organisasi.
SISTEM INFORMASI PEMASARAN
Sistem informasi pemasaran (marketing information system-
MKIS) merupakan kombinasi antara subsistem input dan
output yang terhubung oleh sebuah basis data.

Subsistem output memberikan informasi mengenai unsur-


unsur penting didalam bauran pemasaran.
Bauran pemasaran (marketing mix):
Subsistem produk
Subsistem lokasi
Subsistem promosi
Subsistem harga
Subsistem bauran terintegrasi
Subsistem input merupakan sistem pemrosesan transaksi
yang mengumpulkan data dari sumber-sumber internal dan
lingkungan lalu memasukannya ke dalam basis data.
Subsistem riset pemasaran, mengumpulkan data internal
dan lingkungan dengan melakukan studi-studi khusus.
Subsistem intelegensi pemasaran, mengumpulkan data
lingkungan yang berfungsi untuk menjaga manajemen
tetap terinformasi mengenai aktivitas para pesaing dan
para pelanggan perusahaan dan unsur-unsur lain yang
dapat mempengaruhi operasi pemasaran.
SISTEM INFORMASI
SUMBER DAYA MANUSIA
Sistem informasi sumber daya manusia (Human
Resources Information Subsystem- HRIS), memberikan
informasi kepada seluruh manajer perusahaan yang
berkaitan dengan sumber daya manusia perusahaan.
Sama seperti MKIS (sistem informasi pemasaran) data
yang didapat berupa data input yang akan diolah oleh
bagian HRD atau bagian SDM yang akan menghasilkan
keputusan output untuk menunjang pengambilan
keputusan. Aspek yang ditangani diantaranya yaitu,
perencanaan, rekrutmen, pengelolaan tenaga kerja,
kompensasi karyawan, tunjangan karyawan, dan laporan
SDM yang dibutuhkan lingkungan maupun instansi
pemerintah.
SISTEM INFORMASI
MANUFAKTUR
Sistem informasi manufaktur (manufacturing information
system), memberikan informasi kepada seluruh manajer
perusahaan yang berkaitan dengan operasi manufaktur
perusahaan. Sama seperti HRIS dan MKIS subsistem
rekayasa industri terdiri atas aktivitas-aktivitas yang
dilakukan oleh para teknisi industri (industrial enginering-
IE) mengenai produk, persediaan, mutu dan biaya.
SISTEM INFORMASI
KEUANGAN
Sistem informasi keuangan (financial information
system), memberikan informasi kepada seluruh
manajer perusahaan yang berkaitan dengan
aktivitas keuangan perusahaan. Selain sistem
yang digunakan hampir sama namun yang
ditekankan adalah pada aktivitas output yang
penting meliputi peramalan tren perekonomian
masa depan, mengelola aliran dana yang melalui
perusahaan, dan mengendalikan keuangan
perusahaan.
SISTEM INFORMASI
EKSEKUTIF
Sistem informasi eksekutif (executive
information system-EIS) adalah suatu sistem
yang memberikan informasi kepada para
manajer di tingkat yang lebih tinggi atas
kinerja perusahaan secara keseluruhan.
Digunakan pula istilah sistem pendukung
eksekutif (executive support system-ESS)
MANAJEMEN HUBUNGAN
PELANGGAN

Manajemen hubungan pelanggan (customer relationship


management CRM), adalah manajemen hubungan
antara perusahaan dengan pelanggan sehingga baik
perusahaan maupun pelanggannya akan menerima nilai
maksimum dari hubungan ini.
Strategi ini menyadari bahwa membina
hubungan jangka panjang dengan pelanggan
adalah suatu strategi yang bagus, karena
mempertahankan pelanggan yang sudah ada
biasanya akan lebih murah daripada
mendapatkan pelanggan baru.
Oleh karena itu, perusahaan melakukan upaya-
upaya untuk memahami para pelanggannya
sehingga kebutuhan mereka akan dapat dipenuhi
dan mereka akan tetap setia kepada perusahaan.
SLIDE TAMBAHAN
DATA WAREHOUSING
Istilah data warehouse (gudang data) telah diberikan
untuk menjelaskan penyimpanan data yang memiliki
karakteristik sebagai berikut :
Kapasitas penyimpanan yang sangat besar
Data diakumulasikan dengan menambahkan catatan-
catatan baru
Data dapat di ambil dengan mudah
Data sepenuhnya digunakan untuk pengambilan
keputusan, dan tidak digunakan dalam operasi
perusahaan sehari-hari
Jika mengikuti pendekatan ini, akan digunakan istilah
data mart (toko data) untuk menguraikan subjek. Data
mart adalah suatu basis data yang berisi data yang hanya
menguraikan satu segment dari operasi perusahaan.
Sebagai contoh, perusahaan dapat memiliki data mart
pemesanan, data mart SDM, dll.

Pembuatan dan penggunaan sebuah data warehouse


atau data mart disebut data warehousing.
SISTEM DATA WAREHOUSING

Data warehouse adalah bagian utama dari data


warehousing yang memasukan data ke dalam
gudang, mengubah isinya menjadi informasi, dan
menyediakan informasi tersebut kepada para
pengguna.
BAGAIMANA DATA DISIMPAN
DALAM TEMPAT PENYIMPANAN
DATA WAREHOUSE

Dalam tempat penyimpanan data warehouse,


terdapat 2 jenis tabel yang disimpan dalam tabel-
tabel terpisah. Tabel data akan di gabung untuk
menghasilkan suatu paket informasi.
TABEL DIMENSI : merupakan pengidentifikasi dan
deskriptif data yang akan disimpan. Dari tabel
tersebut, pengguna akan memperoleh analisis
menurut nomor pelanggan, menurut wilayah
pelanggan,
dan lain-lain.

