Anda di halaman 1dari 14

EKSTRAKSI

SOXLET
Kelompok 5
Yoga Adi Pranata 4311413053
Lisa Ayuningtyas W. 4311413080
Ulya Qonita 4311415055
Ekstraksi ?
Ekstraksi merupakan proses pemisahan suatu komponen
dari suatu campuran berdasarkan proses distribusi terhadap
dua macam pelarut yang tidak saling bercampur.
Sokletasi
Sokletasi adalah suatu metode / proses pemisahan suatu
komponen yang terdapat dalam zat padat dengan cara
penyaringan berulang ulang dengan menggunakan pelarut
tertentu, sehingga semua komponen yang diinginkan akan
terisolasi.
Padatan yang akan diekstrak dilembutkan terlebih dahulu
dengan cara ditumbuk atau juga diiris-iris. Kemudian padatan
yang telah halus dibungkus dengan kertas saring. Padatan yang
terbungkus kertas saring dimasukkan ke dalam alat ekstraksi
soxhlet.
Komponen Alat Soklet
Rangkaian Alat
1. Kondensor : berfungsi sebagai pendingin,
dan juga untuk mempercepat proses
pengembunan.
2. Timbal : berfungsi sebagai wadah untuk
sampel yang ingin diambil zatnya.
3. Pipa F : berfungsi sebagai jalannya uap,
bagi pelarut yang menguap dari proses
penguapan.
4. Sifon : berfungsi sebagai perhitungan
siklus, bila pada sifon larutannya penuh
kemudian jatuh ke labu alas bulat maka
hal ini dinamakan 1 siklus
5. Labu alas bulat : berfungsi sebagai wadah
bagi sampel dan pelarutnya
6. Hot plate : berfungsi sebagai pemanas
larutan
Prinsip Dasar Soklet
Penyaringan yang berulang ulang sehingga hasil yang
didapat sempurna dan pelarut yang digunakan relatif
sedikit.
Bila penyaringan ini telah selesai, maka pelarutnya
diuapkan kembali dan sisanya adalah zat yang tersari.
Metode sokletasi menggunakan suatu pelarut yang
mudah menguap dan dapat melarutkan senyawa organik
yang terdapat pada bahan tersebut, tapi tidak
melarutkan zat padat yang tidak diinginkan
Sokletasi digunakan pada pelarut organik tertentu.
...
Dengan cara pemanasan, sehingga uap yang timbul setelah
dingin secara kontunyu akan membasahi sampel, secara
teratur pelarut tersebut dimasukkan kembali kedalam labu
dengan membawa senyawa kimia yang akan diisolasi
tersebut.
Pelarut yang telah membawa senyawa kimia pada labu
distilasi yang diuapkan dengan rotary evaporator sehingga
pelarut tersebut dapat diangkat lagi bila suatu campuran
organik berbentuk cair atau padat ditemui pada suatu zat
padat, maka dapat diekstrak dengan menggunakan pelarut
yang diinginkan.
Mekanisme Kerja
Syarat Pelarut dalam
Sokletasi
1. Pelarut yang mudah menguap Ex : heksana, eter, petroleum
eter, metil klorida dan alkohol
2. Titik didih pelarut rendah.
3. Pelarut tidak melarutkan senyawa yang tidak diinginkan.
4. Pelarut terbaik untuk bahan yang akan diekstraksi.
5. Pelarut tersebut akan terpisah dengan cepat setelah
pengocokan.
6. Sifat sesuai dengan senyawa yang akan diisolasi, polar atau
nonpolar.
Berhenti ?
1. Pelarut yang digunakan tidak berwarna lagi.
2. Sampel yang diletakkan diatas kaca arloji tidak
menimbulkan bercak lagi.
3. Hasil sokletasi di uji dengan pelarut tidak mengalami
perubahan yang spesifik.

Menghentikan pemanasan
Catatan !
sampel yang digunakan dalam sokletasi harus dihindarkan
dari sinar matahari langsung. Jika sampai terkena sinar
matahari, senyawa dalam sampel akan berfotosintesis hingga
terjadi penguraian atau dekomposisi. Hal ini akan
menimbulkan senyawa baru yang disebut senyawa artefak,
hingga dikatakan sampel tidak alami lagi.
Alat sokletasi tidak boleh lebih rendah dari pipa kapiler,
karena ada kemungkinan saluran pipa dasar akan tersumbat.
Juga tidak boleh terlalu tinggi dari pipa kapiler karena sampel
tidak terendam seluruhnya.
Kelebihan & Kekurangan
1. Jumlah sampel yang diperlukan 1. Harus dilakukan identifikasi setelah
sedikit penyarian, dengan menggunakan
2. Proses sokletasi berlangsung pereaksi meyer, Na, wagner, dan
cepat reagen reagen lainnya.
3. Pelarut organik dapat mengambil 2. Tidak baik dipakai untuk
senyawa organik berulang kali mengekstraksi bahan bahan
4. Sampel diekstraksi dengan tumbuhan yang mudah rusak atau
sempurna karena dilakukan senyawa senyawa yang tidak tahan
berulang-ulang panas karena akan terjadi penguraian.
5. Jumlah pelarut yang digunakan 3. Pelarut yang digunakan mempunyai
sedikit titik didih rendah, sehingga mudah
menguap
Contoh ?
Terima Kasih