TABEL FAKTA : berisi ukuran-ukuran kuantitatif


sebuah entitas, objek, atau aktivitas.

PAKET INFORMASI : merupakan penggabungan


dua tabel (tabel dimensi dan tabel fakta) yang akan
digunakan untuk menganalisis suatu aktivitas
tertentu.
PENYAMPAIAN INFORMASI
Unsur terahir dalam sistem data warehousing
adalah sistem penyampaian informasi, yang
mendapatkan data dari tempat penyimpanan
data, mengubahnya menjadi informasi, dan
menjadikan informasi tersebut tersedia untuk
para pengguna.
Proses yang dapat dilakukan untuk mendapatkan
informasi dari data warehouse yaitu dengan beberapa
cara, diantaranya :

Drill down, yaitu proses navigasi ke bawah melalui


tingkatan-tingkatan rincian.
Roll up, yaitu proses navigasi ke atas yang
memungkinkan pengguna memulai dengan tampilan
terinci dan kemudian meringkasnya menjadi tingkat
ringkasan yang lebih tinggi.
Drill across, yaitu dengan cepat bergerak antar hierarki.
Drill through, yaitu berangkat dari tingkat ringkasan
ketingkat terendah data yang terinci.
OLAP
Segala jenis peranti lunak khusus yang telah
dikembangkan untuk data warehouse yang dapat
digunakan untuk menarik data dari tempat penyimpanan
data dan mengubahnya menjadi informasi disebut
OLAP (on-line analytical processing) yang
memungkinkan pengguna dapat berkomunikasi dengan
data warehouse melalui GUI atau antarmuka web dan
dengan cepat memperoleh informasi dalam berbagai
jenis format termasuk grafik.
Terdapat dua pendekatan untuk OLAP, yaitu ROLAP dan
MOLAP.
ROLAP (relational on-line analytical processing)
merupakan suatu sistem manajemen basis data
relasional standar.
MOLAP (multidimensional on-line analytical
processing) merupakan suatu sistem manajemen
basis data khusus multidimensional.
Perbedaan antara ROLAP dan
MOLAP

ROLAP
Memiliki data terperinci
Dilakukan analisis terlebih dahulu untuk mendapatkan
ringkasan
Analisisnya hanya terbatas pada sejumlah dimensi
MOLAP
Telah dilakukan proses peringkasan terlebih dahulu
dan dibagi menjadi berbagai dimensi
Stasiun kerja pengguna MOLAP memasukan basis
data multidimensional yang telah di download.
DATA MINING
Data mining adalah proses menemukan hubungan
dalam data yang tidak diketahui oleh pengguna. Data
mining mebantu pengguna dengan menemukan
hubungan dan menyajikannya dengan cara yang dapat
dipahami sehingga hubungan tersebut dapat menjadi
dasar pengambilan keputusan.
Terdapat dua cara dasar dalam melakukan data
mining, yaitu :

1.Verifikasi hipotesis (hypothesis verification) dan,


2.Penemuan pengetahuan (knowledge discovery).
MENEMPATKAN DATA
WAREHOUSING DALAM PERSPEKTIF

Kebutuhan akan data warehousing selalu ada sejak dulu,


namun teknologi informasi yang dibutuhkan untuk
mendukungnya baru tersedia dan terjangkau belakangan ini.
Ketika teknologi mampu mengejar permintaan, beberapa
pencapaian yang dramatis pun berhasil dilakukan, seperti
cara baru penyimpanan data dalam paket-paket informasi,
yang kemungkinan dilakukannya analisis data dengan cara
yang praktis tak terbatas, dan OLAP, yang memungkinkan
diambilnya data dengan cepat.
TOPIK DISKUSI
TOPIK DISKUSI 1

Apa saja area-area bisnis selain pemasaran yang dapat


memerlukan data warehouse?
Jawaban
Area- area bisnis yang dapat menggunakan data
warehouse adalah Keuangan, Sumber Daya Manusia,
Layanan Informasi dan Manufaktur.
TOPIK DISKUSI 2

Bab ini mengusulkan agar data mart dapat dikembangkan


untuk area-area bisnis. Apa saja beberapa kemungkinan
subset lainnya dari data warehouse?
Jawaban
Data mart Pemasaran, data mart sumber daya manusia,
data mart keuangan, data mart layanan informasi dan
data mart manufaktur.
TOPIK DISKUSI 3

Apakah yang mungkin dapat menjadi contoh dari analisis


multidimensional yang melibatkan lima dimensi?
Jawaban
Sebuah bank yang memutuskan untuk menawarkan reksa
dana kepada nasabahnya. Manajemen bank ingin
manargetkan materi-materi promosi pada segmen nasabah
yang menawarkan potensi bisnis terbesar. Dimensi yang bisa
digunakan dalam analisis multidimensional yaitu yang
berkaitan dengan data nasabah seperti nasabah yang berusia
muda, telah menikah, memiliki dua sumber penghasilan, nilai
kekayaan yang tinggi dan pasangan menikah yang telah
pensiun yang menggantungkan diri pada jaminan sosial dan
uang pensiun.